Yuk tetap tampil perfect setelah menikah

Sudah lama hiatus dari perawatan muka. Saya ingat terakhir kali mendatangi sebuah skin care sebelum menikah. Ya habis gimana, terhimpit waktu juga, apalagi sudah capek dengan ini itu. Tapi sih ngga melulu cuek dalam penampilan. Awalnya memang rada malas, tapi kok kayaknya egois kalau sekarang jadi cuek karena sudah menikah. Semakin lama semakin menyadari kalau wajah ini perlu perawatan meskipun sudah menikah. Perawatan kan ngga harus ke skin care ya, kita bisa melakukan di rumah asal ada kemauan. Nah, kemauan. Kalau sudah MAU sih otomatis bakalan disempatkan. Oke, habis ini maskeran deh yaaaa hihii., supaya tetap tampil perfect setelah menikah.


                  

Wajah tidak harus putih menurut saya asal sudah sehat bersih wangi, itu anugrah. Penampilan di rumah biasanya dasteran, sedikit bedakan, kalau lagi pingin ya lipstikan. Senyaman mungkin dan fleksibel, ngga harus begini begitu, maksain. Kalau pergi juga saya suka yang sederhana saja, pakai alas bedak, bedak, lipstik, eye liner dan body mist. Menurut saya tidak ada yang sempurna tapi mendekati sempurna itu asyik. Terpenting, hiasi hatimu dengan kebaikan dan pikiran positif. Begitulah tampil perfect bagi saya. 

Saat hamil Ashika, tepatnya tahun lalu, saya berniat untuk meremajakan kembali kulit wajah ini. Menjadi tua itu sih pasti. Mengingat faktor U, hehe tahun depan akan menginjak usia 30. Beberapa kali rencana muncul ke permukaan alias ngomong ke suami. Memang sayanya yang ngga telaten, jadi belum juga terwujud merawat wajah. Saya mau coba kali ini, berhubung momennya pas, sambil ikutan kompetisi blog dari Involve Asia yang di sponsori oleh PerfectBeauty.me

                            
 
Ada beberapa produk yang saya ingin miliki. Seperti yang sudah saya bilang, untuk meremajakan kembali kulit wajah. Ihiyyy, berikut diantaranya ya:


Suplemen /Vitamin
Semoga bisa teratur minum ini, karena tubuh kita juga perlu perawatan dari dalam kan. Saya pilih Agelez Bihaku, premium nano collagen rasa peach yang halal. Selain itu  banyak sekali manfaatnya, meremajakan kulit pasti yaaa. Ekstrak protein salmon lho ini. Saya pun sempat beberapa kali melihat teman-teman merekomendasikan Agelez Bihaku. Jadi semakin penasaran. Harganya Rp. 980.000,-
        
                            

Serum
Manfaat serum itu sendiri adalah untuk memperlambat penuaan dan regenerasi kulit menjadi lebih cepat. Saya mah mau Facial Treatment Repair C 15 ml dari SK II deh yah ^^ memperbaiki tesktur kulit yang kasar dan mengurangi kerutan. Asyiiik. Dibanderol Rp. 700.000,-.
                                   
                                               


Perawatan Mata
Karena mata itu sangat penting untuk tampil prima menurut saya. Apalagi kantong mata saya yang muat buat ngantongin belanjaan pasar :)) untuk Ini saya pilih SK II Signs Eye Mask, masker mata yang berguna menghilangkan garis halus di sekitar mata, melembabkan dan menghidupkan daerah sekitar mata. Berbentuk seperti kapas yang sangat lembut, masker mata ini mengandung vitamin B3, E dan Pro-Vitamin B5 ditambah ramuan spesial. Harganya Rp. 61.000,- 
                                         


Masker Wajah
Nah, terakhir saya pilih SK II Signature 3D Redefining Mask - 1pcs harganya Rp. 112.500,-  masker 3D untuk mengencangkan area dahi, sisi hidung dan tulang pipi. Goal!

                                 

Saya rasa sudah cukup simple pakai 4 produk tersebut dan sesuai dengan kebutuhan yang saya inginkan :) ngga ribet. Kalau kamu gimana? sharing yuk, tampil perfect ala kamu. Oh ya, produk di atas bisa kamu dapati di sini

Read More

Pilih imunisasi DPT yang panas atau tidak?

