5 Caraku Berbakti Pada Bumi

5 Caraku Berbakti Pada Bumi ~ Malu rasanya ngaku-ngaku mencintai alam tapi masih menyumbang sampah untuk bumi (anak ekskul pecinta alam) LOL . Kondisi bumi sekarang yang pasti semakin menua tidak boleh juga dijadikan alasan terjadinya bencana alam karena tuh banyak bukti terkumpul perubahan iklim yang terjadi karena ulah tangan manusia. Sedih ya. Ada yang salah dengan cara hidup manusia kian hari. Ketamakan merusak semuanya. Entahlah. Suka mikirin, apa nanti zaman cucu cicit kita alam tambah baik atau lebih buruk?. Ah semoga semakin hari banyak orang yang sadar akan ini. Saya pelan-pelan ingin berbakti pada bumi karena itu memang peran manusia sebagai khalifah di bumi. Ingin mengajak perlahan aja tapi konsisten yuk.


5 cara baktiku pada bumi


Waktu menulis postingan ini kemarin, tiba-tiba bumi bergoncang. Kaget, siang itu untuk kesekian kalinya merasakan gempa. Untuk memastikan saya melihat jam dinding ternyata juga bergoyang-goyang. Fix, ini gempa. Lalu memanggil anak-anak segera pergi keluar rumah. Yaaah bumi kita sedang tidak baik-baik sajah. 

Cuaca nggak menentu, kadang panas terik sampai berbulan-bulan lamanya. Bisa juga hujan yang tiba-tiba datang, mengejutkan. Sampai awan tidak ada ampun mengeluarkan air terus menerus dan akhirnya merendam seluruh harapan. Sungguh surprise yang tidak membuat bahagia.

Pemanasan suhu bumi, kenaikan batasan air laut, terjadinya banjir dan juga badai karena perubahan iklim. Kenapa sih iklim bisa berubah jadi ekstrim gini? Saya nggak terlalu ngerti banget akan hal ini. Beberapa artikel menjelaskan bahawa meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca. 

Polusi udara dari kendaraan menyumbang andil besar nih. Udahlah banyak kendaraan yang mengeluarkan polusi ditambah hutan-hutan ditebangi. Menjadi salah satu akibat bencana alam.

Benar, ada harga yang harus dibayar oleh manusia yang serakah. *tariknafas dulu. Jadi mulai dari kita dulu untuk berubah. Enggak bisa nunggu-nungguan. Mulai dari ngurangin sampah plastik kayak sedotan, botol minuman, wadah plastik. Bisa banget dimulai. Teorinya mungkin udah familiar banget. Dan pelan-pelan saya mulai, ini dia 5 caraku berbakti pada bumi:


Bawa Wadah Belanja

Belum banyak hal bisa saya buat untuk bumi, setidaknya kalau beli donat, beli sayur, lauk mentah di pasar, saya membawa wadah yang ada di rumah. Wadahnya enggak harus yang kekinian, ya wadah tempat bekas kotak makan aja gitu aja atau bekas es krim.

Dengan bawa wadah sendiri saat beli ikan, ayam, atau daging sapi di pasar, bisa mengurangi sampah plastik. Kan plastiknya kalau beli ayam, daging, ikan di pasar, suka didobel kan, banyak plastik jadi sampah. 

5 cara baktiku pada bumi


Bawa wadah kesannya ribet ya? Tapi kalau dijalanin secara nyantai dan ikhlas ya biasa aja. Saya juga kalau beli donat bawa wadah sendiri, sampai mbaknya hafal. Mungkin belum ada yang berbuat kayak gitu ya di sekitar rumah saya, jadi dari kita aja dulu. Mungkin kalau di tempat kamu udah banyak yang gitu ya? Seneeeng deh kalau pada aware.


5 cara baktiku pada bumi

Membangun kesadaran ramah lingkungan dengan cara-cara kecil seperti tadi itu. Sekali atau dua kali mungkin nggak bisa tembus menularkan sebuah kesadaran. Perlu berkali-kali tak berhenti.


Pakai Menstrual Cup

Belum ada 1 tahun sih beralih ke menstrual cup. Terus ngerasa, aih kenapa nggak dari dulu aja ya bisa gunain menscup kan jadinya nggak nyumbang sampah pembalut. Pembalut itu ternyata terurainya lebih lama dari popok sekali pakai. Dia bisa memakan waktu 500-800 tahun. Kayak usia orang zaman dulu sampai ratusan tahun. Weleh panjang ya. Dengan beralih ke menscup otomatis kita nggak nyumbang sampah pembalut. Alhamdulillah, walau sedikit tapi bisa mengurangi sampah pembalut.

5 cara baktiku pada bumi


Baca Juga : Pengalaman Pakai Menscup


Hemat Berbelanja

Wadidaw, ini memang berat. Tapi layak dicoba deh. Waktu masih kuliah dan kerja kantoran, beli jilbab, baju, tas rasanya cukup sering. Udah lama saya tuh nggak beli baju pergi-pergian. Plus pandemik, mau kemana juga coba pakai baju-baju itu. Udah jarang belanja baju aja tapi lemari bisa penuh karena hasil dikasih 😄. Sebenarnya gaya hidup minimalis itu menyehatkan bukan? 


Berkebun

Meski cuma lahan sepetak, nyoba sempatkan bercocok tanam karena memiliki banyak manfaat. Saya menanam tanaman hias. Salah satu manfaatnya menyegarkan udara dan mata.  Nggak hanya tanaman hias, asyik juga menanam jenis sayuran atau buah-buahan loh seperti bayam, cabai, kemangi atau lainnya. Kalau itu sih hasilnya bisa dinikmati tanpa harus membeli sayur mayur di pasar. Sebuah jalan ninja menuju hemat kenapa nggak dicoba? (enggak ninja juga deh cig)

5 cara baktiku pada bumi


Baca Juga :6 Tanaman Hias Favorit

Menghabiskan Makanan

Ini aku banget! dari dulu sama nyokap selalu disuruh makan tanpa sisa. Kadang pak suami suka geleng-geleng tapi ya gitulah memang kelakuan bu istri. Nggak bisa ada sisa kalau makan. Mubazir tau, dihabiskan sampai tak bersisa lebih baik. Wahahaha, sampai ke kuah-kuahnya dong. Kalau waktu kecil, mama suka mengharuskan kami makan tanpa sisa karena mubazir itu temannya setan. Jadilah makan porsi dikit dulu, kalau kurang baru deh nambah. Kalau di resto AYCE, sampahnya kena charge ya, tapi kayaknya belum serempak semua begitu di Indonesah. Seperti pemakaian plastik aja masih dipakai di domart atau alfa dekat rumah.

5 cara baktiku pada bumi


Masih banyak lagi hal lain yang bisa kita lakukan untuk berbakti pada bumi, seperti mengolah minyak jelantah. Pengin deh belajar mengolah sampah bekas makanan terus dijadiin pupuk. Mungkin suatu hari nanti heheuuu. Saya juga saling mengingatkan sama paping, kalau keluar bawa tas belanja apalagi kalau mau beli pisang molen haha, jangan lupa bawa wadah ye :)

Btw, waktu itu pernah campaign plastik, lalu diserang sama orang yang mencintai zero waste 😄, saya tau maksudnya tapi pesan saya yang enggak nyampe ke dia. Cuma sedih, cara merangkulnya kok seperti anu. Gitu. Haha.  Yaudah, kejadiannya juga udah lama.


5 cara baktiku pada bumi


Teman-teman sendiri punya pengalaman yang sama kah untuk berbakti pada bumi? Cerita-cerita yuk di kolom komentar ya.

Semoga tulisan 5 Caraku Berbakti Pada Bumi bermanfaat amiin, terima kasih telah membaca ya ^^.

Komentar

  1. Sempat ngerasa getarannya kemarin agak kencang, tapi karena hanya dua orang yang menyadari jadi beranggapan mungkin cuma perasaan. Eh ternyata beneran gempa. Hemm bener banget, kita harus mulai menyayangi bumi, nih. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak. paling mudah ya jangan sembarangan buang sampah dan kurangi penggunaan plastik. saya pengen coba menstrual cup nih gegara baca tulisan di atas... sepertinya saya akan berani

      Hapus
  2. menghabiskan makanan tuh wajib banget untuk aku mba, biar ngga mubazir. anakku juga aku didik untuk itu, jadi ambil porsi sesuai yang dimampu, kalau kurang, nambah. kalau cukup, berhenti. food waste di Indonesia sungguh mengenaskan. semoga makin banyak yang teredukasi.

    BalasHapus
  3. Bukan hanya berbakti pada org tua, berbakti pada bumi juga wajib. Krna klu bukan kita yg menjaga lestarinya bumi, siapa lagi. Makasih masukannya kak

    BalasHapus
  4. Yang jelas, daku mulai kurangi produksi sampah plastik.
    Ini PR banget, karena yahhh, urban people kan identik dgn sampah plastik yg buanyaakkk
    Tapi, Bismillah, sama2 berupaya demi Planet Bumi yg makin sehat!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bismillah ya mba.. insya Allah kitaa bisaaa amiin

      Hapus
  5. Sampah sisa makanan itu banyak lho maak ternyata di Indonesia. Bismillah mulai berbenah ikut menjaga bumi dengan meminimalisir penggunaan sampah plastik karena kalau kita ke daerah2 masih dikasih plastik belanja lho.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa edukasinya apa kurang menyebar ya mba. Moga bisa tersebar info mengenai sampah plastik

      Hapus
  6. Hebat mba udah pakai menstrual cup. Aku belum ikh. Karena masih belum berani. Jadi cara aku melindungi bumi dengan mengurangi sampah plastik dan suka menghabiskan makanan juga dan nggak buang sampah sembarangan. Hihihi sederhana aku mah ya. Blum keren kayak yang lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah keren mba 😁 mengurangi plastik. Sekecil apa pun tetap keren ^^

      Hapus
  7. Saya juga mulai bawa wadah sendiri kalau ke pasar mbak. Wadah bekas es krim. Jadi kalau pas beli es krim beneran, malah diragukan sama anak-anak. Jangan-jangan isinya tahu hehehe....

    Kantong belanja juga selalu saya taruh lagi di jok motor setelah selesai di pakai. Jadi sewaktu-waktu pulang kantor pengen jajan ke domart, kantong belanja udah siap

    BalasHapus
  8. Nah terkait limbah minyak goreng (jelantah) nih mbak, di komplek aku tiap bulan warga rutin ngumpulin minyak goreng bekas. Dikoordinir oleh RT, dan disetorkan ke pihak RKI yang nantinya akan disetorkan ke pabrik pengolahan biodiesel. Pihak RKI yang datang ke komplek. Dan warga dapat imbalannya lho. Kalau begini warga jadi seneng limbah minyak gorengnya jadi bermanfaat.

    BalasHapus
  9. Saya masih belum berani pakai menstrual cup. Tapi, untuk hal lainnya mulai saya biasakan. Termasuk belanja juga bawa tas sendiri. Kalau masak diusahakan minim sampah. Karena bisa diolah lagi jadi pupuk

    BalasHapus
  10. Dari 5 cara tersebut, yang belum berani tentu saja pakai menstrual cup. Masih ngeri gimana gitu. Saya yang memang suka parnoan. Jadi mikirnya macem-macem.

    Kalau yang lainnya, Insya Allah sedang saya jalani juga.

    BalasHapus
  11. Sama kayak mba Eri, aku juga belum berani pakai menstrual cup mba. Sementara apa yang bisa dilakukan untuk menjaga bumi supaya lebih baik, aku lakukan .Terima kasih mba sebagai pengingat

    BalasHapus
  12. Menghabiskan makanan di piring sampai gak bersisa ini aku sama suami bangett.. jadi anak-anak juga kami ajarkan seperti itu.
    Yah yang kecil-kecil dulu dijalanin tak apa-apa ya, Mbak. Insyaa Allah tetap akan bermanfaat untuk menjaga bumi. Aku juga masih yang simpel-simpel kayak yang dilakuin mb Cig kok :)

    BalasHapus
  13. Pake menstrual cup apa gak geli, Mbak? Setuju banget kalau cara menjaga bumi bisa dimulai dengan yang sederhana, seperti belanja dan membawa wadah sendiri. Meski sederhana tapi tidak semua orang bisa melakukannya ya mbak, hehehe.

    BalasHapus
  14. Pembalut memang jadi salah satu penyumbang sampah yang cukup signifikan haha dan aku belum berani pakai yang cup euy... Semoga ntar bisa deh pake yang cup karena emang banyak banget manfaatnya dari sisi lingkungan ya..

    BalasHapus
  15. Aku bawa kantong belanja sendiri, sedikit berkebun, sama habiskan makanan ini wajib banget. Soal Menstrual Cup, aku masih gadis. Jadi belum kepikiran buat pakai, hehehe

    BalasHapus
  16. Untuk urusan berbuat baik sama bumi, sekarang kembali ke masing-masing orang yang mbak, semakin banyak yang sadar semakin baik meskipun belum sempurna melakukan zero waste

    BalasHapus
  17. Bawa wadah sendiri emang ribet mbak Uciggg tapi sampai rumah tinggal makan. Udah deh ga Ada sampah plastik.

    Sementara ini ku suka Bawa wadah telur saat beli telur. Mbak warungnya sampai hafal. Enak kan kelihatan Aku ambil 8 butir berarti bayar setengah kilo.

    BalasHapus
  18. ikeeaaa
    aku dah mulai pakai tempat2 buat ga banyak barang dan rapipastinya, sama ijo2 lumayan banget bikin cerah mata saat liat sekitar. menstrual cup sudah pakai cuma kadang pakai kadang nggak wkkwk

    BalasHapus
  19. wah, kereeen! semoga selalu istiqomah berbakti pada bumi ya.. yang aku udah lakuin dari hal di atas, baru menghabiskan makanan, pakai menstural cup dan bawa tas belanja. berkebuh belum nih, baru menanam tanaman hias aja di pot2 kecil ^^

    BalasHapus
  20. dari semua yang disampaikan di sini yang belum aku coba adalah menstrual cup mba.. Sudah sempat pegang dan baca - baca instruksinya nih mba

    BalasHapus
  21. Akutu masih meragu mau menggunakan Menstrual Cup ini, kak Uci..
    Karena ada beberapa kajian menyebutkan makruh.
    Jadi inginnya beralih ke pembalut kain yang bisa di reuse. Tapi koleksiku masih sangat terbatas sekali eeuuii...plus kalau perjalanan, uda gak worthed banget deh..pake pembalut kain.

    BalasHapus
  22. Untuk berbelanja dan bawa wadah sendiri sih udah mulai, bahkan minuman juga bawa botol minum sendiri, soal menghabiskan makanan, aku suka sedih kalau makan enggak dihabiskan.
    Oh ya, soal menstrual cup ini jadi PR bgt, aku blm berani mencobanya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)