Showing posts with label motivasi. Show all posts
Showing posts with label motivasi. Show all posts

4 Cara Membuang Energi Negatif Supaya Hidup Tetap Bahagia

4 Cara Membuang Energi Negatif Supaya Hidup Tetap Bahagia ~Nggak nyangka bulan Juli aja. Anak ke-3 saya udah genap setahun. Dan kesibukan ngurus suami plus anak yang lucu-lucu yang kadang bikin ketawa juga bikin nangis haha. Alhamdulillah dikasi kesibukan positif, punya kegiatan yang bermanfaat supaya mulut bisa lebih terkontrol, juga kontrol pikiran. Karena pikiran itu pusatnya, apa yang kita pikirkan, pengaruhnya sangat besar. Jadi lupakan hal yang nggak penting. Marah, kesal bisa disalurkan pada tempatnya. Energi negatif nggak baik kalau dipelihara, bagusnya kamu hempaskan dia hehe. Memangnya semudah itu? Ya kalau kita mau, nggak ada yang nggak mungkin yakan, saya coba tuliskan cara membuang energi negatif supaya hidup berlanjut bahagia. Yuk. .



Siapa yang nggak kesel kalau anaknya lagi main sepedah terus tiba-tiba motor kenceng lewat. Si anak sampai ngomong, "lihat dong pakai mata" saking kagetnya, haha, yang satu itu memang frontal. Alhamdulillah anak saya nggak kelindes, cuma shock. Sebagai seorang ibu, sedih udah pasti ya. Nggak bisa berkata-kata kalau masalah ini. Sahabat mengingatkan, "ujian lo mungkin dari area sini ci, sabar, insya Allah pahalanya besar". Saya coba renungkan berjuta kali. Btw, mending saya bagi tips membuang energi negatif supaya hidup bahagia ya. 

Sharing Pada Tempatnya
Ini tuh kunci sih!. Kalau tempat curat kamu orangnya malah bikin panas kayak kompor meledug yhaaaa, kelar deh. Komentar dia aja bisa bikin air mentah jadi mateng, panas bingit. Yang ada sih bukannya masalah jadi hilang tapi malah menjadi-jadi. Sebaiknya cerita pada tempat yang tepat. Kalau saya sendiri tempat curhat paling-paling suami hehe, sama 1 atau 2 orang, nggak banyak karena sulit memang menemukan orang yang tepat, hiaa.

Menyibukkan Diri




Carilah aktifitas yang sangat teramat menyenangkan, ya mungkin bahagiamu sekedar scroll e-commerce buat window shopping, lakukanlah. Banyak banget kegiatan yang fun, kamu bisa coba olah raga, gambar, nyemprot-nyemprot tanaman. Yes, mungkin karena pas kecil suka lihat si mama megang tanaman, nyiram-nyiram kembangnya, sekarang saya juga menyibukkan diri merawat beberapa teman ijo alias tanaman. Awalnya mager sih karena ngurus anak tuh udah melelahkan ya, tapi saya harus nyoba. Semacam lepas penat saat spray si ijo-ijo itu. Serupa deh ketika kamu motong orang daging pas masak.

Salurkan Emosi 
Jujur deh kalau marah tertahan tuh nggak enak banget kan, dongkol, di tenggorokan tuh menohok rasanya. Coba deh aktivitas fisik buat menyalurkan marah kamu. Waktu itu saya pernah dengar saran psikolog, disuruh nyikat celana jeans. Haha. Saya pribadi sih nyikat kamar mandi. Beneran terbukti ampuh. Tiap kali lagi kesal gitu, saya nyikat. Pernah suatu hari, disangka paping lagi esmosi karena ngosrek kamar mandi haha, padahal mah memang kotor itu toilet. Lol. Bisa juga pukul samsak. Pokoknya harus salurkan. Jeans mana jeans. Tapi bisa juga salurkan emosi ke workout. Tinggal pilih aja sebisa kamu.

Mindset
Coba deh mulai kecilin masalah besar dan masalah kecil anggap nggak ada. Teori sih gampang, tapi kan nggak semudah itu bambaaaaang! Banyak latihan set pikiran kamu. Saya juga masih suka gondhook, kalau mau diceritain yang lain di sini jadi panjaaaaang, malas ah. Haha. Buang waktu. Dan benar adanya, kita adalah apa yang kita pikirin. Belum tentu juga orang yang kamu keselin itu ngerti perasaan kamu. Stop buang waktu. Awal banget itu dari pikiran kita, yuk move on.




Kunciii hidup bahagia ya utamanya bergantung sama Allah karena selain itu ya mengecewakan, right. Baik sama orang lain itu ya buat diri kita sendiri. Biarin aja orang lain seperti apa dan gimana. Kita ya baik aja. Wallahu a'lam bishawab.
Read More

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain

Standar Kebahagiaanmu~ Akhir-akhir ini saya nonton beberapa film lewat iflix. Nyari yang ringan-ringan. Alhamdulillah nontonnya putus-putus haha, karena harus ngurusin anak dan koneksi  internet yang kurang bersahabat. Dari nonton film lumayan banyak yang didapat. Tapi sih saya bukan movie freak. Biasa saja. Kalau bisa nonton, alhamdulillah, kalau nggak? Yaa sudah nasib 😅. Terus apakah hidup kamu bahagia cig? Alhamdulillah selalu.

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain

Kehidupan selama 6 bulan dengan 3 anak membuat saya lumayan ngos-ngosan. Bukan karena urusan domestik. Saya nggak terlalu pusingin kalau cucian, gosokan dkk karena ada mbak #hiaaaaa. Serius, kayaknya walau nggak ada mbak, urusan domestik nggak dipusingin. Soalnya bukan tipe yang mikirin kerjaan domestik, saya biasa langsung kerjain tuh cucian dan gosokan jadi nggak numpuk #sombongAmad. Tapi mbak cukup sangat membantu domestik saya. Nah, masalahnya? Menghadapi anak-anak itu bikin mood hilang arah. Yang tadinya mau masak, jadi nggak pengin masak. #alasan. Nah kalau sudah nggak mood gitu kayaknya harus jeda. Sedikit me time katanya perlu.

Standar Kebahagiaan Yang Berbeda.
Jadi bahasan kali ini apa sebenarnya? 😅 ng, anu. . Saya mau bahas standar. Standar sepedah? Eh bukaaan. Apa sih standar kebahagiaan kamu dari lubuk hati yang paling dalam? Dari film OKB alias Orang Kaya Baru, belum tentu bahagia, orang yang punya semuanya. Seperti cerita film itu, keluarga yang pas-pasan berubah menjadi kaya. Berharap masalah bisa kelar dengan beli semua keinginan. Apa lantas bahagia? Ternyata justru kebalikannya.


Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain


Your Happiness, Made It.
Hmm, bahagia itu benar adanya kalau kita yang ciptain. Bukan berdasar feed igs orang. Terus bandingin kehidupan kamu. Dan celakanya kalau kamu nggak kayak gitu, jadi sedih? Okay, siapa sih yang nggak mau liburan? Mungkin hanya beberapa orang doang yang nggak kepengin liburan. Makanya standar bahagia setiap orang ya pasti beda dong. Ada yang mintanya banyak, ada yang gayanya banyak, ada yang mukanya banyak (ehhh ini apaan sih?).

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain


Kebahagiaan saya saat ini adalah punya anak-anak yang sehat dan memiliki suami yang menerima segala kelemahan plus curhatan saya 😂.  Lalu saya yang juga sehat wal afiat, bisa waras mengurus anak-anak.  Kami juga masih memiliki kedua orang tua, mereka sehat semua sudah cukup banget. Rasanya itu sudah cukup buat saya bahagia. Yakin? Materi gimana. . Gimana ya. Dari dulu nggak terlalu gimana-gimana sih, punya rumah buat tidur sudah amat bersyukur. Kesehatan adalah yang paling utama pokoknya. Sehat sampai menua, nggak muluk-muluk.

Suuu Cukup. .
Cita-cita yang mungkin terlalu minimalist haha. Ya semacam kalau ditraktir sama temen tapi cuma pilih pesan minumnya es teh manis. Alhamdulillah cukup. Semua sudah cukup. Nikmat luar biasa. Walau kadang mulut netijen kejhaam, makasih lho #mademestrong (nangissambilngulek).

Masalah target dan pencapaian hidup seperti punya ini, mau punya itu masa nggak boleh? Boleh dong. Tapi balik lagi tadi, apakah dengan kamu memiliki semua itu pasti akan bahagia. Selama kita hidup, rasa ingin dan butuh selalu beriringan. Melihat prestasi orang lain untuk memacu semangat berkarya, menebar receh manfaat. Saya jadi suka bertanya pada diri, mau ngapain ya? Upgrade diri sendiri.

Beberapa hari lalu chit chat dengan salah seorang sahabat. Dia bilang, "apa mending nggak usah lihat ig story temen deh, lagi pada liburan semua." Terus kita ketawa bareng 😂.

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain


Siap Bahagia.
"Nggak gitulah. Ya kalo nggak kuat, nggak usah dibuka, haha." Menurut saya, ya nyantai aja. Nggak usah terlalu serius socmed (ikut-ikutan tapi sebenarnya nggak butuh amat). Buat apa sih? Liburan ya mau tapi kan nggak setiap hari harus liburan. Banyak cara untuk menikmati hidup ini. Kalau dari sisi religi (yaampuun cig), dunia ini cuma kesenangan sementara bukan? Toh kalau lagi sedih, nggak mungkin terus-menerus. Jadi kalau kamu sedih berarti kamu harus bersiap-siap untuk bahagia. Siapin aja!

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain

Gimana? Tercerahkan nggak 😆.
Semoga bisa diambil manfaatnya ya. Terpenting, jangan ukur standar kebahagiaanmu dengan orang lain. Btw, apa bahagiamu? Komen yuk. .
Read More

Perjalanan Usaha Kuliner Gyoza Halal Lilo Says Factory

Perjalanan Usaha Kuliner Gyoza Halal Lilo Says Factory~ Sudah lama nggak sharing tentang motivasi ya. Saya ingin membagikan cerita yang penuh semangat dalam mengelola usaha, tentu bercampur air mata yang berakhir bahagia. Kali ini cerita dari teman semasa sekolah Telkom saya. Jaman band Box Car Racer haha. Chy inget nggak Chy?. Dulu kami satu eskul, yaitu pecinta alam. Kami memiliki nama panggilan yang sama. Beliau Uchy Sudhanto, mungkin temans blogger sudah mengetahui sepak terjangnya. Dari sekolah dulu saya tahu Uchy seperti apa. Solid banget anaknya. Nggak heran kalau sekarang punya usaha rumahan yang nggak main-main. Jadi, gimana sebenarnya Uchy memulai usaha Lilo Says Factory yang salah satu produknya adalah Gyoza Halal, hmmm lezat!

usaha kuliner gyoza halal


Lilo Says Factory sebut saja LSF. Waktu saya minta Uchy ceritain tentang usahanya itu, Uchy pasti lagi sibuk-sibuknya. Kebayang nggak sih orderan banyak dan punya anak kecil pula. Saya senang banget Uchy menyempatkan waktu buat typing di chat hehe. ThankS Chy!

LSF sudah berdiri sejak tahun 2014, dibuat oleh Uchy sendiri dan pak suami namun saat itu mereka belum menikah.

Bukan Bisnis Yang Pertama. .
Ternyata bukan bisnis yang pertama. LSF adalah bisnis Uchy yang ke-6 semenjak kuliah. Waw, Uchy masih ingat jelas apa saja bisnis yang dia mulai. Uchy usaha jualan tas, baju bayi, kerudung dan scarf lalu berbagai pernak pernik. Selain itu beliau punya Theta's Projects, yang ambil basednya untuk animal lovers. Theta's Projects ini menjual baju dan mug dengan design sendiri.

"Yang lain udah gulung tikar semua, kecuali Theta's Projects yang hibernasi aja. Masih ada ambisi jualan ini buat bantu hewan terlantar hehehe", kata Uchy.

Trial Error Resep Lilo Says Factory. .
Ternyata menu awal yang dibuat LSF bukan Gyoza tapi Cheesy Garlic Butter dan Butterscotch. LSF meracik produk tersebut, trial error sendiri. Produk ini memang masih jarang saat itu. Dan laku keras. Sampai akhirnya di ujung tahun 2016, bahan baku utama melambung tinggi banget. Terpaksa nggak berani jual lagi. Pada awal 2017 mau nggak mau ya mereka vakum.

LSF baru memulai kembali di September 2017. Qadr Allah, Uchy berjuang putar otak.
Harus ada pemasukan tambahan untuk kebutuhan. Saat itu Uchy resign karena menjelang kelahiran Alula. Uchy berpikir harus ngapain? Uchy mencoba bikin Gyoza sendiri, karena saat itu nggak mampu beli. 

Jadi di segala keterbatasan seorang manusia, pasti ada jalan jika mau berusaha. 

Saya baru tahu kalau Gyoza adalah makanan favorit Uchy dan suami. (Yaiyalah cig)
Dari situ mulai iseng ngasih tester ke teman-teman, tanya di mana kekurangannya. Uchy  ngulik resep sendiri sampai akhirnya pede jualan.


Ketika Ada Kegagalan Lagi?
Awal buka PO itu benar-benar dari kepercayaan teman dekat. Dan yang bikin kaget Uchy adalah orderan sampai 500 pcs gyoza. Sayangnya karena kaget, Uchy dan suami nggak siap. Jadi saat perdana bikin banyak, justru Uchy salah takaran bumbu yang mengakibatkan ratusan gyoza yang udah dibuat dan adonan yang banyak banget itu harus dibuang karena nggak layak jual. Ini jadi pelajaran berharga sekali buat LSF 😆

Dari situ Uchy dan suami belajar, tetap ngulik resep sampai akhirnya benar-benar dapat rasa yang pas. Belajar cara manggangnya supaya nggak gosong dll. 

Dulu semuanya dikerjakan sendiri, dan dibantu suami buat bagian masak. Waktunya juga kejar-kejaran sama waktu Alula kalau lagi tidur. Setiap malam begadang sampai dini hari, sambil tetap mengurus rumah. Nggak usah ditanyain rasanya kayak apa ya? Luar biasa. Nggak kebayang ngulik resep sambil punya balita Chy. Kamu hebat Chy.


"Alhamdulillah banget.." Kata Uchy. 




Uchy masih merasa kaget dengan perkembangan LSF bisa secepatnya ini dalam waktu  8 bulan. Finally, memberanikan diri buat tanya rumah kosong di sebelah rumah untuk dijadikan dapurnya LSF. Alhamdulillah juga waktu itu suami Uchy lagi dapat rejeki, jadi mereka bisa membeli inventaris kaya freezer, kompor, dll. Dan dengan semakin banyaknya orderan, akhirnya Uchy menyerah dan hire orang untuk membantu mereka. Yes, alhamdulillah berjalan sampai sekarang.. 😄




Saya pernah nyobain gyoza buatan Uchy, enak dan Kaina suka banget. 
Semoga cerita ini bisa diambil manfaatnya ya, untuk yang mau memulai usahanya atau sedang stuck mungkin bisa bangkit kembali. Nggak ada yang nggak mungkin. Jatuh sedikit yang penting mau bangun, lalu kita lakukan dengan maksimal. 

Untuk Uchy, apapun usaha yang dijalani kamu dan suami moga mendapatkan berkah ya. Salam sayang untuk Alula! Jadi kapan kita camping lagi Chy hahaha. . Terima kasih banyak udah boleh diceritain di sini ya. Barakallah. .

Read More

6 Cute Things, Improve My Mood

6 Cute Things, Improve My Mood ~ Hidup memang harus terus maju, kadang saya mau mundur di saat-saat tertentu. Misalnya saat bersuara keras pada anak. Kids, forgive me ya. Ng, bekerja di rumah tuh selain nikmat tapi ternyata tak semudah di angan #tsaah udah kayak lagu aja. Apalagi saat ini saya sedang ditinggalkan partner duet, dan menjadi solo dalam urusan mencuci, setrika, beberes rumah, belanja, masak dan endesbree lainnya. Eh tapi kalau weekend ada bantuan pak suami ^^. Okay, berarti sekarang keluar dari zona nyaman? Ya, hampir 2 minggu mbak ART pergi ke Jakarta. Mungkin kisah kita berakhir di Januari. LOL.







Well, tantangannya adalah tetap bisa bekerja dari rumah tanpa mbak? Apa bisa? Lalu saya mikir, gimana sih caranya supaya BISA. Wohoooo. Alhamdulillah ya, so far so good.

Set Goal
Prioritas itu penting, supaya nggak stres. Nggak semua kerjaan bisa kamu lakukan dengan multi tasking. Saya bawa santai, contohnya kalau giliran mencuci ya nggak mau masak. Dan ketika anak-anak sudah bangun, seringnya say good bye domestic work.

Time Work
Waktu efektif bekerja tiap orang itu beda-beda. Nah, bekerja di rumah kan fleksibel. Kamu coba deh rasain, di jam berapa sih bisa menghasilkan kerjaan secara lancar jaya. Pasti ada! Biasanya saya saat anak-anak tidur siang atau tengah malam. Sekarang ini menjelang pagi saya pakai buat domestic work.

Dari tadi ngomongin produktif, apa sih sebetulnya produktivitas?
berdasarkan Wikipedia, Produktivitas merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan antara luaran (output) dengan masukan (input).
Ada empat tahap sebagai satu siklus yang saling terhubung dan tidak terputus dalam produktivitas:
  1. Pengukuran
  2. Evaluasi
  3. Perencanaan
  4. Peningkatan


Selain itu konsisten dan disiplin, ada hal lain yang harus dilakukan demi kebahagiaan dan produktivitas dari dalam rumah. Ada hal-hal kecil, cute things tapi sangat membuat up mood, ya karena waktu untuk bekerja dari rumah pun amat terbatas. Ngerti kan? Pekerjaan domestik seperti nyuci, nyapu, ngepel dan paling PR banget adalah setrika pakaian cukup menyita waktu.


Beberapa hal kecil yang membuat mood saya jadi asyik dan lakukanlah ^^ 6 Cute Things, Improve My Mood. . 

1. Makan
Cobain makan sesuatu yang manis atau bikin mie rebus pakai cabe rawit. Meski cuma sebentar, terus kamu rasain momentnya makan mie tanpa diganggu orang lain gitu. Duh, me time yang nggak usah pergi jauh. Ini udah nikmat banget. Biasanya saya suka lakuin hal ini di saat anak-anak tidur siang. Eat something!


Source: Pixabay



2. Musik Enak, Pasang Headphone
Seringkali saya buka laptop, menulis sambil mendengarkan lagu yang bisa buat bahagia. Paling nggak cari lagu yang bisa buat bersenandung sedikit sih. Jangan cari lagu yang membuka luka lama lho yaaa, hehe. Musik enak, cukup bisa membuat semangat lagi. Sekalian cek-cek top forty deh. :))


Source: Pixabay



3. Break For a While
Setiap pekerjaan pasti ada kepenatan tersendiri. Tergantung gimana kamunya aja. Saya sih nggak mau maksain kalau lagi penat. Santai dulu sebentar tapi setelah itu tetap serius ngejalanin kerjaan yang di depan mata. It's always work. .



4. Chit-chat

Saya rasa dengan mengobrol atau sekedar melempar candaan ke orang-orang terdekat bisa membuat semangat. Saya cukup sering reply insta story sahabat dan teman-teman juga. Jangan salah lho, inspirasi bisa datang dari mana aja kaaaan? Sebisa mungkin ngulik dan memperhatikan hal di sekitar. Selain mudah, efisien dari segala aspek buat dapat ide.



Source: Pixabay


5. Pergi Menjauh Sejenak dari Social Media
Sejenak menjauh dari social media itu perlu, supaya kerjaan cepat beres. Buka instagram atau twitter saat mau menulis, kadang malah nggak jadi nulis. Yha?! Close chat application juga. Bagi saya, yang paling susah sih close chat application kayak whatsapp hehe. Soalnya sering chat si Dilanku #eh. 


Source: Pixabay



6. Menghitung Penghasilan
Kamu punya memangnya cig? lol. Ya, alhamdulillah buat beli lipen mah ada, hihi. Entah kenapa ketika habis menghitung beberapa sponsor post, event dan lainnya, jadi seru aja gitu. Saya jadi pengin terus menulis dan motret yang bagus.

Ditambah lagi saya baru punya little stuff yang kayak gini? Cute.
Kalkulator legend, Casio. Sejak dulu, siapa yang nggak kenal kalkulator Casio? Jaman belajar sin tan cos gitu hehe. Saya kenal kalkulator ini dari kakak sepupu. Sekarang lucu-lucu banget deh warnanya, Casio kalkulator jaman now.





#CasioMyStyle
Oh ya kamu bisa dapatin Colorful Calculator seperti ini di Casio My Style. Pilihan warnanya ada banyak banget, mulai dari pink, kuning, biru wah sangat berwarna pokoknya.
Kalau mau diskon bisa pakai kode voucher berikut ya CASIOBLOGUT6278I

Kalkulator Colorful Casio ternyata dirancang khusus dengan warna-warna menarik dengan bentuk yang nyaman ditangan. Saya juga ngerasain, saat memegangnya. 

Tulisan pada keyboard yang memberikan kesan informal ini sangat mudah untuk dibawa dan cocok digunakan kapan saja. Bisa ngitungin penghasilan kamu di mana pun. 

Mudah-mudahan bisa menginspirasi kamu ya kalau lagi bad mood sama kerjaan. Tinggal pilih deh mau stuck atau move on! Depend on you. . 
Read More

Ketika Diet Membawa Berkah Bagi Yang Bersyukur

Ketika Diet Membawa Berkah Bagi Yang Bersyukur ~ Buat yang butuh cerita inspiratif, silahkan lanjutkan membaca ya. Kisah inspiratif memang bisa kita temukan di mana saja. Tokohnya juga bisa jadi sangat dekat sekali dengan kita. Seperti kisah salah satu sahabat saya yang Insya Allah selalu disayang oleh-Nya. Amin

Beliau adalah sahabat saya sejak bekerja di perusahaan Telekomunikasi kala itu. Awalnya tidak mengira kalau bisa klik dengan beliau, karena anaknya ya gitu deh, haha *ups. Saya salut dengan kegigihannya dalam berdagang. Ya memang passion Nadia di dunia perniagaan. Beliau orang baik, nggak salah Allah kasih jodoh yang baik juga. Tanpa melewati pacaran, Nadia memang menikah dengan pria yang (mungkin) dicintainya saat itu. 


debm sukses


Nadia dan suami memutuskan untuk berwirausaha. Kalau suami Nadia memutuskan resign karena situasi kantornya tidak mendukung untuk menjalankan ibadah sholat tepat waktu bahkan sering terlewat karena jadwal meeting.

Sedangkan Nadia memang ingin wirausaha dari rumah karena bisa mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. Sang suami berdagang makanan dan Nadia mencoba usaha pernak pernik. Dari offline lalu merambat menjadi online.

Ketika usahanya sedikit macet, selalu ada saja rezeki datang dari arah yang tak disangka-sangka. Dan nggak terlepas juga dari keuletan Nadia. Nggak pernah malu untuk usaha, apa pun itu selagi halal dia akan coba terus.

Seperti ibu-ibu lain yang belum bisa balik lagi keadaan fisiknya, alias membengkak setelah melahirkan. Berat badan Nadia naik cukup signifikan. Ibu dari dua anak ini mengalami overweight. Berbekal searching di internet, Nadia menemukan diet yang beliau rasa asyik. DEBM, apa itu debm? diet enak bahagia menyenangkan. Beliau ngikutin selama sebulanan.

Sampai kini beliau masih menjalankan dietnya untuk kesehatan. Berawal dari rajin posting menu amunisi dietnya di instagram, Nadia semakin bertambah followersnya. Kalau pendapat saya, luar biasa bisa dapat follower sejumlah itu dalam waktu yang cukup singkat. Yes, karena kehendak Allah. Jadi Allah kasih gemuk lalu bisa turun berat badannya dengan ikhtiar DEBM. Dan ya masya Allah, sebagai sahabat saya bangga sekaligus belajar banyak dari proses itu.

Diet DEBM yang Nadia jalankan juga mengkonsumsi mie shirataki. Sukses menurunkan berat badannya, naluri dagang pun muncul. Ya dengan mengalir begitu saja beliau mencoba menjual mie shirataki untuk pejuang diet lain.

Selain mie shirataki, Nadia juga berjualan kulit ayam secara online, dan perintilan makanan pendukung DEBM. Tentang kulit ayam yang beliau jual ini juga nggak sengaja karena permintaan dari teman-teman pejuang diet lainnya. Mereka melihat postingan kulit ayam hasil masakan Nadia untuk cemilan diet. Dan tertarik untuk mencoba lalu menyarankan Nadia supaya bisa menjualnya.

Setiap hari bisa belanja 30 kilo kulit ayam untuk pesanan jualan onlinenya. Masih bertahap dan sambil belajar juga, kata Nadia. Namanya berdagang, nggak selalu untung. Sambil belajar, alhamdulillah nggak pernah beli minyak goreng karena punya minyak dari hasil kulit ayam.

Testimoni dari pembeli juga yang buat Nadia senang, mereka bilang kulit ayam buatan Nadia enak, tidak bau dan tidak banyak minyak. Selain kulit ayam, Nadia juga menjual baso keto.

Saya juga waiting list untuk mencoba kulit ayam Nadia. Sekarang Nadia dibantu oleh 2 orang ibu-ibu dari lingkungan sekitar rumahnya untuk usaha ini.

Dari kisah ini, ternyata Allah beri dia fisik gemuk selama beberapa waktu lalu tapi sekarang bisa turun berat badannya bahkan memiliki usaha dari sana. plus, Nadia telah turun berat badannya 15 kilo. Alhamdulillah, badan jadi enteng ya Nad, langsing :D

Bisa langsung cek di Instagram Nadia ya. Saya pribadi sih nggak mengerti kayak gimana diet DEBM. Tapi beberapa sahabat mencobanya juga dan cepat turun berat badannya, asal konsisten (yaiyalah, cig :D) Semangat untuk semua pejuang diet, sehat terus ya!



Sebuah kiriman dibagikan oleh Nadia (@diametuah) pada



Saya selalu merinding kalau dengar kisah seperti ini. Malu sama Allah, ya karena rencanaNya memang paling indah. Allah semakin mendekat buat siapa saja yang mendekat padaNya. Begitulah kalau Allah sudah sayang. Di balik kisah menggemuknya Nadia, malah membawa berkah.

Nadia memiliki dua orang anak dan bertempat tinggal di rumah pribadinya di kawasan Depok, hampir dekat dengan Bogor. Rumah yang dulu tanah lalu dibangun dengan hasil jerih payah mereka berdua.

Semoga dari kisah Nadia bisa memberikan motivasi untuk kita semua, bahwa sekeras apa pun hidup ini, jalan yang berliku, pasti ada maksud dari itu semua. Tergantung bagaimana kita menerjemahkannya, tentu dalam sebentuk usaha kerja keras dan beberapa bait doa yang tak pernah lupa dipanjatkan.

Semoga bermanfaat :)
Read More

Menikmati Proses

Menikmati Proses
Proses itu memang harus dilewati oleh semua orang. Mau tidak mau. Yakan? Cuma balik lagi ke pribadi masing-masing mau berproses seperti apa dan bagaimana. Dan yang pasti proses setiap peran juga berbeda-beda. Tentang peran, silahkan ambil peran paling penting terlebih dahulu, set prioritas. Saya memilih berperan sebagai ibu yang bekerja di rumah. Sah saja kalau 24 jam berada di rumah. Kalau tidak di rumah saat weekday? Ya berarti ada urusan pekerjaan dan lainnya. Sederhana..


    

 Ngeblog sendiri memiliki ruang khusus di hati saya. Kalau job ngeblog ya pasti sudah Allah yang atur ya. Misalnya nggak kebagian job, mungkin teman lain lebih membutuhkan itu daripada kita. Lapangkan saja hehe. Tapi tetap berusaha sigap terhadap informasi yang ada. Biar nggak ketinggalan hihi.

Ngeblog itu berkah.. teman-teman juga pasti ngerti kan rasanya. Kita padahal bukan bermaksud apa-apa dalam posting sesuatu, tapi ya karena begitulah adanya job desk kita. 

Mungkin familiar dengan kalimat "asyik banget kerjanya cuma makan, motret, lalu nulis." Beberapa orang kadang melihat kenikmatannya saja tanpa memahami bagaimana proses yang masih harus terus dilalui.

Proses..
Selain menikmati, menghargai proses adalah hal utama buat saya. Menghargai proses bukan bersifat pasif tapi aktif berusaha mewujudkan segala cita-cita. Seperti yang pernah dicurhatkan, nggak pernah ngoyo tapi memang ada target memberikan yang terbaik. Berusaha posting yang baik dan selalu percaya rezeki akan ngikutin ke mana kaki ini melangkah. Posting yang tidak mencaci atau membuat orang lain tersinggung. Belajar meletakkan tanda titik, koma atau sama sekali tidak mengetik saat emosi.

Berpikiran positif terhadap keadaan lemah sekalipun. Percaya bahwa pasti ada sesuatu maksud Allah di balik itu semua. 

Hmm, Oktober lalu banyak banget kenangan manis campur pahit. Hehe. Duka ku mah nggak usah naiklah ke sosmed. Cukup Allah yang tahu.

Surprise dari Allah yang luar biasa pokoknya. Full of surprise.
Mungkin ada yang lagi down saat baca postingan ini? Semoga tidak. Tapi kalau iya, coba sujud lebih lama, ikhlasin serahin.

Sekian dari saya yang sama-sama belajar 😊
Read More

Tips Menghadapi Cobaan Kehidupan Anti Galau

Tips Menghadapi Cobaan Kehidupan Anti Galau ~ Mudah marah dan menjadi lebih sensitif saat memiliki anak, itulah yang saya rasakan :)) Ketika lelah sedikit, rasanya senggol bacok sama segala hal, HAHA. Akhirnya terbawa perasaan yang sia-sia. Sabar ini masih terus menjadi PR terbesar. Belum lagi cobaan-cobaan yang padahal kecil tapi harus dilalui dengan smooth. Mau curhat sajalah di postingan kali ini. Sekalian tips-tips menghadapi cobaan dengan smooth. 😹 Smooth banget? Nggak. Paling tidak yaaaa, bisa tetap easy going. :))



Jujur, menulis ini hanya untuk pengingat diri saja. Nggak ada maksud lain, bahkan untuk sindir menyindir pun rasanya nggak etis karena masih sama-sama manusia yang sering khilaf. Saya masih sering tinggi menghadapi anak-anak. Jadi, ya gitulah :))
Well, cobaan itu memang datang dan pergi. Kadang mereka tiba rombongan (kayak piknik) atau cobaan sedikit-sedikit. Perlahan tapi pasti terasa menohok. Ketika kita diam, pasti tuh ada bisikan-bisikan "terus digituin diam aja" bener nggak?! Benerrrr. .Percikan gini harus waspada. Biasanya saya menghindari orang yang membawa aura negatif seperti ini. Beri jarak beberapa meter, cukuplah.

Nggak dihormatin, nggak dianggap sama orang lain, Alhamdulillah nggak apa-apa. Mungkin Allah menegur dengan cara itu. Karena masih sering juga nunda-nunda kewajiban sama Allah. Sekarang, lebih ekstra menghadapi anak-anak ketimbang berinteraksi dengan orang lain. Nggak ambil pusing kalau sama orang lain. Ini berlaku di dunia nyata dan maya. 

Prinsip hidup masing-masing orang kan beda ya, jadi cobalah menghargai itu. Gesekan pasti ada, biasa. Kalau tiap hari digesek? Lecet nggak tuh. Hihi. Orang nggak bakal ngerti yang kita rasakan. Nggak akan pernah mengerti karena pemikirannya jauh beda. Tapi yasudahlah. Soalnya, kalau apa-apa dibawa perasaan. Bahaya. Apa-apa diomongin. Apa-apa dipermasalahkan. Itu cemana hidup mau bahagia. (Padahal isi whatsapp saya ke pak suami, mewek-mewek curhat melulu :)))

Beberapa hari lalu nonton via youtube ust. Hanan Attaki. Nah, penyakit hati yang paling berbahaya: ragu kepada Allah. Sumber dari segala sumber penyakit hati ya keraguan terhadap Allah SWT. Karena itu  membuat manusia galau, cinta dunia, iri, dengki dan segambreng lainnya. Serem.

Nah, tips menghadapi cobaan kehidupan anti galau. Ayuk kita sama-sama belajar dan saling mengingatkan.

Yakin Kepada Allah kita bisa melaluinya
Yang pertama, yakin dulu sama Allah yang maha memiliki solusi. Nggak ada masalah atau cobaan tanpa maksud. Semua pasti ada maksudnya. Pokoknya jangan kasih ragu meski setitik.

Terima Karena Allah
Point ini cukup sulit ya? Tapi kalau nggak bisa nerima cobaan yang datang, bagaimana? Belajar percaya bahwa yang kita terima itu sudah yang paling terbaik. Allah pengatur yang maha baik. Kita kasih terus proposal, doa terus yang banyak. Tinggal gimana Allah aja, baiknya.

Mengendalikan Perasaan
Ketika hidup nggak sejalan dengan maunya kita, manusiawi kalau kita sedih atau marah. Cuma kalau sampai berlarut-larut? Berlebihan. Buat apa. Cukup sabar dan sholat lah yang menjadi penolong buat kita. Semoga kita bisa!

Evaluasi Diri
Kenapa sih begini? Sering nggak kita protes. Iyaaa, sering banget. Huhu. Padahal apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai. Perlu flashback lalu mengakui kesalahan. Dan melanjutkan kehidupan.

Mengingat Allah
Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram. Sebetulnya kalau sudah yakin dengan Allah, nggak perlu nyari yang lain. Allah maha besar, kalau cuma masalah kucing pup sembarangan atau apalah. Terus...fisik kucingnya disakitin, sungguh aneh. Karena kejadian nih, kucingnya teman (anak kompakers Tangerang), matanya dilukai oleh orang. Padahal kan kucingnya nggak salah. Hewan kan memang nggak ngerti. Manusia punya akal dan pikiran. Harusnya jauh lebih bijaksana. Masalah kucing doang mah, lewatkaaaan.

Okeh, semoga tips menghadapi cobaan kehidupan anti galau bisa bermanfaat. 

Mohon maaf kalau ada yang tersinggung pundung gundah gulana gelisah resah hati berdebar-debar. Sesungguhnya kita sama-sama belajar ^^ Kalau ada yang mau nambahin tipsnya, boleh banget. Feel free. .





Read More

Meski cuma 10 menit, me time memang bermanfaat. Cobain deh!

Meski cuma 10 menit, me time memang bermanfaat. Cobain deh!

Mungkin bagi segelintir orang, rutinitas itu membosankan. Hal yang wajar bila kita pun mengalaminya. Asal jangan setiap hari saja berkata bosan. Kalau seperti itu mah namanya malas haha. Duluuu, sekedar ngobrol dengan teman kerja sudah cukup meringankan penat saya. Sekarang? Cukup banyak yang bisa dilakukan untuk break dari kebosanan. Me time memang bermanfaat asal bertanggung jawab ya.

Pernah menulis tentang me time juga di sini:  Me Time And My Self



Saya rasa semua orang perlu me time. Apalagi pekerja kreatif. Termasuk emak-emak blogger. Iya kan ? Menyisihkan bahkan perlu menyempatkan waktu khusus untuk diri sendiri. Masing-masing orang memiliki cara yang berbeda untuk me time. Ada yang sukanya merajut, menulis, belanja, makan mie atau betah berlama-lama untuk cek explore instagram Hamish-Raisa. Haha.

Bagi saya nge-blog itu sudah termasuk kegiatan me time. Bisa blogwalking ke teman-teman, meninggalkan komen, ngelove foto instagram, ngetweet, dan sejenisnya adalah hal yang patut disyukuri hihi. Seringkali saya mendapat ide baru, pencerahan dan merasakan atmosfer bahagia bila teman-teman pun bahagia. Simple.

Meski cuma 10 menit, inilah manfaat me time yang betul saya rasakan.




Refresh
Di rumah, level penatnya ternyata cukup WOW. Ini kalau nggak bisa mengimbanginya, gawat :D Nyanyi-nyanyi bareng anak itu sering saya lakukan. Cuma beberapa menit tapi mereka happy. Lihat mukanya krucil yang semangat bernyanyi, saya jadi feel refresh. Persis seperti PC dalam hitungan detik ketika kita tekan F5 hihi. REFRESH. Jadi lakukanlah me time mu, nggak usah sampai nunggu hang dulu yaa :)



Mendapatkan Ide Baru
Me time dengan hanya mendengarkan lagu atau lihat video clip terbaru. Ternyata cukup bisa memancing ide segar. Tentu saja kita harus langsung catat ide yang bertebaran itu. Pernah, sehabis menonton video clip Tulus yang "jangan cintai aku apa adanya" kepikiran tema blogpost. Padahal nih, saya nggak punya tujuan untuk mencari tema menulis blog saat itu. 


Relaksasi
Rasa lelah juga emosi yang menumpuk bisa jadi depresi lho dalam diri. Kita perlu mengeluarkan racun-racun tersebut. Energi positif dari me time itu sendiri semacam melancarkan aliran-aliran darah. Membuat tubuh relaks. Alhasil ya bebas dari rasa stres. Penting banget supaya tubuh tetap sehat.


Mengembangkan Hobi
Selain memanjakan diri, beberapa orang memilih me time dengan menjalankan hobi. Biasanya sih yang punya waktu sedikit, ya kapan lagi jalanin hobi? Dan dilakukan secara intens. Kalau sudah begitu, me time nya menjadi cukup produktif. Bahkan sampai jadi me time yang dibayar. Ih seruu.. 


Rest Time
Berhenti sejenak. Berilah jeda juga ruang untuk diri sendiri. Mungkin kita akan menemukan kembali jiwa yang tenang. Bebaskan pikiran dari pekerjaan atau beban yang ada. Dengan me time, jiwa dan raga dapat istirahat. So, stop for a while.





Menjaga mood supaya tetap stabil
Karena menghadapi anak-anak perlu stok sabar yang cukup banyak, saya pribadi butuh me time. Misalnya, curi-curi waktu ketika mereka tidur. Saya membuat mie rebus pakai cabai rawit, hmmm. Memasak dan menikmatinya sendirian. Meski sedikit waktu untuk me time. Itu nikmat banget. Up mood lagi deh.

Ya, banyak cara untuk mendapatkan me time. Dan tentunya setiap orang memiliki perbedaan dalam melakukannya. Namun, hal terpenting adalah me time yang nggak kebablasan dan tetap bertanggung jawab. Me time juga nggak selalu mahal. Seperti yang dituliskan oleh emak blogger yaitu emak Shanty pada web KEB. Teman-teman bisa mampir pada postingan beliau:  Me Time Emak Blogger atau kenalan lebih lanjut di blog Cerita Shanty


Tulisan ini merupakan Collaborative Blogging Emak2Blogger dari kelompok Siti Nurbaya dengan tema Me Time.




Jadi paling enak me time ngapain yaa?  
Read More

Mewujudkan Resolusi Tahun Baru Supaya Berjalan Mulus

Tips mewujudkan resolusi tahun baru~ Tahun baru biasanya dijadikan momentum ya untuk membuat resolusi baru atau juga melanjutkan resolusi. Kalau resolusi kamu nggak semuanya bisa terwujud bukan berarti kamu gagal, mungkin waktunya sih yang belum pas. Allah selalu ngasih apa yang kita butuh kok tapi bukan selalu yang kita mau ^^. Resolusi Tahun Baru kamu gimana?


     



Membuat pencapaian dalam hidup nggak selalu harus berbarengan dengan tahun yang baru juga kan ya. Resolusi mau kurus gitu misalnya untuk kesehatan, ya masa nunggu tahun baru dulu untuk hidup sehat, hihi nggak gitu juga kan.

Dan misalnya resolusi kita nggak tercapai, pasti ada penyebabnya. Entah dari dalam diri kita sendiri dan bisa juga dari faktor lingkungan yang kurang mendukung. Cuma kamu nih yang bisa evaluasi hal ini. 

Btw, kamu ingin resolusi tahun baru berjalan mulus? Lakukan 6 hal ini yuk.

Spesifikasi Keinginan
Nggak sekedar punya keinginan, kita harus narik benang merah lagi untuk spesifikasi mimpi-mimpi kita, to be detail. Jadi kalau punya keinginan untuk kurus dan langsing hindari deh impian 'gue mau kurus' ini kudu spesifik lagi. Mau berat badan turun berapa kilo?  So, ubah resolusi kamu nih dengan, ingin kurus, turun berat badan 2 kilo dalam satu bulan. Bakalan lebih semangat juga untuk merealisasikannya. Lakukan spesifikasi setiap mimpi kamu.

Menuliskannya
Kenapa harus ditulis? Ya biasanya biar nggak lupa. Tapi coba juga menuliskan resolusi 
di notes yang ukurannya agak gede dikit, buat kamu melek terus hihi. Bisa juga menuliskannya dan kirim ke suami atau istri. Ups, yang belum punya pasangan jangan sedih kaka, bisa kok kirim ke kotak komentar di bawah ini ^^. To do list ya.

Mencari Cara
Setelah keinginan muncul, otomatis kita harus cari caranya biar nyampe. Saat ini, buanyak banget media yang bisa kita pakai untuk belajar. Misalnya nih, kamu di tahun 2017 ini mau belajar ngaji, carilah guru ngaji ya masa nyari guru silat >.< Mau punya uang, ya kerja. Aku mau kerja tapi nggak mau capek, ya nggak mungkin! Hehe, to be real.

Merencanakan
Meski bekerja dari rumah atau dari mana pun, planning itu perlu. Saya belajar banyak dari teman-teman yang punya manajemen waktu bagus. Atur prioritas supaya keinginan kamu nggak tumpang tindih dengan kewajiban atau urusan yang seharusnya dilakukan. Contohnya sebagai ibu yang bekerja dari rumah, kamu tetap menyiapkan makanan untuk sarapan meski habis begadang, entah bikin sendiri atau beli.

Berusaha Meluangkan Waktu untuk Mewujudkan
Kalau semua sudah di tangan dan jadwal juga sudah siap, langsung eksekusi deh. Nggak usah pakai entar entaran haha yang ada nih goal kamu juga jadi entaaar. Kelar! Nggak kesampean. Sayang banget kan.

Evaluasi
Terakhir, coba kita evaluasi lagi yuk. Poles-poles lagi yang sekiranya sudah hampir finish. Cek apakah resolusi hampir terwujud di rentang waktu yang sudah kita tentukan? Kita harus usahakan semaksimal mungkin. All out.

Di balik itu semua, jangan lupa berdoa karena doa adalah salah satu faktor keberhasilan yang nggak ada duanya. Apalagi doa ibu. Buat kamu yang resolusinya belum terwujud, bisa minta doa ibu masing-masing ^^ kalau perlu sih saya sarankan minta maaf sama ibu. Ada yang mau nambahin tipsnya, yuk tambahin di komen ya, komen gratis kok hehe. Moga terkabul ya ^^

Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by