Kusta Bukan Kutukan, Yuk Bebaskan Indonesia Dari Kusta

Kusta Bukan Kutukan, Yuk Bebaskan Indonesia Dari Kusta ~ Kesehatan itu penting banget kan, bahkan nabi Muhammad selalu memohon agar diberikan kesehatan yang prima. Di dunia ini nggak ada orang yang mau sakit? Ya nggak sih. Temans tau nggak kalau Indonesia masih ada penyakit yang namanya kusta loh. Mitosnya kusta adalah penyakit kutukan. Jadi kalau temans pernah mendengar kalau kusta adalah kutukan dan nggak bisa sembuh itu adalah suatu kesalahan. Itu bukan fakta. Hari gini masih ada penyakit kusta? Iyaaa beneeeeer, faktanya masih ada yang sakit kusta. Terus gimana sebenarnya penyakit kusta tuh? Kemarin saya dan komunitas 1 minggu 1 cerita mengikuti talkshow bersama Ruang Publik KBR dengan tema Bahu Membahu untuk Indonesia Sehat dan Bebas Kusta.



Pembicaranya ada dr Febrina Sugianto selaku Junior Technical Advisor NLR Indonesia dan Ketua TJSL PT. Dahana (Persero) yaitu bapak Eman Suherman, SSos. Btw, temans udah tau kalau tanggal 12 November lalu kita memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN). Nah hari Kesehatan Nasional menjadi momentum yang baik untuk mengingatkan semua pihak tentang pentingnya kesehatan, termasuk saya sendiri yang baru melek tentang penyakit kusta.


Ternyata masih ada penyakit kusta? Iyaaaaa. .

Jadi selama ini penyebab Indonesia belum bebas dari kusta adalah masih adanya stigma negatif di masyarakat kita. Stigma negatif tentang kusta adalah penyakit kutukan, menyeramkan. Sehingga orang-orang takut untuk memeriksakan diri. "Biasanya kalau udah ada disabilitas,  parah baru tau kalau itu kusta, dan yang penting nggak ada stigma, supaya orang mau berobat." ujar dr Febrina Sugianto - Junior Technical Advisor NLR Indonesia.





Penyakit kusta dari mana? 

Penyakit kusta sebenarnya sama dengan penyakit TBC, kusta asalnya sama-sama dari kuman tetapi berbeda spesies. Nama kumannya microbacterium lepra.

Penyakit kusta tuh ada 2 jenis yaitu: kusta kuman sedikit alias PB (Pausi Basiler) dan kusta kuman banyak alias MB (MultiBasiler).

Kalau zaman sekolah dulu saya taunya kusta itu ya penyakit yang udah parah, udah ada cacat tubuhnya dan ngeri banget. Sebenarnya bisa diatasi supaya nggak sampai cacat tubuh. Saya bersyukur sekali kemarin ikutan talkshow ini, jadi nambah tau informasi tentang kusta dan bisa saya bagikan di blog.


Kenali Gejala Kusta, Itu Kuncinya

Supaya kusta tidak sampai disabilitas, harus mewaspadai gejala seperti bercak-bercak di kulit. Awalnya ada bercak di kulit berwarna putih atau kemerahan pada kulit seperti panu atau kurap. Nah pada bercak itu kurang ada rasa dan tidak gatal. Gejala awal ini sangat penting disadari untuk menghindari disabilitas. 





Kalau ada gejala bercak tersebut di kulit dan tidak ada rasa, maka segera ke Puskesmas ya untuk diperiksa lebih lanjut, nggak usah takut. Jika itu kusta, harus tenang, karena kusta adalah penyakit yang bisa diobati dan sembuh. Intinya kenali gejala kusta di awal untuk mencegah disabilitas. Yang berisiko kusta adalah mereka yang berkontak dengan penderita kusta yang belum berobat. 


Pengobatan Kusta Tuh Gimana?

Mirip TBC, pengobatan kusta dengan cara minum obat kusta selama 6 hingga 12+ bulan, dan tidak boleh putus selama minum obat. Beneran mirip TBC kaaaan pengobatannya. Dengan 1 obat.

Detailnya untuk PB (Pausi Basiler/kuman sedikit) 6 strip dalam 6-8 bulan sedangkan MB MultiBasiler/kuman banyak yaitu 12 strip dalam 12-18 bulan.



Apakah kusta menular?

Penularan kusta itu bukan dari sentuhan dan bukan juga karena berada di ruangan yang sama. Kusta menular dari droplet yaitu cairan atau cipratan liur yang dikeluarkan seseorang dari hidung atau mulut saat bersin, batuk, bahkan berbicara. Persis kayak covid-19 ya. 

Biasanya menular karena hubungan lebih dari 20 jam, kontak erat. Jadi ya nggak semudah itu juga menularnya.


Berdasarkan survestigma negatif tentang kusta di tenaga kesehatan masih ada juga. Tuh kaan, kok di nakes juga masih ada stigma negatif. Fiuh..



Yuk Bahu Membahu Bebaskan Indonesia Dari Kusta

Pemerintah melalui kementerian kesehatan memiliki program pengendalian kusta. Program pengendalian kusta, pemberian obat pencegahan kusta, pelatihan deteksi dini untuk tenaga kesehatan dan masyarakat, kampanye, pelibatan tokoh masyarakat/agama untuk sosialisasi. Pengobatannya juga gratis di puskesmas. 


Saat ini PT Dahana (Persero), program CSRNYA adalah program unggulan khusus kesehatan, program beberapa tahun ke belakang ada program pengobatan massal. Untuk kusta baru tahun ini diadakan program penanggulangannya. 


Jadi ini tracing dari pengobatan massal sebelumnya di sekitar lingkungan perusahaan Dahana di Cibogo, Subang. PT. Dahana sendiri melakukan program CSR secara mandiri atau juga mandatori dari kementrian BUMN.


Ada 17 program di PT. Dahana, diantaranya seperti memberi bantuan alat-alat kebersihan diri, sabun pelindung diri, sarung tangan juga alas kaki untuk penderita kusta. Dengan harapan kalau penderita kusta terlindungi, masyarakat sekitar tidak enggan berinteraksi.



Selain pemerintah, pentingnya dukungan masyarakat juga untuk menghapus stigma kusta. Bersama dokter dari pihak NLR indonesia yaitu organisasi non pemerintah (LSM) kemarin panjang lebar membahas kusta ini. NLR Indonesia memiliki visi misi, Indonesia bebas kusta dengan cara mencegah progres disabilitas dari kusta dan menghentikan stigma akibat kusta atau disabilitas.



Apa Tantangan di Masa Pandemik?

Tantangan selama pandemi dalam menjalankan program pengendalian kusta yaitu tracing kontak/penderita menurun karena adanya PPKM, sosialisasi massal tidak memungkinkan. Sehingga yang bisa dilakukan oleh PT. Dahana adalah mobile ke titik-titik ke penderita kusta, menurut bapak Eman. Kalau kata dokter Febri, data data kasus kusta sebelum pandemi ada 457 kasus kusta, setelah pandemi menjadi 116 kasus. Memang datanya menurun tapi apakah ini benar menurun atau memang pengaruh PPKM yang membatasi. Duh semoga memang kasusnya bisa turun dan zero ya. Amiin.





Peran kamu?

Bantu sebarkan informasi seperti ini yaaaa. . Kusta bukan kutukan, segera obati bila ada gejala seperti yang saya tulis di atas, supaya mencegah disabilitas. Yuk Bahu Membahu Bebaskan Indonesia Dari Kusta.

Komentar

  1. Memang dibutuhkan banyak edukasi serta informasi yang tepat untuk meluruskan fakta bahwa kusta tuh bukan suatu kutukan, agar penyakitnya bisa diantisipasi jangan sampai terjadi disabilitas yaaah!

    Apalagi ternyata kusta bisa disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten dan terus menerus yaah. Semoga makin banyak masyarakat yang sadar tentang hal ini yaah

    BalasHapus
  2. Ya Allaaah.. Masih ada ya yang anggap kusta penyakit kutukan. Jadi inget nabi Ayyub. Gimana rasanya dikucilkan orang krn penyakitnya. Islam itu komplit ya, Mba

    BalasHapus
  3. Yess..semoga cita-cita Indonesia terbebas dari kusta segera terwujud ya.. Meski penanganan pandemi masih jadi prioritas..tetap kusta mendapat perhatian ...

    BalasHapus
  4. Sudah sedemikian lama, masih ada juga yang berpendapat kalau kusta itu kutakan ya ... namun semoga dengan maraknya edukasi, banyak yang makin sadar dan tidak lagi menjatuhkan stigma negatif kepada penderita kusta.

    BalasHapus
  5. Saya termasuk yang baru tau kalau ternyata kusta masih ada. Harus ada kesadaran bersama untuk peduli dengan penyakit ini. Kasihan lah kalau sampai mendapat stigma negatif

    BalasHapus
  6. Semoga ada edukasi tentang kusta di akar rumput ya mba. Aku pikir ini sangat penting. PR besar bagi kita untuk bisa makin maju dan berkesadaran. Kalau masyarakat sudah paham, nanti bisa saling dukung dan mengingatkan.

    BalasHapus
  7. Fi jaman sekarang ni kukira udah ga ada lho mbak kusta ternyata masih ya. Dan sayangnya kita2 belum banyak teredukasi soal penyakit ni jd stigma negatifnya ga ilang2

    BalasHapus
  8. Saya langsung browsing nih gambar gejala awal penyakit kusta, ternyata memang cuma bercak putih mirip panu ya... Bedanya kalau panu gatal, kusta enggak gatal ya...

    BalasHapus
  9. Kusta bukan kutukan
    kusta bisa diobati
    yuk bisa yuk
    bersama wujudkan Indonesia bebas kusta

    BalasHapus
  10. Edukasi yang bagus sekali untuk masyarakat Indonesia bahwa penyakit kusta dapat disembuhkan dan bukan kutukan. Jadi jangan panik duluan yaa... Apalagi keburu bergosip dan mengucilkan seseorang, huhuu..

    BalasHapus
  11. Amiiin, semoga benar-benar menurun angka kasusnya. Dan semakin banyak yang aware bahwa Kusta itu bisa diobati hingga sembuh. Sedih banget jika stigma negatifnya bahkan nyebar hingga ke Nakes.

    BalasHapus
  12. Banyak yang masih belum tau tentang penyakit kista. Banyak juga yang bilang kalo penyakit kusta ini penyakit menular.

    Edukasi seperti ini harus sering dilakukan biar banyak yang melek tentang penyakit yang satu ini.
    Makasih infonya mbak... ^^

    BalasHapus
  13. Nah banyak juga yg masih punya stigma negatif seputar kusta
    bareng2 kita edukasi publik ya mba
    salah satunya dgn share artikel ini di socmed

    BalasHapus
  14. PT Dahana ini CSRnya keren yaaa...mau melakukan CSR yang tidak tampak hingar-bingar.
    Saya belum pernah punya hubungan sosial (berteman/bertetangga) dengan penderita kusta. Sayangnya, moment "bertemu" (mantan) penderita kusta adalah di jalan2, yakni mereka menjadi pengemis. Mungkin, karena stigma membuat mereka tdk bisa melalukan pekerjaan yg layak sehingga sampai mengemis.

    BalasHapus
  15. Jaman sekarang kirain udah ga ada yaa penyakit kusta, ternyata masih ramai dibicarakan meski masih dengan stigma negatif.
    Padahal tuh masih butuh edukasi terus agar masyarakat pada aware pada mereka.

    BalasHapus
  16. aku kemarin tuh ada baca kusta bisa juga ditularkan dari batuk ya Allah makin horor aja, gimana kita bedain tuh batuk kusta, covid or batuk biasa. moga kita terhindar dari penyakit kusta dan penyakit menular lainnya..aamiin

    BalasHapus
  17. Duuuh, miris banget ya kalau masih anggap kusta kutukan 😂. Ini udah jaman modern, informasi terbuka lebar. Yuuk move on

    BalasHapus
  18. Memang sulit dpercaya bahwa di era modern ini masih ada kusta. Tapi dengan edukasi yang masif dan berkala begini, semua yang suka baca blog akan tahu tentang fakta-faktanya

    BalasHapus
  19. Aku kira penyakit kusta ini udah gak Ada. Ternyata masih ada ya. Dan herannya, di masa kayak sekarang, masih ada aja yang berpikiran kusta ini penyakit kutukan. Kasian jadinya para penderita dan yang sudah sembuh. Dobel beban. :(

    BalasHapus
  20. Paling jengkel sih kalo ada orang yang hubungin penyakit medis sama yang klenik klenik, apalagi kalau yg nyampein ini orang tua huh. Berarti meskipun Nakes, masih banyak yang belum paham tentang kusta ya mbak.. harus disebarin memang info seperti ini, biar kita gak mudah menghakimi orang lain

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)