Bayar Denda BPJS lewat Aplikasi Mandiri Online

Lagi-lagi saya terjebak dalam membuat kata pembuka yang sulit di blog sendiri. Haha. Oke deh. Kali ini saya hanya ingin berbagi informasi kembali. Mudah-mudahan bermanfaat ya. Bisa nyangkut di mesin pencarian mbah google. Waktu itu saya memang agak kesulitan untuk dapat informasi terkait pembayaran denda BPJS. Gimana sih cara bayar denda BPJS? Berdasarkan pengalaman pribadi saya coba tuliskan. Bayar denda BPJS lewat aplikasi Mandiri Online, bisa?

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online

Saya belum pakai BPJS, tiap sakit atau melahirkan masih menggunakan asuransi dari kantor pak suami. Cuma memang kan setiap pegawai kantor paping, harus dibikinkan BPJS oleh perusahaan secara kolektif walaupun sudah pakai asuransi swasta. Cerita tentang gimana BPJS itu saya lumayan familiar. Kalau nggak dibayar premi tiap bulannya, ada denda. Misalnya masuk RS dan mau pakai BPJS, harus beres juga biaya administrasi termasuk dendanya.

Beberapa waktu lalu saya mencoba bayar denda BPJS milik kakak. Saat itu kakak ipar sedang dirawat di rumah sakit, yang mengurus administrasi adalah kakak saya. Beliau mau bayar denda BPJS melalui ATM. Berhubung nggak punya rekening Mandiri, katanya mau cari kantor pos saja yang sudah pasti bisa melayani pembayaran denda BPJS. Sejujurnya saya nggak ngerti tentang denda BPJS. Lalu nyari informasi di mbah google deh. Kalau kata kakak saya yang berdasar dari petugas rumah sakit, bayar denda BPJS lewat atm Mandiri, kantor pos atau alfa juga indomart. Pesan dari petugas rumah sakit, ke kantor pos saja yang sudah pasti.

Nah, daripada nyari kantor pos mending saya coba dari aplikasi Mandiri Online karena lagi nggak bisa juga keluar rumah untuk mampir ke atm. Ternyata mudah banget, bayar denda BPJS lewat Mandiri Online. Atas inisiatif sendiri sih saya nyobainnya, karena kakak nggak minta tolong apa-apa. Qadr Allah mudah banget.

Pastikan kamu memiliki rekening bank Mandiri ya dan menginstall aplikasi Mandiri Online.

Buka Aplikasi Mandiri Online
Masuk ke menu Bayar

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online

Buat Pembayaran Baru
Pilih Asuransi


bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online

Lalu pilih penyedia jasa

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online

Ketik BPJS, pilih BPJS Kesehatan Denda

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online
Saldo dihilangkan yes, takut ada yang mau ngisiin 😂

Masukkan Nomor Pelanggan dengan Nomor JKN peserta.

Pilih LANJUT

Total jumlah akan sama dengan yang tertera dari rumah sakit.

Lalu seperti biasa akan dapat bukti pembayarannya.

bayar denda bpjs lewat aplikasi mandiri online


Alhamdulillah teknologi memang bikin hemat waktu dan tenaga. Kakak saya bisa lanjut mengurus sang suami. 

Gimana nih? Moga tulisan ini bermanfaat ya. Bayar denda BPJS bisa lewat Mandiri Online juga.
Read More

Anak Kedua Yang Luar Biasa

Anak kedua. . Hmm nampaknya saya harus tarik nafas dahulu untuk melanjutkan cerita tentang anak kedua kami. Kok gitu? Haha. . Anak kedua yang sangat istimewa deh pokoknya. Lelah campur aduk melebur jadi satu kalau sudah menghadapinya.


Ashika Almas, di tahun 2016 kelahirannya dan jaman dia lahir nih mamaknya mau nonton AADC 2. Jadilah Ashika dinamain Cinta haha. Ashika memang beda, dari golongan darahnya juga proses persalinannya. Karena melahirkan Ashika, saya bisa merasakan gimana sih persalinan spontan alias lahiran normal. Anaknya bikin saya muleees. Cuma rada ngajak bercanda pas mau keluar, malah masuk lagi kepalanya. Alhasil kepalanya divakum oleh dokter sampai beberapa kali.

Waktu dokter kasih tahu kalau anak kedua kami adalah cewek (lagi), kebayang nih kelakuannya cewek gitulah, nanti sama kayak kakak Kaina. Pastinya dong dia suka boneka. Baju-baju syantik kakak Kaina bakalan dia pakai juga.

Ashika usia 2 tahun masih mau pakai baju gini

Flashback saat hamil Ashika, saya nggak ingat pernah sedih atau tydac? Cuma seingat saya, jarang nangis sih pas hamil Ashika. Hamil Ashika di trimester pertama disuruh bedrest. Saya masuk rumah sakit karena keluar flek aktif. Saya masih naik sepeda 😅.

Memang kehamilan Ashika, maming nggak bisa diam. Masih sering event, ngerjain foto-foto. Sampai saat bertemu Ashika di dunia. Alhamdulillah. Ini anaknya juga nggak bisa diam. HAHA.



Ampun deh Ashika. Lebih suka mainan cowok. Anaknya tomboy gitu. Minta topeng spiderman lah, baju polisi, pedang, tembakan. Hadeh. Tenaganya kuat. Keahlian buka bungkus makanan, pakai dan lepas baju, khatam dengan sendirinya. Jaman dulu, masih suka makan sendiri. Nggak mau disuapin, sampai punya Ugo. TARA. .Ashika jeleeeees BGT. Semua baju Ugo mau, ya hampir dia pakein baju Ugo semua kalau muat 😅

Kadang kalau malam, maming nenenin Ugo. Lalu dia bete. Ya pokoknya kalau nggak ada teman dia sedih. Ashika nggak senrimo Kaina saat punya adik. Istimewa deh.

Di 3 tahun menuju 4 tahunnya, masih maunya pakai baju yang itu-itu lagi. Jaman Kaina kecil sempat gini juga sih. Cuma Ashika lebih kejaaam kalau sudah ada maunya. Ampun. Baku hantam melulu. Sabar-sabar. Kata paping, "latihan punya anak laki mi 😅". Okeee deh.

Ashika senang kalau lihat seragam polisi, pilot atau tentara gitu. Tomboynya kayak siapa ya? Kata pakdenya sih kayak maming. Mari kita amati lagi 💃. Ashika suka minum susu banget dan semangka. Minuman dingin yang menyegarkaaaan duh jago.

Masih suka nyanyi random, di kamar mandi sholawatan. Suka kalau naik mobil, bus dan alat transportasi lainnya yang intinya adalah halan-halan. Haha. Sampai saat ini yang paling berkesan dari ulah dia adalah nyemplungin boneka ke got dan masuk ke dalam kandang kucing milik tetangga.

Maming paham, setiap anak memang beda. Nggak boleh dibandingin. Ashika, meski lelah sama dia tapi ya sayang dong 😃. Buat maming besarnya kasih sayang ke setiap anak, harus sama, dan berusaha selalu adil.

Moga jadi anak sholehah yaa

Nah, kelar juga deh postingan curhat tentang anak kedua maming. Karena saya dan Diah juga suka curhat di whatsapp tentang anak kedua, jadilah topik ini diangkat heheuu. Semoga melegakan tenggorokan ya #eh melegakan hati. Kangen setelah sekian lama nggak chit chat karena kerempingan masing-masing. Baik-baik yaa di sana, anak kedua mama Diah moga menjadi anak sholeh. Btw, temans bisa baca cerita tentang anak kedua Diah ya:  Uniknya Si Kakak Nomor Dua


Read More

Nggak Perlu Takut Pasang IUD alias KB Spiral, Intip 5 Hal Ini Yuk

Nggak Perlu Takut Pasang IUD alias KB Spiral, Intip 5 Hal Ini Yuk ~ Nggak ada salahnya nyoba kedua kalinya untuk hal yang satu ini. Saya sempat malas menggunakan IUD alias KB spiral, tapi sekarang rencananya memang mau sudahi produksi di rumah. Haha. Karena cukup 3 anak saja kalau Allah mengijinkan ya. Namanya usaha. Btw, malas deh pasang KB spiral soalnya sering banget haid jadi lama dan flek dikit sekali. KB spiral bikin susah sholat dan puasa. Makanya saya sempat lama tidak KB. Lalu kenapa pasang KB spiral (lagi)?


Namanya usaha yaaa, jadi coba lagi deh pasang KB spiralnya. Saat setelah melahirkan Kaina, pasang KB spiral dengan dokter Dessy. Keluhan setelah pakai yaa suka ngeflek gitu. Pernah dibetulkan juga. Beliau pernah ganti posisinya, saya nggak ngerti deh digimanain. Pokoknya digunting gitulah. Kalau ada yang tanya sakit apa nggak saat pasang KB spiral? Menurut saya sih nggak sakit ya, prosesnya memang cepat. Sekitar 5 - 15 menitan. 

Pas mau hamil anak kedua, saya lepas KB spiral. Prosesnya juga nggak sakit kok. Nah, semenjak lahiran Ashika, nggak pakai KB spiral. Sampai akhirnya ada adik Ugo. Lalu nanya ke seseorang sahabat, dia KB spiral dan nggak ngeflek juga, proses lainnya juga nyaman saja. Hmmm, akhirnya saya mau nyoba lagi pasang nih dengan dokter yang berbeda. Bismillah, semoga lancar dan nggak ada keluhan.

Kalau dokter selalu bilang, efek samping IUD itu bikin ngeflek-ngeflek, biasa. Kalau masalah hormonal, nggak ada efeknya. Btw, Dokter Hasta salah satu orang yang kebobolan hamil walau saat itu beliau gunain KB spiral. Sudah kehendak Allah yaaa, secanggih apa pun alatnya. Allah maha tahu yang terbaik.

Alhamdulillah nggak ada keluhan sampai saat ini. Kalau masalah haid, memang menyusui bisa pengaruhi siklus haid pasca melahirkan. Saya juga pernah cerita tentang Kenapa Tidak Haid Setelah Melahirkan.

Semenjak Ugo lahir, haid setelah nifas baru bisa lancar seperti biasa, normal di bulan ke 6. Ini beda dari kakak dan mbak. Dulu tuh setelah nifas langsung haid kayak biasa.

Anw, masih banyak yang takut pakai KB ini ya. Katanya sakit. Tapi sudah pernah coba belum? Hihi. Buat yang lagi memantapkan hati untuk pasang IUD alias KB spiral, nggak perlu takut pasang IUD. Takut sama Allah ajaaah 😃. Intip 5 hal ini yuk. Baca lagii ya.



Sakit Nggak Sih?
Setiap ditanya teman tentang KB spiral. Saya sendiri jawab, nggak sakit. Prosesnya cepat. Setelah alat bentuk T nya masuk, nggak terasa apa pun? Iyaaa nggak berasa apa-apa. Biasanya habis pasang, kita juga di USG sama dokter untuk memastikan apakah posisinya benar.

Pasang IUD Nggak Harus Saat Haid Kok
Kalau case kayak saya gini, yang tidak haid setelah nifas gimana pasang kb spiralnya?
Memang ada yang menyarankan pasang IUD saat haid aja supaya nggak terasa sakit. Tapi nggak harus nunggu haid dulu kok kalau mau pasang IUD. Pasang saat nggak haid juga tydac sakit. IMHO.

Rileks Beberapa Menit Waktu Pemasangan 
Pastikan kamu nggak sedang hamil yaaa. Untuk memastikan, sebelum pasang saya di USG karena nggak lagi haid. Oh ya, dengan rileks akan memudahkan banget proses pemasangannya. Beneeer deh cuma sebentar pasangnya.

Nggak Perlu Takut Pasang IUD alias KB Spiral, Intip 5 Hal Ini Yuk


KB Spiral Boleh Dilepas Kapan Ajaaa
KB spiral ini jangka waktunya 5 tahun. Pas jaman mamah sih ada yang sampai 10 tahun ya, cuma kata dokter sekarang sudah jarang yang sampai ten years hehe. Kalau kamu mau program hamil sebelum 5 tahun boleh lepas kok. Nggak harus nunggu 5 tahun. Proses lepas KB spiral juga nggak sakit, samaaa aja kayak pasang.

Efek Samping KB Spiral
Kalau KB hormonal kayak suntik dan pil gitu, ada pengaruh ke badan, juga ada yang ngaruh ke muka. Cocok-cocokan sih katanya. Saya nggak disarankan pakai KB model itu karena pernah kena bells palsy. Efek samping KB spiral beberapa orang suka flek. Selama flek dan bukan pendarahan ya, nggak usah khawatir. Dan kalau dirasa ada yang nggak enak, langsung periksa ke dokter. Nanti biasanya letak IUD dibenerin. Saat kedua kalinya pasang, flek nggak seperti waktu dulu. Haid juga normal. Alhamdulillah.

Tips pasang KB spiral dari maming:
Deal dengan Pasangan
Pastikan sudah kompromi dengan pasangan ya. Apaqa si pak suami merestui? Kalau tidak, coba diskusi kembali. Cek lagi, hal apa yang membuat pak suami enggan pasang KB spiral. Apa karena dengar kabar kalau pasang kb spiral membuat tak nyaman saat berhubungan? 

Pilih Dokter Yang Sudah Berpengalaman
Pilih dokter yang kompeten, yang bikin nyaman. Ng. . Rada susah kalau nggak nyaman. Saya pribadi dapat Spog wanita yang enakeun, pokoknya favorit banget dokter Hasta di Hermina Tangerang.



Ada yang mau share, yukkkk sila di komen ya 😃 yang jelas, nggak perlu takut pasang IUD alias KB spiral ya.


Read More

Review Dokter Gigi Anak di RS Hermina Tangerang

2020. . Niat mau lebih rajin update blog tapi kayaknya belum terwujud nih. Mau lebih banyak menuangkan tulisan, syukur kalau nyangkut di mbah gugel. Kalau nggak? Ya nggak apa-apa deh 😄. Banyak mau review sebenarnya, review sebulan sekali coba ah. Tapi yang kali ini saya mau ceritain adalah nyerempet review sih, pengalaman ke dokter gigi anak di Hermina Tangerang. Memang nggak banyak dokter gigi anak di sana. Nyari dokter gigi anak yang kid treatmentnya bagus. Kami pun inginnya ke dental kids di Scientia Park, di situ dental kids buka cabang. Cuma menimbang lagi, tes ganti dokter gigi deh di Hermina. Siapa tahu yang kali ini cocok. Dan ternyataaa. .

Oh ya, sempat juga mau ke RS. Awal Bros Tangerang, buat ke dokter gigi anak yang namanya dr. Aurel. Info dari seorang sobat, beliau asyik buat anak-anak. Anak jadi nyaman untuk periksain giginya, sayang waktu itu beliau cuti. Alhasil kami cek ricek daftar dokter gigi anak di Hermina Tangerang. Karena sudah pernah nyoba periksa ke dokter Purnamawati lalu ke dokter yang kali ini yaitu dokter Alfia.

Anak-anak sendiri lebih nyaman dengan dokter kedua, dokter Alfia. Sampai-sampai Ashika jadi berani lho ke dokter gigi. Dia tuh kan duh anaknya, ruar biasa. Dulu ketika periksa di dokter Purnamawati, kesan pulang dari sana baik, tenang, kalem. Cuma lebih cocok untuk dokter gigi orang dewasa. Penjelasannya sih oke. Cuma kan anak-anak harus ekstra ya. Tegang gimana gitu. Haha. Masuk ruangan, lalu ya kayak biasa orang dewasa diperiksa. Ini berbeda dengan dokter Alfia. Beliau ngajak ngobrol dulu, bahasa yang digunakan buat pendekatan ke anak tuh beliau bisaan. Memang kan komunikasi awal kenalan penting ya buat anak-anak. Contoh gini, 
'ini namanya siapa', 
'oh Ashika ya mau bikin balon dari ini nggak? Mainan apa nih kita?'

Anak-anak jadi rileks sebentar kan kalau dengar kata 'main'. Dan diajak nyari kuman di gigi. Dokter mau basmi kumannya dulu ya. Oke buka mulutnya. Eksekusi deh. Haha.

Ashika beberapa minggu lalu mengantar kakak Kaina ke dokter Alfia, langsung mau ikut diperiksa. Kenapa? Kayaknya mau dapat stiker dari dokter kayak Kakak Kaina, Lol. Next time ya dek karena kartu asuransi di maming yang nggak ikut ke RS.

Kesampaian deh hari jumat, cek gigi Ashika. Tambal sana sini. Ashika yang dari rumah sudah bilang nggak mau dipangku. 


Ini awalnya masih maju mundur duduk di kursi lho. Saya bawa Ugo lagi mau bobo. Nggak bisa mangku Ashika. Padahal niat mau mangku dia. Alhamdulillah lancar.

Kalau kakak Kaina lebih duluan diperiksa. Kaina giginya kan ada yang sudah kena syaraf. Gigi depannya keropos, gusinya juga bengkak. Memang Kaina juga sudah bolak balik tambal gigi. 

Nyobain duduk dulu (maaf gelap)

Menurut dokter Alfi, sikat gigi minimal 2 menit. Dok, tiap malam kami gosok gigi sebelum tidur. But heey, kayaknya saya nggak benar gosoknya. Atau lupa remind ke anak setelah makan coklat, permen, es krim dan kengkawannya itu harus minum air putih dan lebih baik berkumur.

Total jendral biaya dokter gigi anaknya untuk Ashika yang ditambal besar 2 jtan. Kalau Kaina kisaran 1.2 jt. Kaina harus nunggu kempes yang bengkak. Syaraf gigi depannya dibenarin oleh dokter Alfia.

Kami diantar sama uti dan pakde. Jumat ini anak-anak belajar lagi. Apalagi Ashika. Setelah ditambal, nunggu 1 jam dulu kalau mau makan. Tapi boleh minum kok.

Btw, pernah ada yang DM nanya dokter anak di Siloam Tangerang. Saya jarang sekali periksa di sana. Pernah, itu hanya satu kali. Dan nggak mau balik lagi (yaiyalah, siapa yang mau bolak balik ke RS). Kalau dokter anak Hermina, lumayan pernah nyoba ganti-ganti. Sejauh ini masih dokter Aryz Pribadi untuk dokter favorit. Bisa juga second opinion ke dokter Adhani atau dokter Zaza ya. Tapi kembali lagi cocok-cocokan. Mungkin nggak cocok di saya tapi cocok di kamu, mungkin juga sebaliknya. Kenapa dokter Aryz? Salah satu alasannya, Dokter Aryz sangat jarang ngaret.

Terima kasih ya dokter Alfia. Untuk teman-teman di sekitar kota Tangerang, bisa mencoba dokter gigi anak di RS. Hermina. Kids friendly deh. Cocok buat anak-anak. Kenapa sih maming ke Hermina Tangerang? Soalnya rs rekanan asuransi disitu hehe. Karena juga asuransi dari kantor di poli eksekutif. Jadi sudah dibedakan dengan BPJS. Ini mau saya bahas tapi nggak jadi melulu. 😃

Semoga tulisan mengenai dokter gigi anak di Hermina ini bermanfaat ya. Boleh komen juga dokter gigi anak di kota kamu, kasih reviewnya ya 😊
Read More

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia ~Libur telah tiba, hatikuuu gembira. Enak sih kalau si kakak libur. Jadi mbak Ashika ada teman mainnya. Eh jadinya ke mana liburan tahun ini? Kalau kami sekeluarga sepertinya nggak halan-halan. Mungkin main ke taman kota di dekat rumah aja. Itu pun weekend kemarin dan saya nggak bisa ikut karena Ugo sempat demam. Gitulah kalau mulai Mpasi, ada aja bayik 😭. Moga Allah kuatkan saya. Well, lanjut cerita liburan dan diskon ya. Hehe. Belanjaan si paping yang dapat diskon buku buat anak.

Paping beli beberapa buku buat anak-anak. Ada story book dan activity book sih. Saya cuma diinfo paping beli buku dan nunggu bukunya mendarat di rumah. Ah semoga babang kurirnya nggak anter pas jam boci anak ya. Kadang suka malas beli online tuh, babang kurir teriak 'pakeeet' saat anak-anak mau tidur siang. Jadilah terdistract, buka paket duluuu si anak-anak.

Alhamdulillah paket dataaang bukan di saat jam boci ya. Paping beli buku di tokped alias Tokopedia. Beli di official Gramedia. Random sih katanya milih itu. Saya nggak tau menau pokoknya pas buka paket shock. Kok lebih dari 2. Dan cek harga belakang bukunya kok lumayan ya haha. Habis berapa itu? Kayaknya hampir 400ribu nih. Langsung whatsapp (dasar emak😂).

Ini dia buku-bukunya. Lucu dan bagus banget. Nggak ada cacat. Beli 4 dapat bonus 1 buku karena buku yang dimauin ternyata habis. Mungkin supaya nggak kecewa ya.

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia

Paping beruntung dapat diskon buku yang semua bukunya bagus. Nggak ada yang minus sih. Harga total jendral 80ribu.

Dalam buku tersebut kayak gini nih

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia


Ada juga buku mewarnai Tsum Tsum.

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia


Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia


Dalam buku mewarnai, polanya beragam. Ada besar, kecil, detil juga. Gambarnya unyu-unyu banget.

Kalau ini buku  Little Pony. Dalamnya tuh berwarna kayak majalah gitu. Sudah cencu colourfull.

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia

Itu bukunya kakak Kaina sih. Kalau Ashika masih dibacakan ya. Nah yang tyrex ini Ashika suka. Dia milih buku ini nih pas paket datang. Isinya seputar hewan saurus, mengenal karnivora, herbivora. Dari buku ini dapat istilah baru.

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia

Berkat buku anak-anak, saya jadi belajar lagi. Rerfresh pengetahuan deh. Oh ya ada satu buku lagi. Activity book buat Ashika.
Dia belum terlalu suka dengan buku kayak gini, but it's okay 😃

Pengalaman Beli Buku Diskon Gramedia Lewat Tokopedia

Nah, dapat banyak kan bukunya. Asyik banget rejeki diskon buku ini, dengan 80ribu sajah. Pengalaman yang amazing lah buat buibu kalau dapat diskon tapi bagusnya kebangetan. Gimana cerita liburan kamu. Mumpung last day di 2019 😃 
Read More

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain

Standar Kebahagiaanmu~ Akhir-akhir ini saya nonton beberapa film lewat iflix. Nyari yang ringan-ringan. Alhamdulillah nontonnya putus-putus haha, karena harus ngurusin anak dan koneksi  internet yang kurang bersahabat. Dari nonton film lumayan banyak yang didapat. Tapi sih saya bukan movie freak. Biasa saja. Kalau bisa nonton, alhamdulillah, kalau nggak? Yaa sudah nasib 😅. Terus apakah hidup kamu bahagia cig? Alhamdulillah selalu.

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain

Kehidupan selama 6 bulan dengan 3 anak membuat saya lumayan ngos-ngosan. Bukan karena urusan domestik. Saya nggak terlalu pusingin kalau cucian, gosokan dkk karena ada mbak #hiaaaaa. Serius, kayaknya walau nggak ada mbak, urusan domestik nggak dipusingin. Soalnya bukan tipe yang mikirin kerjaan domestik, saya biasa langsung kerjain tuh cucian dan gosokan jadi nggak numpuk #sombongAmad. Tapi mbak cukup sangat membantu domestik saya. Nah, masalahnya? Menghadapi anak-anak itu bikin mood hilang arah. Yang tadinya mau masak, jadi nggak pengin masak. #alasan. Nah kalau sudah nggak mood gitu kayaknya harus jeda. Sedikit me time katanya perlu.

Standar Kebahagiaan Yang Berbeda.
Jadi bahasan kali ini apa sebenarnya? 😅 ng, anu. . Saya mau bahas standar. Standar sepedah? Eh bukaaan. Apa sih standar kebahagiaan kamu dari lubuk hati yang paling dalam? Dari film OKB alias Orang Kaya Baru, belum tentu bahagia, orang yang punya semuanya. Seperti cerita film itu, keluarga yang pas-pasan berubah menjadi kaya. Berharap masalah bisa kelar dengan beli semua keinginan. Apa lantas bahagia? Ternyata justru kebalikannya.


Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain


Your Happiness, Made It.
Hmm, bahagia itu benar adanya kalau kita yang ciptain. Bukan berdasar feed igs orang. Terus bandingin kehidupan kamu. Dan celakanya kalau kamu nggak kayak gitu, jadi sedih? Okay, siapa sih yang nggak mau liburan? Mungkin hanya beberapa orang doang yang nggak kepengin liburan. Makanya standar bahagia setiap orang ya pasti beda dong. Ada yang mintanya banyak, ada yang gayanya banyak, ada yang mukanya banyak (ehhh ini apaan sih?).

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain


Kebahagiaan saya saat ini adalah punya anak-anak yang sehat dan memiliki suami yang menerima segala kelemahan plus curhatan saya 😂.  Lalu saya yang juga sehat wal afiat, bisa waras mengurus anak-anak.  Kami juga masih memiliki kedua orang tua, mereka sehat semua sudah cukup banget. Rasanya itu sudah cukup buat saya bahagia. Yakin? Materi gimana. . Gimana ya. Dari dulu nggak terlalu gimana-gimana sih, punya rumah buat tidur sudah amat bersyukur. Kesehatan adalah yang paling utama pokoknya. Sehat sampai menua, nggak muluk-muluk.

Suuu Cukup. .
Cita-cita yang mungkin terlalu minimalist haha. Ya semacam kalau ditraktir sama temen tapi cuma pilih pesan minumnya es teh manis. Alhamdulillah cukup. Semua sudah cukup. Nikmat luar biasa. Walau kadang mulut netijen kejhaam, makasih lho #mademestrong (nangissambilngulek).

Masalah target dan pencapaian hidup seperti punya ini, mau punya itu masa nggak boleh? Boleh dong. Tapi balik lagi tadi, apakah dengan kamu memiliki semua itu pasti akan bahagia. Selama kita hidup, rasa ingin dan butuh selalu beriringan. Melihat prestasi orang lain untuk memacu semangat berkarya, menebar receh manfaat. Saya jadi suka bertanya pada diri, mau ngapain ya? Upgrade diri sendiri.

Beberapa hari lalu chit chat dengan salah seorang sahabat. Dia bilang, "apa mending nggak usah lihat ig story temen deh, lagi pada liburan semua." Terus kita ketawa bareng 😂.

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain


Siap Bahagia.
"Nggak gitulah. Ya kalo nggak kuat, nggak usah dibuka, haha." Menurut saya, ya nyantai aja. Nggak usah terlalu serius socmed (ikut-ikutan tapi sebenarnya nggak butuh amat). Buat apa sih? Liburan ya mau tapi kan nggak setiap hari harus liburan. Banyak cara untuk menikmati hidup ini. Kalau dari sisi religi (yaampuun cig), dunia ini cuma kesenangan sementara bukan? Toh kalau lagi sedih, nggak mungkin terus-menerus. Jadi kalau kamu sedih berarti kamu harus bersiap-siap untuk bahagia. Siapin aja!

Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu Dengan Orang Lain

Gimana? Tercerahkan nggak 😆.
Semoga bisa diambil manfaatnya ya. Terpenting, jangan ukur standar kebahagiaanmu dengan orang lain. Btw, apa bahagiamu? Komen yuk. .
Read More

Rasanya Caesar Kedua Kali Itu

Rasanya Caesar Kedua Kali Itu ~ Caesar (SC) kedua kalinya ituuu, ng. .seperti apa tuh rasanya caesar lagi? Ya saya nikmati saja 😃 jujur, nggak nyangka kalau harus caesar lagi. Masih optimis bisa melahirkan secara normal seperti proses lahiran anak ke-2. Namun ternyata oh ternyata takdir berkata lain (drama deh). Ugo lamaaa sekali keluar. Stuck di bukaan awal. Padahal masih berharap terus mules. Sampai akhirnya bada Subuh. . Then mau curhaaat 😆

rasanya caesar kedua kali


Iyasih banyak orang yang lebih dari 2x mengalami operasi caesar. Waktu itu saya pilih mau normal lagi aja. Saya sudah pernah ngalamin proses keduanya. Anak pertama saya sc, alhamdulillah anak ke-2 bisa lahiran normal walau nggak semudah orang pada umumnya. Nah, sudah sulit aja masih suka dibandingin 😆 Ya Allah sabar yaa nak. . Netijeeeen suka gituu.

Ingin melahirkan normal lagi. .
Memang karena ingin cepat pulih dan mengurus anak-anak supaya lebih enak geraknya. Kebayang saat itu harus ngurus Ashika juga kan. Dan Kaina yang masih harus diurus perintilannya huhu. Ya intinya mau speed recovery. Cuma alhamdulillah nggak dikabulkan. Hehe.

rasanya caesar kedua kali
Alat CTG untuk rekam detak debay

Waktu itu setelah kontrol dengan dokter Hasta, perut rasanya semakin kencang. Dokter nyuruh ctg. Kami sampai bolak balik RS tapi juga failed. Malas nunggu yang nggak pasti. Pengalaman saat lahiran Kaina, nunggu alat ctg yang lama banget sampai larut malam. Alhasil fisik saya drop. Kehamilan ke-2 dan ke-3, nyantai banget deh. Bahkan hamil Ugo lebih santai. Bisa motoran ke sana sini, nggak flek sama sekali. Bersyukur banget.

rasanya caesar kedua kali
Alat CTG, kalau bayi gerak, bumil harus pencet tombol

Sesuai Prasangka Hambanya. .
Nah, sampai akhirnya dokter bilang bukaan nih. Saya semakin semangat jalan. Di rumah juga jalaaan. Memang sih terbesit dalam hati, jangan-jangan harus sc nih soalnya kok mulesnya nggak naik tingkat gitu. Ah saya harusnya tetap positif thinking saat itu. Ugo perkiraan lahirnya dekat ulang tahun paping. Ibu mertua sih dari jauh hari sudah ngasih wejangan, kalau mau SC aja nggak apa-apa. Nggak usah normal, nggak usah kayak lahiran Ashika, banyak darah yang keluar. Hmm, saya ngerti ibu bicara kayak gitu karena nggak mau keadaan buruk terulang. Tapi sebagai wanita yang kadang lemah, nggak kuat digituin haha.

Apalah daya, karena sedikit ragu jadinya kejadian kan. Selasa, 18 Juni 2019 bada Subuh tiba-tiba keluar cairan. Saya nggak nyangka itu ketuban bakal rembes lumayan banyak. Kami berdua meluncur, masih motoran menembus dingin pagi kriiiik kriiiik. Padahal pakde Sade nawarin untuk antar. Tapi kami percaya, bisa melewati berdua aja. Meninggalkan anak-anak di rumah sama para mbah dan eyang uti.

Bersama uti 

Setelah di RS, beneeer air ketuban ngucur. Saya harus bedrest sambil menunggu aba-aba selanjutnya dari dokter Hasta. Saya pasrah. Sedikit sedih. Tapi dokter Hasta menawarkan untuk induksi dan observasi selama beberapa jam. Induksi nggak bisa dosis banyak karena ada riwayat sc. Saya bilang paping, masih mau nyoba usaha induksi. Observasi berlanjut. .

Kira-kira menjelang dzuhur dokter Hasta ngasih keputusan untuk SC karena bukaan saya mandek. Nggak ada mules hebat. Ugo nggak ngajakin. Saya pun keadaannya nggak bisa jalan-jalan. Stuck. Ketuban ngocor. Okeee, demi keselamatan Ugo, kami bersedia lanjut SC. Paping tau banget saya kecewa, beliau mendaratkan kecupannya di kening sambil mendoakan memberi kekuatan. Dan didoronglah saya ke ruang operasi oleh para medis.

Rasanya SC lagi ituuu ya nggak gimana-gimana. Rasa sakitnya nggak kaget lagi sih. Mungkin kan karena pernah tahu rasa sakitnya. Dan sakitnya bakalan cepat hilang kalau banyak latihan gerak (ketika sudah diperbolehkan).

Ruangan operasi sudah bisa saya bayangkan. Dingiiin.

Berlanjut suntikan di bagian punggung agak bawah yaa? Apa sih namanya haha. Dekat pinggang deng. Disuruh batuk-batuk supaya obatnya cepat menyebar dan bisa dilakukan proses caesar. Bagian kaki saya masih belum sepenuhnya kebal. Lama kelamaan kebal juga. Dokter Hasta mulai mengecek jahitan. Ini masih terasa sakit. Dan wawwww. . Karena saya masih belum kebal, dokter anastesi minta ijin untuk menambah dosis. Kemudian saya kliyengan. Dari situ saya nggak sadar tapi kayak lagi mimpi doang rasanya. Pingsan apa ya? Seumur hidup belum pernah pingsan gitu.

Baca Juga : Cerita Melahirkan Buah Hati Yang Ke-3

rasanya caesar kedua kali
Iseng waktu hamil Ugo 😃

Selamat Datang Ugo. .
Tangisan Ugo yang pertama kali pun terlewat. Saya bertemu paping masih pusing, mata berat sekali. Berkali-kali saya tanya tentang Ugo. Sudah lahir yaa, laki-laki beneran? Terus pegang perut saya sendiri, yaampun bener udah kempes. Haha.

Saya pribadi merasa sama aja sih SC kali ini dengan yang pertama. Nggak lebih sakit kok. Bedanya ya cuma itu, nggak dengar tangisannya, nggak ingat skin to skin dengan Ugo di ruang operasi. Memang proses agak lebih lama karena mungkin dibuka jahitan yang awal. Kalau saya jalan lahirnya pakai luka lama. Jadi luka jahitan tetap satu.

Pemulihan terasa lebih cepat tapi menginap di RS sama saja, 3 malam. Karena nunggu hasil observasi saya dan Ugo juga. Kalau ditanya operasi caesar pulihnya berapa lama? Kayaknya kurang lebih 2 mingguan buat saya sudah enakan. Pasca seminggu masih agak cekit-cekit gitu.

Yaampun jadi panjang curhat buuu 😅 rasanya caesar kedua kali.

rasanya caesar kedua kali


Ya Allah, bahagia sekali.

Walau proses melahirkan kali ini tidak sesuai keinginan, nggak apa-apa, alhamdulillah alhamdulillahirobbilalamin semua selamat sehat. Dan itu mungkin yang terbaik. Sekian curhatan rasanya caesar kedua kali 😄

Baca Juga: Pengalaman Menaikkan HB saat Hamil dengan Jus Bit
Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by