Persiapan Puasa Di Rumah Aja Selama Masa Pandemik Corona

Persiapan Puasa Di Rumah Aja Selama Masa Pandemik Corona ~ Nggak lama lagi kita bakalan ketemu bulan penuh ampunan, bulan suci Ramadhan. Semoga usia kita sampai ya. Amiin. Di tengah kondisi kayak gini semua orang pasti ingin badai corona berlalu secepatnya. Kebayang gimana bulan puasa harus tarawih di rumah. Tentunya juga akan kangen buka puasa dengan keluarga besar. Semoga sebelum ramadhan virus ini menghilang. Berharap keajaiban! Ya Allah kabulkanlah. Btw, persiapan apa nih dalam menyambut bulan puasa?


Meski puasa kamu di rumah aja, nggak usah sedih kok, itu lebih aman. Ada hal yang patut kita syukuri pertama kali yaitu kesehatan. Karena kesehatan adalah yang utama. Di rumah aja dalam kondisi sehat itu berkah banget lho. Memang dampak korona ini luar biasa. Jangan lupa saling mendoakan ya! Saling support. Mungkin yang mampu bisa menolong lingkungan terdekat, perbanyak sedekah. Konsisten menerapkan kebiasaan makan makanan bergizi, cuci tangan, jaga jarak.

Baca Juga Yuk : Cara Hidup Lebih Sehat Di Masa Pandemik Corona

Usahakan hidup lebih sehat. Selain menjaga kesehatan, jelang bulan ramadhan ada beberapa yang saya harus siapkan. Berikut persiapan puasa di rumah aja selama masa pandemik corona:

Menyiapkan Kegiatan Anak-anak
Well, ada bagusnya kita menyiapkan kegiatan anak setiap hari. Schedulling untuk 1 minggu pertama dulu juga oke kok. Supaya nanti kita nggak mati gaya amat. Ketika puasa di rumah aja. Hehe. Semenjak SFH alias school from home, anak-anak diberi tugas oleh guru sekolah. Tugasnya bervariasi, alhamdulillah sekolah Kaina nggak ribet tugas ini itu. Walau begitu, tugas tetap ada. Contoh tugas, hafalan surat pendek dan hadits. Mengerjakan minimal 5 kebaikan termasuk shalat fardhu. Ini bisa diteruskan untuk kegiatan anak di bulan Ramadhan. 




Menyiapkan Menu Makanan 
Namanya emak, nggak jauh dari pertanyaan "masak apa?" Saat puasa tugas kita adalah menyiapkan menu buka puasa yang yummy dan sahur yang lezis. Coba deh kita siapkan jadwal menu makanan ketika puasa, nantinya supaya lebih fokus ibadah dan nggak kebingungan lagi. Ajak anak-anak juga yuk membuat plan ini. Mereka pasti semangat deh.



Memberi Pemahaman Pada Anak Tentang Puasa
Sounding ke anak tentang gimana sih puasa itu.  Ada tentang sahur dan berbuka. Untuk apa kita berpuasa. Lalu di sisi Allah dapat apa kalau kita berpuasa. Pelan-pelan kita bisa berikan pemahaman tentang puasa supaya terbiasa sedari kecil. Apalagi untuk anak yang baru akan mulai berpuasa seperti Ashika. Bisa kasih pemahaman tentang puasa dengan hal yang anak sukai, contohnya sambil bercerita.



Melakukan List Kebutuhan Rumah Tangga
Beberapa waktu lalu saya sudah sempat beli kebutuhan rumah tangga yang memang butuh dan harus kita beli. Seperti mukena Kaina yang sudah kecil, tentu mamak harus ganti mukenanya.
Coba cek peralatan shalat, lalu pakaian dari luaran sampai dalam. Saya beli mukena untuk Kaina dan mukena mbak, pakaian dalam juga saya beli di Tokopedia semua bebas ongkir. Happy banget. Eits, ingat ya, list kebutuhannya dulu baru list sesuatu yang hore-hore biar nggak pucing hehe. Apalagi kalau beli-belian dapat cashback. Ya nggak?!



Belanja Online di rumah aja
Pandemik juga berdampak ke rupiah, otomatis juga ke harga emas hari ini. Bisa cek online kok.
Btw, nggak perlu wara wiri, anti rempong-rempong club. Belanja kebutuhan apa pun, semampunya lewat online. Kalau nggak perlu banget keluar rumah, ya di rumah aja. Bosan di rumah itu wajar tapi nggak usah lebay. Oh ya di Tokopedia selain bisa BEBAS ONGKIR ada program lainnya lho seperti brand deals, crazy deals, flash coupon, kejar diskon, kotak kejutan, tokopedia play, dan gajian ekstra.




Mudahnya belanja online, jangan sampai kebobolan ya gaes hehe. Tidak lupa untuk menabung, kamu bisa juga pilih investasi emas karena memang berinvestasi emas nggak rugi.

Jadi gimana nih persiapan ramadhannya sudah kebayang kan? Semoga masa pandemik corona ini segera berakhir ya, amiin.. 
Read More

Cara Hidup Lebih Sehat di Masa Pandemik Corona

Cara Hidup Lebih Sehat di Masa Pandemik Corona~
Lelah campur aduk. . Masih di 2020. Ya Allah, anak-anak sempat sakit semua di bulan Januari Februari. Saya pun agak tumbang. Paping juga sempat sakit, sebelum anak-anak. Kesehatan adalah yang utama. Beneeeer banget. Apalagi situasi kayak gini, pandemic, pandemik huft. Kita semua tahu, dunia sedang dilanda wabah yaitu virus corona (Covid 19). Nggak bisa dibilang mudah untuk menjaga kesehatan tapi tetap berusaha ya. Anak-anak yang sedang aktif juga. Jaga kesehatan mereka tuh setengah matik, apa maming lebay? Tapi ngerasanya tuh gitu, dan sedih kalau mereka pada sakit walau cuma batuk dan pilek. Singkat cerita hanya ingin berbagi pengalaman tentang apa yang dilakukan untuk jaga imunitas keluarga di masa sulit, di masa wabah virus corona.

Cara Hidup Lebih Sehat di Masa Pandemik Corona


Qadr Allah, minggu pertama #dirumahaja ketika beberapa orang bisa WFH, paping belum bisa. Beliau masih harus menerjang ibu kota Jakarta di mana case corona lebih banyak karena juga bermula dari Jakarta. Perasaan khawatir sudah pasti ya, gimana nggak. Karakter virusnya ngeri. Orang yang sehat bisa jadi pembawa virus juga. Honestly merasa galau, paping kan naik KRL dan di kepala saya tuh macam-macam. Hmm. . Ya Allah. Pada akhirnya mencoba melepaskan pikiran yang aneh-aneh. Saya mencoba mengusahakan yang terbaik, berusaha tenang, sampai saat ini tuh saya masih nyoba usaha tetap tenang. 

Baca-baca lagi tentang apa itu corona, kenapa bisa nempel di tubuh seseorang, lalu gimana cara terhindar dari virus corona yang sampai saat ini belum ada vaksinnya. Ternyata yang harus dilakukan adalah menjaga dan perlu menaikkan imunitas tubuh. Intinya mah hidup lebih sehat. Sudah lebih dari 2 pekan #dirumahaja dan rasa was-was memang menjadi wajar namun yuk bersama kita lakukan usaha melindungi diri dan keluarga. Berikut hal yang saya lakukan setiap hari dalam menjaga kesehatan di masa pandemik ini. Mungkin kebanyakan sudah pada tahu, biar ingeeet terus saya tulis lagi hehe. Sebenarnya buat diri sendiri juga. Cara hidup lebih sehat di masa pandemik corona.

Minum Air Putih Ketika Bangun Tidur
Anjuran yang sangat baik ketika bangun tidur adalah minum air putih tentunya setelah doa bangun tidur yes. Waktu itu dsa Ugo juga menyarankan minum 2 gelas air putih untuk membersihkan tubuh dari racun dan melancarkan metabolisme. Insya Allah bisa BAB lancar setiap hari.

Cara Hidup Lebih Sehat di Masa Pandemik Corona


Sarapan
Tidak terbiasa dengan sarapan? Sarapan itu penting walaupun sedikit. Gunanya sarapan supaya tubuh kamu memiliki energi. Meskipun kamu sudah tydac jomblo lagi, tubuh kamu perlu asupan di pagi hari. Don't skip your breakfast, karena sarapan juga meningkatkan konsentrasi. Sarapan saya biasanya ya nasi dan lauk. Haha.



Minum Air Putih Yang Cukup
Jangan kasih kering tenggorokan kamu ya. Hindari dulu minum yang dingin. Air putih biasa bagus buat tubuh kita.

Istirahat Yang Cukup
Sangat penting! Kalau dirasa kayaknya badan sudah nggak enak, seperti kurang tidur, coba deh langsung istirahat. Yang paling ganggu kalau mau tidur sih yaa hapean.  Iya nggak? Coba jauhin dulu deh handphonenya. Kasih hak tubuh kamu istirahat. Insya Allah sehat selalu.



Makanan Yang Bergizi
Buah dan sayur jangan lupa. Kejar vitamin C dan E. Gitu sih katanya. Hihi. Ashika suka banget jeruk dan semangka. Kalau anak bayik mpasi mungkin boost pakai brokoli di menu mpasinya. Btw, rekor bisa bawain bekal selama 3 hari buat paping. Prestasi #lah. Karena masih punya bayi masgo 9 bulan. Jadi effort luar biasa. Dan kayaknya saya menikmati kelelahan ini. Lol.



Minum Suplemen
Teman bisa nyobain perjamuan atau minum vitamin. Kalau saya nyobain konsumsi susu kambing saat pagi. Lalu siang minum vitamin. Malam hari bisa minum jahe merah, alhamdulillah tetangga baik ada yang jual jahe merah bubuk. Ya pokoknya apa yang kamu bisa telan deh. Kalau Kaina pagi suka minum semacam madu atau sari kurma. Siangnya minum vitamin untuk anak. Pas masih ada jamu kunyit temulawak kencur dari mbah, tiap malam minum 1 sdm buat anak.

Manage Stres
Nggak bisa dipungkiri lagi, stres pemicu badan jadi nggak sehat gaes. Hehe. Sebisa mungkin olah stres kamu. Memang terlalu banyak informasi tentang Covid 19 ini. Ibarat hujan, informasinya sangat deras. Isi harimu dengan kegiatan menyenangkan dan positif. Ada yang lepas stres dengan harus makan sesuatu yang disuka. SAYA juga sukaaa. Lalu saya pribadi nyibukkin diri dengan kerjaan rumah. Misalnya dengan masak. Walau mbak bisa masakin tapi paling nggak, sempatin masak buat keluarga meski 1 menu. Karena saya merasa perlu bounding disitu.



Oot sih ini, pernah ikut kajian ustad Yusuf Mansur bilang tentang bounding ini. Kalau punya ART, baiknya pakaian dalam jangan dicuci sama ART. Jangan semuanya dikerjain ART. Nanti nggak ada bounding lagi.

#diRumahAja
Kalau pun harus pergi beli kebutuhan pokok, pakai masker. Jaga jarak. Beraktivitas ringan dengan paparan sinar matahari pagi, jujur sih saya nggak bisa olah raga yang gimana banget nih hehe. Nggak kuat to do list banyak #alasan.

Geprek bawang merah untuk ditaruh di pojokan kamar. Saya lihat storynya salah satu teman blog @qyusha Nisa pas blio masih di HK. Untuk menyerap kuman, tebar bawamg merah 😄 di kamar. Ganti 2 hari sekali. Saya lakuin ini juga.

Membersihkan Benda dengan cairan disinfektan juga saya lakukan. Saya bikin yang pakai bayclin. Diprotes baunya deh 😃. Saya semprot ke gagang pintu dan keran. Lalu sempat ngelap handphone paping dan jam tangannya. Ya namanya juga usaha, bismillah. Plus menjelaskan pemahaman tentang virus corona ke anak-anak.

Selain usaha iringi dengan doa serta sholawat sedekah juga dzikir pagi dan petang. Nah broadcast dzikirnya coba dibuka dan dibaca. Amalan yang baik banyak banget, tinggal lakuin.

Ternyata hikmah dari wabah corona banyak banget ya, tentunya jadi hidup lebih sehat. Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan wabah ini cepat berakhir di semua belahan dunia termasuk Indonesia. Amiin.

Oke deh, kalau kamu.. apa usaha kamu untuk hidup lebih sehat di masa pandemik corona gini? Share yuk.
Read More

Kesan Pertama Itu

Kesan Pertama. .Tiba-tiba saya ingin menulis tentang ini. Random banget sih ya. Hehe. Pernah berkenalan dengan orang tapi kayaknya ini orang nggak niat kenalan? Contohnya nih ya, kenalan sambil main handphone. Gimana coba ya.  Saya pernah mendapati orang seperti itu. Tapi ya sudahlah dari awal memang sudah terasa kurang sreg, ternyata kenyataannya pun demikian.



Sedari kenalan pertama kali seringkali saya pakai feeling, dasarnya mahluk yang terlalu berperasaan haha. Mungkin terlalu cepat mengambil kesimpulan di awal yes. Cuma kalau dari kesan pertama saja sudah bikin ilfil, sudah tidak respek saat berkenalan jadi agak gimana gitu kan.

Biasanya kenalan pertama kali kan saling bertukar informasi mengenai data diri, meski nggak full informasinya. Seperti tinggal di mana, punya anak berapa (pertanyaan ini kalau benar yakin lawan bicara sudah punya anak ya, kalau belum jadi lumayan kikuk soalnya)  rada susah-susah gampang sih. Takut malah salah lempar pertanyaan.

Semenjak melahirkan anak ke-3, saya sudah nggak pernah datang ke event. Cukup lama tidak berkenalan dengan orang baru. Paling-paling kenalan kalau ada DM di instagram yang nanya tentang vbac.

Ketika kenalan dengan orang baru, juga jadi diri sendiri saja. Pada dasarnya kan saya nggak terlalu ramee dan yang pasti melontarkan pertanyaan dengan sopan yang bikin nyaman lawan bicara. Nggak mungkin langsung bisa bercanda yang gimana gitu karena baru kenal. Imho. Itu kalau maming yes

Saya jadi mengingat-ingat jaman dulu saat kenalan sama paping. HAHA. Beliau pendiam abis. Ibaratnya kalau nggak ditowel ya FLAT sajah. Gemash gaes 😂
Ini orang PDKT kok gini amat. Tapi mungkin saya lawak ya, saya dong yang banyak ngomong kayak radio. Hadeh. Kalau kata teman sekolahnya paping, "bisa punya anak 3 orang pendiam kek gitu".  ROTFL 😅

Kesan pertama tuh kadang menentukan, nggak cuma saat PDKT haha. Saat panggilan wawancara kerja. Nah. .

Saya pernah ngerasa, pas pertama kali interview kerja. Feeling kayaknya gagal dalam wawancara. Eh ternyata HRD nya memang sok jutek, aslinya malah baik banget. Hihi. Jadi kesan pertama yang keliru nih hehe.

Nah setiap kesan pertama tuh memiliki kenangan. Bisa jadi baik atau buruk. Tapi ada baiknya kalau kenalan itu ya dengan sopan. Lepaskan sejenak gadget mu akan sangat jauh lebih baik 🙂
Read More

Bayar Denda BPJS lewat Aplikasi Mandiri Online

Lagi-lagi saya terjebak dalam membuat kata pembuka yang sulit di blog sendiri. Haha. Oke deh. Kali ini saya hanya ingin berbagi informasi kembali. Mudah-mudahan bermanfaat ya. Bisa nyangkut di mesin pencarian mbah google. Waktu itu saya memang agak kesulitan untuk dapat informasi terkait pembayaran denda BPJS. Gimana sih cara bayar denda BPJS? Berdasarkan pengalaman pribadi saya coba tuliskan. Bayar denda BPJS lewat aplikasi Mandiri Online, bisa?

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online

Saya belum pakai BPJS, tiap sakit atau melahirkan masih menggunakan asuransi dari kantor pak suami. Cuma memang kan setiap pegawai kantor paping, harus dibikinkan BPJS oleh perusahaan secara kolektif walaupun sudah pakai asuransi swasta. Cerita tentang gimana BPJS itu saya lumayan familiar. Kalau nggak dibayar premi tiap bulannya, ada denda. Misalnya masuk RS dan mau pakai BPJS, harus beres juga biaya administrasi termasuk dendanya.

Beberapa waktu lalu saya mencoba bayar denda BPJS milik kakak. Saat itu kakak ipar sedang dirawat di rumah sakit, yang mengurus administrasi adalah kakak saya. Beliau mau bayar denda BPJS melalui ATM. Berhubung nggak punya rekening Mandiri, katanya mau cari kantor pos saja yang sudah pasti bisa melayani pembayaran denda BPJS. Sejujurnya saya nggak ngerti tentang denda BPJS. Lalu nyari informasi di mbah google deh. Kalau kata kakak saya yang berdasar dari petugas rumah sakit, bayar denda BPJS lewat atm Mandiri, kantor pos atau alfa juga indomart. Pesan dari petugas rumah sakit, ke kantor pos saja yang sudah pasti.

Nah, daripada nyari kantor pos mending saya coba dari aplikasi Mandiri Online karena lagi nggak bisa juga keluar rumah untuk mampir ke atm. Ternyata mudah banget, bayar denda BPJS lewat Mandiri Online. Atas inisiatif sendiri sih saya nyobainnya, karena kakak nggak minta tolong apa-apa. Qadr Allah mudah banget.

Pastikan kamu memiliki rekening bank Mandiri ya dan menginstall aplikasi Mandiri Online.

Buka Aplikasi Mandiri Online
Masuk ke menu Bayar

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online

Buat Pembayaran Baru
Pilih Asuransi


bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online

Lalu pilih penyedia jasa

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online

Ketik BPJS, pilih BPJS Kesehatan Denda

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online
Saldo dihilangkan yes, takut ada yang mau ngisiin 😂

Masukkan Nomor Pelanggan dengan Nomor JKN peserta.

Pilih LANJUT

Total jumlah akan sama dengan yang tertera dari rumah sakit.

Lalu seperti biasa akan dapat bukti pembayarannya.

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online


Alhamdulillah teknologi memang bikin hemat waktu dan tenaga. Kakak saya bisa lanjut mengurus sang suami. 

Gimana nih? Moga tulisan ini bermanfaat ya. Bayar denda BPJS bisa lewat Mandiri Online juga.
Read More

Anak Kedua Yang Luar Biasa

Anak kedua. . Hmm nampaknya saya harus tarik nafas dahulu untuk melanjutkan cerita tentang anak kedua kami. Kok gitu? Haha. . Anak kedua yang sangat istimewa deh pokoknya. Lelah campur aduk melebur jadi satu kalau sudah menghadapinya.


Ashika Almas, di tahun 2016 kelahirannya dan jaman dia lahir nih mamaknya mau nonton AADC 2. Jadilah Ashika dinamain Cinta haha. Ashika memang beda, dari golongan darahnya juga proses persalinannya. Karena melahirkan Ashika, saya bisa merasakan gimana sih persalinan spontan alias lahiran normal. Anaknya bikin saya muleees. Cuma rada ngajak bercanda pas mau keluar, malah masuk lagi kepalanya. Alhasil kepalanya divakum oleh dokter sampai beberapa kali.

Waktu dokter kasih tahu kalau anak kedua kami adalah cewek (lagi), kebayang nih kelakuannya cewek gitulah, nanti sama kayak kakak Kaina. Pastinya dong dia suka boneka. Baju-baju syantik kakak Kaina bakalan dia pakai juga.

Ashika usia 2 tahun masih mau pakai baju gini

Flashback saat hamil Ashika, saya nggak ingat pernah sedih atau tydac? Cuma seingat saya, jarang nangis sih pas hamil Ashika. Hamil Ashika di trimester pertama disuruh bedrest. Saya masuk rumah sakit karena keluar flek aktif. Saya masih naik sepeda 😅.

Memang kehamilan Ashika, maming nggak bisa diam. Masih sering event, ngerjain foto-foto. Sampai saat bertemu Ashika di dunia. Alhamdulillah. Ini anaknya juga nggak bisa diam. HAHA.



Ampun deh Ashika. Lebih suka mainan cowok. Anaknya tomboy gitu. Minta topeng spiderman lah, baju polisi, pedang, tembakan. Hadeh. Tenaganya kuat. Keahlian buka bungkus makanan, pakai dan lepas baju, khatam dengan sendirinya. Jaman dulu, masih suka makan sendiri. Nggak mau disuapin, sampai punya Ugo. TARA. .Ashika jeleeeees BGT. Semua baju Ugo mau, ya hampir dia pakein baju Ugo semua kalau muat 😅

Kadang kalau malam, maming nenenin Ugo. Lalu dia bete. Ya pokoknya kalau nggak ada teman dia sedih. Ashika nggak senrimo Kaina saat punya adik. Istimewa deh.

Di 3 tahun menuju 4 tahunnya, masih maunya pakai baju yang itu-itu lagi. Jaman Kaina kecil sempat gini juga sih. Cuma Ashika lebih kejaaam kalau sudah ada maunya. Ampun. Baku hantam melulu. Sabar-sabar. Kata paping, "latihan punya anak laki mi 😅". Okeee deh.

Ashika senang kalau lihat seragam polisi, pilot atau tentara gitu. Tomboynya kayak siapa ya? Kata pakdenya sih kayak maming. Mari kita amati lagi 💃. Ashika suka minum susu banget dan semangka. Minuman dingin yang menyegarkaaaan duh jago.

Masih suka nyanyi random, di kamar mandi sholawatan. Suka kalau naik mobil, bus dan alat transportasi lainnya yang intinya adalah halan-halan. Haha. Sampai saat ini yang paling berkesan dari ulah dia adalah nyemplungin boneka ke got dan masuk ke dalam kandang kucing milik tetangga.

Maming paham, setiap anak memang beda. Nggak boleh dibandingin. Ashika, meski lelah sama dia tapi ya sayang dong 😃. Buat maming besarnya kasih sayang ke setiap anak, harus sama, dan berusaha selalu adil.

Moga jadi anak sholehah yaa

Nah, kelar juga deh postingan curhat tentang anak kedua maming. Karena saya dan Diah juga suka curhat di whatsapp tentang anak kedua, jadilah topik ini diangkat heheuu. Semoga melegakan tenggorokan ya #eh melegakan hati. Kangen setelah sekian lama nggak chit chat karena kerempingan masing-masing. Baik-baik yaa di sana, anak kedua mama Diah moga menjadi anak sholeh. Btw, temans bisa baca cerita tentang anak kedua Diah ya:  Uniknya Si Kakak Nomor Dua


Read More

Nggak Perlu Takut Pasang IUD alias KB Spiral, Intip 5 Hal Ini Yuk

Nggak Perlu Takut Pasang IUD alias KB Spiral, Intip 5 Hal Ini Yuk ~ Nggak ada salahnya nyoba kedua kalinya untuk hal yang satu ini. Saya sempat malas menggunakan IUD alias KB spiral, tapi sekarang rencananya memang mau sudahi produksi di rumah. Haha. Karena cukup 3 anak saja kalau Allah mengijinkan ya. Namanya usaha. Btw, malas deh pasang KB spiral soalnya sering banget haid jadi lama dan flek dikit sekali. KB spiral bikin susah sholat dan puasa. Makanya saya sempat lama tidak KB. Lalu kenapa pasang KB spiral (lagi)?


Namanya usaha yaaa, jadi coba lagi deh pasang KB spiralnya. Saat setelah melahirkan Kaina, pasang KB spiral dengan dokter Dessy. Keluhan setelah pakai yaa suka ngeflek gitu. Pernah dibetulkan juga. Beliau pernah ganti posisinya, saya nggak ngerti deh digimanain. Pokoknya digunting gitulah. Kalau ada yang tanya sakit apa nggak saat pasang KB spiral? Menurut saya sih nggak sakit ya, prosesnya memang cepat. Sekitar 5 - 15 menitan. 

Pas mau hamil anak kedua, saya lepas KB spiral. Prosesnya juga nggak sakit kok. Nah, semenjak lahiran Ashika, nggak pakai KB spiral. Sampai akhirnya ada adik Ugo. Lalu nanya ke seseorang sahabat, dia KB spiral dan nggak ngeflek juga, proses lainnya juga nyaman saja. Hmmm, akhirnya saya mau nyoba lagi pasang nih dengan dokter yang berbeda. Bismillah, semoga lancar dan nggak ada keluhan.

Kalau dokter selalu bilang, efek samping IUD itu bikin ngeflek-ngeflek, biasa. Kalau masalah hormonal, nggak ada efeknya. Btw, Dokter Hasta salah satu orang yang kebobolan hamil walau saat itu beliau gunain KB spiral. Sudah kehendak Allah yaaa, secanggih apa pun alatnya. Allah maha tahu yang terbaik.

Alhamdulillah nggak ada keluhan sampai saat ini. Kalau masalah haid, memang menyusui bisa pengaruhi siklus haid pasca melahirkan. Saya juga pernah cerita tentang Kenapa Tidak Haid Setelah Melahirkan.

Semenjak Ugo lahir, haid setelah nifas baru bisa lancar seperti biasa, normal di bulan ke 6. Ini beda dari kakak dan mbak. Dulu tuh setelah nifas langsung haid kayak biasa.

Anw, masih banyak yang takut pakai KB ini ya. Katanya sakit. Tapi sudah pernah coba belum? Hihi. Buat yang lagi memantapkan hati untuk pasang IUD alias KB spiral, nggak perlu takut pasang IUD. Takut sama Allah ajaaah 😃. Intip 5 hal ini yuk. Baca lagii ya.



Sakit Nggak Sih?
Setiap ditanya teman tentang KB spiral. Saya sendiri jawab, nggak sakit. Prosesnya cepat. Setelah alat bentuk T nya masuk, nggak terasa apa pun? Iyaaa nggak berasa apa-apa. Biasanya habis pasang, kita juga di USG sama dokter untuk memastikan apakah posisinya benar.

Pasang IUD Nggak Harus Saat Haid Kok
Kalau case kayak saya gini, yang tidak haid setelah nifas gimana pasang kb spiralnya?
Memang ada yang menyarankan pasang IUD saat haid aja supaya nggak terasa sakit. Tapi nggak harus nunggu haid dulu kok kalau mau pasang IUD. Pasang saat nggak haid juga tydac sakit. IMHO.

Rileks Beberapa Menit Waktu Pemasangan 
Pastikan kamu nggak sedang hamil yaaa. Untuk memastikan, sebelum pasang saya di USG karena nggak lagi haid. Oh ya, dengan rileks akan memudahkan banget proses pemasangannya. Beneeer deh cuma sebentar pasangnya.

Nggak Perlu Takut Pasang IUD alias KB Spiral, Intip 5 Hal Ini Yuk


KB Spiral Boleh Dilepas Kapan Ajaaa
KB spiral ini jangka waktunya 5 tahun. Pas jaman mamah sih ada yang sampai 10 tahun ya, cuma kata dokter sekarang sudah jarang yang sampai ten years hehe. Kalau kamu mau program hamil sebelum 5 tahun boleh lepas kok. Nggak harus nunggu 5 tahun. Proses lepas KB spiral juga nggak sakit, samaaa aja kayak pasang.

Efek Samping KB Spiral
Kalau KB hormonal kayak suntik dan pil gitu, ada pengaruh ke badan, juga ada yang ngaruh ke muka. Cocok-cocokan sih katanya. Saya nggak disarankan pakai KB model itu karena pernah kena bells palsy. Efek samping KB spiral beberapa orang suka flek. Selama flek dan bukan pendarahan ya, nggak usah khawatir. Dan kalau dirasa ada yang nggak enak, langsung periksa ke dokter. Nanti biasanya letak IUD dibenerin. Saat kedua kalinya pasang, flek nggak seperti waktu dulu. Haid juga normal. Alhamdulillah.

Tips pasang KB spiral dari maming:
Deal dengan Pasangan
Pastikan sudah kompromi dengan pasangan ya. Apaqa si pak suami merestui? Kalau tidak, coba diskusi kembali. Cek lagi, hal apa yang membuat pak suami enggan pasang KB spiral. Apa karena dengar kabar kalau pasang kb spiral membuat tak nyaman saat berhubungan? 

Pilih Dokter Yang Sudah Berpengalaman
Pilih dokter yang kompeten, yang bikin nyaman. Ng. . Rada susah kalau nggak nyaman. Saya pribadi dapat Spog wanita yang enakeun, pokoknya favorit banget dokter Hasta di Hermina Tangerang.



Ada yang mau share, yukkkk sila di komen ya 😃 yang jelas, nggak perlu takut pasang IUD alias KB spiral ya.


Read More

Review Dokter Gigi Anak di RS Hermina Tangerang

2020. . Niat mau lebih rajin update blog tapi kayaknya belum terwujud nih. Mau lebih banyak menuangkan tulisan, syukur kalau nyangkut di mbah gugel. Kalau nggak? Ya nggak apa-apa deh 😄. Banyak mau review sebenarnya, review sebulan sekali coba ah. Tapi yang kali ini saya mau ceritain adalah nyerempet review sih, pengalaman ke dokter gigi anak di Hermina Tangerang. Memang nggak banyak dokter gigi anak di sana. Nyari dokter gigi anak yang kid treatmentnya bagus. Kami pun inginnya ke dental kids di Scientia Park, di situ dental kids buka cabang. Cuma menimbang lagi, tes ganti dokter gigi deh di Hermina. Siapa tahu yang kali ini cocok. Dan ternyataaa. .

Oh ya, sempat juga mau ke RS. Awal Bros Tangerang, buat ke dokter gigi anak yang namanya dr. Aurel. Info dari seorang sobat, beliau asyik buat anak-anak. Anak jadi nyaman untuk periksain giginya, sayang waktu itu beliau cuti. Alhasil kami cek ricek daftar dokter gigi anak di Hermina Tangerang. Karena sudah pernah nyoba periksa ke dokter Purnamawati lalu ke dokter yang kali ini yaitu dokter Alfia.

Anak-anak sendiri lebih nyaman dengan dokter kedua, dokter Alfia. Sampai-sampai Ashika jadi berani lho ke dokter gigi. Dia tuh kan duh anaknya, ruar biasa. Dulu ketika periksa di dokter Purnamawati, kesan pulang dari sana baik, tenang, kalem. Cuma lebih cocok untuk dokter gigi orang dewasa. Penjelasannya sih oke. Cuma kan anak-anak harus ekstra ya. Tegang gimana gitu. Haha. Masuk ruangan, lalu ya kayak biasa orang dewasa diperiksa. Ini berbeda dengan dokter Alfia. Beliau ngajak ngobrol dulu, bahasa yang digunakan buat pendekatan ke anak tuh beliau bisaan. Memang kan komunikasi awal kenalan penting ya buat anak-anak. Contoh gini, 
'ini namanya siapa', 
'oh Ashika ya mau bikin balon dari ini nggak? Mainan apa nih kita?'

Anak-anak jadi rileks sebentar kan kalau dengar kata 'main'. Dan diajak nyari kuman di gigi. Dokter mau basmi kumannya dulu ya. Oke buka mulutnya. Eksekusi deh. Haha.

Ashika beberapa minggu lalu mengantar kakak Kaina ke dokter Alfia, langsung mau ikut diperiksa. Kenapa? Kayaknya mau dapat stiker dari dokter kayak Kakak Kaina, Lol. Next time ya dek karena kartu asuransi di maming yang nggak ikut ke RS.

Kesampaian deh hari jumat, cek gigi Ashika. Tambal sana sini. Ashika yang dari rumah sudah bilang nggak mau dipangku. 


Ini awalnya masih maju mundur duduk di kursi lho. Saya bawa Ugo lagi mau bobo. Nggak bisa mangku Ashika. Padahal niat mau mangku dia. Alhamdulillah lancar.

Kalau kakak Kaina lebih duluan diperiksa. Kaina giginya kan ada yang sudah kena syaraf. Gigi depannya keropos, gusinya juga bengkak. Memang Kaina juga sudah bolak balik tambal gigi. 

Nyobain duduk dulu (maaf gelap)

Menurut dokter Alfi, sikat gigi minimal 2 menit. Dok, tiap malam kami gosok gigi sebelum tidur. But heey, kayaknya saya nggak benar gosoknya. Atau lupa remind ke anak setelah makan coklat, permen, es krim dan kengkawannya itu harus minum air putih dan lebih baik berkumur.

Total jendral biaya dokter gigi anaknya untuk Ashika yang ditambal besar 2 jtan. Kalau Kaina kisaran 1.2 jt. Kaina harus nunggu kempes yang bengkak. Syaraf gigi depannya dibenarin oleh dokter Alfia.

Kami diantar sama uti dan pakde. Jumat ini anak-anak belajar lagi. Apalagi Ashika. Setelah ditambal, nunggu 1 jam dulu kalau mau makan. Tapi boleh minum kok.

Btw, pernah ada yang DM nanya dokter anak di Siloam Tangerang. Saya jarang sekali periksa di sana. Pernah, itu hanya satu kali. Dan nggak mau balik lagi (yaiyalah, siapa yang mau bolak balik ke RS). Kalau dokter anak Hermina, lumayan pernah nyoba ganti-ganti. Sejauh ini masih dokter Aryz Pribadi untuk dokter favorit. Bisa juga second opinion ke dokter Adhani atau dokter Zaza ya. Tapi kembali lagi cocok-cocokan. Mungkin nggak cocok di saya tapi cocok di kamu, mungkin juga sebaliknya. Kenapa dokter Aryz? Salah satu alasannya, Dokter Aryz sangat jarang ngaret.

Terima kasih ya dokter Alfia. Untuk teman-teman di sekitar kota Tangerang, bisa mencoba dokter gigi anak di RS. Hermina. Kids friendly deh. Cocok buat anak-anak. Kenapa sih maming ke Hermina Tangerang? Soalnya rs rekanan asuransi disitu hehe. Karena juga asuransi dari kantor di poli eksekutif. Jadi sudah dibedakan dengan BPJS. Ini mau saya bahas tapi nggak jadi melulu. 😃

Semoga tulisan mengenai dokter gigi anak di Hermina ini bermanfaat ya. Boleh komen juga dokter gigi anak di kota kamu, kasih reviewnya ya 😊
Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by