Apa Aja Sih Culture Shock Sekolah Baru?

Waaaaa mau nulis panjang rasanya kapan yaa, huaaa. Waktunya kejar-kejaran dengan keinginan hidup ini. Jadilah sekenanya deh nulis tentang culture shock sekolah. Berawal dari cerita-cerita Kaina, saya pribadi pun pernah merasakan culture shock di masa sekolah. Sedari SD sampai SMP, saya disekolahkan di negeri. Menurut saya ya memang dulu tuh belajar kadang giat-kadang cuek. Nggak ngerti deh mau ke mananya?! Seperti mengikuti arus aja. Seringkali belajar bukan karena kecintaan terhadap ilmu dan haus akan rasa ingin tau, tapi lebih ke- biar nilainya nggak jelek dan nggak malu-maluin #whew. Apalagi stigma dengan belajar di sekolah supaya pintar dan mendapat nilai bagus. Yhakaaan.




Ngalamin juga culture shock tuh pas masuk Telkom, anak-anaknya serius belajar. Kayaknyaaa gitu sih. HAHA. Saya yang lucky karena bisa lulus masuk sana atau kenawhy nih. Tahun pertama rasanya ngos-ngosan ngikutin pelajaran yang berbau-bau teknik. Awalnya mau masuk yang perhotelan gitu kan, terus entah kenapa malah tes Telkom. Btw, Telkom yang dimaksud adalah SMK Telkom Sandhy Putra Jakarta di Daan Mogot Jakarta Barat situ ya. Ada yang tau? YAAA pokoknya anak-anaknya lurus-lurus aja gitu. Alhamdulillah.


Lingkungan, Fasilitas dan Stakeholder

Balik lagi ke culture shock yang dialami si kakak#1. Sepertinya sih ekspektasinya terlalu tinggi atau memang culture shock? Sekolah negeri favorit, pikirannya sih punya toilet bersih dan anak-anak yang berkata-kata sopan ya. Entah keduanya kok nggak didapat? Apa ini karena hasil duet jalur domisili dan prestasi?? Dulu SMP saya juga gitu sih, nggak yang bersih banget. Hmm, saya jadi penasaran ingin ke toilet sekolah barunya si kakak#1. 

Sempat menangis karena teman-temannya ada yang berkata kasar. Kakak merindukan teman-teman SD. 1 Kelas yang baru ini lebih banyak dibanding kelas SD. Kakak harus belajar adaptasi lagi dengan keragaman yang ada. Tidak semua beragama Islam, tidak semua seperti yang dulu. Fasilitas juga berbeda, yaaa kudu legowo wqwqwqwqw.

Ada cerita yang kudu diarchieve juga, oh ya, 1 guru bidang punya 1 grup whatsapp. .  sekolah kalian gimans?


JAMKOS, alias jam kosong. . 

Dari dulu sampai kini, sekolah negeri kenapa ya masih ada aja jamkos. Jamkos itu nggak ada guru, sebabnya ya macam-macam sih. Kadang gurunya rapat, kadang juga gurunya mendampingi anak-anak lomba, yaa seperti itu-- harap maklum karena sekolah gratis. Tapi bentar deh, dulu pun nggak gratis, tetap ada jamkos. heheuuu, yang saalah apanya yha?


Kebiasaan Yang Berbeda

"Aku tadi sholat sendirian mi.."

"Lho, emangnya pada lagi dapetttt?!", 

"ga mi, mereka pada sholat di rumah"

"ogituh...."

Semoga di antara minoritas yang padahal mayoritas, #apasiii, kakak tetap menjalankan sholat sesuai waktunya ya. Mendapati cerita itu, saya cukup menarik nafas panjang lalu tidak lupa menghembuskannya. Fiuuuuuh sungguh shock. Ada juga cerita, biasanya makan snack pada jam istirahat pertama yakan?  tapi sebagian orang di jam tersebut melakukan sarapan karena di rumah mereka tidak sempat nyarap. Kadang kakak jadi makan bekal siang di jam pertama karena waktunya lebih lama, sedangkan rehat jam ke-2 ada sholat dan makan snack lebih pas waktunya. Yaaaa kadang-kadang seperti itu, sehingga menyesuaikan jam aja jadinya.


Cara dan Gaya Belajar

Beda, udah pasti beda karena kan memang beda sekolah dan beda jenjang. Mungkin kalau di sekolah swasta tuh materi telah disiapkan. Gurunya pun memberikan materinya berupa soft copy file PDF atau Word yang bisa dibaca berulang-ulang saat akan ujian. Kalau ini, solusinya, kakak harus mencatat saat guru menerangkan. Adakalanya guru membuat soal ulangan yang tidak ada di buku, soalnya diambil dari perkataan sang guru saat menjelaskan isi materi. Yap, harus mendengarkan dan segera dicatat, pelajari karakter tiap guru. Kalau di sd dulu kan gurunya hanya 2, sekarang lebih banyak. Nggak apa-apa ya ka, semua proses belajar yang membuat dirimu bertambah ilmunya dan keterampilan dalam menghadapi kehidupan kelak.

Ada banyak pelajaran yakan, plus minusnya pasti ada aja di setiap tempat. Misal pindah pun, yakin bakal klop sesuai keinginan kamu? yaenggak juga sih. Terpenting selalu terbuka dengan orang tua ya ka. Semangat terus sekolahnya, dido'akan selalu setiap waktu. Bismillahirohmanirrohim. . 

Komentar