Memiliki Dua Anak

Nggak ada proses melahirkan yang nggak berkesan. Mau itu anak kedua, ketiga dan seterusnya. Sebanyak apapun itu, they are so special. Menurut saya lho ya :)) Setiap anak punya kisah, punya cerita yang beda. 

                       
  

Belajar banyak banget dari pengalaman anak pertama. Nah, tentu berdampak ke cara mendidik anak yang selanjutnya. Sebagai orang tua harus terpacu untuk lebih baik lagi. Amin. .

Di colab blogging kali ini, saya mau sharing tentang memiliki dua anak karena si partner sedang menjadi ibu hamil, yuk kita bahas dari sisi saya.

Baca punya Diah juga yuk Mempersiapkan Anak Kedua

Kehamilan anak kedua
Waktu hamil anak kedua juga tubuh lebih cepat lelah dan punggung terasa sakit. Nyatanya beberapa orang kerabat dan sahabat mengalami hal yang sama. Cuma ya harus dinikmati gimana pun keadaannya. Hihi. Selama hamil anak kedua, pernah mengalami flek di 3 bulan pertama kehamilan. Sampai pada akhirnya saya bisa tahu bagaimana rasanya mules mau lahiran, ya anak kedua itu lahir dengan proses normal (vbac). Memang berbeda dengan si kakak :)

Baca Juga Yuk : Atasi Flek Ketika Hamil

Setelah melahirkan
Capeknya puol banget karena membagi perasaan untuk si kakak dan adik. Dan si sulung yang selama ini nggak bisa lepas dari saya, pelan-pelan harus mandiri. Hvft. Tapi suasana rumah jadi tambah seru. Meski everyday is drama. Huhu. Rasanya mau dadah-dadah ke kamera. Handphone pak suami tampaknya lelah. Karena saya whatsapp setiap saat buat laporin kejadian-kejadian yang ajaib di rumah haha. Sayangnya bukan termasuk 10 keajaiban di dunia sih. Okay, semua drama adalah hal yang wajar, ini katanya teman-teman yang sudah beranak pinak gitu :D. 

Semakin hari kita bisa semakin kompak karena saling menanamkan rasa kasih sayang. Kakak Kaina juga pernah menginap di rumah eyang tapi sekarang nggak mau lagi. Soalnya ya gitu, maunya sama saya terus.

Kalau nggak ada kakak Kaina di rumah, sepi kayak rumah nggak ada penghuninya. Adik makin besar, sudah bisa diajak main. Kaina mulai mengerti arti kehadiran seorang adik. Sebelum tidur kita main bareng dulu, bisa sharing mainan, makanan. Ketawa bareng bahkan nangis bareng pun sering lho.
Repot sih tapi. . .
Kadang kalau lagi riweh banget, yang satu nangis minta sesuatu, yang satu lagi minta pipis. Yaaa lucu aja :)) seru. Makin hari makin berdamai dengan keadaan ituh. Haha. Buat Diah, siap-siap yaa kamuh :p sure it's would be nice. Kita akan sangat teramat merindukan momen ini. Repot banget tapi ngangenin. Ya beginilah cerita memiliki dua anak dengan jarak kurang lebih 3 tahun.

Saya rasa, sampai kapan pun nggak ada kata merdeka untuk seorang ibu. Karena memang anak-anak bukan penjajah :D Anak-anak yang sholeh dan sholehah adalah harapan kita semua. Doa mereka yang akan sangat kita butuhkan. Amin. Untuk itu, hari ini kita tanam apa ke anak-anak? :) 

Buat yang sedang gersang hatinya dan sering bersumbu pendek dalam menghadapi anak, bisa baca buku dari Penulis Mohammad Fauzhil Adhim judulnya Saat Berharga Untuk Anak kita. Bagus banget!
Yuk benahi hati kita untuk anak-anak tersayang.
Read More

Ke Pusat Pembuatan Bakpia Pathok 25

Pusat Pembuatan Bakpia Pathok 25 oleh-oleh khas Jogja ~ Cerita tentang seputar Yogyakarta masih ada lagi. Kali ini mau ngebahas bakpia yang merupakan makanan, oleh-oleh khas dari Yogyakarta. Bakpia adalah makanan dari negeri cina tapi familiar di lidah Indonesia ya. Sejak tahun 1948, Bakpia mulai diproduksi di kampung Pathuk Yogyakarta. Waktu kita tanya sama driver Grab pas jalan ke pak pong, bakpia yang enak dan kualitasnya baik di mana sih? Soalnya banyak merek bakpia yang ada di sana dan kita nggak mau salah pilih bakpia hehe.

            
 
Driver Grab bilang, ke bakpia 25 aja. Tapi ke pabriknya langsung, masih anget gitu, kita bisa cobain dan lihat proses pembuatannya. Oke, kita noted deh saran bapak itu. Besok akan ke pabrik bakpia pathuk 25.

Hari terakhir di Yogya, kita ke Gudeg yu djum dan baso tengkleng. Lalu lanjut ke pusat pembuatan bakpia 25. Kita menggunakan Grab car Yogyakarta. Lokasi pabrik bakpia 25 nggak jauh dari Malioboro. Kita minta tungguin drivernya. Baik banget, nggak ditarif lho sama beliau.

      
  

Sesampainya di Pabrik Bakpia 25, kita langsung bisa milih mau cari oleh-oleh apa.
Nggak hanya bakpia yang dijual di sini, tapi ada makanan lain seperti abon, keripik dan kue kering.

Si mbak nya pun langsung menyodorkan beberapa bakpia hangat. Anget banget. Fresh from the oven heheu. 


Harga Bakpia Kacang Hijau 30 ribu isi 15 buah, bertahan 3-4 hari.
Harga Bakpia All Variant (keju, coklat, nanas, kumbu hitam) 35 ribu isi 20 buah, bisa lebih dari 4 hari.

Kelihatannya kecil ya. Tapi di dalamnya, sudah banyak karyawan yang siap tempur.
Nah, setelah jadi dan matang. Bakpia ini akan di distribusikan ke toko-toko yang menjual oleh-oleh. Seperti itu. .




Kalau mau beli oleh-oleh Bakpia, saya bakal balik lagi, langsung ke Pabrik Bakpia 25 ini :) memang sih, agak panas. Lha wong jadi satu sama pabrik gitu. Setelah pilih yang mau kita beli, lanjut ke kasir dan bakpia siap-siap di packing deh.


Lupa banget buat fotoin bakpia yang kemarin kita beli. Jadi ini saya ambil dari situs bakpiapathuk25.com

 
Alamat Bakpia Pathok 25
Jalan AIP II KS Tubun NG I/504, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta 55213, Indonesia
Read More

Mewarnai Dunia Anak

Tentang sosialisasi Kaina, dulu masih agak worried. Tapi saya minta sama Allah selalu bimbing langkah kita dalam mendidik anak-anak. Berusaha melakukan yang terbaik untuk anak-anak setiap harinya. Membuat mereka senang dengan hal sederhana. Walau memang nggak bisa dihindari, selalu ada air mata di dalamnya.


                          
  

Kalau ditanya kenapa sih Kaina belum sekolah? Nggak apa, ya cuma soal waktu. Kaina memang hasrat sosialitanya ya gitu, kalau belum biasa, ya nggak mau sama sekali dengan hal baru. Dia mengamati terlebih dulu, full observer lah haha. Sekalinya nyaman, bisa nggak mau berhenti main. Jadi ya saya biasa aja kalau Kaina belum mau gabung dengan teman baru. Palingan sepulangnya kita main atau menjelang tidur, biasanya kita recap. Wailaaa recap....udah kaya orang kantoran ajaa maming. Persis orang kantoran, lebih lah. Mewarnai dunia anak tuh, edan banget tantangannya! Apalagi jaman kekinian kayak sekarang ini. Brainwash setelah mereka main di luar rumah sangat teramat perlu.

Buat saya, anak-anak itu luar biasa. Ini harus ya ditulis berkali-kali. Setuju banget masa keemasan itu rentang usia 0-6 tahun. Sisanya nangis bombay, kita bakalan ditinggalin. Selamat tinggal emak!.. Jadi, saya menikmati banget Kaina ini nggak terlalu bisa lepas dari saya. Repot sih. Biarin, besok-besok nggak akan lagi kan. Dan jadi keinget, saya pernah bawa dua anak ini ke acara anniversary komtang haha. Mau nyobain, ternyata hectic banget ya. Haha. Kemandirian dan keberanian jadi PRnya. Saya mau anak-anak berani dalam hal yang baik dan benar.

Pernah Kaina minta tidur siang sendiri, saya disuruh keluar kamar. Biasanya anak-anak tidur siang, saya ngoprek di luar kamar. Kalau lagi jadwal nulis, ya nemenin di kamar. Tapi kalau lagi mau moto di belakang. Banyak perkembangan yang cepat banget, bikin rasa capek langsung menghilang. Kadang rasa capek balik lagi ketika mata udah setengah watt dan anak masih ngajak main. 

Kaina dan Ashika memang kita besarkan sendiri. Sesekali titip orang tua saya atau suami tapi bisa kehitung dengan jari. Meski ada mbak di rumah pun, anak-anak saya yang pegang kecuali pas betul-betul repot.

Tulisan ini cuma untuk catatan aja sih. Butuh perjuangan, mengajarkan sesuatu yang baik untuk mereka. Terutama tentang membeli suatu barang. Selalu saya bilang, nggak semua hal yang kita mau kita harus beli. Nggak semua yang teman-teman punya kamu juga harus ikutan punya. Nggak semua. . Mungkin sepele tapi dampaknya luar biasa. Bapak saya yang ngajarin ini sih, saya rasakan betul manfaatnya hingga saat ini. Ketika beberapa orang menertawakan kita karena cara pandang yang beda, kita tetap enjoy. Kita nggak pernah panas sama sekali meski disiram bensin. Karena kita tau, kita bukan api.

Oh ya, mau ngasih bonus dipostingan kali ini :))

Diambil dari buku Mendidik Anak dengan Game Islami, ide kreatif permainan edukatif.
Tentang Aqidah (Allah itu satu)
Goalnya adalah supaya anak paham makna mentauhidkan Allah. Allah itu Esa, tidak ada sekutu bagiNya. Anak memahami bahwa Esa itu satu.

Persiapan
- Kita jelasin dulu nih, maknanya tauhid pada Allah, yaitu mengesakan Allah, tidak mempersekutukanNya. Allah itu satu. Kita bisa cerita kalau hanya Allah lah yang mengatur semua urusan kita. Beri contoh deh paling enak.

- Jelaskan isyarat bilangan 1-5 dengan jari-jari tangan:
Bilangan satu (acungkan telunjuk) dan bilangan dua (acungkan jari telunjuk dan jari tengah), dan seterusnya.

Let's play
-Ketika mama mengisyaratkan jari telunjuk yang berarti satu, beri perintah ke anak untuk bilang "Allah Maha Esa". Jika mama mengacungkan jari selain itu yang berarti jumlah selain satu, maka beri perintah ke anak untuk mengucapkan "tidak!!"

-Lalu berganti-gantian, misalnya isyaratkan angka 4 lalu angka 2 dan angka lainnya secara random. Semakin lama semakin cepat. 

-Jika anak salah ucap, mama tetap berikan kesempatan mereka menjawab (agar lebih memahami materi permainan)

-Hentikan kalau anak sudah terlihat bosan dan lelah.

-Beri apresiasi atas keberhasilan anak karena bermain dengan baik.

Pamit dulu deh postingan ini hihi, mau lanjut bw balik karena ketunda adik yang beberapa hari ini nggak sehat. .semoga bermanfaat ya.
Read More

Nikmatnya Sate Klathak Pak Pong di Imogiri Yogya

Kalau ke Yogya lagi, beneran deh mau mampir kulineran ke sate klathak pak Pong untuk kedua kalinya. Waktu itu saya pikir bakalan antri lah di loket. Ternyata nggak antri. Alhamdulillah. .
Kita berangkat menuju sate klathak pak Pong dari arah Malioboro habis sholat Jumat dengan Grab Car. Memang agak jauh dari pusat kota. Kira-kira 45 menitan tanpa macet dengan kecepatan mobil sedang saja. Alamat tepatnya sate klathak pak Pong yang fenomenal itu di jl. Imogiri Timur km.10 Timur Stadion Sultan Agung. Pokoknya dekat sekali dengan stadion Sultan Agung arah Bantul. Suasananya juga masih bersahaja dan khas pedesaan. Suka banget!

       


Setibanya di sana, cukup happy karena tanpa antri dan kita bisa pilih tempat duduk. Ada yang kursi juga lesehan. Nah, kita pilih yang lesehan biar lebih santai dan viewnya sawah. Tempatnya luas, parkiran juga tersedia. Jadi sate klathak pak Pong ini ada 2 tempat, saling berhadapan. Wah keren, pasti biar pengunjung nggak pada antri nih dibikin 2 tempat gitu. Oh ya, buat yang gunain Grab Car juga, bisa minta tungguin drivernya deh karena kalau drop off, terus pas kita pulang dan order Grab lagi, nggak ada driver Grabnya sekitar imogiri. Kejadian sama kita soalnya, tapi nggak sampe gimana-gimana kok. Kang parkirnya ngasih kita nomor telepon taksi Ria yang armadanya di terminal Giwangan dekat situ. Hihi, kirain bakal nginep di pak Pong.





Dari tadi udah pengin ngasih unjuk penampakan wujud rupa bentuk haha si sate klathak pak Pong yang menggunakan besi-besi itu. Kita pesan 5 porsi sate klathak, 5 porsi sate biasa, 2 tongseng daging, es jeruk, teh, kerupuk dan nggak lupa nasi. Untuk ukuran makan 4 orang, kebanyakan euy. 

Taraaa
Yang datang itu 2 piring sate klathak, jumlah tusuknya masing-masing 5 tusuk besi gede banget. Terus 5 porsi sate biasa dengan daging kambing juga tapi nggak pakai tusukan. Semua sate di pak Pong adalah daging kambing pemirsah.

         

Harga Bersahabat
Harganya subhanallah, termasuk murah untuk ukuran daging kambing, takjub. Makanya bahaya deh kalau sate klathak pak Pong ini ada deket rumah. Apalagi kalau dekat rumah mbah, bisa-bisa kolesterol mbah bermasalah :D

Tongseng daging satu porsi itu 20ribu. Nasi sepiring 3000 rupiah. Kalau harga sate klathak pak Pong itu 5 porsi x 20ribu. Intinya 100ribu itu dapat 2 piring (berisi @5tusuk) kalau sate biasanya juga seporsi 20ribu cuma nggak pakai tusukan lagi.
Air jeruk juga 2ribu sajah.
     
  

Ini nih sekilas sate klathak pak Pong bersama tongseng daging yang nggak bisa kita habiskan di tkp karena ternyata pesennya kebanyakan. Total semua 263ribu.

Rasa Sate Klathak pak Pong Juara
Puas banget karena rasanya enak. Menurut saya dagingnya empuk, kata pak suami dan mbah juga bilang enak. Bedanya sate biasa dan sate klathaknya si pak Pong ini adalah, lebih gurih sih yang sate klathak. Enak pokoknya. Huhu. . Masih kebayang-bayang nih empuk daging kambingnya.




Fyi, tersedi mushola juga di sini dan ayunan buat anak-anak. Bersih dan pelayanannya cepat.



Akan balik lagi ke sate klathak pak Pong!
Kalau kamu ke Yogya, jangan lewatin deh makan di sate klathak pak Pong. Yamih. .
Recommended.


Untuk 1minggu 1cerita

                      
   

Read More

Review Pawon Cokelat Guesthouse Yogyakarta

Liburan di Yogya beberapa waktu lalu itu sebenernya nggak cuma ber 4, tapi kita bareng mbah Uti dan mbah Akung, orang tua dari pak suami. Kita menginap di Pawon Cokelat Guesthouse namanya. Saya baru tahu penginapan ini dari pak suami. Pawon Cokelat aja katanya paping. Bagus nggak sih tempatnya? Langsung saya search dan cek instagram. Kok lucu ya, instagramable 😃. Sempat baca review Pawon Cokelat dari beberapa blogger juga. Ngerasa cocok ya terus langsung booking dan DP. Saya bersama suami cuma booking via email dan telepon. Nggak lewat mana-mana. 

       
  

Kenapa sih nginep di Pawon Cokelat? Karena akses ke Malioboro dan sekitarnya gampang. Kita destinasi kuliner tok hihi. Plus buat kita yang nggak bawa kendaraan pribadi dan suka jalan kaki juga, ngerasa tempat ini cocok. Mungkin kalau ngajak ibu sama bapak, agak wakwawww, karena disangkanya ini penginapan belum jadi. Padahal. . Memang design Pawon Cokelat adalah unfinished gitu. Oh ya, di dekat Pawon Cokelat ada bookstore lucu juga. Terus di daerah Sosrowijayan ini banyak room murah.
                
                   



Ruang Tamu Depan



                                  


Untuk design buildingnya cakep. Kita dapat di lantai bawah kamar nomor 1 dan nomor 4. Tadinya mau di lantai atas tapi kan nggak enak ya sama bapak ibu, capek naik turun tangga. 

Harga Room/ Harga Kamar
Weekday Rp. 325.000
Weekend Rp. 350.000

Bisa pilih double bed atau twin bed. Pembayaran setelah DP, kita via cash aja langsung di sana saat tiba.

Tv dalam kamar


jangan lupa foto di sini ya :)

                         

Lokasi
Kalau dari stasiun Tugu dan Malioboro sih deket banget. Pas kita balik kan ke stasiun Tugu, itu juga jalan kaki. Kalau mau bolak balik ke Malioboro juga tinggal jalan aja. Ke gudeg yu Djum juga dekat. Asik banget lokasinya. Tapi memang terletak di dalam gang kecil, cuma muat motor. Misalnya kamu dari bandara Adi Sucipto, pilih ke arah jalan Pasar Kembang, nah letak gang di kiri jalan. Patokannya sebelum hotel Neo. Masuk aja ke gang I , terus belokan kiri yang pertama. Lurus aja, finally ketemu deh Pawon Cokelat Guesthouse nya. Misalnya butuh ke atm kita tinggal jalan ke depan, di hotel Neo situ. Kalau dari arah stasiun Tugu, jalan ke arah kiri, terus nyebrang, posisi kanan jalan setelah hotel Neo. Pawon Cokelat strategis.

Nah ini view keluarnya, lingkungan sekitar rumah warga + penginapan

Makanan
Sudah dapat breakfast untuk 2 orang. Kita bisa pilih mau Indonesian breakfast atau Americano huhu. Saya mah Indonesa milihnya. Bisa nasi goreng atau mie goreng. Menurut saya enak makanan di sini. Porsinya cukuplah, tapi buat yang suka makan porsi gedai, ini sih kurang hihi.

                              

    
Ruang Makan
Recycle Table Lucu yaa
                 

Pawon Cokelat cuma menyediakan makanan untuk breakfast doang. Siang dan malam nggak bisa order ya. Cuma jangan khawatir dulu nih, deket situ banyak makanan atau warung makan kok. Coba jalan ke kiri deh, ada nasi kucing cukup enak seharga 2500.


Fasilitas
Tv, AC, Toilet dalam kamar, air panas di shower saja. Enaknya sih kalau di keran juga bisa set air panas yaaa. Buat si bayi-bayi macam Ashika kan butuh air hangat, kalau nampung air dari shower keburu dingin lagi hehe.

Meja, lampu, hanger, kaca lengkap. Cuma lampu toilet yang temaram. Saya nggak begitu suka. Kesannya gelap. Sabun, shampo dan handuk tersedia. Cukup bawa sikat gigi dan pasta gigi.

                        

Kebersihan & Kenyamanan
Overall sih bersih. Apik semua. Kalau masalah kenyamanan cukup nyaman. Memang di dekat Pawon Cokelat lagi ada hotel yang dibangun, cuma nggak sampai mengganggu kita. Di lantai bawah ada tanaman hijau, view depan pintu kamar kita.

                                  

           Kalau di atas seperti ini viewnya.

Tempat Duduk di lantai atas
Kamar Atas dan Balkon





Pelayanan
Saya selalu butuh air panas untuk menyeduh bubur instan Ashika. Tinggal jalan ke pantry dan kasih tahu mas nya kalau mau air panas. Nanti dianterin kok. Cepet. Nggak pake lama. Happy banget. Dan ibu juga sempat nitip lauk di kulkas.

Pas check out kita hanya out satu kamar doang, karena butuh tempat cuma buat nunggu setengah hari. Alhasil pilih bayar per jam 25ribu.


Mungkin akan balik lagi ke sini kalau anak-anak agak gedean 😂


Rindang deh dalamnya

                                 


Alamat
Sosrowijayan Wetan
Gg. 01 No.102
Malioboro – Yogyakarta

Contact
pawoncokelat@gmail.com
Read More

Selalu Butuh Memaafkan

Kemarin baru aja nulis yang berhubungan dengan memaafkan. Tapi bukan di blog ini, saya nulis untuk Rocking Mama tentang bagaimana menyikapi sakit hati. Eleuh gaya. Hehe. Agak dekat kan antara sakit hati dan memaafkan. Ng, nggak hanya dekat sih tapi memang penawarnya sakit hati itu adalah memaafkan.

Kali ini tentang memaafkan untuk satu minggu satu cerita ya. Hmm, sebagai ibu harus selalu belajar untuk memaafkan setiap waktu. Bukan karena ingin memaafkan. Tapi semakin hari saya merasa semakin butuh akan memaafkan. Entah apa jadinya hidup di dunia ini tanpa memiliki rasa memaafkan. 

Seperti lagunya Sherina "Persahabatan" dalam Petualangan Sherina. 
Setiap manusia di dunia
Pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa ksatria
Yang mau memaafkan.

Akhirnya dengan berbesar hati ikhlas memaafkan malah semakin berkah dan bahagia.
Memaafkan keadaan. Pernah banget. Alhamdulillah dulu sih sering pupus ya. Jadi nggak punya mantan :)) Sampai pada akhirnya diserok sama pak suami. Haha. 

Ini cerita awalnya udah bijak lho cig, kenapa di tengah-tengah malah dijatuhkan yaaaa.

Memaafkan dalam keseharian. .
Memaafkan diri sendiri, anak-anak, juga suami.
Nggak mau ambil pusing terhadap penilaian orang lain atau hal-hal yang membuat hati terluka. Karena masih banyak tugas yang lebih penting ketimbang mikirin itu semua. Right then. . Manusiawi kalau pernah tersinggung. Cukup sejenaklah, nggak usah sampai berlarut-larut. Rugi deh. .

Saya juga merasa lebih kuat ketika sampai di titik memaafkan. Mungkin nggak akan pernah sebahagia saat ini kalau nggak pernah memaafkan. Percayalah, ada hikmah di setiap jengkal proses kehidupan yang kita lalui. 


                    
  
Read More

7 Stasiun Kereta Api yang Paling Digemari Traveler di Indonesia

Membeberkan Kekhasan 7 Stasiun Kereta Api yang Paling Digemari Traveler di Indonesia~ Berbicara mengenai kereta api, ternyata tidak hanya keretanya saja yang memberi kesan tersendiri bagi penumpangnya. Ada banyak orang yang juga jatuh cinta terlebih dahulu dengan suasana stasiunnya sehingga akhirnya gemar naik kereta. Saya sih nggak masalah naik kereta, seru!

                             
   

Untuk membuktikan itu, kali ini saya akan beberkan 7 stasiun yang paling berkesan di Indonesia ^^ Stasiun-stasiun ini memberikan kesan tersendiri sehingga banyak traveler di Indonesia yang menggemarinya.

Stasiun Gambir – Jakarta
Berbicara mengenai stasiun kegemaran, Gambir pasti masuk dalam sebutan. Sebab, stasiun ini menjadi pusat penghubung kereta Eksekutif dan Bisnis ibukota dari dan ke berbagai kota di Pulau Jawa. Posisinya pun begitu dekat dengan Monumen Nasional yang menjadi maskot Jakarta. Saat orang singgah ke sini, mereka bisa sekaligus merasakan suasana pusat kota dengan berbagai destinasi ikoniknya. Perihal bentuk, Stasiun Gambir kini tampil modern dengan 3 lantai yang dipenuhi restoran, toko, mini market, kafe, loket, maupun peron.

Stasiun Jakarta Kota – Jakarta
Stasiun yang berada di kawasan Kota Tua ini populer dengan nama BEOS. BEOS sendiri memiliki kepanjangan Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij yang memang sudah aktif dari era kolonial. Stasiun tertua di Jakarta ini membuat orang jatuh cinta karena aura tempo dulunya yang masih sangat kental. Mengusung gaya arsitektural Art Deco khas Eropa yang dipadukan dengan nuansa lokal, Stasiun Jakarta Kota membawa orang datang tak hanya untuk naik turun kereta, tetapi jumga cuci mata. Setuju nggak ? Saat ini, Stasiun Jakarta Kota sudah dipenuhi kedai makan dan toko yang membuat suasananya semakin ramah dan menyenangkan. Saya jadi kangen ke Kota Tua.

Stasiun Purwakarta – Purwakarta
Terletak dekat kantor Bupati Purwakarta, stasiun ini menarik perhatian banyak orang justru karena pemandangannya yang unik. Bukan dari arsitektur, interior, atau bentukan kereta, Stasiun Purwakarta membuat orang memaku pandangannya karena di sini ada kuburan kereta. Sepanjang pinggiran relnya, tersusun gerbong-gerbong kereta api era tahun 1970-1980an yang tak lagi dipakai (terutama sejak KRL Non AC diberhentikan operasionalnya di kawasan Jabodetabek). Tak sedikit penumpang kereta yang tujuan sebenarnya tidak ke Purwakarta, sengaja singgah ke stasiun ini untuk menyaksikan langsung jejeran gerbong bekas dan sesekali mencuri kesempatan untuk berfoto.

Stasiun Tugu – Yogyakarta
Stasiun Tugu menjadi kegemaran traveler karena menawarkan paket lengkap. Stasiun ini tak sekadar menjadi pusat transportasi, tetapi juga tempat wisata. Bentuk bangunannya masih klasik dengan interior dan eksterior kental aura khas Yogyakarta. Melangkah keluar sedikit dari stasiun, kamu akan disambut jejeran becak warna-warni. Kamu pun juga langsung terhubung dengan jalan legendaris Malioboro. Kayak saya kemarin saat ke Yogya, tinggal jalan dari guesthouse untuk ke stasiun Tugu ini. Sebagai stasiun yang cantik di tengah kawasan ikonik, banyak kenangan yang orang rasakan di sini. Stasiun Tugu pun sangat fotogenik dengan arsitektural Jawa serta patung Lokomotif di halaman depan!

Stasiun Bandara Kuala Namu – Medan
Kalau yang satu ini bisa jadi merupakan stasiun termewah di Tanah Air. Alih-alih stasiun, desain dan suasananya jauh lebih pantas disebut bandara. Arsitektural modern dengan bangunan berbasis kaca dan susunan konstruksi besi siap membawa orang merasa sedang berada di luar negeri. Dengan akses operasional ke pusat kota Medan, stasiun kereta ini menghubungkan penumpang bandara langsung ke pusat kota dan sebaliknya. Serunya lagi, naik kereta dari stasiun ini tetap terasa selayaknya naik pesawat terbang karena sistem yang diberlakukan memang mengadaptasi sistem canggih bandara!

Stasiun Balapan – Solo
Orang mengetahui stasiun ini karena menjadi judul lagu populer yang dibawakan Didi Kempot. Tak hanya lagu tersebut yang membawa kenangan bagi banyak orang di sini. Dengan ukuran yang tak begitu besar, Stasiun Balapan Kota Solo membawa setiap orang ke nuansa Jawa yang sederhana dan membumi. Penampilan live musik yang menemani penumpang menanti kereta datang juga memberikan romantisme sendiri yang membuat orang gemar untuk kembali ke sini. Wah kalau balik kampung bapak di Wonogiri, mungkin mampir ke stasiun Solo dulu.

Stasiun Tawang – Semarang
Stasiun yang berada di Semarang Utara ini membekas di hati penumpang berkat lagu Gambang Semarang. Lagu tradisional Jawa tersebut selalu diputar ketika ada kereta api datang ke stasiun ini. Selain itu, stasiun ini juga menyimpan kenangan tempo dulu dengan nuansa klasik yang kental, sebab Stasiun Tawang memang adalah salah satu stasiun kereta api besar tertua di Indonesia. Uniknya, stasiun ini memiliki ketinggian yang berubah-ubah karena kerap terkena banjir rob di musim hujan. Dulu pas jaman kuliah pernah main ke Semarang dan berhenti di stasiun Tawang.

Nah, sekarang kita sudah tahu stasiun apa saja yang menarik perhatian. Apakah stasiun tersebut termasuk perhentian kamu pada perjalanan berikutnya? Jika kamu tertarik untuk ikut menggemarinya, pastikan memesan tiket kereta api dengan tujuan perhentian ke stasiun tersebut ya. Untuk kemudahan pemesanan tiket, sekarang Traveloka.com sudah menambahkan menu tiket kereta api lho! Info lengkapnya bisa klik: https://www.traveloka.com/kereta-api. Yuk cobain, mudah banget!
Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© cigreydotcom, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena