Perjalanan Usaha Kuliner Gyoza Halal Lilo Says Factory

Perjalanan Usaha Kuliner Gyoza Halal Lilo Says Factory~ Sudah lama nggak sharing tentang motivasi ya. Saya ingin membagikan cerita yang penuh semangat dalam mengelola usaha, tentu bercampur air mata yang berakhir bahagia. Kali ini cerita dari teman semasa sekolah Telkom saya. Jaman band Box Car Racer haha. Chy inget nggak Chy?. Dulu kami satu eskul, yaitu pecinta alam. Kami memiliki nama panggilan yang sama. Beliau Uchy Sudhanto, mungkin temans blogger sudah mengetahui sepak terjangnya. Dari sekolah dulu saya tahu Uchy seperti apa. Solid banget anaknya. Nggak heran kalau sekarang punya usaha rumahan yang nggak main-main. Jadi, gimana sebenarnya Uchy memulai usaha Lilo Says Factory yang salah satu produknya adalah Gyoza Halal, hmmm lezat!

usaha kuliner gyoza halal


Lilo Says Factory sebut saja LSF. Waktu saya minta Uchy ceritain tentang usahanya itu, Uchy pasti lagi sibuk-sibuknya. Kebayang nggak sih orderan banyak dan punya anak kecil pula. Saya senang banget Uchy menyempatkan waktu buat typing di chat hehe. ThankS Chy!

LSF sudah berdiri sejak tahun 2014, dibuat oleh Uchy sendiri dan pak suami namun saat itu mereka belum menikah.

Bukan Bisnis Yang Pertama. .
Ternyata bukan bisnis yang pertama. LSF adalah bisnis Uchy yang ke-6 semenjak kuliah. Waw, Uchy masih ingat jelas apa saja bisnis yang dia mulai. Uchy usaha jualan tas, baju bayi, kerudung dan scarf lalu berbagai pernak pernik. Selain itu beliau punya Theta's Projects, yang ambil basednya untuk animal lovers. Theta's Projects ini menjual baju dan mug dengan design sendiri.

"Yang lain udah gulung tikar semua, kecuali Theta's Projects yang hibernasi aja. Masih ada ambisi jualan ini buat bantu hewan terlantar hehehe", kata Uchy.

Trial Error Resep Lilo Says Factory. .
Ternyata menu awal yang dibuat LSF bukan Gyoza tapi Cheesy Garlic Butter dan Butterscotch. LSF meracik produk tersebut, trial error sendiri. Produk ini memang masih jarang saat itu. Dan laku keras. Sampai akhirnya di ujung tahun 2016, bahan baku utama melambung tinggi banget. Terpaksa nggak berani jual lagi. Pada awal 2017 mau nggak mau ya mereka vakum.

LSF baru memulai kembali di September 2017. Qadr Allah, Uchy berjuang putar otak.
Harus ada pemasukan tambahan untuk kebutuhan. Saat itu Uchy resign karena menjelang kelahiran Alula. Uchy berpikir harus ngapain? Uchy mencoba bikin Gyoza sendiri, karena saat itu nggak mampu beli. 

Jadi di segala keterbatasan seorang manusia, pasti ada jalan jika mau berusaha. 

Saya baru tahu kalau Gyoza adalah makanan favorit Uchy dan suami. (Yaiyalah cig)
Dari situ mulai iseng ngasih tester ke teman-teman, tanya di mana kekurangannya. Uchy  ngulik resep sendiri sampai akhirnya pede jualan.


Ketika Ada Kegagalan Lagi?
Awal buka PO itu benar-benar dari kepercayaan teman dekat. Dan yang bikin kaget Uchy adalah orderan sampai 500 pcs gyoza. Sayangnya karena kaget, Uchy dan suami nggak siap. Jadi saat perdana bikin banyak, justru Uchy salah takaran bumbu yang mengakibatkan ratusan gyoza yang udah dibuat dan adonan yang banyak banget itu harus dibuang karena nggak layak jual. Ini jadi pelajaran berharga sekali buat LSF 😆

Dari situ Uchy dan suami belajar, tetap ngulik resep sampai akhirnya benar-benar dapat rasa yang pas. Belajar cara manggangnya supaya nggak gosong dll. 

Dulu semuanya dikerjakan sendiri, dan dibantu suami buat bagian masak. Waktunya juga kejar-kejaran sama waktu Alula kalau lagi tidur. Setiap malam begadang sampai dini hari, sambil tetap mengurus rumah. Nggak usah ditanyain rasanya kayak apa ya? Luar biasa. Nggak kebayang ngulik resep sambil punya balita Chy. Kamu hebat Chy.


"Alhamdulillah banget.." Kata Uchy. 




Uchy masih merasa kaget dengan perkembangan LSF bisa secepatnya ini dalam waktu  8 bulan. Finally, memberanikan diri buat tanya rumah kosong di sebelah rumah untuk dijadikan dapurnya LSF. Alhamdulillah juga waktu itu suami Uchy lagi dapat rejeki, jadi mereka bisa membeli inventaris kaya freezer, kompor, dll. Dan dengan semakin banyaknya orderan, akhirnya Uchy menyerah dan hire orang untuk membantu mereka. Yes, alhamdulillah berjalan sampai sekarang.. 😄




Saya pernah nyobain gyoza buatan Uchy, enak dan Kaina suka banget. 
Semoga cerita ini bisa diambil manfaatnya ya, untuk yang mau memulai usahanya atau sedang stuck mungkin bisa bangkit kembali. Nggak ada yang nggak mungkin. Jatuh sedikit yang penting mau bangun, lalu kita lakukan dengan maksimal. 

Untuk Uchy, apapun usaha yang dijalani kamu dan suami moga mendapatkan berkah ya. Salam sayang untuk Alula! Jadi kapan kita camping lagi Chy hahaha. . Terima kasih banyak udah boleh diceritain di sini ya. Barakallah. .

Read More

Bertahan tanpa ART, kenapa nggak?

Bertahan tanpa ART, kenapa nggak? ~ Orang jaman dulu sering bilang, punya anak banyak tapi nggak pakai pembantu tuh. Ng. . Itu karena pertolongan Allah yakan. Dan nggak bisa dibandingin gitu juga karena kondisi tiap rumah tuh beda. Nah bahasan collab blog sama Diah yang sudah lama tanpa ART kayaknya seru. Kami sepakat ingin bahas tentang bertahan tanpa mbak ART. Hihi. .




Saya pribadi dari kecil selalu ada mbak ART meski silih berganti. Di rumah uti sering memiliki ART. Semenjak anak-anak besar di rumah uti tetap ada yang nyuci gosok. Pernah juga menggunakan jasa laundry selama 4 tahun. Hmmm lumayan terbantu.

Semenjak awal menikah, tepatnya saat hamil anak pertama saya memiliki ART. Dulu masih gabung sama mama uti. Setahun berlalu, kami pindah rumah dan mbak ART juga tetap kerja bantuin saya. Sampai bisa jagain Ashika dan saya bye ke Malang waktu tahun lalu.

Si mbak pokoknya bisa handle anak-anak ketika saya ikut event di weekday. Sebenarnya saya nggak ada masalah sama sekali sama mbak. Mungkin ada titik jenuh buat beliau kerja di rumah. Sebelum pergi, mbak curhat dulu. Hiaaa.. 😹 off the record tak bisa diceritakan di sini ya.

Okelah, saya melepas mbak pergi dengan lapang dada. Itu adalah pilihan beliau. Sekarang, 6 bulan berjalan saya melanjutkan perjuangan kerjaan domestik tanpa mbak. Rasanya so far so good. Meski sering masuk angin haha. . Alhamdulillah masih bahagia. Tapi berat badan turun karena kadang malas makan hasil masakan sendiri. Huhu. .

Hidup tanpa mbak ART itu. . harus bisa banget-banget atur jadwal. Saya agak malas kalau laundry. Seperti kurang puas gitu, kecuali ya sangat teramat kepepet. Lagipula anak-anak sudah bisa diajak kerja sama meski #kadangriweh. Yang susah bisa dilakukan adalah me time dan datang ke event saat weekday. Saya mencoba menikmatinya. . 

Kehilangan sedikit teman ngobrol tentang anak-anak. Gimana ya, rasanya tuh kalau ada tempat cerita tentang anak di rumah lebih seru. Meski mbak nggak datang setiap hari, tapi lumayan meringankan saya kalau lagi penat sama anak-anak huhu. Karena sungguh mengasuh anak-anak itu hoaaaaa. . oops hehe.

Tanpa mbak ART memang lebih leluasa, nggak merasa ada yang krik krik gitu. Semua kerjaan dipegang sendiri, dan sesuai selera kita lah hasilnya. Meski hasil setrikaan daku nggak licin paripurna. Terima nasib saja ya papingnya. Heuw.

Dan memang harus kontrol waktu istirahat, nggak usah mikirin kerjaan rumah yang belum beres. Kebiasaan saya kepikiran kerjaan rumah yang belum beres. Ini kadang bikin nggak bisa tidur haha, nggak tahu kenapa. 

Alhamdulillah makin lama jadi makin belajar gimana cara handle semua sendiri. Bukan karena kita nggak butuh orang lain tapi karena memang harus mandiri. Sebagai anak pramuka sejati, ya kudu mandiri dan sosialis juga. #tepukpramuka. Semua yang dilakuin sendiri bukan nggak butuh orang lain, tapi cuma yakin bisa tanpa merepotkan yang lain.

Hmmm, sangat merindukan dimasakin sih 😅 tapi yasudahlah kita coba delivery sajah atau nitip paping #hiaaa.

Dan postingan curhat ini tuntas deh. Lega banget. Uang gaji mbak, jadi bisa beli lensa #eh Sudah. . Yang jelas, tanpa paping yang bantuin jaga anak-anak, tugas setrikaan terbengkalai :) oh iya, baca cerita punya Diah juga yang nggak takut tanpa ART Bertahan Tanpa ART, Siapa Takut? daaaagh. . 





Read More

Pengalaman di Padma Hotel Bandung, Bikin Betah

Pengalaman di Padma Hotel Bandung, Bikin Betah ~ Duh sudah lewat libur lebaran nih. Tapi nggak apa ya bahas liburan yang late post huhu. Liburan keluarga memang selalu dinanti. April lalu, kami sekeluarga melancong singkat ke kota Dilan #hiaaa iya kami jalan dengan naik kereta api ke Bandung. Naik kereta ke Bandung memang paling betul untuk yang nggak tahan macet. Nah, saya mau cerita pengalaman menginap di Padma Hotel Bandung bersama keluarga.


review pengalaman di padma hotel bandung, bikin betah


Kami naik kereta ber-4 ke Bandung, sampai sana ketemu sahabat-sahabat lama. Faktanya cukup nyaman naik kereta ekonomi Bandung. Cuma saya kebagian berhenti di stasiun Purwakarta, lumayan lama. Anak-anak anteng, bisa tidur. Sampai Bandung kami nyobain naik angkot ke Lembang. Butuh waktu 1 jam, kena macet sedikit sih pas berangkat. Adik sempat rewel karena dia maunya turun lari-lari. Minta perosotan lah. Haha. Alhasil paping beli sosis di pinggiran jalan raya. Demi memecahkan kebosanan bocil. So far so good, sampai juga di Lembang. Alhamdulillah.

Sebelum kami menginap di Padma, saya ada acara reuni smk Telkom di Lembang. Dan mampir ke lokasi-lokasi terdekat di sana seperti De Ranch, Dago Dream Park.

Bandung waktu minggu itu macet benerrr, kami dari arah Dago Dream Park yang jalanan menuju sana pun aduhay.#banyakinistighfar. Dari arah Lembang ke Dago Dream Park tuh masha Allah. Bagus viewnya tapi tegang juga karena ada jalan nanjak gitu, sangat curam.

Okay, balik ke Padma. . Sampai di hotel kami disambut oleh staffnya, saya dan anak-anak ke lobby. Duduk-duduk lalu disuguhin minuman. Di hotel ini anak-anak senang banget. Kolam renangnya air hangat. Jadi nggak khawatir cuaca dinginnya Bandung menusuk kalbu hehe. Kami tiba sore hari, langsung nyobain afternoon tea. Restonya enakeun. View hijaunya, love the ambience deh pokoknya. Betah lah huhu. Bisa pilih sarapan dengan menu yang beragam.


pengalaman di padma hotel bandung, bikin betah


Oh ya, ternyata ada fasilitas antar jemput bandara ataupun stasiun. Dan ini harus konfirmasi ke pihak hotel satu hari sebelumnya. Sayangnya kami tuh skip di sini hihi.

Hmmm, dan anak-anak nggak mau nunggu hari berganti, langsung minta renang. Tersedia 3 kolam. Yang khusus anak-anak 1 buah, yang kolam dewasa 1 buah, kolam kecil satunya untuk suhu lebih panas lagi.


pengalaman di padma hotel bandung, bikin betah



pengalaman di padma hotel bandung, bikin betah




pengalaman di padma hotel bandung, bikin betah


Kids activity di Padma cukup banyak. Nggak mati gaya walau menghabiskan waktu di hotel seharian. Arena outdoor nya juga asyik. Tersedia flying fox untuk usia minimal 5 tahun. Saya dan paping mencoba tak melewatkan flying foxnya.


pengalaman di padma hotel bandung, bikin betah

pengalaman di padma hotel bandung, bikin betah


Kids bisa feeding rabbit alias kasih makan kelinci. Ada hewan lainnya juga seperti kambing, ikan dll. Saya agak lupa nih hewan lainnya. :))


pengalaman di padma hotel bandung, bikin betah


Pokoknya service excellent deh. Suka. Almost perfect.
Kamar nya nyaman, bersih, lengkap.
Pemandangan balkon yang nyejukin hatiii.

Untuk dinner, waktu itu kami jalan kaki ke Kalpa Tree dan Kalpa Tree worth it buat dicobain. Kamu-kamu bisa cek postingannya ya Menikmati Kalpa Tree Bandung.



Btw, selamat idul fitri ya. . Mohon dibukakan pintu maaf bila ada postingan yang kurang berkenan^^. Tungguin postingan selanjutnya ya (".)

Padma Hotel Bandung
Jalan Ranca Bentang No. 56-58, 
Ciumbuleuit, Cidadap, Ciumbuleuit, Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142

Read More

Rokok Harus Mahal Adalah PR Kita Bersama!

Rokok Harus Mahal Adalah PR Kita Bersama ~ Salah satu hal paling bikin malas adalah bertemu orang yang merokok di tempat umum. Apalagi kalau di area anak bermain seperti taman atau kolam renang. Duh rasanya geram banget. Apa tidak bisa dilakukan pada tempatnya? Ketika mendengar Rokok Harus Mahal, saya sih yes. Kalau perlu ya semahal mungkin, namanya juga usaha. Usaha supaya masyarakat miskin juga anak-anak tidak bisa semudah membalikkan telapak tangan untuk mendapatkan rokok. Why not?

rokok harus mahal


Rokok Harus Mahal? Sebenarnya Apa Tujuannya?
Jadi kalau masyarakat miskin mengutamakan untuk beli rokok, sudah otomatis mereka nggak sehat dan produktifitasnya akan menurun karena sakit-sakitan. Pemerintah mengeluarkan jaminan kesehatan untuk itu? lebih miris lagi. Rokok Harus Mahal itu Capaian SDGs dan Menyelamatkan JKN. Karena terkait tentu saja yang namanya kemiskinan pasti kaitannya dengan SDG’s atau Sustainable Development Goals. Apa SDGs?  Tujuan pembangunan berkelanjutan 2015-2030.

Pengendalian tembakau tak hanya berperan untuk meningkatkan kesehatan. Pengendalian tembakau dapat mendukung 17 poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs). Termasuk pada poin pertama, yaitu masalah kemiskinan dalam bentuk apapun. Kelompok masyarakat berpendapatan rendah dapat mengalokasikan uangnya untuk belanja kebutuhan primer yang lebih penting dibanding membeli rokok. Menaikan harga rokok sehingga tak lagi terjangkau oleh kelompok miskin diyakini akan mengurangi prevalansi perokok di kelompok ini. Dan kelompok miskin dapat mengalokasikan uangnya ke kebutuhan primer atau hal-hal yang penting lainnya dibandingkan membeli rokok, kira-kira seperti itu harapannya.

Jadi kesimpulannya Rokok Harus Mahal itu untuk mensejahterakan masyarakat, termasuk salah satunya adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan juga untuk bisa menghasilkan sumber daya yang lebih baik.


Dukung Kampanye Rokok Harus Mahal!
Ketika mendengarkan siaran campaign Rokok Harus Mahal, terasa kobaran semangat masyarakat mendukung Rokok Harus Mahal. Minggu lalu bahasan tentang Rokok Harus Mahal ini ada di 100 radio jaringan KBR, di Jakarta dengan Power Radio 89,2 FM dan di Pekan Baru bisa didengarkan di Green Radio. (Program radio Ruang Publik KBR) #RokokHarusMahal #Rokok50ribu

Narasumber saat siaran kampanye Rokok Harus Mahal diantaranya Dr Arum Atmawikarta, MPH, Manager Pilar Pembangunan Sosial Sekretariat SDGs Bappenas, Tulus Abadi  Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Mas Jalal dari Koalisi bersatu melawan kebohongan Industri rokok.

Saya lumayan kaget ternyata bagi masyarakat miskin yang merokok, dan buat mereka rokok itu berhak jadi kebutuhan pokok setelah beras. Malah mungkin rokok lah yang utama. Ya Allah . . sedih

Harga Rokok Yang Murah Membuat Konsumsi Rokok Makin Tak Terkendali
Sedihnya, masyarakat miskin seharusnya memikirkan panganan yang baik bukan membeli rokok. Rokok yang semakin lama kelamaan dikonsumsi akan membuat penyakit. Kalau kata peribahasa, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Hmm makanya Rokok memang benar Harus Mahal.

Dengan siklus kemiskinan atau bahkan siklus pemiskinan, karena berdasarkan data 7 tahun terakhir sebetulnya kelompok miskin yang merokok itu proporsinya meningkat. Kalau kita tahu data bahwa sekarang juara dunia pria merokok itu proporsinya ada di Indonesia, karena pria Indonesia dewasa 67 persennya merokok. Nah dari proporsi merokok itu sebetulnya sangat tinggi proporsi orang miskin di situ. Ujar Mas Jalal.


Kenapa sih masyarakat miskin merokok juga?
Kita tahu bahwa rokok dalam kandungannya kan ada nikotin, nikotin ini kan adiksi. Siapapun yang sudah teradiksi itu, tidak kenal kaya, tidak kenal miskin, sehingga dia akan kencanduan untuk itu. Ketika di satu sisi ada adiksi dan ada aspek keterjangkauan bagi mereka itu yang kemudian jadi klop. Oleh karena itu harus dibuat tidak bisa dijangkau.

Dari diskusi kampanye Rokok Harus Mahal, banyak para penelepon yang memberi banyak masukan. Kurang lebihnya ya, semua pihak harus andil dalam masalah Rokok ini. Ada salah satu penelpon yang menyuarakan pendapatnya, saya rasa pendapatnya jleb banget!

"Perdebatan soal ini tuh susah, ada kontrol dari pabriknya. Karena kalau sudah teradiksi sulit. Kalau anak-anak di sekolah bagaimana mereka tidak mau merokok kalau mereka lihat gurunya juga merokok. Ini tidak bisa dibiarkan."

Saya sangat sangat setuju. . 


rokok harus mahal
sudah mengisi petisi? saya sudah ^^


Seberapa Mahal Harga Rokok Seharusnya?
Info yang diutarakan pak Arum, harga yang 50 ribu didapat dari survei FKM sebuah lembaga DKFM UI. Pertanyaan sederhana yaitu : akan berhenti merokok jika angka diterapkan sampai berapa? Mayoritas menjawab berhenti merokok ketika harganya 50 ribu rupiah per bungkus.

Dan sudah terbukti di banyak negara bahwa instrumen untuk bisa menekan prevalensi merokok itu adalah dengan menaikkan harga tersebut. Ya pada saat ini ya 50, ya termasuk yang akan kita kampanyekan, tapi kedepan akan kita tingkatkan lagi, sehingga peluang untuk, terutama kelompok miskin untuk bisa mengakses rokok itu yang ingin kita tekan terus. Karena terus terang yang paling menderita akibat rokok itu pada kelompok yang miskin tersebut. Ujar pak Arum.

rokok harus mahal



Faktanya Di Indonesia, Mudah Mengakses Rokok. 

Rokok ilegal itu banyak, dan rokok dijual secara ketengan. Wah wah, cukup banyak PR kita bersama nih! Rokok Harus Mahal dengan memperhatikan pengendalian penjualannya. No ketengan!

Jadi Semua pihak harus bekerja sama agar rokok tidak mudah beredar.
Perihal ini bisa dimulai dari keluarga dan pendidikan. Mulai dari keluarga, alhamdulillah pak suami tidak merokok. Kalau pak suami ditanya "kenapa kamu tidak merokok?" Beliau jawab, "babeh aja nggak merokok!" Noted ya, anak-anak melihat dan mencontoh. PR buat para ayah ibu untuk tidak merokok. Supaya mereka nggak mencoba dan akhirnya kecanduan rokok. Sedikit cerita,bapak mertua saya memiliki 4 anak laki-laki dan semuanya nggak ada yang merokok. Pondasi yang kuat dari keluarga memang sangat perlu.

Well, temans juga bisa mengisi petisi RokokHarusMahal di link ini ya RokokHarusMahalMari sehatkan anak-anak, keluarga generasi bangsa tanpa rokok.





Artikel ini juga diikutkan dalam Serial Lomba Blogger #RokokHarusMahal Episode 4 yang diselenggarakan oleh KBR.id.

Read More

5 Menu TerFavorit Saat Bulan Puasa

5 Menu TerFavorit Saat Bulan Puasa ~ Hmm, bahasan yang nggak pernah bosan diobrolin ya tentang makanan. Ya kan? Buat saya makanan itu bisa membuat kenangan khusus, deep. Apalagi bulan puasa gini, tentu sangat merindukan makanan yang khas saat ramadan. Collaborative Blogging yang ke-3 ini mengangkat tema Makanan Yang Dirindukan Saat Bulan Puasa. Saya berusaha mengingat-ingat apa saja makanan yang menjadi favorit pas bulan puasa. Nggak berpikir keras sih hehe. Cuma saat menuliskan ini saya sedang puasa. Okay, apa sih makanan atau minuman terfavorit saat bulan puasa?


5 menu terFavorit saat bulan puasa

1. Kangen Dengan Biji Salak
Pernah bikin biji salak dan baru sekali coba. Mau bikin lagi deh tapi. . belum ada niat dan tekad yang kuat nih huhu. Mungkin di akhir ramadan bakal saya coba bikin lagi. Saya nggak gitu suka kolak. Tapi kalau isinya si biji salak, nggak nolak. Apalagi kalau dingin. Biji salak adalah makanan yang terbuat dari ubi. Bikinnya mudah banget. Intip di sini ya Resep Kolak Biji Salak

5 menu terFavorit saat bulan puasa


2. The Gorengan
Gorengan ini semacam candu. Huhu. Entahlah kalau bulan puasa tuh paling terkenang, membekas di hati adalah martabak tahunya uti. Kangen berat karena sekarang sudah nggak jadi anak-anak lagi. Hiaaa. Martabak tahu cocol saus gitu. Sudah. Selain martabak tahu, ya apalagi kalau bukan bala-bala the one and only, alias mbakwan. Alhamdulillah saat buka puasa bareng tetangga sebelah, ku dapat bala-bala. Uhuy. Saya suka bikin tanpa toge, jadi cuma wortel dan kol saja. Hmmm, duh!


5 menu terFavorit saat bulan puasa
source: twenty20


3. Sang Es Timun Suri
Kalau lihat timun suri, otak langsung kodein bahwa ini tuh khasnya bulan puasa. Ah, pokoknya timun suri jadi mahal deh pas awal bulan puasa. Timun suri campur sirup saat buka puasa seperti pelepas rindu, dahaga sirna. #apasih. Saya love banget sebenarnya sama timun suri cuma pak suami sih biasa saja sama doi. Dan Kaina nggak gitu suka. Jadi mungkin saya dan Ashika yang bisa sungguh-sungguh menikmatinya. Heheu

4. Si Teh Manis HANGAT
Istimewa sangat ya teh manis hangat untuk buka puasa. Dia tuh sudah manis, hangat pulak. Gimana saya nggak suka. Lol. Teh Manis biasanya jadi pembuka saat bedug, adzan maghrib berkumandang. Dengan gula yang nggak terlalu manis, saya lebih suka. Terus lanjut takjil tipis-tipis dan langsung makan besar. Seringnya takjil dimakan lagi selepas tarawih. Karena sudah terlalu kenyang kalau dihajar semua.



5 menu terFavorit saat bulan puasa
source: Pixabay

5. Asinan
Mau asinan sayur atau buah, saya selalu ingat makanan ini adalah makanan di bulan puasa. Hihi. Nggak tau kenapa. Favorit lah kalau ada yang suguhin, bikin sendiri mah belum pernah.


5 menu terFavorit saat bulan puasa
Source: twenty20

Cuma ada 5 yang terfavorit buat saya, kalau Mak Yunita cerita tentang es goyobod menjadi salah satu kuliner khas dan dirindukannya saat ramadan. Baca cerita lengkapnya di Kuliner Ramadan Yang Khas Dan Dirindukan. Atau bisa berkenalan lebih lanjut dengan beliau via blog, kak Yun http://www.greenyunita.com/.

Nah ya, kalau kamu pasti punya menu terfavorit saat bulan puasa kan? Apa saja sih. Share di komen yuk! 

Read More

Sharing Ala Ruang Mama

Sharing Ala Ruang Mama ~ Ibu tak sendiri. Dengan segala problematika yang ada, pasti tiap ibu punya kasus yang kurang lebih sama. Yaa meskipun nggak sama persis, paling tidak kita bisa bertanya maupun saling mencurahkan isi hati. Banyak sekali hal yang bisa digali dari komunitas ataupun forum yang membernya adalah para ibu. Saya mendapati sebuah kegiatan bernama Ruang Mama. Seperti apa ya Ruang Mama?




Jadi sebelum puasa ramadan, saya ikut acara sharing Ruang Mama. Di mana foundernya sendiri yaitu sahabat sekolah saya yang bernama Miranti. Beliau juga founder Teman Main. Wah wah, Ranti memang luar biasa. Bangga banget sama kamu!

Btw, Ruang Mama waktu itu mengangkat topik yang "saya banget" Saya lagi mengalaminya banget. Ruang Mama menghadirkan juga psikolog.



Qadr Allah, psikolognya juga teman sekolah saya hihi. Acara dimulai dengan ice breaking. Semacam games sekilas sebelum kami memulai materi. Temanya "Pengaruh Kalimat Negatif Terhadap Tumbuh Kembang Anak" dengan narasumber Senja Kurnia Putri, M.Psi, Psikolog (Psikolog, Ibu 1 anak).

Ruang Mama salah satu kegiatan yang positif. Saya sih merasa, memang perlu banget para ibu ikut kegiatan seperti ini. Kegiatannya jelas terarah karena bisa Q&A dengan sang psikolog ya. Serius tapi santai. Bercandanya dapeet hehe namun banyak ilmu yang bisa dibawa pulang. Tentu bisa langsung dipraktikkan ya.


Ibu Senja

Masalah pola pengasuhan anak cukup rumit kan. Saat sharing tentang pengaruh kalimat negatif terhadap tumbuh kembang anak berasa ada saja kurangnya, kurang rapih dalam menyusun kata-kata dalam menghadapi anak. Senja juga menjelaskan tanpa jarak, dengan bahasa yang nggak kaku dan mudah dipahami. Acara ini boleh membawa anak, waktu itu saya datang bersama Kaina. Dia cukup anteng bermain di area Ruang Mama.


source: Ranti

Balik lagi ke bahasan pengaruh kalimat negatif, kita pernah tanpa sadar mengungkapkannya pada anak kita? Percaya nggak, kalau molekul air bisa berubah bentuk ketika diberikan suatu kata negatif? Jadi ada sebuah penelitian di Jepang telah membuktikannya.. Jika air saja bisa bereaksi, bagaimana dengan manusia ya?

Kalimat negatif memang sangat mempengaruhi kehidupan kelak si anak. Saya pernah mengalaminya. Kaina dibilang sama uti, "Kaina, kok nggak bisa dibilangin ya". Besokannya Kaina balikin omongan itu sama saya. "Aku kan nggak bisa dibilangin kata uti, yaudah nggak mau lakuin itu". Jeng jeeeeng tada. .yakan yakan. Duh, padahal baru sekali lho uti bilang gitu. Saya jadi tarik nafas dalam-dalam deh menghadapinya.

Senja menyarankan jika sedang dalam amarah baiknya minta izin ke anak, minta waktu untuk menenangkan diri. Yuk mulai berubah, kalau terbiasa dengan kalimat negatif menghadapi anak. . masih bisa kita ubah kok sebelum terlambat. Tentu butuh waktu ya.

Ng, kadang suka berpikir, apa terlalu lembek, apa malah terlalu galak kah? Atau sudah benar  perilaku saya sama anak-anak. Hmm, ya ternyata bagaimana pun, seberapa menjengkelkannya anak- anak itu tetap harus diperlakukan dengan calm saja untuk usia golden age lho ya hehe.

Well, Ruang Mama memberikan saya teman-teman baru yang juga berperan sebagai ibu. Sharingnya membekas dan memang harus selalu menambah ilmu supaya cerdas emosi. Karena kegiatan seperti ini, saya jadi diingatkan kembali bahwa pengaruh kalimat negatif tidak memberikan manfaat apapun untuk anak.

Sekian ya, semoga bermanfaat. Semangat berpuasa.
Read More

Ketika Melahirkan Anak Perempuan (lagi)

Ketika melahirkan anak perempuan (lagi). Saya merasa bahagia anak-anak lahir dengan fisik yang baik, semua kondisi dalam keadaan normal. Alhamdulillah, Allah nggak ngasih perasaan kecewa. Pokoknya bahagia saja, bersyukur terus. Kenapa postingan ini harus naik? haha karena mau curhat-curhatan sama Diah. Partner yang nun jauh di sana yang kedua anaknya adalah lakik. . Okay, bahasan melahirkan anak perempuan lagi, why not? Allah know best.



ketika melahirkan anak perempuan lagi

Baca juga cerita punya Diah ya Ketika melahirkan anak laki lagi

Beberapa orang beranggapan, belum lengkap kalau cuma punya 1 jenis. Anak cowok atau cewek doang. Yaaa belum sepasang lah. Hihi. Awal-awal agak malas mendengarnya. Tapi mungkin bawaan sehabis melahirkan, capek kzl zbl jadinya. Tapi makin kesini sudah setrong lah. No baper anymore. 

Ketika Melahirkan Anak Perempuan (lagi). .

Netijeeen. .
Tambah lagi dong nanti satu lagi cowok..
Masih penasaran nihyeeee..

Ah sudahlah (lol)

Dua anak cewek itu membahagiakan banget, beneran hehe.
Adik Ashika lebih besar nyali coba-cobanya dari kakak, ini sudah cukup bagi hamba :))
Elus dada melulu. Iya, mungkin Allah kasih anak cewek lagi karena saya nggak sanggup mendidik anak laki-laki secara baik. Anak laki-laki harus memiliki tanggung jawab besar, boleh menangis tapi tetap logis dalam menghadapi segala masalah. Ini mungkin yang saya nggak bisa jalaninnya. Saya mungkin nggak bisa mendidiknya. Makanya Allah beri anak perempuan lagi, sementara ini.




Hemat! Anak perempuan (lagi), hemat deh hihi. Pastinyaaa. Setelah dokter bilang jenis kelamin si calon adik adalah cewek. Semua bajunya kakak langsung ke adik. Saya sudah tenang deh, nggak perlu banyak beli-belian perlengkapan baby. Duduk anteng menunggu HPL. Paling agak grogi karena mau usaha melahirkan normal.

Selain baju, mainan pun menjadi milik adik. Yeaah! Turun tahta. Pokoknya yang masih layak pakai, langsung dijadikan hak milik sama adiknya hihi.

Girl Power. .
Serunya ngebayangin nanti kalau mereka sudah pada besar, bakalan sering jalan bertiga karena sang cowok paling ganteng sibuk kerja :p Kalau pas masih kecil gini, rusuhnya lumayan. Tapi ya nggak berantem melulu sih. Ada timingnya. Saya tutup kuping kalau mereka lagi riweh. Cewek-cewek kalau lagi sensi, senggol bacok banget. Yang satu nangis, yang satu lagi juga nangis haha. Aku kudu salto kali ya. Gitu deh kehidupan bersama anak-anak. Mau ikutan nangis kan nggak mungkin.



Baca Juga Yuk: Seandainya Memiliki Anak Laki-Laki

Ng, btw, katanya lebih perhatian anak cewek daripada anak cowok? Nggak juga. Tergantung didikannya. Karena punya dua anak cewek, berarti menantu saya nanti adalah laki-laki. Dengan harapan, nggak rempong. (jauh banget mikirnya nih).

Duh, pembahasannya melebar-lebar nih. Sejujurnya, lagi nggak fit banget beberapa hari ini. Hehe. Yang jelas, memiliki dua anak cewek adalah kebahagiaan. Apalagi kalau dicurhatin driver ojek online tentang anak cowoknya. Dia bilang, mendingan anak cewek deh! Nah, tapi balik lagi ke pribadinya masing-masing. Gimana cara mendidiknya. Yakan?

Untuk sementara waktu, saya fokus mendidik yang sudah ada saja. Mereka butuh kasih sayang sangat. Kaina hampir 5 tahun dan Ashika 2 tahun yang luar biasa. Saya lagi asyik sama mereka. Belum kepikiran buat nambah adik. Huhu. . Ya Allah maafkan akuu. Tapi rasanya nyali saya nggak sekuat orang jaman dulu untuk nambah anak. 

Mudah-mudahan dengan dua anak perempuan ini bisa mengantarkan kami berdua ke surga Engkau ya Allah. Amin.

Baca Juga Yuk: Memiliki Dua Anak

Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena