Jalan-Jalan Ke Garut Naik Kereta Papandayan

Jalan-Jalan Ke Garut Naik Kereta Papandayan ~

"Mending lo ke Garut sih..." Kata teman paping. Hmm kenapa gitu?! Setelah merasakan, iya juga sih waktu nyoba naik whoosh tuh nggak puas terasa sebentar banget di keretanya haha. Nah kalau ke Garut bisa puas deh, hampir 6 jam bisa wara-wiri cantik di kereta Papandayan. Yap. kami sekeluarga bersama uti dan kaka sepupu Kaina ngebolang ke Garut menggunakan kereta api Papandayan. Kereta api ke Garut ada 2 ya, ada dari stasiun Gambir dan stasiun Senin. Kereta Papandayan yang kami pilih ini berangkat dari jalur stasiun Gambir sekitar pukul 06.30 an.


Kami memutuskan ke Garut saat libur sekolah, namun sebelum tanggal Natal.

Nawaitu mau daftar face recognition di stasiun, ternyataaaa jaringannya lagi trouble. Yowis, manual deh!

Di dalam kereta, Ugo udah berniat mencoba makan di cafetaria kereta, maklum yaa Ugo belum pernah nih heheuu. Ugo nyobain bakso di kereta. Kulineran di dalam kereta, asyik banget, biasanya terletak di gerbong 4 atau 5. Saya pun betah berlama-lama di sana sambil menikmati panorama yang muncul dari jendela besar. Oh ya ketika jalan ke Garut, paping sengaja membawa kamera digital jadul, yang pixelnya cimit hihi.



Kegiatan selama perjalanan di kereta ngapain aja? Ugo dan Ashika merekam video juga ngemil. Kalau si kakak-kakak ABG yaa hapean, tidur, ngobrol dan ngemil pula. Hampir pukul 12.00 siang, kami tiba di stasiun Garut. Sesampainya di sana memang pas jam makan siang. Paping langsung memboyong kita-kita yang kelaparan ke tempat makan. Posisinya di dalam area stasiun Garut yakni Resto Rasa.

Mampir Makan Di Beberapa Tempat:


Resto Rasa

Dengan berjalan kaki, kamu bisa menemukan Resto Rasa yang dekat sekali dari stasiun Garut. Resto ini menyediakan berbagai makanan khas Indonesia juga minuman seperti kopi, teh, dan minuman kreasi restonya. Restonya memiliki keunikan dengan ornamen yang jadul. Terlihat dari bentuk bangunannya vintage menggemaskan. Tempat duduk, jendela dan pintu kayu, semua terasa natural. Uti langsung diajak Ugo foto-foto di sekeliling restonya. Uti happy nih difotoin Ugo dan Ashika haha.

Kami pesan beberapa makan besar seperti Soto Betawi, Coto Makassar, Sop Iga, Ayam Serundeng. Rasanya enak, bumbunya beneran (memang ada bumbu bohongan cig?!) Soto Betawi kuahnya gurih dengan isian lengkap. Seingat saya empingnya dipisahkan gitu jadi nggak bikin blebek kuahnya. Ashika nggak mau empingnya, jadi dioper deh.


Resto Rasa


Menu makanan bisa dipilih ukurannya lho, bisa large atau small. Saya pilih small, cukup sih, apalagi untuk anak-anak usia Ugo, pilihkan aja yang kecil. Untuk harganya ya seperti resto pada umumnya es teh manis Rp. 14.000,- HEHE. Pelayanannya baik, terdapat toilet yang bersih.

Karena udah pada lapar, saya nggak fotoin semua menunya.


Joglo Abah

Semua tempat makan yang kami datangi, kayaknya on the spot aja gitu nyari saat di sana. Kami skip tempat yang viral di Garut. Nah kalau Joglo Abah ini letaknya dekat dari hotel kami, di pinggir jalan raya Di Joglo Abah kami makan siang dengan view ada gunung-gunungnya hehe. Oh ya kalau makan di Joglo Abah dapat sup ayam gratis loh, rasanya pun enak. Isiannya irisan ayam, wortel dan daun bawang. Jadi nggak perlu khawatir kalau anak-anak yang butu hmakanan berkuah tidak perlu pesan menu kuah bening lagi kan khawatir terlalu banyak menu yang dipesan. Selain itu minuman teh tawar hangat free pula.

Pelayanannya oke hanya aja metode bayarnya belum bisa QRIS. Di Joglo Abah kami juga mencari oleh-oleh khas Garut. Sebenarnya tidak hanya tempat makan, di sini tersedia beragam oleh-oleh Garut yang siap dibungkus bawa pulang. Ada mini playground di area belakang resto. Ada toilet dan parkirannya pun luas.


Apa aja yang kami pesan?

Gurame Goreng Terbang, Sop Iga Istimewa, Sate Sapi, Sayur Asem, Tahu Cabai Garam, Sebakul nasi, dan beragam minuman.




Rasanya lezat, yang paling disukai anak-anak tahu cabai garam dan sate sapinya. Potongan daging yang tebal, juicy gitu dengan bumbu yang meresap.


Ramen Korelasi

Ramen yang review di Googlenya 4.9, luar biasa. Memang gimana sih tempat dan rasa makanannya? Tempatnya memiliki parkiran luas, nggak perlu khawatir ya. Toilet, tempat sholat ada lengkap. Nah yang saya suka ada spot foto yang kece banget nih kayak gini. Walau Jejepangan tetap disesuaikan dengan kondisi.




Harga ramennya di kisaran 40- 42 ribu, ada juga di bawah itu. Ashika mencoba ramen matcha. Alamak, ada-ada aja ya, sampai kuah ramen bermatcha ria. Rasa ramennya nggak asal-asalan, enak. Minuman juga gitu, kreasi minumannya bikin segar. Harga minumannya kalau teh tawar 5ribu, sedangkan lainnya di atas 15 ribu ya.

Ramen Korelasi cukup luas tempatnya dan bikin betah. Kami ke sana saat baru buka, jam 10.30an, kelar makan, langsung bergegas balik hotel untuk siap-siap pulang. Cuaca di hari terakhir agak berkabut tapi masih berasa hawa gerah, entah kenapa?

Dari mula ceritanya tentang menu makan mulu ya, penginapanannya belum cerita?! Kami menginap di hotel Harmony, mungkin akan jadi 1 postblog ya nanti.

Hotel ini nggak jauh dari stasiun. Di Hotel Harmony dapat view masya Allah, 2 hari bisa lihat gunung saat buka jendela balkon kamar. 




Anak-anak bisa renang tanpa kedinginan karena kolam renangnya air hangat. Apakah semua hotel Garut seperti itu?

Selama di Garut, transportasi menggunakan Gocar, praktis dan dapatnya juga terbilang cepat. Makanan di Garut yang kami coba yaaa enak-enak semua.


Lari pagi di jalan Ibrahim Adjie Garut.

Jujur, paling berkesan tuh saat lari pagi di Garut, aseli memanjakan mata banget (duh norak deh sayaaah). Garut sendiri terdapat beberapa gunung yang terkenal, Papandayan, Cikuray, Guntur, Sagara, Putri, Karacak. Kata driver Gocar, di Garut ada pantai, saya baru tauuu. Dan setelah gugling, jaraknya 90 km dari Garut yang saya kunjungi.

Andai hawa pagi Garut bisa dibawa ke Tangerang. Kurang lebih 5 km ya, kami balik lagi ke hotel, kami juga mampir ke batu-batu ini, apa sih namanya? Bagus untuk foto gunungnya. Lari berdua paping, anak-anak dan uti di hotel.




Syukurlah nggak ketutupan kabut di hari itu. Saya sempat membuat beberapa konten walau pakainya hp aja. Oh ya kenapa ya Garut ini nggak sedingin yang di gambar? Hanya di pagi hari dinginnya, selebihnya mirip Tangerang panasnya. Apa karena cuaca sekarang ya? Hmm, kalau diajak lagi ke Garut? Hayuuuuk. .

Komentar