Pengalaman Sekeluarga Menginap Di Swiss-Bel Hotel Serpong

Pengalaman Sekeluarga Menginap Di Swiss-Bel Hotel Serpong ~

Musim liburan masih berlangsung nih, udah ke mana aja? ikut dongs hehe. Alhamdulillah kami mendapat pengalaman menginap di Swiss-Bel Hotel Serpong di akhir Juni kemarin. Bulan Juni di keluarga kami ada 2 orang yang mengulang tahun, pertama paping dan kedua adalah adik Ugo. Nah pas banget momennya di hari liburan sekolah. Qadr Allah saya dapat voucher gratis menginap dari acara Swiss-Bel Hotel waktu itu, karena menang kompetisi reels di Instagram bareng teman-teman FoodBlogger Indonesia (FBI). Sungguh kaget karena merasa kurang puol gitu bikin videonya, hanya karena izin Allah jadi dapet deh vouchernya dan semua happy. Tidak hanya kami ber-5 loh yang turut menginap di sana, mbah uti dan mbah haji alias akungnya juga ikutan. Kayak apa keseruan kami sekeluarga di sana.



Jujurly saya nggak terlalu banyak mengambil foto dan video untuk blog atau instagram, tapi memang niat ngonten untuk Shutterstock di sana. Sedangkan untuk mereview hotelnya tuh enggak niat ya. Beda dengan pekerjaan, kalau diminta review memang harus niat, kalau liburan gini saya seorang blogger yang lemah wahahaha, udah menikmati momen aja, mendokumentasikan sih tapi untuk kenangan pribadi doang. Namun kalau pada akhirnya saya harus mengulas kesan dan gimana pengalaman Di Swiss-Bel Hotel Serpong, dasarnya supaya terkenang di blog. 


Menginap Di Swiss-Bel Hotel Serpong Pusat Kota Tangsel

Lokasi hotel Swiss-Bel Serpong sangat strategis ya, dia tuh dekat pusat kota Tangsel. View kamar kami juga bisa melihat kereta api lewat. Ugo semangat apalagi emaknya kalau ada kereta yang lewat. Pas udah malam gitu, cakep deh, view kereta api yang melintas saya nggak terganggu dengan suaranya kan ada redaman.





Buka Kamar 1 Lagi

Udah dari lama sih kalau ibu tuh mau ikut nginep kami di hotel, mau ngerasain staycation ugaaak soalnya biar nggak cari cuan mulu katanya. Btw, bapak sama ibu masih aktif berdagang. Masya Allah tabarakallah, saya ingat blio ngomong di telepon  "Pengin deh ikut, ntar kalau nginep lagi ya, biar bapak nggak kerja mulu, sekali-sekali lah pak..." Pernah liburan bareng ibu bapak tapi udah lama, rasanya sih sebelum pandemik ya haha lamaaa banget. Itu bukan menginap di hotel sih tapi di guesthouse aja di Jogja. Alhasil kompromi dengan ibu nentuin tanggal dan konfirmasi ke pihak hotel, dapat tanggal deh. Saya pesan 1 kamar lagi untuk bapak dan ibu. Waktu itu saya langsung reservasi ke pihak hotelnya dan nentuin tanggal 25-26 Juni karena pilih hari minggu ke senin yang tidak terlalu ramai. But, ramai juga ketika di restonya, jadi kayak ada semacam acara training atau apa gitu deh. Dengan harga kamar 850 ribu per malam, dapat breakfast untuk 2 orang. Krucil Ugo sarapan FREE sedangkan anak-anak seperti kakak Kaina dan Ashika dikenakan biaya sarapan 75 ribu / per-orang. Alhamdulillah setengah biaya sarapan orang dewasa ya.


Dapat Connecting Door

Kami di kamar 302 dan 301 bisa connected. Alhamdulillah sesampainya saya dan Kaina di hotel senang banget melihat Ugo mondar-mandir ke tempat mbahnya di kamar sebelah. Waktu reservasi saya diminta paping, kalau bisa kamarnya sebelahan. Saya sampaikan ke pihak hotel, tapi katanya tergantung ketersediaannya kamar. Oh oke baiklah. Tidak berharap banyak eh dapat kamar sebelahan dan ada connecting doornya pula. Ya anak-anak demen banget sih kerjaannya bolak-balik tempat mbah.


Kolam Renang Tanpa Perosotan Tetap Happy

2x berenang tetap nggak mau udahan. Ya namanya bocil kalau udah nemu air, tidak bisa terpisahkan layaknya gula dan semut. Mereka berenang di sore dan pagi hari. Memang sih nggak ada perosotannya hehe tapi tetap happy. Kolam renang menjadi incaran anak deh kalau ke hotel. Di dekat Swiss-Bel Serpong temans bisa ke Ocean Park, di sana bisa renang dengan arena bermain yang buanyak. Oh ya kalau di Swiss-Bel PIM area kolam lebih luas sedangkan di sini nggak besar. 


Menikmati Sajian Lengkap Saat Sarapan

Sebagai emak, saya sering bawa kotak makan untuk menampung sisa makanan anak-anak kalau lagi pergi. Faktanya anak-anak juga makan nggak seberapa jadi saya juga mengambil snack untuk mereka makan di kamar. Kotak makannya cuma 1 ya, nggak yang banyak berbungkus-bungkus gitu hihi. Makanan di hotel seperti biasa menuya ada traditional dan western. Bubur ayam, bubur sumsum, cendil, salad, gado-gado, sushi, toast, makanan berat nasi, nasgor, nasduk, puding, yogurt dan jajanan pasar juga ada. Mbah pun ikut mencoba mulai dari jus, yogurt dan jamu. Wah ada jamu juga loh ternyata. Banyak deh pokoknya perut nggak bakal muat kalau mencoba semuanya :p.


Musim Liburan Ada Bioskop Mini plus Cooking Class

Selama musim liburan, di weekend ada bisokop mini dan cooking class. Kami sempat mencoba bioskop mininya. Ada beberapa bean bag yang bisa diduduki dan tenda tepee untuk anak-anak. Mencoba nonton beberapa menit di dalam ruangan, sepi sih hanya ada staff di belakangnya dan keluarga rempong kami. Wahahaha, karena adik Ugo nggak bisa tertib dan terlalu antusias, jadilah kami memutuskan keluar ruangan dan jalan ke Indomart Point di bawah.


All Staff Ramah

Ternyata masih hujan rintik, nggak ada payung dan lapar lagiiii. Niat berduaan mencari camilan ke Indomart Point dekat hotel namun di TKP tuh krucil ikut, asyikkk deh rameee. 2 buah payung besar melindungi kami dari tetesan air sisa hujan malam senin yang dingin. Kami dipinjami payung oleh bapak security hotel. Staff di resto juga membantu paping ambil sendal hotel yang terbang tertiup angin. Sore hari di tempat kolam renang, angin kencang, sendal hotel yang tipis pun terbawa angin sampai balkon. Terima kasih yaaa pakbapak.




Jarak dari rumah ke Swiss-bel Serpong tuh 19 km, padahal dalam judul sama-sama di Tangerang. Saya di kota Tangerang, sedangkan hotel di kota Tangerang Selatan. Lumayan deh menginapnya ada waktu tempuh yang cukup dinantikan anak-anak. Sekian dulu yes ceritanya, pengalaman sekeluarga menginap di Swiss-Bel Hotel Serpong semoga berkesan untuk anak-anak dan ada manfaatnya untuk pembaca.

Komentar