Pengalaman Belanja Bulanan lewat Honestbee

Pengalaman Belanja Bulanan lewat Honestbee ~ Minggu lalu sebelum berkemas ke Malang, saya mencoba belanja bulanan lewat Honestbee. Beberapa barang kebutuhan rumah sudah tiris. Memang sih saya bukan tipe belanja bulanan. Ditambah lagi kalau belanja bulanan khusus gitu agak ribet buat saya yang memiliki anak kicik. Nah, apa sih Honestbee itu? Lebah jujur? Hehe. Jadi gini, Honestbee adalah aplikasi belanja online. Singkatnya ya asisten belanja.


                      
   

Aplikasi ini sangat memudahkan saya. Meski keluarga kami kalau belanja ya barang yang sudah habis saja, baru kami beli. Tapi seringnya malah jajan perintilan tiap kali bolak balik ke toko terdekat, Hihiii. Dengan Honestbee, saya terbantu dalam belanja barang kebutuhan seperti sabun, peralatan mencuci, bahan cemilan, ya pokoknya yang tersedia di Transmart Carrefour kala itu. Toko yang ada di aplikasi Honestbee ini diantaranya Transmart Carrefour, Super Indo (masih beberapa cabang saja), toko organik.

Gampang nggak sih penggunaan aplikasinya? Waktu itu nggak ada kendala, saya menggunakan metode pembayaran dengan credit card. Kebetulan mau coba pakai untuk pertama kalinya. 

Selain metode bayar dengan CC, kita bisa juga COD (cash on delivery). Saya pilih hari esoknya untuk delivery. Enaknya nih, kita bisa membandingkan harganya, dari toko satu dengan toko lainnya. Namanya emak, saya juga pernah membandingkan harga, asal jangan membandingkan anak yaa #eh.

Mereka ada shopper dan kurir. Khusus shopper adalah orang yang terpercaya buat belanjain pesanan kita. Sedangkan kurir ya tugasnya mengirim saja. Dan nggak perlu takut miss comm atau salah belanja. Shopper akan menghubungi kita kalau barang habis atau cuma beda warna maupun beda harga. Semua akan dikonfirmasikan kembali dengan kita kok. Asyik.



Untuk biayanya sendiri, ada biaya ongkir @10 ribu rupiah dan concierge fee @10 ribu rupiah. Karena total belanja saya mencapai 250 ribu, jadi bebas biaya ongkir. Saya hanya perlu membayar concierge fee (ini untuk biaya tip gitu). Menurut saya masih masuk akal dan sesuai dengan jasa yang saya terima :)


masukan kode "MOMMYBEE"

Delivery Fee is Free Now


Saya beli sabun cuci pakaian, pasta gigi, sabun cuci piring, daging giling, dan masih banyak lagi. Saya sempat meminta mas nya untuk foto. Ini diaaaaa. .nggak perlu antri di kasir ^^ dan pasti beli barang yang kita butuhkan saja.

Dok. Pribadi

Buat teman-teman yang mau nyoba belanja dengan Honestbee, bisa langsung instal aplikasinya ataupun akses ke id.honestbee.com. Free ongkir untuk belanja minimal 250 ribu, bisa gunain kode "MOMMYBEE". Kemarin saya pindahkan belanja bulanan dengan aplikasi Honestbee, belanja sabun, shampo, bahan pasta dan kawan-kawannya bisa sampai 250 ribu jadi bebas ongkiiiir deh. Duduk manis, belanjaan datang. Yuk belanjaaaa !
Read More

Ngomongin Food Photography

Ngomongin Food Photography ~ Nggak pernah kepikiran sebelumnya buat megang kamera, bahkan punya kamera. Ya, orang kuliahnya anak teknik gini :)) Seni-seni terpendam doang punyanya. Selebihnya berantakan! Iyah, saya berantakan orangnya. Huhu. Tapi hatinya nggak berantakan karena sudah ditata 5 tahun yang lalu #hiaaa. Kenapa suka dan akhirnya nyebur gitu ke foto-foto makanan?


source: Canva


Saya pernah cerita gimana awalnya food photography di sini. Masih belum pernah ikut workshop serius. Mau banget. Sekarang foto makanan, lebih untuk blogging karena lagi nggak megang project apa-apa (promosi terselubung :p). Btw, kalau kamu mau dapat promo Singles Day dari Zalora klik di sini ya. 

Semua berawal dari suka makan, suka masak dan suka mencoba kuliner yang telah direkomendasikan ya. Saya cemen, nggak berani kalau tidak recommended #tidakmaukecewa. Huhu. 

Food photography itu menyenangkan banget bagi saya. Penasaran, gimana sih caranya bikin makanan kita tuh ngilerable. Kalau makanan yang rupanya sudah bagus, nggak begitu sulit ya. Tapi kalau kayak oncom? Hihi. Berlatih foto makanan pertamanya ya karena suka doang. Nggak ada maksud-maksud terselubung. Dan malah baru tahu kalau yang namanya food stylish di Indonesia masih sedikit. Nah semakin lama, semakin terasa menyenangkan hmm mungkin salah satunya karena bisa menghasilkan sesuatu.
Kali ini sharing dan ngomongin hobi food photography, saya juga masih sambil belajar. Karena teorinya terbatas jadi cuma sharing pengalaman hihi. Yuk ah.

Mengenal Kamera Kita
Punya kamera ternyata nggak langsung bisa klik. Perlu penyesuaian lebih. Memang sih saat taaruf dengan dia, kayaknya bisa nih foto langsung cakep pakai kamera ini. In fact, saya nggak bisa. Perlu beberapa waktu. Eksperimen terus, jepret terus. Pernah kejadian lucu, waktu event parenting. Saya mau fotoin mbak Febri (salah satu teman blogger) bersama Ayudiah, pakai DSLR blio. Alhasil nggak bisa haha. Saya kira nggak perlu diintip, mba Febri bilang "intip aja" karena panik saya nggak ngikutin petunjuknya :)) Failed deh fotoinnya. Maaf ya mbak :") mungkin ku tak berjodoh dengan foto manusia 😹

Cahaya
Lighting di dalam rumah. Ternyata nggak bakalan bisa cakep tanpa pencahayaan yang cukup. Cahaya itu salah satu key nya. Dulu, sampai jungkir balik ngambil gambar supaya oqhe. Masalah pakai kamera atau handphone, yaa saya berani kalau cahayanya mendukung. Kalau nggak, langsung gulung tikar deh! handphone sekarang sudah cangcing alias canggih cing! Tinggal gimana teknik pengambilan fotonya saja. Untuk lokasi di rumah, bisa cari spot yang pas seperti teras atau depan jendela dan pintu. 

Angle
Nah, kalau angle ini memang casenya beda-beda ya. Makanya memang harus peka dalam memainkan kamera. Sudut pandang mata kita belum tentu sama dengan kamera. Ada beberapa sudut, seperti gambar di bawah ini. Kalau foto makanan tertentu nggak akan terlihat enak dari sudut x misalnya Ya memang harus trial nih hihi

source : http://digitalfotografi.net


Styling
Styling masih terus diasah, karena memang ini keluwesan berkat latihan. Semakin banyak jam terbang, biasanya kita bisa lebih luwes menata makanan menjadi terlihat enak di mata sampai bikin ngiler. Beberapa orang yang sudah keren fotonya seperti mbak Eliza atau mbak Ari dengan smartphonenya juga bilang, keluwesan menata tergantung seberapa seringnya memotret. Kalau sudah stuck saat foto, coba cari penyegaran dulu. Biasanya sih gitu, bertapa dulu hehe.


Dok. Pribadi


Properti
Jadi, saya belanja properti juga menyesuaikan kebutuhan. Nggak ngoyo, santai saja. Misalnya ada uang dari hasil ngeblog tapi faktanya banyak minta pak suami sih :D Dicicil-cicil ternyata lebih enak. Ada job, baru deh persiapan beli ini itu. Properti foto beli di Da*so atau di online shop.


Job
Gimana cara dapat job? Ini biasanya dari galeri instagram kita, berpengaruh sekali. Saya masih campur aduk ya. Karena memang galeri apa adanya haha. Nggak pusing. Santai saja untuk masalah galeri. Semua orang bebas menentukan pilihan yang nyaman untuk diri sendiri namun tidak merugikan orang lain. Ya to? Yang penting latihan, upload yang terbaik. Moga rezeki bakal ngikutin.



Nah, sepulang dari JelajahGizi kemarin saya harus membagikan cerita juga. Mau bertapa dulu ya hihi. Yang jelas, insya Allah mau menulis juga obrolan saya dengan mbak Eliza Setiawan, salah satu tim 52wfpp.

Semoga bermanfaat yaaa
Read More

Seblak dan Cara Mudah dalam Membuatnya

Seblak dan Cara Mudah dalam Membuatnya ~ Ada yang belum tahu apa itu seblak?Seblak merupakan salah satu makanan yang berasal dari Bandung yang begitu sangat popular untuk saat ini. Bahkan makanan khas Bandung ini tidak hanya populer di Jawa Barat saja, tapiiii jajanan ini pun juga telah terkenal di seluruh kota-kota yang mana kamu dapat menemukan jajanan ini dengan mudah. Yeskehadiran jajanan ini pun telah menjadikan para masyarakat ingin menjalankan sebuah bisnis dalam hal menjajakan makanan yang satu ini dan dengan inovasi-inovasi baru yang dapat untuk menarik perhatian bagi para calon pembelinya. Waaaah. . 


Source: Pixabay

Makanan yang berasal dari Bandung ini pun memiliki bahan dasar yang terbuat dari kerupuk mentah yang mana kerupuk mentah ini akan direndam dengan air panas dengan bertujuan agar kerupuk ini bantat. Jajanan ini juga memiliki banyak kandungan yang ada di dalamnya salah satunya yaitu dengan telur special yang dicampurkan pada kerupuk mentah yang telah direbus tadi. Namun semakin banyaknya permintaan yang ada dipasaran, kini telah menampilkan gaya jajanan Bandung ini jauh lebih inovatif agar para pembeli pun juga tidak merasa monoton dan bosan terhadap jajanan yang satu ini.

Dengan mencoba seblak yang dijual di pasaran pun mungkin akan membuat kita merasa penasaran gimana sih cara membuatnya. Pasti bila membuatnya sendiri di rumah, kita dapat mengetahui tata carserta porsi yang sesuai selera. Jadi, dengan membuatnya di rumah kita bisa trial error untuk menciptakan inovasi-inovasi terbaru yang tidak kalahnya dengan jajanan di pasaran. Ternyata nggak begitu sulit lhooo.  Bahkan dengan tangan kita sendiri pun juga dapat menciptakan cita rasa yang luar biasa pula.

Baca Juga : Resep Oseng Mercon

Berikut ini cara mudah membuat Seblak di rumah:
Bahan:

• Kerupuk kanji (mentah) 50 gram.
• Telur ayam 1 butir dan kocok.
• Daun bawang 1 batang dan iris dengan halus.
• Seledri satu batang dan irislah dengan halus.
• Sdt penyedap rasa.
• 1 sdm kecap manis.
• 3 buah cabe rawit.
• 2 siung bawang merah.
• 1 siung bawang putih.
• 2 ruas jari kencur.

Cara membuatnya:

1. Rendamlah kerupuk kanji mentah pada air panas sampai mengambang, lalu tiriskan dan berilah sedikit minyak goreng agar kerupuk tidak lengket.

2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai dan kencur hingga halus.

3. Tumislah bumbu hingga beraroma wangi.

4. Tambahkanlah irisan daun seledri dan daun bawang kemudian aduk hingga rata.

5. Masukanlah kerupuk dan aduklah hingga rata.

6. Tambahkanlah telur yang sudah dikocok tadi kemudian aduklah hingga menjadi seperti telur orak-arik.

7. Beri air kemudian tambahkan penyedap rasa dan garam.

8. Aduk sampai air berkurang dan hampir menguap berikan kecap manis.

9. Aduklah hingga air habis.

10. Tuangkan pada piring saji yang telah dipersiapkan.

11. Tinggal kita tambahkan taburan bawang goreng  di atasnya untuk menambah cita rasa dan tampilan.

Berdasarkan dari resep cara membuat seblak yang ada di atas, yuk kita buat seblaknya dengan topping yang beragam sesuai keinginan kita. Terus kita bandingkan deh seblak yang sudah dibuat dengan jajanan yang kita beli di luar rumah. 
Bahkan kehadiran jajanan ini pun banyak kita jumpai di situs belanja online yang menyediakannya dengan cita rasa serta varian yang beragam pula.

Seblaaaak. . duh mauuu!
Read More

Resep Mendol Tempe Khas Indonesia

Resep Mendol Tempe Khas Indonesia ~ Hal yang termasuk sulit untuk dijawab adalah.... ketika disuruh memilih makanan khas Indonesia. Gimana nggak? Masakan Indonesia itu rata-rata lezis. Mulai dari masakan Padang, Jawa, Sunda, Bali, Manado dan daerah lainnya yang nggak bisa disebutin satu persatu. Indonesia itu kaya banget lah pokoknya. Damn, i love :D


Well, masakan Indonesia itu bumbunya sedap. Selain sedap, dia pun sangat kaya gizi. Khas sekali dari tiap-tiap daerahnya. Cocok banget kalau kita bilang, sederhana tapi ngenakin, kayak pecel. Isinya cuma sayuran tok. Disiram bumbu kacang yang berasa kencurnya. Tinggal tambahin topping seperti kerupuk gendar, tahu tempe atau rempelo ati? Choose wisely.

Sekalian juga mau cerita, beberapa minggu lalu saya membuat makanan khas Malang Jawa Timur. Namanya Mendol. Sejujurnya saya bukan orang Jawa banget. Cuma keturunan Jawa Tengah dari bapak. Tapi nggak bisa bahasa Jawa. Jadilah Jawa ora.  Hihi. Balik lagi ke Mendol, makanan ini terbuat dari tempe. Saya baru tahu ketika ibuk alias ibu mertua saya bikinkan masakan ini. Ibuk memang berasal dari Jawa Timur. Skill memasaknya top. Biarpun ibuk orang jaman dulu, tapi ibuk itu bikin spaghetti nya enak. Makanya tantangan terberat saat masakin suami adalah....bisa seenak masakan ibuk nggak? Ya memang nggak ada patokan dari pak suami sih. Paling tidak ya memasak dari hati nanti juga keluar enaknya 😄 (teori abal-abal).

Kembali ke Mendol. .
Saya buat Mendol, karena waktu itu ada tempe yang ngetem saja di kulkas. Nunggu dicyduk. Sekalian setoran foto untuk memeriahkan lomba Jelajah Gizi yang diadakan Nutrisi Bangsa. Masak mendol itu mudah banget. Kata ibuk sih, Mendol itu menggunakan tempe yang sudah berhari-hari. Hampir bosok. Pembuatannya pun berbagai macam cara. Ada yang dikukus terlebih dulu ya, mungkin ini karena pakai tempe yang sudah kayak bosok gitu? Atau biar matang merata, cmiiw. Saya nggak pakai dikukus, karena khawatir hancur. Selain itu, ada juga yang pakai tepung untuk mengikat cinta kita #eh maksudnya mengikat tempe supaya nggak hancur saat digoreng.

Daripada kebanyakan intro, saya tuliskan resep Mendol di blog ya. Semoga tempe dikulkas bisa dieksekusi.

Bahan:
1 papan Tempe
5 siung bawang merah
2 siung bawang putih
2cm kencur
4 buah cabe merah
2 buah cabe rawit orange
Daun jeruk iris kecil
1 sdt garam
1/4 sdt gula
Kaldu bubuk

Cara Memasak:
- Haluskan bawang merah, bawang putih, kencur, semua cabe
- Tumis bumbu yang telah dihaluskan, lalu masukkan daun jeruk
Ulek Tempe tapi jangan sampai hancur 
- Campur bumbu yang sudah ditumis dengan Tempe
Beri gula garam dan kaldu bubuk
- Koreksi rasa
- Bentuk lonjong
- Goreng hingga kecoklatan.

Notes: tidak perlu dibolak balik supaya tidak hancur (cukup 1x balik ya)




Gimana? Gampang kan bikinnya. Selain bahannya mudah, rasanya juga enak. Alhamdulillah foto mendol ini akan mengantarkan saya untuk ikut #JelajahGiziMalang 13-15 Okt 2017. Mohon doanya ya semoga lancar, anak-anak sehat dan anteng di rumah uti.





Read More

Pilih Masak Sendiri dan Rasakan Manfaatnya

Pilih Masak Sendiri dan Rasakan Manfaatnya ~ Kata bapak, jadi perempuan harus bisa masak. Dulu, saya sering diberondong dengan kata-kata seperti itu. Kalau cemberut saat disuruh bikin sambel, bapak langsung khotbah. Ingat banget, tiap mau bikin sambel buat blio, saya bingung berapa takaran bawang putih dan bawang merah? Nggak ngertilah. Sampai akhirnya menikah. Terus masak sendiri. Trial error. Hufft, nyambel ajaa 😄
Source : pixabay
                        
Sesungguhnya mama nggak pernah bawel tentang masak 😹 cuma kalau bagian beberes rumah. Ampun. Tapiii..ngomongin masak sendiri atau beli ya ada plus minusnya masing-masing. Alhamdulillah kalau saya nggak masak, nggak disetrap sama pak suami. Menyesuaikan saja dengan kondisi saya yang kadang pengin beli makanan hihi. Kecuali buat anak-anak, jarang sekali beli masakan. Saya pasti masak. Walaupun cuma sayur, tempe, ayam, dan ikan bergantian. 

Intinya, masak itu dilewati dengan santai terus nggak usah puyeng atau khawatir dapur acakadut. Dijalanin deh tuh ngupas bawang, ngiris, mengulek alias menghaluskan bumbu termasuk bumbu kehidupan kita. Insya Allah capek. Haha. Tapi bahagia.

Misalnya bingung, sowan langsung ke cookpad or intip IG food blogger, bisa juga nyontek menu catering. Kadang boring, masak itu lagi, itu lagi. Yang masak aja bosen, gimana yang makan?

Sesekali beli boleh ya yaaa. Ini yang saya lakukan juga di weekend. Kalau kami sekeluarga nggak kemana-mana, GOFood. Kalau tanggal tua, GOFood pakai point :D. Sudah cukup indah weekend daku #cukupsederhana ^^

Masalah lebih hemat masak sendiri atau beli? Ini balik lagi ke masing-masing orang nya. Kalau masak heboh gitu juga ujungnya bakalan lebih boros. Iyaa kalau makannya banyak *nunduk

Nah, berikut manfaat masak sendiri yang saya rasakan #timMasak:

Bisa Hemat
Semua balik lagi ke pengendalian diri hehe. Based on true story, saya rasa bisa lebih hemat dengan memasak sendiri. Misalnya, beli sarapan bubur ayam 5ribu rupiah, sudah merogoh kocek 20 ribu cuma untuk 1x makan. Sedangkan kalau masak? 20 ribu cukup buat beli ikan sama sayur mayur. Sayur biasanya saya bagi, bisa untuk 2x masak. Maklum keluarga kecil yang makannya sedikit tapi sering 😁. 

Bersih dan Sehat
Sama juga halnya dengan pertanyaan lebih sehat masak sendiri atau beli? Tergantung yang masak. Kita mungkin bisa mengontrol kebersihannya kalau memilih masak sendiri. Seperti apa minyak untuk menggorengnya. Sebelum masak tuh cuci tangan dulu apa nggak. Dan segala macamnya kita yang atur. Jadi puas!

Bisa Sesuai Selera
Mau pakai msg atau nggak? terserah. Kalau saya kaldu bubuk masih cukup sering dipakai untuk masak. Masak sendiri tuh bisa berkreasi sesuka hati kita. Menu masakan rumah sendiri bisa ganti-ganti. Teruuus, nggak cuma baju yang perlu padu padan, masakan rumahan juga ternyata perlu mix and match. 


Sebagai Bounding
Kadang memasak untuk keluarga itu cuma karena ingin membuat ikatan batin dengan suami dan anak-anak. Meski rasanya nggak selalu seenak beli di luar tapi selalu yakin kalau mereka bakal habiskaan #lhaaaa.

Kalau kamu sendiri, dari lubuk hati terdalam mending masak atau beli? Mau tahu kelebihan dan kekurangan dari masak atau beli, bisa baca tulisan dari Mak Dyah Prameshwari Beli Jadi atau Masak Sendiri atau kenalan lebih lanjut di blog Dyah Prameswari

Tulisan ini merupakan Collaborative Blogging Emak2Blogger dari kelompok Siti Nurbaya dengan tema Masak atau Beli?







Read More

Ternyata Inilah 5 Manfaat Naik Transportasi Umum Bersama Anak

5 Manfaat Naik Transportasi Umum Bersama Anak ~

"Naik apa mbak?" 
"Tadi dari rumah pakai Gojek terus naik kereta"...Jawab Saya

Terus sunyiiiii....


Membawa anak balita bepergian dengan transportasi umum bukan hal yang asing lagi buat saya. Mungkin bagi beberapa orang, hal ini termasuk dalam 7 keajaiban dunia di hidupnya #whew. Atau saya dianggap tega nian membawa balita dengan transportasi umum. Biasanya, pergi ke event memang cuma pakai Gojek dan kereta. Lain lagi kalau ke rumah mbah Bekasi, kami harus pakai jasa GoCar karena membawa beberapa potong pakaian krucil. Hihi, maklum belum punya roda empat pribadi. 

Honestly, naik transportasi umum ke sana kemari mencari alamat adalah teman saya dari kecil. Ya sebenernya karena kerebelan aja :)) Kakak saya yang pertama kalau sekolah malah lebih sering diantar jemput, saya tuh malas banget nunggunya. Doi lama mandinya, daku bisa telat school HAHA. Memberontak lah, cus berangkat sekolah sendiri. Tapi dengan begitu, jadi bisa kemana-mana sendiri.

Nggak harus selalu transportasi umum sih, disesuaikan saja. Karena Jakarta tidak cukup bersahabat nih level macetnya, asyiknya naik ojek. Alhamdulillah, anak-anak selama ini kalau dibawa dengan transportasi umum ya kurang lebih mengerti. Nggak ada masalah.

Kayaknya tinggal naik kapal laut yang mereka belum pernah cobain. Eh adik Ashika belum pernah naik bajaj deh. Kalau Kaina hampir nyobain semua transportasi umum. Waktu sepulang dari Yogya Februari lalu, kami sengaja naik kereta api. Ini untuk pertama kalinya berkereta dalam waktu lama. Untuk beli tiket kereta api di Tokopedia juga bisa. Tinggal klik klik Tokopedia.

Btw, menurut Wikipedia, transportasi umum atau transportasi publik adalah seluruh alat transportasi saat penumpang tidak bepergian menggunakan kendaraannya sendiri. Ini kami banget.

Dari transportasi umum, saya pribadi banyak mendapatkan manfaat. Selain itu hidup kan nggak selamanya mampu, punya uang. Saya nggak mau kalau meninggalkan mereka dalam keadaan lemah. Yang terpenting meninggalkan ilmu untuk anak-anak, bukan harta. Itu saja sih *jadiserius.

Kaina di angkutan umum


Well, inilah 5 manfaat Naik Transportasi Umum Bersama Anak
  1. Terjangkau, Mudah, Praktis
Harga terjangkau, nggak bisa pukul rata murah. Kalau traveling dengan pesawat kan nggak bisa dibilang murah juga tapi cukup terjangkau. Mudah dan praktis tinggal naik terus berangkat. Tak perlu cari driver pribadi seperti eyang. Intinya nggak capek nyetir sendiri atau berkendara sendiri.

  1. Mengenalkan transportasi umum
Kami mulai mengenalkan anak dengan transportasi umum saat balita. Harapannya supaya, mereka nggak mabokan kalau berpergian. Selain itu mengenalkan tata cara  dan memperhatikan keamanannya. Seperti naik angkot, tidak boleh mengeluarkan tangan di jendela. Lain hal dengan pesawat, kita diminta matikan handphone. Setiap kendaraan yang kita naiki memiliki standar keamanan yang harus dipatuhi. Mereka jadi tahu deh.

  1. Mengajarkan kemandirian dan disiplin
Nggak bisa seenaknya kalau naik transportasi umum. Mau nggak mau, harus belajar disiplin karena menghargai waktu. Kemandirian juga bisa dipupuk dari sini ya karena terbiasa, nggak perlu dianterin dan bisa jaga diri sendiri. Bismillah.

  1. Eksplorasi dunia luar
Keluar rumah satu langkah saja sudah membuat mereka bahagia. Anak-anak senang juga kalau naik becak. Dengan naik kendaraan umum bisa lebih eksplorasi dan banyak pengalaman. Kalau cuaca terik, pasti mereka juga mengalami kepanasan. Nah, tentunya pengalaman bertransportasi umum juga memiliki resiko. Ini juga harus kita perhatikan ya.

  1. Bersosialisasi
Dengan bertransportasi umum, mereka bisa sekalian belajar bersosialisasi. Bertemu lebih banyak orang. Kalau di kereta bisa lihat banyak sekali profesi kecuali copet :)). Merasakan bagaimana papingnya bekerja naik kereta. Bertemu pedagang, ibu-ibu, om dan tante. Saya rasa bisa menumbuhkan empati dari hal seperti ini.

Naik transportasi umum banyak banget seninya karena di jalanan itu KERAS. Tapi nggak perlu ragu, yang penting persiapkan kondisi fisik dan mental anak. Pelajari rutenya dan jangan segan untuk bertanya. Kalau bawa cemilan, baju ganti, diapers, mainan segala macam, nggak usah dibeberin lagi yaa, pinteer semua ^^

Kalau teman-teman, gimana? Suka transportasi umum jugak? 

Read More

Tips Menghadapi Cobaan Kehidupan Anti Galau

Tips Menghadapi Cobaan Kehidupan Anti Galau ~ Mudah marah dan menjadi lebih sensitif saat memiliki anak, itulah yang saya rasakan :)) Ketika lelah sedikit, rasanya senggol bacok sama segala hal, HAHA. Akhirnya terbawa perasaan yang sia-sia. Sabar ini masih terus menjadi PR terbesar. Belum lagi cobaan-cobaan yang padahal kecil tapi harus dilalui dengan smooth. Mau curhat sajalah di postingan kali ini. Sekalian tips-tips menghadapi cobaan dengan smooth. 😹 Smooth banget? Nggak. Paling tidak yaaaa, bisa tetap easy going. :))



Jujur, menulis ini hanya untuk pengingat diri saja. Nggak ada maksud lain, bahkan untuk sindir menyindir pun rasanya nggak etis karena masih sama-sama manusia yang sering khilaf. Saya masih sering tinggi menghadapi anak-anak. Jadi, ya gitulah :))
Well, cobaan itu memang datang dan pergi. Kadang mereka tiba rombongan (kayak piknik) atau cobaan sedikit-sedikit. Perlahan tapi pasti terasa menohok. Ketika kita diam, pasti tuh ada bisikan-bisikan "terus digituin diam aja" bener nggak?! Benerrrr. .Percikan gini harus waspada. Biasanya saya menghindari orang yang membawa aura negatif seperti ini. Beri jarak beberapa meter, cukuplah.

Nggak dihormatin, nggak dianggap sama orang lain, Alhamdulillah nggak apa-apa. Mungkin Allah menegur dengan cara itu. Karena masih sering juga nunda-nunda kewajiban sama Allah. Sekarang, lebih ekstra menghadapi anak-anak ketimbang berinteraksi dengan orang lain. Nggak ambil pusing kalau sama orang lain. Ini berlaku di dunia nyata dan maya. 

Prinsip hidup masing-masing orang kan beda ya, jadi cobalah menghargai itu. Gesekan pasti ada, biasa. Kalau tiap hari digesek? Lecet nggak tuh. Hihi. Orang nggak bakal ngerti yang kita rasakan. Nggak akan pernah mengerti karena pemikirannya jauh beda. Tapi yasudahlah. Soalnya, kalau apa-apa dibawa perasaan. Bahaya. Apa-apa diomongin. Apa-apa dipermasalahkan. Itu cemana hidup mau bahagia. (Padahal isi whatsapp saya ke pak suami, mewek-mewek curhat melulu :)))

Beberapa hari lalu nonton via youtube ust. Hanan Attaki. Nah, penyakit hati yang paling berbahaya: ragu kepada Allah. Sumber dari segala sumber penyakit hati ya keraguan terhadap Allah SWT. Karena itu  membuat manusia galau, cinta dunia, iri, dengki dan segambreng lainnya. Serem.

Nah, tips menghadapi cobaan kehidupan anti galau. Ayuk kita sama-sama belajar dan saling mengingatkan.

Yakin Kepada Allah kita bisa melaluinya
Yang pertama, yakin dulu sama Allah yang maha memiliki solusi. Nggak ada masalah atau cobaan tanpa maksud. Semua pasti ada maksudnya. Pokoknya jangan kasih ragu meski setitik.

Terima Karena Allah
Point ini cukup sulit ya? Tapi kalau nggak bisa nerima cobaan yang datang, bagaimana? Belajar percaya bahwa yang kita terima itu sudah yang paling terbaik. Allah pengatur yang maha baik. Kita kasih terus proposal, doa terus yang banyak. Tinggal gimana Allah aja, baiknya.

Mengendalikan Perasaan
Ketika hidup nggak sejalan dengan maunya kita, manusiawi kalau kita sedih atau marah. Cuma kalau sampai berlarut-larut? Berlebihan. Buat apa. Cukup sabar dan sholat lah yang menjadi penolong buat kita. Semoga kita bisa!

Evaluasi Diri
Kenapa sih begini? Sering nggak kita protes. Iyaaa, sering banget. Huhu. Padahal apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Perlu flashback lalu mengakui kesalahan. Dan melanjutkan kehidupan.

Mengingat Allah
Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. Sebetulnya kalau sudah yakin dengan Allah, nggak perlu nyari yang lain. Allah maha besar, kalau cuma masalah kucing pup sembarangan atau apalah. Terus...fisik kucingnya disakitin, sungguh aneh. Karena kejadian nih, kucingnya teman (anak kompakers Tangerang), matanya dilukai oleh orang. Padahal kan kucingnya nggak salah. Hewan kan memang nggak ngerti. Manusia punya akal dan pikiran. Harusnya jauh lebih bijaksana. Masalah kucing doang mah, lewatkaaaan.

Okeh, semoga tips menghadapi cobaan kehidupan anti galau bisa bermanfaat. 

Mohon maaf kalau ada yang tersinggung pundung gundah gulana gelisah resah hati berdebar-debar. Sesungguhnya kita sama-sama belajar ^^ Kalau ada yang mau nambahin tipsnya, boleh banget. Feel free. .





Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© cigreydotcom, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena