Showing posts with label kesehatan. Show all posts
Showing posts with label kesehatan. Show all posts

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Untuk Home Workout Pemula

5 Hal Yang Harus Diperhatikan Untuk Home Workout Pemula~ Menuju usia 13 alias 31 huhu, mau rutin home workout. Karena keinginan lari pagi itu sulit banget diwujudkan mengingat anak-anak yang masih perlu kehadiran saya di pagi harinya. Jadi sepatu dianggurin saja kitu. Haha. Maunya juga sih sepedahan, wall climbing dan yang seru-seruu bau olahraga lainnya. Whoaa, kenapa sih mau home workout? Ya habis itu adalah olah raga mudah dan cepat, bisa dilakukan di rumah.



Awalnya searching masalah kenapa pinggul melebar tapi badan kurus. Ternyata case kayak gini itu merupakan obesitas juga. Saya mau rampingin pinggul #eh. Sejauh ini sih lingkar perut aman. Cuma pinggul yang nggak bisa diajak kompromi. Dia melebar sendiri. Dari sini deh saya nyoba plank.

Baca Juga : Do What You Love

Latihan di rumah gampang, tinggal siapin waktu dan kemauan. Niat pokoknya supaya ramping #eh sehat maksudnya. Btw, sejak kecil memang bagian paha agak gede, lumayan susah nyari celana kala itu. Sedikit tips buat pemula kayak saya. Ada 5 hal yang harus diperhatikan untuk home workout pemula

Tetapkan Waktu
   Misalnya setiap pagi hari jam 10. Plank dalam waktu beberapa menit, sudah lumayan capek. Kalau waktu itu pak suami, ngelakuin plank sebelum tidur. Intinya luangkan sedikit waktu untuk workout.

Pilih Gerakan Yang Mudah
   Simple, cari gerakan yang mudah dulu. Goalsnya apa? Mau bakar kalori supaya perut nggak buncit, langsung gugling saja gerakannya. Ada plank, squat dan lainnya. You can choose and do exercise.




Latihan Secara Bertahap
  Sebagai seorang emak kayak saya yang waktunya kejar-kejaran sama anak. Ashika pertama kali lihat saya plank, minta stop. Mungkin doi takut hihi. Ya mungkin bisa nyoba 10 - 15 menitan dulu. Plank 3 menitan saja sudah cukup ngos-ngosan kalau gerakan yang berat. Jadi lakukan dengan bertahap. Jangan lupa pemanasan ya.

Konsisten
   Ini dia, konsisten tuh semacam cemilan yang nggak boleh dilewatkan. Mantra supaya konsisten ya ingat saja kelebihan dari olahraga. Daya tahan tubuh kuat juga metabolisme lancar. Saya mencoba selalu mengingat keduanya.

Lakukan Evaluasi
   Sebelumnya saya coba ukur lingkar pinggul dan sudah tahu berat badan. Kalau berat badan ya masih aman. Memang mau sehat dan ngecilin pinggul. Ihiiik. Coba lihat beberapa bulan ke depan. Apakah akan berubah ukurannya?

Kelebihan home workout yang pasti mudah dilakukan karena nggak perlu keluar rumah. Investasi yang murah banget biar sehat, worth it to try. Badan terasa lebih fresh dan menjadi bersemangat melakukan aktivitas. Sementara plank itu sendiri juga bisa memperbaiki postur tubuh. 

Saya ikuti gerakan yang ada di youtube, mungkin kamu bisa nyobain plank, wide plank, abs crunch, side crunch, bottom burpees, double knee to elbow, side plank, side plank drop, leg raises, twist plank hip drop.



Semoga bermanfaat ya. .
Semangat sehat ^^
Read More

Pengalaman Kena Bells Palsy dan Cara Mengobatinya

Pengalaman Kena Bells Palsy dan Cara Mengobatinya ~ Nggak pernah nyangka bisa kena bells palsy. Sebelumnya saya juga nggak tahu ini penyakit seperti apa. Dokter obsgyn saya hanya bilang, "kamu kena bells palsy kayak ipar aku." Karena terdengar asing, pikiran langsung nggak jelas. Ditambah lagi Kaina yang anteng saja dalam perut padahal sudah hpl (hari perkiraan lahir).

Pengalaman Kena Bells Palsy dan Cara Mengobatinya


Rencana induksi saat hpl bercampur dengan bell palsy yang saya terima. Jadi saya pernah cerita sedikit tentang bell palsy ini ya. Pagi itu di tanggal 25 Agustus saya sarapan roti yang bermerek Sari Roti #eh. Merasa ada yang aneh saat mengunyah, kenapa ini? mengunyah dengan geraham kanan tapi bibir ke arah kiri, kok kaya stroke (dalam hati). Yasudah saya lanjut makan dan beres-beres siapin mental untuk lahiran sore hari nya. 

Jadi virus ini menyerang syaraf wajah, sekilas kaya stroke tapi jauh berbeda. Bisa disembuhkan dengan terapi. Sebenarnya penyakit ini nggak berpengaruh kepada kehamilan. Saya juga curiga struk karena habis makan makanan yang bikin kolestrol naik, di hari sebelumnya hehe. Ternyata bukan struk yang saya derita melainkan bells palsy tingkat 3, menurut dokter syaraf.

Sudah mau diinduksi, perasaan campur aduk. Lumayan stres dan Kaina pun detak jantungnya melemah. Karena itu, kami setuju untuk melakukan proses sc. Bahagia bercampur kesedihan sih. Bisa sembuh lagi nggak ya muka ini? Saya juga malu sama orang-orang yang jenguk. Tapi mau gimana lagi. .

Rasanya otot muka kalau tertawa dan bicara tuh lelah banget. Apalagi kalau ngaca, duh sedih. Semakin lama kayak makin miring. Sebelah mata nggak bisa ditutup rapat. Maaf nggak bisa diabadikan dalam foto. Bad story but happy ending :)

Gejala yang saya alami sebelum Bell's Palsy adalah:
1. Nyeri di belakang telinga
2. Mata tidak bisa tertutup rapat
3. Dan sadar ada yang aneh --> mulut mencong ketika mengunyah, berbicara.

Pengalaman Kena Bells Palsy dan Cara Mengobatinya
source: hellosehat


Cara Mengobatinya
Terapi di Rumah Sakit
Selama kurang lebih 2 bulan saya melakukan terapi. 3 kali dalam seminggu bolak balik ke RS. Kadang saya bawa Kaina. Kadang terapi sendirian. Baru kelar operasi tapi harus balik lagi ke RS, rasanya capek banget. Cuma harus dilakuin, usaha saja lah dulu. Setelah itu pasrahkan. Saat terapi di RS, dengan sang terapis saya di massage wajah. Massage wajah di titik-titik tertentu. Sebelum di massage, kalau nggak salah di lakukan pemanasan dengan alat gitu. Saya lupa namanya >.<

Terapi di Rumah
Terapi lainnya saya lakukan di rumah setiap hari. Terapi untuk mengobati bells palsy seperti melakukan kompres air hangat pada wajah, berjemur matahari pagi, senam wajah, lalu rutin makan permen karet agar otot kembali. 

Kurang lebih terapi 2 bulan, otot wajah perlahan menjadi normal. Ya benar-benar kembali normal dalam waktu 3 bulan. Amazing. Tentu juga dengan minum obat.
Alhamdulillah. .

Oh ya, ada juga yang kena bells palsy tapi nggak rutin terapi. Dan nggak sembuh, ya tetap miring. Pernah juga lihat ibu-ibu yang persis kayak saya dulu. Makanya saya bersyukur sekali sudah bisa balik normal, otot wajahnya. 

Noted:
Perbedaannya dengan stroke ialah kalau stroke menyerang syaraf pusat sedangkan Bell's Palsy syaraf wajah, ibu hamil rentan penyakit ini, katanya jangan kipas atau terkena angin di satu sisi wajah. Pengobatan yang dilakukan adalah terapi, mengunyah permen karet, berlatih mengucap huruf vocal AIUEO, massage. Semangat terapi. . Lama masa pemulihan memang bergantung pada tingkat kerusakan saraf yang diderita.

Semoga bermanfaat yaaa. . 
Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by