Cerita Mudahnya Bikin Kompos ~
Yesssss, alhamdulillah 2026 akhirnya mengompos, haha seru ternyata. Nggak serunyam itu ya mengompos tuh. Gimana awalnya nyoba bikin kompos? Ya pas 2026 kan sebagai orang Indonesa yang suka bikin life cycle bareng moment wqwqwqw, pas banget 2026 Ugo udah sekolah esde ceritanyaaah. Jadilah gaskeun jajal bikin kompos. Di sela kehidupan warna-warni koe, saya langsung memberanikan diri untuk belajar mengompos.
Setelah sekian tahun memakai menstrual cup, saya merasa perlu menambah bakti saya bagi bumi nih. Ini baru hampir jalan 3 bulan sebenarnya kompos mengompos. Awal mula jadwal mengelola sampah setiap hari, tapi sekarang menjadi 2-3 hari sekali. Saya juga sempat kesulitan wadahnya karena hanya punya 1 ember komposter. Yaaaa.
Saya membeli 1 buah ember komposter yang ada paketannya itu, dapat juga cairan pengurai, sarung tangan, sekup. Belinya di mana? Biasa, di toko orens. Untuk cairan pengurai dapat dari sananya, tapi tidak ada mereknya, hanya dikasih dalam bentuk cair berwadah botol minuman. Tutup botolnya pun sudah dibolongi, jadi untuk pemberian ke sampah lebih mudah.
Peralatan Mengompos Sederhana
Membeli 1 buah ember komposter, cairan pengurai selanjutnya saya pakai yang EM 4, sekup, dan beli tanah 2 kemasan.
Ceileee beli tanah, kesannya kalau baca beli tanah haha, udah kayak orang have. Tanah yang dimaksud adalah tanah untuk tanaman gitu loh.
Lalu...lanjut deh.
Tentukan mau kompos apa?
Saya menentukan hanya mengompos sampah organik, seperti kulit buah, kulit bawang, batang sayuran. Sedangkan sampah sisa makanan seperti tulang ikan, ayam, belum berani mengomposnya. Selain karena mereka itu terurainya lama, saya khawatir berbau. Hmm, belum baca-baca lagi sih mengenai sampah yang hewani ini. Kapan-kapan mau coba deh dikit dulu, mau lihat seberapa lama, terurainya sampah tulang-tulang.
Atur Waktu dan Tempat
Pertama kali ngompos, tiap hari dilakuin deh kayaknya. Setelah nyebur, lama-lama kok rasanya bisa 2 hari sekali, nggak perlu tiap hari. Enaknya ngompos di pagi hari, sekalian beresin dapur. Saya juga menggunting sampah kulit buah menjadi agak kecil ya. Supaya lebih mudah dan cepat proses penguraiannya. Untuk tempatnya, saya taruh ember komposter, di teras rumah, lama kelamaan sampah makin banyak. Kemudian, saya gunakan pot-pot tak berpenghuni haha. Yaa, 1 ember komposter nggak cukup, jadilah saya menggunakan tambahan pot untuk mengompos. Intinya si sampah-sampah organik itu, dikubur di tanah dalam beberapa minggu. Sampah organik 5 orang dengan rutin memakan buah tiap hari, memasak 5x dalam seminggu, cukup pada 1 komposter dan 6 pot sedang-kecil.
Walau peralatan seadanya, pakai 3 wadah sampah, 1 untuk yang dikompos, 2 lagi untuk pembuangan ke TPA. Sampah sudah dipisahkan pula, yang plastik (kering) dan yang bukan. Baru gitu aja sih, anak-anak juga sejauh ini bisa diajak kerja sama untuk mengelompokkan sampahnya.
Hasil Kompos
Waktu itu perdana komposnya jadiiii, masya Allah senang syekaliiii. Kadang ya komposnya masih terlalu basah, nggak apa-apa. Cukup kita jemur aja kena matahari. Seringkali saya campur lagi dengan tanah kering. Yaa istilahnya hasil kompos untuk nanam sampah lagi. Saya menikmati setiap tahapnya, guntingin sampah yang berupa kulit buah pisang, mangga, jeruk dkk. Asyik banget.
Niat dan Manfaat
Melakukan karena niatnya untuk apa dulu? Ember komposter nggak terlalu mahal, tapi niat mengomposnya yang luar biasa. Niatkan karena Allah sudah beri amanah pada kamu untuk jadi khalifah di bumi. Ikhtiar mengurangi sampah sebagai bentuk bakti pada bumi juga.
Manfaat yang saya rasakan yaa bahagia bisa turut mengurangi sampah walau masih secuil. Hasil komposnya bisa untuk tambahan nutrisi di pot tanaman pula. Mengurangi budget beli tanah untuk tanaman. Hmm apalagi ya? Sejauh ini emak happy sih melakukan proses mengompos iniih. Hitung-hitung bekal kalau tinggal di desa dengan lahan luas, mau ngapain aja?
Sementara itu kita siap-siap dulu deh. Bekali kemampuan yang dimiliki #ahzeg. Belajar apalagi ya? duh mau jajal jualan salad juga deh sayah. Tapi kapan ngerjainnya >.<



Komentar
Posting Komentar
Hai, terima kasih sudah mampir di cigrey.com. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^
Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)