Pilih imunisasi DPT yang panas atau tidak?
Hal yang paling ngga enak adalah pergi ke rumah sakit, meski cuma sekedar imunisasi. Rumah sakit seringkali bikin capek dan lelah. Karena melahirkan di RS. Hermina Tangerang lagi, ya jadinya lanjut imunisasi di sana. Saya ambil yang imunisasi wajib saja untuk Ashika, ketika imunisasi Kaina juga begitu. Alhamdulillah sekarang loket pembayaran untuk jaminan tertentu dipisahkan, jadi antri nya kembali normal. Ya tapi di apotik untuk pengambilan obat masih lama juga sih, apalagi kalau nunggu obat racikan. Sudahlaaaah, lelah.

                      


Waktu jaman imunisasi Kaina untuk imun DPT, selalu menggunakan yang berjenis pediacel yang katanya ngga panas. Saya juga pernah cerita itu, Kaina tidak demam baca di imunisasi DPT. Imunisasi DPT terkenal dengan bisa menyebabkan anget si bayi. DPT atau DTP ini memang termasuk imunisasi wajib. Jaman eyang uti dulu, setiap habis imunisasi DPT memang agak panas tapi sekarang sudah ada DPT yang ngga panas mah. DPT ini untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus (DPT). Imunisasi DPT diberikan secara berulang, ada waktunya, sebanyak 5x. Saat usia bayi 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Lalu perulangan lagi di rentang 18-24 bulan. Terakhir saat usia 5 tahun. Bisa dilihat dijadwal ini ya.

          


Mau sharing pengalaman imunisasi DPT dengan Pentabio dan Pediacel. Ashika sempat nyobain punya pemerintah saat DPT yang pertama yaitu pentabio. Harganya lebih murah dibanding Pediacel, malahan jauh banget. Rp. 355.000 itu sudah termasuk dokter, konsultasi dokter SpA di Hermina Tangerang (Rp.141.000) Kalau pediacel juga makin lama semakin mahal, dulu jaman Kaina imunisasi DPT, di Hermina Tangerang harganya sekitar 700ribuan sudah termasuk dokter.

Waktu itu Pentabio memang menimbulkan demam pada anak Ashika. Kalau di tubuh Ashika, demamnya setelah 2 jam penyuntikan dan super rewel. Jadi, kalau mau pergi sebentar sehabis imunisasi, saya sarankan pakai yang jenis pediacel. Untuk harga pediacel di 2016 ini 800ribuan, ya otomatis kalau ditambah dokter dan jasa imunisasinya menyentuh angka satu juta. Engap juga ya mah. Untuk reaksi di tubuh anak, pediacel tetap menimbulkan demam di Ashika. Reaksinya hampir 24 jam baru terasa anget di badan.

Penanganan ketika demam setelah imunisasi DPT
Dokter menyarankan kalau demam dengan suhu 38 lebih, bisa diberi sanmol atau sejenisnya. Kalau masih di bawah 38, bisa diberi ASI saja sesering mungkin ya mah.

Kesimpulannya, pilih DPT yang panas atau tidak?
Tergantung kebutuhan saja mah, kalau mau pergi setelah imunisasi lebih baik pilih DPT yang tidak panas. Tapi mendingan jangan pergi deh setelah imunisasi, kasihan si bayi. Kalau mau supaya anak tidak rewel, mamah pilih yang tidak panas. Bukan berarti tidak rewel atau tidak demam sama sekali ya mah. Kalau dari kasus Ashika dan Kaina yang mencoba pediacel, berbeda reaksinya. Ashika mengalami demam tapi ringan dan reaksinya tidak secepat pentabio. Dan juga disesuaikan dengan budget juga ya mah :) 

Semoga bermanfaat untuk teman-teman terutama yang berdomisili di Tangerang.
Read More

7 Perjuangan ASI

Ketika positive dinyatakan hamil, rasanya sejuta bahagia menghiasi kehidupan setiap ibu. Proses mengandung 9 bulan, melahirkan sampai mendidik anak adalah kewajiban orang tua, utamanya memang seorang ibu. Perjuangan seorang Ibu setelah melahirkan adalah memberikan ASI. Sebetulnya juga perjuangan para ayah. Saya rasa kesuksesan ibu menyusui tidak bisa tercipta tanpa dukungan dari seorang ayah, itu yang saya rasakan karena dukungan dari suami dan keluarga sangat penting. Kaina, anak pertama kami, meski lahir dengan proses SC, tidak menghalangi niat untuk memberikan ASI secara ekslusif. Saat itu juga saya masih bekerja di sebuah consultant IT. Sebelum cuti melahirkan habis, saya menyetok ASI di kulkas. Berbekal baca-baca artikel yang mendukung untuk proses ASIP ibu bekerja, seperti bagaimana penyimpanan ASI yang baik, hal apa saja yang harus dipersiapkan supaya sukses ASIP dan sebagainya. Kalau ingat masa bekerja dan juga berupaya menghasilkan ASIP di sela waktu kantor yang jadwalnya lumayan padat, agak sedih karena harus pumping di toilet, meski begitu saya selalu sempatkan memompa demi asupan Kaina kecil. Ya, tidak semua kantor di Indonesia memfasilitasi pegawainya dalam memberi ruangan laktasi khusus ibu memompa di sela jam kantor. Alhamdulillah, dulu tidak ada larangan dalam memompa ASI di jam kantor.

Selama tiga bulan saya berkesempatan merasakan sebagai ibu yang bekerja sekaligus meluangkan waktu untuk pumping ASI di kantor. Senang sekali rasanya ketika melihat botol-botol ASIP itu penuh ya mah, kadang juga rasanya payudara sudah harus di pompa lagi tapi masih harus meeting atau mengerjakan tugas yang deadline. Hanya bertahan tiga bulan saya bekerja di kantor, entah kenapa bagi saya ngga mudah meninggalkan anak di rumah walaupun bersama neneknya. Saya memutuskan resign demi tumbuh kembang anak hingga sekarang, Kaina telah memiliki adik yang berusia hampir 4 bulan. Saat menulis ini, saya adalah seorang ibu yang sedang menyusui. Oh ya sedikit cerita, saya memutuskan resign waktu itu karena berat badan Kaina menurun, dia ngga mau nyusu lewat botol. Mungkin ada masa-masa seperti itu ya mah, dan menjadi hal biasa bagi beberapa orang. Kalau saya, ngga bisa melanjutkan hari-hari untuk tetap bekerja di kantor pada saat itu. Jadi, saya memilih mengundurkan diri. Tapi sangat bersyukur, karena memang ada hikmah di balik itu semua.

Kenangan saat ada ASIP di kulkas dan degdegan kalau mati lampu. Saya ingat banget, pernah memboyong semua botol ASIP ketika mati lampu ke rumah tetangga yang agak jauh letak rumahnya, saya khawatir rusak kandungan ASI. Peran anggota keluarga lain juga penting, pokoknya orang di sekitar kita pun meski sadar betapa pentingnya ASI untuk anak. Saya suka ikutan sedih kalau ada ibu yang ngga mau nyusuin anaknya, padahal ASI nya lancar. Ada juga kasus, ibu mau memberi ASI tapi si bayi menolak. Ada yang bosan makan sayuran dan akhirnya berujung si anak menyapih diri dengan sendirinya. Jujur ya mah, kalau saya agak tergoda dengan makanan pedas, padahal kata mbah dan eyang uti ngga boleh makan pedas ketika menyusui hehe, khawatir bayi akan sakit perut dan buang-buang air. Minum dingin juga harus dipantang, ya koq serba ngga enak ya, itu perasaan awal-awal menyusui. Tapi sebetulnya boleh minum dingin asal tidak berlebihan dan ngga boleh makan yang terlalu pedas, tidak ada pantangan untuk ibu menyusui.


Pejuang ASI bangun tengah malam meski mengantuk, rasa lelahnya terbayarkan karena anak tumbuh sehat dan kuat. Ketika anak yang kedua lahir, tantangan lebih wow lagi karena si kakak yang masih butuh banyak perhatian. Hmm, seringkali saya menyusui adik sambil ditangisi si kakak yang berusia 3 tahun. Kadang adik juga menangis minta nenen saat saya mengurusi si kakak, drama yang never ending, ya begitulah seninya kata orang tua, enjoy it. Alhamdulillah saya bisa memberikan buah cinta kami yang pertama dengan ASI selama kurang lebih 2 tahun. Air yang tidak ada duanya. Mungkin banyak formula-formula lain ingin menggantikannya, namun ASI buat saya tidak hanya asupan untuk anak tetapi ada perjuangan mengasihi dan menyayangi anak. Pekan ASI dunia minggu lalu seru, banyak cerita tentang ASI seliweran di instagram yang bikin haru. Ada beberapa hal yang harus dilakukan, ini yang saya rangkum selama mengASI.

Hal yang perlu dilakukan untuk sukses dalam memberi ASI: 

1. Mengedukasi diri supaya tahu kalau ASI banyak banget manfaatnya, sampai detilnya seperti apa. Penting. Jadi kalau merasa lelah dan capek, kita ingat manfaatnya ASI untuk anak, lalu ON lagi deh semangatnya :)

2. Susui bayi secara langsung setelah melahirkan, karena bayi adalah gerbang pembukanya. Saya tahu info ini dari konselor laktasi saat di rumah sakit. Semakin sering dan rutin disusui, semakin banyak kesempatan untuk keluarnya ASI.

3. Asupan makanan, supaya ASI lancar konsumsi sayur dan buah. Ini ngga bisa dan ngga boleh bosan ya mah. Kalau ada boring, kita harus ingat poin yang pertama, yaitu manfaat ASI. Makan makanan yang beragam, bisa dikreasikan supaya menghindari kejenuhan kan. Ngga perlu pantang banget, misalnya ngga makan pedas sama sekali, ini akan bikin tersiksa (kalau saya sih) cuma kita batasi saja ya mah, noted, jangan berlebihan.

4. Perhatikan posisi yang benar saat menyusui, baik posisi bayi ataupun ibu. 

5. Istirahat yang cukup sangat perlu, jangan disepelekan ya.

6. Harus percaya pada kemampuan diri sendiri. Contoh, katanya bayi laki harus ditambah sufor karena rewel dan kuat nyusunya. Sahabat saya memiliki bayi lelaki tapi tidak dibantu sufor lho mah, bahkan beliau pejuang ASIP karena bekerja. So, jangan hiraukan mitos. 

7. Lakukan kegiatan lain seperti biasa, bekerja, membaca buku, menulis atau menjalankan hobi lainnya. Kalau ibu bekerja, bisa memerah ASI di kantor.

Dari 7 hal itu mungkin sia-sia juga kalau tidak disertakan niat yang kuat dari diri sang ibu. Terakhir, menjaga semangat dalam memberi ASI, itu perlu. Semoga tulisan ini bermanfaat ya mah. .

Read More

Memulai Online Shop

Apa sih enaknya kerja di rumah? Meski serabutan, bukan enak, tapi uenak banget ya. Bagi beberapa orang ada yang belum menemukan mau kerja yang seperti apa kalau di rumah. Impiannya bisa resign lalu tetap memiliki pemasukan, kegiatan, standarnya seperti itu. Untuk seorang Ibu, memilih berhenti bekerja kantoran semata hanya ingin bisa dekat dengan anak-anak, bisa mencium harumnya suasana rumah setiap saat, tidak ingin merepotkan orang tua karena harus urus cucu dan masih banyak lagi insya Allah untuk alasan mulia. Tapi bekerja dari rumah apakah semudah itu, dulu saya pikir sangat mudah, kenyataannya oh tidak. Kita harus melawan diri sendiri misalnya antara mau tidur siang atau beraktivitas. Pilihan yang cukup sulit kan ya mah :)


                         
    
Saya memiliki sahabat, ketemu di kompakers Tangerang, saat ini beliau memiliki usaha yang dilabeli #handmadebygyna pada instagram. Namanya Gyna Husni, saya biasanya manggil beliau dengan sebutan teh Gyn. Entah kenapa sewaktu saya masak, sambil kepikiran mau menulis untuk blog, tiba-tiba kepikiran menulis profilnya. Kadang kita ngga perlu alasan untuk sesuatu hal yang kita suka kan? Teh Gyna ini betul ramah banget orangnya dan hangat. Beliau memutuskan untuk menjadi FTM alias full time mother sejak tahun 2014. Memang ya Allah selalu punya rahasia, jadi karena kedua mbak yang bantu-bantu di rumah beliau harus pergi untuk menikah, teh Gyna mau ngga mau harus memantapkan langkahnya. Berbekal izin suami, teh Gyna memutuskan resign. Sebelumnya memang sudah ada niatan untuk resign, sudah bernazar, kata teh Gyna. Selang beberapa waktu, beliau dapat ART baru, yaitu mpok yang sekarang.

Cerita pegang mesin jahit di 2015, belajar otodidak dan belum pernah ikut workshop atau kursus apapun. Oh ya, sebelumnya bakat jahit menjahit juga dari kecil, di usia 7 tahun sudah pasang kancing baju yang lepas. Di tahun 2010 pernah membuka usaha konveksi yaitu pakaian dan aksesoris batik untuk anak-anak. Usaha tersebut hanya berjalan dua tahun karena keteteran dengan pembagian waktu untuk mengontrol produksi. Teh Gyna sudah bekerja selama 8 tahun di bidang telekomunikasi dan kini beralih profesi menjadi kang jahit yang cantik tapi bukan sembarang tukang jahit. #Handmadebygyna ini adalah salah satu produk kekinian di IG :) Jadi ada hikmah ya di balik melepas dua ART saat itu. 

Orderan semakin banyak, jahit apa ya teh Gyna ini? Ide awalnya ketika berbelanja di IKEA, membeli tas biru yang semua orang pun bisa juga punya, supaya tidak tertukar ketika sedang berkumpul dengan teman-teman #kompakerstangerang, jadi teh Gyna menamai tas IKEA nya, juga dibuatnya pouch kecil. Dari sinilah respon positif muncul, beberapa produk best seller adalah cover sendok dan spatula dibuat fit dengan wadah berbahan stainless steel dari IKEA, produk ini sebetulnya adalah request dari seorang teman, setelah produk di posting, lalu IGers pun banyak yang menyukainya dan memesan. Cover sendok spatula dibuat dengan dua motif yang berbeda di bagian dalam dan luar, sehingga bisa dipakai bolak balik sesuai keinginan. Saat ini #handmadebygyna menggunakan material dari IKEA, menurutnya kain tersebut memiliki kualitas terbaik, meskipun harganya cukup mahal.


Sumber: ig @gynahusni
                                     

Di balik kesuksesan hobinya yang menjadi bisnis di rumah, teh Gyna pada dasarnya hanya ingin memperbaiki kedekatan hubungan antara ibu dan anak, lebih banyak waktu bersama anak-anak, juga tidak mau melewatkan masa tumbuh kembang anak di tangan orang lain, supaya mereka akan selalu ingat kepada orang tuanya karena memiliki kenangan dan cerita yang indah di masa kecil mereka, ujar Ibu dari Chiara dan Alisha.


Sumber: ig @gynahusni


Meski bekerja di rumah, manajemen waktu tetap harus diperhatikan. Teh Gyna biasanya tidak melakukan pekerjaan saat weekend, menjahit juga dilakukan ketika anak-anak sekolah. Seperti biasa, saya minta tips sama beliau nih, gimana sih supaya nemu asiknya bekerja di rumah dengan membuka online shop:

1. Kantongi izin suami sebelum memulai usaha sekecil apapun.

2. Membuka online shop, barang yang ditawarkan bisa berupa made by order, ready stock, dropship atau sebagai produsen, reseller.

3. Diperlukan niat dan minat yang besar untuk melayani konsumen, mulai dari menjawab pertanyaan, memproses pesanan, mengirim paket hingga menerima keluhan. Sepertinya di poin ini cukup seru ya mah.

4. Pastikan kegiatan online shop ini tidak akan mengganggu pekerjaan rumah tangga, sesuaikan waktu antara usaha, menjaga anak, dan kegiatan rumah tangga lainnya. Bisa dikerjakan saat anak sudah berangkat dan berhenti ketika mereka pulang sekolah.

5. Tetap menyediakan waktu bersama keluarga ketika weekend, jangan lupa informasikan kepada pelanggan bahwa setiap weekend slow response atau tutup, tidak ada kegiatan pengiriman atau hanya menerima pesanan saja.

6. Ajak dan libatkan anak-anak dalam mengerjakan pesanan, contohnya saat packing. Minta mereka membantu memegang selotip, menyiapkan alat tulis, post-it dan sebagainya. Agar anak memahami apa yang dilakukan oleh ibunya selain menyiapkan keperluan mereka sehari-hari.


Sumber: ig @gynahusni
                                       
   

Menurut teh Gyna yang terpenting dari semua itu, apapun jenis usahanya, kita harus suka cita menjalaninya agar tidak menjadi beban dan keluarga tidak terbengkalai. Jangan lupa agar kita tetap berikhtiar dan bersyukur selalu. Nah, buat yang mau lihat lebih lanjut, langsung ke IG teh gyna @gynahusni. Gimana mah? Asik ya bisa kerja di rumah, apalagi yang dikerjainnya adalah sesuatu yang disukai. 
Moga bisa memotivasi kita semua yaaa ^^



Read More

Sehidup Sesurga buku cinta dan rumah tangga

Percakapan kala itu antara dua orang, "tolong beliin buku ini yah yang", kata saya sambil nyodorin handphone yang isinya sampul depan beberapa buku di instagramnya Fahd Pahdepie (Semoga kalian berJODOH dalam RUMAH TANGGA yang membuat kalian bahagia dan terus bersama, SEHIDUP SESURGA) kalimat yang bikin saya pingin punya bukunya ^^ Sebelumnya pernah lihat buku beliau yang judulnya Jodoh, tapi entah kenapa ngga begitu tertarik beli. Beberapa waktu lalu saya iseng-iseng klik sana sini di instagram, pernah gitu juga ngga sih? Lagi iseng terus ya keterusan klik profile orang-orang hihi, stalker. Kadang saya lakuin kalau lagi sambil nenenin Ashika. Berlabuhlah di instagram Fahd Pahdepie. Selang berapa hari, paping bilang, dia beliin saya bukunya Kang Fahd ini tapi bukan yang JODOH, kenapa? Soalnya kan kamu udah menikah, hahaaa. Jadi aku beliin yang ini ya, SEHIDUP SESURGA. Kirain karena memang stok bukunya ngga ada, ternyata.

                          
   

Yuk ah, saya mau cerita buku ini, bagus ngga sih buku SEHIDUP SESURGA? saya kira ini novel full satu cerita dari depan sampai belakang tapi ternyata berisi cerita-cerita pendek yang kaya makna, cinta, sederhana dan menyentuh. Tagline dari buku ini adalah Menikahimu sekali saja, mencintaimu selama-lamanya. Bagus ya, saya sangat suka, semua orang pasti juga berharap pernikahannya berujung seperti SEHIDUP SESURGA. Harga buku SEHIDUP SESURGA Rp. 58.000 dengan 206 jumlah halaman, bisa kita jadikan hadiah pernikahan nih. Sesuai namanya, buku ini memang berisi kisah rumah tangga, tepatnya kisah sang penulis bersama sang istri yaitu teh Rizqa dan kedua buah hatinya, Kalky dan Kemi. Mulai dari bagaimana jodoh itu bekerja, cerita gimana dulu memutuskan untuk menikah di usia 23 tahun, untuk seorang laki-laki.  

Beberapa pertanyaan-pertanyaan seperti apakah engkau sudah siap untuk menikah? Apa yang membuat sebuah pernikahan bertahan lama? Apa yang membuat kehangatan cinta selalu terjaga? Banyak rangkaian kata-kata suami untuk istri, dan percakapan sehari-hari antara suami istri yang kita pun juga mengalaminya. Nasihat buat para suami dan istri supaya lebih saling mencintai semakin dalam dan dalam lagi, entah berapa dalamnya :) 

Buku tentang cinta dan rumah tangga, anak-anak, mengukir kenangan bersama sampai bagaimana menjadi keluarga yang sukses. Banyak motivasi, pesan dan islami. Beberapa cerita atau sejarah islam juga menambah pengetahuan pembaca. Setiap nasihat atau pelajaran dari tiap ceritanya, bisa dipraktekkan koq. Saya suka dengan 7 hal yang harus dihindari dalam pernikahan. Dan perlu kacamata baru dalam melihat keadaan, bersyukur dari berbagai sudut pandang. Tapi sebetulnya buku ini ngga hanya untuk yang sudah menikah, menurut saya layak dibaca untuk yang belum menikah sekali pun, selain bisa intip gimana sih pernikahan itu sendiri, buku ini bisa dijadikan pelajaran buat para single hehe.

Asik, setiap kisah selalu punya cerita yang bermakna. Cerita yang ngga cuma romantis tapi patut buat dijadikan contoh. Saya suka gaya bahasa yang digunakan penulis, teduh, menyejukkan (ini pohon apa buku cil?) betul banget kalau pernikahan itu ngga akan pernah selesai. Setiap hari selalu belajar. Buat yang mau ngasih kado ke suami atau istrinya, buku ini sangat oke. Makasih ya udah dibeliin buku ini. Semoga kita bisa SEHIDUP SESURGA ya. .


Menikahimu, 
aku ingin melakukannya sekali saja.
Mencintaimu,
aku ingin bersamamu selama-lamanya
Sehidup, sesurga.

Read More

Buku Montessori di Rumah

Ide bermain bersama anak rasanya perlu lebih dari segudang ya mah, butuh kemauan kita sebagai orang tua memilihkan mainan yang pas untuk anak. Apakah ini anak kita mau selalu kita kasih gadget aja biar anteng, adem ayem, atau kita mau terjun langsung menjadi partner sang anak dalam bermain. Saya pun masih sering menawarkan gadget ketika kakak rewel. Tapi kan ngga melulu gadget aja yang disodorin. Hmm, ide bermain kadang buntu, juga jangan nyerah gitu aja. Banyak metode belajar yang juga sambil bermain, main sambil belajar. Udah pada ngga asing juga kan sama yang namanya Montessori. 

                         
   
Beberapa waktu lalu saya berkesempatan dapat hadiah buku Montessori di Rumah yang di tulis oleh mba Elvina Lim Kusumo (Founder of IMC.com). Apa sih Montessori di Rumah itu? Kenapa mba Elvina berbagi lewat tulisannya? Saya review sekilas ya, buku Montessori di rumah ini berisi pengalaman mba Elvina dalam melakukan kegiatan bermain bersama buah hatinya yang biasa disebut C. Beliau merasakan kebaikan dan manfaat dari konsep Montessori tersebut, dan selanjutnya ingin berbagi informasi untuk orang tua atau pendidik di Indonesia supaya dapat mengetahui sebenarnya apa saja sih kegiatan bermain yang dapat mengedukasi dan bisa diterapkan di rumah dari pendekatan Montessori.

Montessori itu sendiri sebetulnya adalah nama seorang dokter yang beralih menjadi pendidik. Montessori melakukan observasi terhadap cara menangani anak. Semua ide utama Montessori dalam mendidik anak bagus sekali. Buat para mamah yang akan mencoba menerapkan metode Montessori ini, saya rasa buku ini bisa dijadikan petunjuk, kalau lihat web IndonesiaMontessori.com memang banyak sekali ya infonya. Sebelum pegang buku ini, saya pernah meluncur ke web tersebut, jadi aja saya pilih random kegiatan yang mananya, sesuka hati. Beda dengan buku sih yah, misal kita baca urut halaman demi halaman, lebih gampang untuk menerapkan metode ini. Ada penjelasan konsep, bahan-bahan yang diperlukan, kurikulum, milestone, sampai beberapa tips pun ada, seperti memilih buku yang baik dan berkualitas untuk anak, tip bagaimana menerapkan Montessori di rumah, ada tentang aspek penting yang diperlukan dalam menyiapkan kemampuan menulis dan membaca anak. Kisah mba Elvina pun ditulis dengan ringan, santai, mudah diterapkan. Ada beberapa kisah, tapi saya paling suka, serunya ternyata mba Elvina belum pernah mengajarkan anaknya menulis tapi pada waktu itu sang anak bisa menggunakan pensil, memegang yang baik dengan sendirinya. 

Di buku ini, kita dapat praktek metode Montessori dengan barang-barang yang ada di rumah, seperti gelas kecil, sendok, beras, kacang hijau dan masih banyak lagi. Terdapat 55 kegiatan keterampilan hidup Montessori dan sesuai dengan usia anak. Saya pun belum mencoba semua kegiatan yang ada dalam buku ini, tapi mencoba beberapa aja udah seru banget si Kaina. Di setiap kegiatan terdapat keterangan, mulai dari tujuan langsung atau tak langsung, poin yang dipelajari, kosakata yang dipelajari serta control of error. Kegiatannya sederhana mah, saya suka deh. Terkadang kita terlalu anggap remeh tapi sebetulnya bermanfaat buat belajar mereka, seperti melipat baju, buka tutup berbagai jenis wadah, membersihkan meja.  Nah, kalau ini Kaina lagi nyoba gunain kacang hijau, ketumbar. Gelas kaleng dan botol kaca.


                        
   

Harga buku Montessori di Rumah berdasar web nya Rp. 135.000,-. Kita bisa coba kegiatan Montessori mulai usia anak 2 tahun. Tapi kegiatan di buku ini lebih khusus untuk 3 tahun - 4 tahun, misalnya mau nyoba untuk anak 2,5 tahun ngga apa, saya rasa udah bisa dikenalkan buku ini. Beberapa manfaat diantaranya melatih motorik, konsentrasi dan kosakata baru. Saya senang ketika bermain bersama anak karena bisa tercipta ikatan batin antara kita. Dengan melibatkan anak dalam kegiatan orang dewasa, mencoba kegiatan kita seperti melipat baju, bisa melatih kemandiriannya dan juga mendapatkan keterampilan. Sederhana tapi layak kita coba mah. Ada yang belum nyobain Montessori di Rumah? Yuk cobain, seru lho mah.


Read More

Memulai Food Photography

Assalamu'alaikum, moga sehat semua yaa. Mom, siapa yang suka motret makanan terus diupload ke social media. Ngacung yuk. . Saya termasuk di dalamnya. Merasa punya keseruan tersendiri kalau sehabis foto. Sabtu lalu saya ikut acara SuncoSharing, info ini saya lihat dari sharenya mak Injul di Facebook, terima kasih ya mba Indah. Sebelumnya saya pernah daftar acara Sunco, tapi ngga bisa ikutan karena bentrok lahiran Ashika di bulan April lalu, alhamdulillah kali ini bisa daftar lagi dan ikutan. Berlokasi di Liberica Coffee, Cilandak Town Square, saya ditemani Ashika (bayi 3 bulan) dan suami. Ashika untung ngerti, dia tidur saat acara sharing dan bangun minta nenen pas kita lagi latihan motret. Jadi, saya sempat bolak balik nyusuin Ashika dan yang lainnya motret. Saya praktek dikit sambil mantau Ashika nangis atau ngga :)

         
                     

SuncoSharing kali ini bertema Food Photography dengan mba Sasha (Marrysa Tunjung Sari) instagram beliau @poeticpicture, yaa belajar food photography singkat :). Sekilas kenalan dulu dengan mba Sasha ya, beliau editor majalah travel untuk Citilink, biasa travelling pastinya. Ketika travelling, beliau membawa beberapa properti foto, ngga banyak, jadi semua foto kebanyakan spontan, bermain dengan kreatif, memanfaatkan yang ada di sekitar aja sebagai properti. Saya tertarik banget foto spontannya, meski spontan tapi tetap kece. Bagus fotonya, betul bikin pengen nyomot makanannya. Sebetulnya memotret makanan itu goalnya apa? kata mba Sasha, supaya pembaca itu tertarik, mau nyobain makanan yang kita foto. Enough.

                       
   
Memotret makanan Indonesia, makanan tradisional, sulit, apalagi kebanyakan streetfood yang ditemuinya saat travelling. Tapi bisa kita siasati kata mba Sasha, kita harus bisa mengatur komposisinya. Mba Sasha biasa mengatur menu yang sudah hadir dihadapannya, ngga jarang juga beliau masuk ke dapurnya restoran. Pesan mba Sasha, jangan lupa tujuan foto makanan itu apa, supaya terlihat makanan itu enak dan orang tertarik nyobain. Selanjutnya baru deh estetikanya diperhatiin, bagus atau tidaknya tampilan foto tersebut. Seringkali nih saya lupa, terlalu banyak properti yang mau disusun, misalnya sendok garpu, napkin, malah bikin jadi ngga fokus ke makanannya.

Kalau saya sejujurnya sangat kesulitan foto makanan, makanya mau ikutan Food Photography ini, belajar food photography. Salut banget buat food blogger, udah motret terus nulis pula. Oh ya, beberapa peserta juga ada yang membawa camera serius alias DSLR, bukan berarti camera smartphone ngga serius.

Ini teman-teman lagi praktek ^^

                      


Saya ada sedikit tips, ini sih mba nya ngga bilang tips, saya iseng resume buat personal notes aja, mungkin bisa bermanfaat yaaa. Tips memulai Food Photography :

1. Latihan foto dengan makanan jajanan pasar seperti klepon, makanan yang mudah kita dapati, makanan yang berwarna hijau, bisa juga dengan jeruk nipis.

2. Beri sentuhan warna hijau atau aksesoris hijau pada foto karena hijau bisa membuat lapar dan segar.

3. Gunakan tripod untuk mempermudah mengatur makanan, karena cara pandang mata dengan mata camera jelas berbeda, oke menurut mata belum tentu sama dengan penglihatan camera. Kita harus coba ganti-ganti angle juga.

4. Supaya makanan terlihat menarik, kita beri aktivitas pada foto, seperti aktivitas memotong makanan atau memegang sendok. Biasanya dilakukan untuk foto es krim nih.

                   
    

5. Perhatikan detil karena dalam food photography, the devil is in the detail. Jangan sampai nih kita foto makanan tapi ada lalat yang hinggap. Bisa juga kelupaan buka segel botol, hal-hal kecil seperti itu bisa bikin foto jadi ngga sedap lagi.

6. Cahaya, mau pakai camera pun atau smartphone, cahaya sangat penting.

7. Sebelum memilih foto, istirahatkan mata sejenak, beri jeda.

                  
                                                                   

                            
  

Mba Sasha cerita, pernah ketemu food stylish, sebelum foto makanan, si ayam di semprotin dengan olive oil, wah bisa dicoba nih bocorannya. Memotret apapun setelah hujan juga katanya bagus. Hmmm, banyak yang baru saya tau, ada juga ya ternyata es batu bohongan untuk kebutuhan foto. Acaranya santai banget, menyenangkan. Semua peserta nampak asyik foto-fotoin, praktekin yang mba Sasha tadi bilang, pihak Sunco menyediakan beberapa menu untuk kita foto. Seru! Selain dapat ilmu, kita juga dapat free lunch. Terima kasih ya Sunco dan mba Sasha :) hmmm, jadi enaknya kita motret makanan apa yah habis ini?  ^^


                         
    

Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© cigreydotcom, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena