Games Saat Reuni Sekolah

Games Saat Reuni Sekolah ~ Bulan yang tidak cukup produktif dalam ngeblog, sepertinya bulan April ini. Saya juga perlu liburan sejenak Hihi hihi karena lagi beresin rumah. Alhamdulillah weekend lalu bisa tercapai. Saya ada acara family gathering bersama teman sekolah saat di SMK Telkom. Gathering diadakan di salah satu tempat di Bandung yaitu Lembang. Family gathering untuk pertama kalinya setelah sekian lama nggak pernah bikin acara yang gede. Kali ini reuni dengan bawa semua anggota keluarga, ya anak istri, suami. Bikin kaos bareng terus ada yang bikinin spanduk. Kebayang riwehnya dong. Tapi seru.

Mau cerita tentang reuni aja sih. Jadi memang nggak pakai susunan panitia. Langsung hajar aja siapa yang bisa dan berkenan. Saya kebagian bikin pertanyaan games untuk acara malam hari. Lumayan kocak nih gamesnya karena games melibatkan suami dan para istri. Btw, teman sekolah saya dominan laki-laki, jadi saya punya teman wanita yang baru. Alhamdulillah para istri dan suami cooperatif dan mereka mau ikutan ngegames. Meski masih ada yang single dari teman kami, beberapa diantaranya tetap ikut gathering ini. Saya senang banget karena melihat kekompakan teman-teman. Bahagia melihat teman-teman sudah semakin bahagia di kehidupan mereka masing-masing. Rata-rata berprofesi sebagai engineer yang sibuknya bukan main :p. Semoga bisa mengadakan kegiatan yang lebih bermanfaat lagi ya.

Berikut beberapa pertanyaan untuk games pasangan  suami istri saat reuni sekolah :
Warna favorit istri
Nomor sepatu istri
Makanan favorit istri
Tanggal Pernikahan
Nama ibu sang istri
Nomor handphone istri
Barang yg diinginkan istri saat ini
Negara yg pengin dikunjungi istri
Nama kontak kamu di hp istri
Merek facial wash istri

All about istri ya haha..Lucu jawabannya. Ada yang salah tanggal pernikahan. Ada yang hafal banget. Paling tinggi score nya 8.



Btw, Selamat Hari Kartini ya. . 
Read More

Ketika Ibu Terlihat Kejam

Ketika Ibu Terlihat Kejam ~ Namanya juga anak-anak. . Seringkali kita mendengar kalimat tersebut. Tentu penggunaanya harus pada situasi dan kondisi yang tepat. Bukan berarti anak-anak lalu dibiarkan tanpa aturan yang jelas. Saya mungkin dibilang cukup konservatif. Seperti aturan anak tidak boleh main di malam hari. Aturan tidak pinjam barang teman setelah main. Ya yaaaa. . Semua itu ada alasannya. Dan memang nggak semua keinginan anak itu harus diikuti kan? Bukan berarti nggak sayang. Terkadang aturan orang tua terlihat kejam namun sesungguhnya hal itu adalah salah satu cara mendidik anak.






Beberapa aturan membuat anak bertanya-tanya. Kaina pun sudah bisa mengemukakan pendapatnya. Kaina pernah tanya kenapa nggak boleh main keluar di malam hari? Sebisa mungkin saya jawab dengan jelas sampai anak mengerti. Memang sih nggak langsung deal, apalagi kalau anak sudah bisa nego. Merayu teruuuus. Nah nah, kadang saya lengah masalah gadget. Ketika saya sedang mengerjakan sesuatu. Heuw, anak-anak berteman gadget. Dan akhirnya berujung tak konsisten. Padahal konsisten adalah salah satu kuncinya ya. .

Selain jam malam, saya juga nggak memperbolehkan main di dalam rumah tetangga kalau pagi hari dengan keadaan belum mandi. Kejam kah daku? Haha nggak kan ya. Pokoknya anak-anak boleh main asal tepat waktunya, dan harus ngerti menghormati privacy orang. Kaina mungkin agak kecewa karena beberapa aturan yang kayaknya nggak seru haha. Tapi saya yakin, saat besar nanti dia akan senang seperti saya. Jaman dulu tuh bapak lebih ekstrim lagi. No jajan! Permen, ciki, dan lainnya. Jangan ikut-ikutan orang, kata bapak. Hasilnya ya saya rasakan saat ini. Haha. Cukup menjadi pribadi yang santai kayak di pantai. 

Well, menerapkan aturan pada anak perlu memperhatikan hal berikut ini:
Komunikasi Dua Arah
Sebelum menentukan aturan, sediakan alasan yang masuk akal. Alasan yang mudah dipahami anak. Insya Allah anak akan mengerti. Ini tentu bukan dengan proses yang instan. Di sana pasti ada elus-elus dada emak haha. Karena ya ngajarin hal baru perlu kesabaran banget. Saat ini saya juga masih mengharuskan mereka tidur siang. Saya coba beri alasan, ya kalau mau main sorenya nggak lemas kita harus bobo dulu. Sederhana dan alasannya cukup asyik nggak sih ? :p

Kompak Antara Suami dan Istri
Jreng jreeeeng. Point ini cukup susah di masalah jajan. Karena waktu bertemu pak suami dengan anak-anak lebih sedikit. Paping maunya ngasih jajan, beliin mainan. Your wish is my command lah pokoknya, nurutin apa kata anak-anak selagi masih wajar. Permen, es krim, ciki hayooo. Kelar weekend, emak agak pusing. . harus setting mereka. 

Konsisten Dan Tegar Menghadapi Tangisan Anak
Tetap lempeng konsisten meski anak nangis. Kok anak menangis didiamkan saja? Telinga saya kayaknya sudah tegar mendengar tangisan anak. Mungkin dianggap sadis. Kebetulan bukan tipe 'daripada anak nangis, aku nyerah'. Oh ya,  Kenapa nggak boleh pinjam mainan teman setelah main? Supaya nggak kebiasaan pinjam. Kalau teman mau pinjam setelah main tetap boleh. Mudah-mudahan nggak ada yang beranggapan, saya ngajarin anak untuk individualis. Kalau pun ada yang anggap gini, yasudah nggak masalah. #kokcurhat.

Ortu Juga Harus Ikut Aturan Main
Jangan cuma anak yang tidak boleh nonton pegang handphone sambil tiduran. Orang tua juga dong harus ikut aturan yang dikasih ke anak. Kaina pernah protes juga nih. Hihi. Ya intinya kan ortu itu contoh untuk anak-anak. So, fair play.

Beberapa aturan yang kita lakukan akan berujung manis, insya Allah. Seperti yang dituliskan oleh emak blogger yaitu emak Myra Anastasia pada web KEB. Teman-teman bisa mampir pada postingan beliau di sini : Tegas Kepada Anak Bukan Berarti Kejam atau bisa kenalan lebih lanjut di blognya lho www.kekenaima.com



Tulisan ini merupakan Collaborative Blogging Emak2Blogger dari kelompok Siti Nurbaya dengan tema parenting Tegas Pada Anak. Semoga Bermanfaat ya. .
Read More

Pilih Barang Branded Or No?

Pilih barang branded or no? ~  Ya jawabannya antara yes or no haha. Banyak dari kalangan teman dekat atau lingkar komunitas yang memang suka pakai barang branded. Salah? Nggak lah dong, kalau memang mampu dan cocok. Silahkan, selama nggak berlebihan. Lagian juga, kan memang ada anggapan ada harga sebanding dengan kualitasnya. So, branded or no nggak usah jadi war. Agree?


pilih barang branded or no


Postingan colab kali ini antara saya dan Diah nun jauh di sana, yang kami belum pernah bertemu sama sekali di kehidupan nyata. Hihi. Well, kami sepakat bahas barang branded. Buat iseng saja sih, topiknya ringan dan mudah untuk menuliskannya. Baca juga cerita punya Diah ya, Barang Branded, Haruskah?

Yang namanya barang branded selalu jadi incaran jikalau ada sale. Pernah, waktu jaman saya masih ngantor ikut macam sale gitu. Cuma mau tau doang, hihi. Nggak beli juga deh. Barangnya tuh seperti sepatu atau tas wanita. Alamak, ramainya. Gahar-gahar ya itu wanita kalau sudah lihat diskon hehe. Ampuuun. Kalau tas dan sepatu saya nggak pernah beli yang sampai sejuta. Belum mau, nggak tau kalau nanti sore haha. Paping siap-siap yah. Lol.

Baca Juga : Me Time And My Self

Kembali ke barang branded or no? 

Tergantung Jenis Barang
Disesuaikan saja sih. Ada beberapa barang yang menurut saya nggak harus branded karena selain sayang uangnya #eh dan nggak mampu jugak. Haha. Paping Kaina yang suka bilang, yaudah beli aja sih kalau suka. Sebagai emak-emak sejati yang menjunjung asas hemat pangkal kaya :)) nggak tergoda kecuali minta beli lensa (pengin ditimpuk nih ujungnya).

Kalau barang yang memang sudah juara di bidangnya, ya ini beda lagi. Misalnya pemilihan untuk sepatu olahraga. Mau yang nyaman dan nggak bikin kaki lecet, yakaan. 

Brand Biasa, Juga Mampu Bersaing
Barang atau produk kelas yang biasa itu kualitasnya cukup banyak yang bagus. Ini tinggal gimana kita pilah pilihnya saja. Saya masih cukup percaya dengan review blogger #ciee #ehkenapa. Cuma jadi hal biasa deh kalau sudah terkenal dan punya nama apalagi yang kekinian hehe langsung boom harganya. Meskipun nggak semua seperti itu ya. 

Memilih Spesifikasi Lebih Dengan Harga Yang Sama
Kalau case ini lebih sering untuk elektronik ya. Saya dan pak suami suka pilih yang teknologi lebih up dibanding membeli sebuah merek yang speknya biasa. Berasa lebih manfaat hihi dan puas.

Tidak Berlebihan
Beberapa orang yang mampu bahkan mampu membeli seisi dunia, beranggapan, ya ini kan uang gue. Terserah dong mau pakai barang branded atau nggak hehe. Kalau saya pribadi ngerasa sayang aja gitu kalau harus beli barang terlalu mahal. Oops. Imho. .

Nah, masalah branded or no nggak usah jadi war. Balik lagi pada keyakinan masing-masing ya haha. Kalau kamu gimana?


Read More

Berhentilah Membandingkan Anak

Berhentilah Membandingkan Anak.~ Membandingkan anak, maksudnya mungkin untuk membuat anak terpacu menjadi lebih baik? Bisa mencontoh dari pembandingnya. Tapi menurut saya cara ini nggak banget. Bukan berarti nggak pernah membandingkan. Hanya saja saya pilih cara positif lainnya untuk membuat anak jauh lebih baik. Apakah orang dewasa mau dibandingkan? Saya rasa nggak mau juga kan ya. Apalagi membandingkan anak yang beda usianya. Itu cemana? 

membandingkan anak


Dalam mendidik anak nggak selalu sempurna, mulus. Tapi sebisa mungkin selalu beri dorongan yang positif. Hasilnya? Berdoa pada Allah, karena tugas kita ya berusaha lalu doa. Saya mau menanam benih yang baik. Kalau pun anak masih cengeng, suka nangis, terlihat manja, mencoba sabar walaupun itu berat. Pernah juga ada yang bilang, sama ibunya malah rewel melulu.  Tapi kalau ibunya pergi, anteng tuh. Kzl nggak sih?

Memang lingkungan itu seharusnya support para ibu. Tolong lah komentar yang baik. Jika tidak bisa, diam itu jauh lebih baik. Saat ini di usia hampir 5 tahun Kaina, masih moody. Saya harus banyak-banyak istigfar deh. Kalau nggak, ya kesurupan. Saya pun masih sering terpancing.

Membandingkan anak bisa berdampak buruk. Anak merasa beda, hilang rasa percaya diri, iri, sedih, menjauh dari orang tua dan masih banyak lagi. Banyak anak minder karena seringkali dibandingkan dengan orang lain. Sayangnya, orang tua nggak sadar telah melakukan ini.

Bayangkan deh, kalau diri kita dibandingkan dengan yang lain. Mau? Saya pernah mengalaminya. Pribadi saya sudah kebal, #bah tapi kalau ada yang bandingkan ANAK SAYA, saya akan bikin postingannya hahaa. Nah ini udah posting kaaan. Lega deh! Curhat di sini hihi. Balik lagi ke topik ya. . .

Orang tuanya aja tidak berhak untuk membandingkan si anak, apalagi orang lain. Sedih. Cuma kan karena emosi menyelinap, dan terjadilah kata-kata seperti di bawah ini. 

"Kamu kayak kakak dong, bisa ini itu. Belajar sendiri." 

Apa nggak lebih baik, "yuk belajar sendiri, pasti nanti bisa."

Stop ada kalimat perbandingan disitu. Sering juga orang dewasa itu nggak fair. Membandingkan sesuatu yang bukan apple to apple. Membandingkan perilaku anak usia 5 tahun dengan 2 tahun. Kan lebih kejam. Jelas beda dong perilaku usia 5 tahun dengan 2 tahun. Fiuuuh. .

Pemilihan kata untuk anak yang masih perlu diperbaiki. Jujur, saya nggak mengerti ilmu komunikasi seperti apa. Hehe. Tapi yuk, pilah pilih kata yang baik untuk anak-anak kita.

Waaah, long weekend yang rasanya luar biasa karena kami sedang mengungsi di rumah uti. Ngerti kan kalau tinggal seatap dengan nenek kakek itu seperti apa? :p
Okay, have a great long weekend.



Read More

Seberapa Penting Sih Rasa Cemburu Pada Pasangan?

Seberapa Penting Sih Rasa Cemburu Pada Pasangan? ~ Seberapa cemburu sih kita pada pasangan? Jujur, sudah lama sekali mau nulis ini. Ehem. Ya karena sesungguhnya saya termasuk golongan orang pen-CEMBURU, what?! haha. Kata Dilan cemburu itu hanya untuk orang yang nggak percaya diri. Ah tapi menurut saya nggak juga. Cemburu pada pasangan ya perlu. Bukan, bukan untuk curiga atau gimana. Bukan berarti tidak mempercayai kesetiaanya tapi cemburu yang berdasarkan logic adalah modal kelanggengan.


seberapa penting sih rasa cemburu pada pasangan


Kepercayaan itu memang jauh lebih penting. Cemburu berlebihan juga nggak baik. Saya pernah mengalami cemburu, ya ketika cemburu, saya mencoba bersikap terbuka. Dan nggak ada rasa yang dipendam. Cemburu karena mau menjaga ikatan. Familiar kan dengan cinta karena terbiasa, ya celah-celah kalau jalan berdua dengan teman cewek (cuma teman). BIG NO bagi saya. Sadissss cig. Nggak ah. Rules nya ada dalam agama yang saya yakini. Insya Allah nggak sadis ^^. Meski punya pasangan masing-masing, nggak ada bosannya setan tuh jadi orang ketiga. Dan seperti yang kita tahu, banyak banget kejadiannya juga kan. Sudah sama-sama menikah, punya pasangan dan punya anak tapi ya...gitu. Sedih deh.

Cemburu Tanda Cinta?
Ketika mencintai seseorang, otomatis sih ada rasa cemburu. Kebanyakan, perempuan memang lebih cemburu dibanding lelaki. Kalau boleh milih, memang tak sanggup jauh yakan? #hiaa. Tapi nggak gitu juga kali ah. Dan kalau tidak cemburu, bukan berarti nggak cinta. Yang terpenting adalah rasa cemburu harus bisa dikendalikan.

Asal Jangan Cemburu Buta
Nah, kadang ada yang cemburu sama games? itu piye? Mungkin teman-teman bisa mengkomunikasikan lagi ya. Cemburu sama keluarga? maaf, ini aneh. Keluarga suami atau istri adalah keluarga kita juga dong. Kalau saya cemburu sama yang pasti-pasti saja, konkret, cewek lah pastinya. Teman sekantor atau satu pekerjaan, karena lebih banyak peluang di sana. Baca lebih lanjut deh poin di bawah ini ya. .

Baca Juga : 4 Tips Menghadapi Suami Hobi Games


Cemburu Untuk Mencegah Hal-Hal Yang Tidak Diinginkan
Kalau yang ini sih harus YES, meski untuk sosok yang lempeng? karena godaan itu banyak, luar biasa. Disadari atau nggak disadari. Banyak yang karena terbiasa dan akhirnya jatuh cinta pada selain suami atau istri? Makanya harus balik lagi jaga hati, menikah karena apa? Jadi menurut saya cemburu itu perlu untuk hal-hal yang tidak diinginkan, caranya? Sama-sama saling mengingatkan, getting better.


Antara Cemburu dan Kejujuran
Menjalin suatu hubungan kejujuran harus jadi makanan, bahkan untuk cemilan sehari-hari. Hehe. Tiap detik, tiap nafas berhembus berlatihlah untuk jujur. Rasanya tanpa kejujuran, pelan-pelan kebahagiaan akan punah. Jadi mengapa nggak seindah dulu? mungkin sudah nggak jujur lagi, mungkin sudah nggak terbuka seperti di awal pernikahan. 

Di setiap cemburu, terbukalah. Itu akan menjadi lebih mudah.

So, kalau menurut kamu seberapa penting kah rasa cemburu terhadap pasangan? 
Read More

MU - Weber Atasi Masalah Bangunan Rumah

MU - Weber Atasi Masalah Bangunan Rumah ~ 2018, apa kabar resolusi kamu? Agak jalan di tempat kah? Tapi moga tetap sehat ya. Kalau saya alhamdulillah jalan di tempat nih hehe tapi Allah selalu kasih sayang-Nya. Cuma kadang kita saya nggak bisa bedakan antara needs and wants. Apalagi kalau ngomongin tentang rumah, memang rencana tahun ini saya dan pak suami mau rapihin rumah tipis-tipis. Karena bicara tentang rumah yang yahud itu soal rasa dan selera. Nggak ada benar atau salah dalam seni yakan? Duh, kalau lihat pinterest tentang home decor, cakep-cakep banget yaa. Bahkan di minimal space area bisa tetap ketje! Yang pasti harus pakai bahan dan material yang tepat serta berkualitas.




Karena rumah bukan sekedar tempat tinggal, makan, mandi, tidur terus kelar? Rumah adalah tempat di mana membangun kenangan indah, ihiiiy. Dulu, rumah bapak juga banyak kenangannya tapi sayang sekali sudah dijual. Btw, saya dan pak suami suka yang unfinished gitu. Tapi sayang kalau diaplikasikan secara menyeluruh kayaknya akan menuai kontra dari para mbah haha, jadi kami putuskan unfinished cukup di kamar kami berdua saja #eh. Saya prefer punya rumah satu lantai karena sudah merasakan rumah tingkat itu capek >.< . Rumah kami pun tak lebih dari 92 m2. Jadi agak tricky untuk punya working space area di dalam rumah. Alhamdulillahnya nggak begitu hobi merabot. Tapi kalau props untuk foto suka sih #haha.

Baca Juga : Lakukan Hal Ini Sebelum Tamu Datang

Sejarah ambil rumah kpr BTN yang hasil rumahnya minimalis, sampai hasilnya juga minimalis. Beberapa tembok rapuh dan berjamur. Sedih melihatnya, plus sereeem. Alhasil jadi PR untuk renovasi kali ini. Tapi nggak terlalu sedih berlebihan kalau ada info MU Weber. Apa sih cig? Beberapa hari lalu di pameran Mega Build JCC, MU Weber menyediakan konsultasi gratis terkait dengan masalah rumah. Mortar Utama Weber ini memiliki produk yang cukup banyak untuk menunjang konstruksi dan bangunan.


Taken by : akuchichie.com

Masalah yang sering terjadi adalah tembok mudah retak padahal rumah masih baru. Saya pun mengalami ini juga. Di tembok bagian belakang rumah terlihat jelas garis retaknya. Tembok retak cukup mengganggu, tapi bisa diatasi dengan MU-270 SkimBright (noted ya).


Taken by : akuchichie.com

Selain itu, bisa mengatasi penggunaan cat boros karena acian berpori-pori dan menyebabkan daya serap cat yang banyak. Bahkan membuat warna cat tidak cerah. Wah, penting nih!. Masalah acian yang nggak bagus.




Taken by : akuchichie.com

Kalau kamu pernah mengalami lantai garasi mudah rusak bisa gunakan MU-443 RoofDeckFloor. Nah buat yang mau konsepnya unfinished gitu, ini bisa dipakai. 



Taken by : akuchichie.com

Sedangkan nat yang gampang pecah atau rusak juga ada yang ngalami nat jamuran? ada solusinya dari MU-Weber. (MU-408) disesuaikan dengan area. Nat lantai di kamar mandi, dapur atau bagian lain. Nat bolong-bolong gitu bisa jadi tempat binatang bersarang. Bikin malas!


Taken by : akuchichie.com

5 Kekuatan untuk 5 Area Rumah 

Well, saat pameran ada juga produk yang diluncurkan. Ada 5 jenis, untuk 5 area pada rumah, yaitu: 

MU-408 ColorFill (pengisi nat interior dan eksterior) dengan fitur Easy Clean, 
MU-408 ColorKitchen dengan fitur Easy Clean dan Stain Repel (pengisi nat area dapur), 

MU-408 PowerBathroom dengan fitur Easy Clean dan SmartShield Pro (pengisi nat area kamar mandi), 
MU-408 PowerPool dengan fitur Easy Clean dan SmartShield Plus (pengisi nat area terendam), 
MU-408 ColorOutdoor dengan fitur Easy Clean dan Active Defense (pengisi nat ara teras, fasad, dan balkon).


double click to zoom

Jadi MU-Weber membuat nat khusus sesuai area rumah. Karena masalah di setiap ruang belum tentu sama. Inovasi yang keren. Okay, untuk teman-teman yang ingin mengetahui lebih lanjut bisa langsung cek info di bawah ini ya:


Website  : www.mortarutama.com
Facebook : Mortar Utama
Youtube  : Mortar Utama
Instagram: @mortarutama.weber
Twitter  : @MortarUtamaID



Read More

Resep Udang Lenjeh ala Mak Dower

Resep Udang Lenjeh ala Mak Dower  ~ Beberapa hari terakhir ini ngerasa nggak sih cuaca itu panas terik banget? Dehidrasi. Saya bingung harus senang atau sedih. Karena cucian ya kering semua gitu. Hihi. Berarti siap-siap setrika deh! Okay, it's okay. Ini baru pertengahan Maret nampaknya tragedi dalam hidup sudah cukup menari-nari. Tapi selalu bersyukur dan mohon kesehatan. Oh ya semenjak ditinggal mbak, saya jarang sekali ikut event blogger, juga sengaja nggak mendaftarkan diri. Agak ragu ninggalin Ashika.

Mau sharing resep yang pernah dipost di instagram @uciggg beberapa waktu lalu. Sering repost juga di blog karena apa ya? ya memang mau terekam di blog sih. Resep kali ini selain datang dari rasa kangen pada Udang Lenjeh Mak Dower. Saya mau kasih tau ke paping nih, Udang Lenjeh Mak Dower kriuk gitu plus peteeee. Meski bukan penyuka pete, tapi saya pakai karena paping lebih suka pete.. eh pete or petai sih? :p
Udang Lenjeh ala Mak Dower ini memang ngangenin, selain rasanya kriuk gurih dan enak pastinya, udang ini bertabur pete dan bawang goreng. Pas acara Food Marathon waktu itu, saya berkali-kali ngambil si Udang Lenjeh. Namanya dibuat unik, sesuatu deh hehe.

Ini Udang Lenjeh punya Mak Dower




Yasudah mau lanjutin resepnya yaaa, ini dia resep Udang Lenjeh ala Mak Dower saya nyontek punya mbak In @dapurngebut, tapi saya tambah kemiri.

Resep Udang Lenjeh ala Mak Dower

Bahan
250 gr Udang (tidak dikupas)
1 sdt Garam

Bumbu yang dihaluskan: 
5 siung Bawang Putih
1 ruas kunyit
1 buah kemiri

Untuk campuran
Pete
8 siung Bawang Merah u/ bawang goreng

Cara memasak
- Campur udang, garam dan bumbu halus. (Biarkan dia galau dalam kulkas selama 1 jam) 
- Goreng udang, pete dan bawang merah (Saya goreng secara terpisah)
- Saya coba goreng 2x si udangnya, memang lebih garing banget jadinya. (optional)



Selamat mencoba yaaa. . ^^

Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena