Belajar Dari Anak Pertama, Terima Kasih Kakak Kaina

Belajar Dari Anak Pertama, Terima Kasih Kakak Kaina ~ Judulnya gini amat ya haha. Duh berbau curhat lagi. Btw, maafkan ya sebulanan kemarin off blogwalking rutin karena lagi ngungsi di rumah uti. Alhamdulillah sekarang sudah back to work nih. Saya sudah kembali lagi ke rumah. Dan sempat ikut lomba Stop Mom War itu. Tapi nggak berharap banyak hihi. Lanjut ke bahasan postingan kali ini. Well, karena anak pertama, saya bisa belajar. Saya bisa lebih berhasil menangani serta menambal kekurangan yang terjadi. Walaupun tetap ada kelemahan di sana. Anak pertama saya lebih sensitif, ini juga memang pengaruh dari faktor didikan yang saya berikan.



Si kakak pernah trauma mandi. Pernah susah dan malas untuk masuk kamar mandi. Setelah diusut, Kaina pernah diguyur air terkena matanya sama nenek. Di sini ada misscom. Sebetulnya hanya masalah kebiasaan sih. Saya nggak pernah mandi guyur keramasan kena mata si kakak. Dari kakak lahir, dia nggak pernah terbiasa matanya kena air saat mandi. Nah, belajar dari situlah sejak adiknya lahir saya selalu guyur kepala saat keramas. Hasilnya, adik Ashika nggak takut air kena mata. Cuma heboh sedikit, agak mendingan deh si adik kalau mandi keramasnya. Masalah mandi ya karena faktor kebiasaan.




Kejadian lain saya alami saat menyapih Kaina adalah menitipkan dia pada ibu saya. Jadi fisiknya drop, demam karena kaget terpisah dari saya. Padahal kalau dicoba dengan perlahan, saya yakin Kaina lebih cepat dari adiknya hehe. Pengalaman menyapih Kaina tidak saya ulang pada adik Ashika. Saat menyapih adik Ashika, berproses, Ashika diberikan pemahaman pelan-pelan. Mulai dari selalu minta gendong, saya capek dan skip karena kami demam. Sampai saya coba lagi di bulan berikutnya. Usaha membuahkan hasil. Alhamdulillah. Ashika lepas nenen dengan satu hari drama.

Masalah mandi dan menyapih mereka, mungkin sebagian kecil yang saya pelajari dari anak pertama. Menangani kedua orang yang jelas berbeda kepribadian pun nggak semudah itu sih. Belum tentu cocok semua, karena karakternya kan luar biasa beda.

Hamil anak kedua pun saya belajar dari hamil anak pertama. Kenapa sih dulu nggak bisa lahiran normal? namanya usaha ingin lahiran normal saat anak kedua, saya coba track kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika hamil anak pertama. Dan senang banget di persalinan yang kedua bisa normal.


Keberanian untuk mencoba sesuatu, si adik lebih banyak kemauannya. Saya nggak habis pikir, dia mau masuk kandang kucing tetangga. Hanya bisa geleng-geleng ketika adik Ashika berulah. Ya dulu Kaina kecil nggak seheboh dia haha. Lucu sih tapi kzl. :p

Bulan April lalu adik Ashika tepat berusia 2 tahun. Kayaknya berasa baru lahiran nih :)) Mohon doa ya supaya Ashika sehat dan bahagia dunia akhiratnya. amin.

Terima Kasih anak pertama. . Yuk ucapkan terima kasih pada anak pertama hehe

2 comments:

  1. Wah kebetulan saya anak pertama nih. Hehe. Saya pernah baca di mana gitu anak pertama akan selalu istimewa karena dari merekalah kita belajar

    ReplyDelete
  2. Anak pertama setidaknya jadi spion ya mbak, gimana kita akan berusaha maju dan sesekali melihat ke belakang utk tetap waspada. Semangatt..

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)

cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena