Menuju Jiwa Yang Tenang (Kajian Masjid)

Menuju Jiwa Yang Tenang Bagian 1 (Kajian Masjid)  ~ 

Kalau ditanya menuju jiwa yang tenang itu mudah atau susah? Banyak orang berusaha menjalani kehidupan ini dengan jiwa yang tenang. Tapi sebenarnya ketenangan itu apa sih? secara etimologi berarti mantap, tidak gusar, yaitu: suasana jiwa yang berada dalam keseimbangan sehingga menyebabkan seseorang tidak terburu-buru atau gelisah. Judul ini merupakan kajian masjid yang saya datangi kala itu, materi dari ustad Okeu Setiawan yang saya catat dan sayang sekali kalau tidak dibagikan di sini ya. Jadi materi menuju jiwa yang tenang ini sangat menohok diri sendiri, semua untuk diri sendiri. Yaa kalau jadi manfaat untuk pembaca, alhamdulillah :).





Sebenarnya kajian saat itu hanya satu sesi aja ya tapi postingannya saya bakal bikin 2 karena kalau seluruhnya disatukan terlalu panjang hehe.
Yuk ahhhhh. .

Ketenangan merupakan syarat masuk surga. Gimana ketenangan bisa dimiliki setiap orang? Apakah banyak uang akan tenang?
Faktanya, kebanyakan orang yang semakin kaya malah semakin takut didatangi kerabat, alasannya takut dihutangi dan lain sebagainya. Coba tanya ke dalam lubuk hati sendiri. 

Bagaimana Dengan Banyaknya Keinginan Kita?

Ketenangan bertolak belakang dengan hawa nafsu. Semakin banyak keinginan, semakin banyak tidak tenangnya. 
Nggak percaya? cek QS. Al-Hajj Ayat 52
 
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), mela-inkan apabila dia mempunyai suatu keinginan, setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya." (QS. Al-Hajj: 52)

Lalu apakah tidak boleh punya keinginan? Boleh tapi secukupnya.
Merasa cukup terhadap apa yang telah Allah berikan menjadikan jiwa kita tenang. Ketika uang meningkat, setan menggoda. Makin banyak orang yang punya keinginan, semakin setan menggoda. 


Zaman para sahabat nabi ketika masih hidup, mereka diangkat jadi pemimpin, mereka menangis, karena kalau manusia menjadi pemimpin, kecendrungannya berbuat dzalim. Banyak godaan. Ini juga ada dalilnya.

Bicara keinginan erat kaitannya dengan hawa nafsu, nafsu nggak bisa mati, nafsu hanya bisa dikendalikan. Nafsu ada 2, ada nafsu yang sesuai kehendak Allah dan tidak sesuai kehendak Allah.

Namanya orang hidup pasti memiliki masalah tapi apakah masalah membuat hidup menjadi membingungkan?

Menuju jiwa yang tenang, kalau ada masalah tidak usah bingung karena sebagai muslim kita selalu membaca dan meminta Al Fatihah ayat 6-7 kan?




Tolak Ukur Jiwa Yang Tenang

Ciri orang di jalan lurus adalah hidupnya tenang, yakin Allah akan beri petunjuk karena masalah akan sesuai kemampuan. Sedangkan orang sesat cirinya apa? ada masalah bingung. Gimana supaya nggak bingung? Caranya, harus meningkatkan derajat nafsunya. 

Ada 2 cobaan dalam hidup ini, yang satu adalah keburukan, yang lainnya dalam bentuk kebaikan kebaikan. Begitulah ujian dalam hidup. Semua pasti dapat cobaan, seperti kata Al-Qur'an.


"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami." (QS. 21:35)


Manusia selalu pengin sesuai dengan keinginannya. Nah naaaah. Padahal enak dan tidak enaknya kehidupan itu sebenarnya tidak ada. Memang terkadang bahkan pasti Allah kasih kejadian yang tidak sesuai keinginan kita, namun semua baik menurut Allah.

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu." (QS. Al-Baqarah : 216)

Ayat di atas udah familiar ya? berperang merupakan suatu amalan yang paling tinggi. Dalam keseharian kita menemukan hal yang tidak menyenangkan tapi masih di bawahnya berperang bukan? dan Allah yang tahu mana yang paling terbaik untuk umatnya. Terus kenapa manusia masih pada kecewa?


Kenapa Masih Kecewa?

Berdasar ayat di atas, jelas, meskipun tidak sesuai dengan maunya kita, itu tetap sesuatu hal yang baik. Karena yang baik itu belum tentu baik berdasarkan penilaian Allah. Sekarang seberapa sadarnya manusia menanggapi kejadian yang tidak sesuai keinginan itu merupakan hal baik? 

Untuk meningkatkan derajat nafsu, maka diberikan kejadian yang tidak sesuai keinginan yang disebut ujian. Allah melihat respon kita terhadap kejadian yang tidak sesuai keinginan, apakah ikuti kata setan?

(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, “Kafirlah kamu!” Kemudian ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
(QS. Al-Hasyr :16)



Saat Mengalami Ujian, Bila Ikut Jalan Setan

Bila ikut setan, seperti ayat di atas itu. Setan bertugas mencari teman, selebihnya ya resiko di tanggung masing-masing. Huhu. Sebelum ikut-ikutan yang tidak baik, ingat ayat ini ya. 

"(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri." (QS. 50:17)

Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, “Bersujudlah kamu kepada Adam,” maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud. (QS.7:11)


Manusia tetap digoda karena hawa nafsu.

Dia (Samiri) menjawab, “Aku mengetahui sesuatu yang tidak mereka ketahui, jadi aku ambil segenggam (tanah dari) jejak rasul lalu aku melemparkannya (ke dalam api itu), demikianlah nafsuku membujukku.” (QS. 20:96)






Banyak peristiwa yang telah diberitakan dalam Al-Qur'an, kisah-kisah dahulu yang tentunya patut menjadi pelajaran untuk kita. Seperti kisah tentang Qabil yang menuruti nafsu jahatnya.

Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi. (QS. Al-Maidah : 30)


Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya."  (QS. 15:39)


Orang yang korupsi aja kalau ditanya mau masuk surga, dia pasti mau yekan, tapi ketika melakukan tindakan korupsi apakah dia ingat surga dan neraka? tentu tydack, karena para koruptor telah disesatkan oleh nafsu mereka sendiri sesuai ayat yang tertulis di atas.

Yang paling mengerikan akibat selalu menuruti nafsu adalah Allah tidak memberikan petunjukNya lagi.

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) (QS. 45:23)


Bila Bersabar Saat Ujian

Dan ingatlah Ismail, Idris, dan Dzulkifli; mereka semua adalah orang-orang yang bersabar dalam menghadapi cobaan. Kami telah meliputi mereka dengan rahmat Kami karena mereka adalah orang-orang yang baik dan shalih. (QS. 21 : 85-86)

Orang yang dikuasai iblis biasanya tidak sadar, setinggi apa pun ilmunya kalau menuruti nafsu akan dikuasai oleh iblis. 

Allah mencintai orang-orang yang sabar. Kunci-kuncinya udah tau tapi kenyataannya masih suka ngomong . .

"kurang sabar apalagi gueee. ."
"Udah sabaaaar..."

Padahal yang menilai sabar atau tidaknya hanya Allah sang pemilik soal ujian. Sering nggak sih kalau ujian hidup rasanya mau ubah soal? Huhu padahal itu nggak boleh, dan mengeluh juga nggak boleh. Apakah kita udah sabar?  Ciri kesabaran adalah tenang.
Yang namanya ujian masuk surga, ujian berat. Apa lagi yang harus diperdebatkan.

Masuk Surga

Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. dan masuklah ke dalam surga-Ku
(QS. Al-Fajr 27-28).

Jiwa yang tenang, masuk surga . .





Jadi ketika diuji, perlihatkan sikap kita pada Allah. Terima dahulu. Sadari semua yang terjadi atas izin Nya.

Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. 64-11).

Nah sekarang mau ikut setan atau bersabar ?
Di postingan selanjutnya insya Allah saya share ayat-ayat penguat kesabaran lainnya ya.^^ Semoga artikel Menuju Jiwa Yang Tenang ini bermanfaat untuk kita semua, amiin.

Komentar

  1. Kadang gitu ya sudah dilarang berharap pada manusia, berharapnya sama Tuhan saja malah nyari yang mematahkan. Takhta tertinggi menaruh harapan, berdoa, dan mencurahkan isi hati adalah Allah. Memang tempat terakhir yang bisa kita andalkan adalah Tuhan. Luar biasa ini yang disampaikan, terima kasih informasinya!

    BalasHapus
  2. Ya Alloh, kalau kita punya keinginan itu setan berbondong-bondong ya buat ikut menyesatkan huhu, sedih banget kalau inget diri ini masih banyak kurangnya dan mudah banget digoda sama bisikan setan, semoga bisa lebih baik lagi di tahun baru hijriah ini, makasih remindernya mak

    BalasHapus
  3. Iya lhooo, kadang kebaikan juga termasuk dalam ujian. Apalagi sifat dasar manusia yang selalu pengen semua keinginannya dituruti. Padahal kembali lagi, Allah lah yang paling tahu dan sebaik-baiknya perencana buat semua kehidupan kita.

    BalasHapus
  4. Masya Allah... ini adem banget bacanya jadi pengingat juga ini untuk kita yang kadang suka khilaf dan banyak banget maunya. Ya begitulah manusia, kemauannya banyak tapi suka gak sabar dan kalau kecewa ya ngomel-ngomel. Padahal

    BalasHapus
  5. Kalau dalam agama kristiani, ada lagu pujian yang salah satu petikan kalimatnya begini : "tenanglah jiwaku, dalam naungan sayap-Mu". Memang jiwa yang tenang adalah dambaan semua orang, tetapi "peperangan di alam roh-ani" antara keinginan duniawi dengan hal surgawi sering menjadikan kita tidak tenang. Ya karena kita masih mauuuuu yang duniawi ituuu..yang enak-enak ituuuu.

    Semoga kita semua bisa mendapatkan ketenangan sejati ya mBa... Btw, aku salfok sama foto pohon-batu-kunci...indah sekaliiiii.

    BalasHapus
  6. Jleb banget! Huhu..aku masih begitu, bukan takut sih kalau didatangi siapa saja. Tapi memang makin lama banyak yang tujuan kedatangannya sama: meminta bantuan. Dan sayangnya bukan untuk makan dan kebutuhan pokok lainnya tapi untuk hal yang kadang bagiku enggak perlu sampai minta dibantu. Apalagi mereka yang minta bantuan setelahnya seperti tanpa beban, hidup bersenang-senang, ntar kalau kehabisan ngarepin lagi bantuan..duh! Padahal kitanya sampai di titik ini juga bukan tanpa perjuangan...eh jadi curhat
    Btw, reminder bagiku ini materi kajiannya, setuju jika ciri kesabaran adalah tenang.
    dan bener ya ujian masuk surga, itu berat, maka ga perlu berdebat!

    BalasHapus
  7. Masya Allah, kajian yang mantap nih. Berasa kesentil juga nih saya. Kadang keinginan melambung tinggi sampai menggebu-gebu dan bikin jiwa gak tenang.

    Padahal, jiwa gak tenang, sangat dekat dg setan.

    Kudu mylai melatih diri untuk berpikir positif, tenang, dan terus berusaha.

    BalasHapus
  8. Terima kasih atas pencerahan nya Mba. Kadang kita tuh kecewa dengan orang di sekitar bahkan pasangan sehingga meninggalkan luka batin jadi kadang gak tenang. Bukan hanya soal keinginan atau impian yang gak sesuai/tercapai

    BalasHapus
  9. Semoga kita semua bisa menjadi Hamba yang sabar menghadapi cobaan buruk maupun ketika mendapatkan nikmat baik selalu bersyukur.

    BalasHapus
  10. Masyaallah, terimakasih sudah diingatkan lewat kajian ini, terkadang kita jadi seorang manusia itu sudah bersahabat baik dengan rasa kecewa, dengan banyaknya kecewa yang selalu dipendam akhirnya akan menjadi sampah di kemudian hari, masih harus banyak sekali bersyukur atas segala Nikmat-Nya.

    BalasHapus
  11. AKu masih belajar banget soal ketenangan jiwa ini. Ada waktu kaya bingung, harus gimana pas kena masalah. Lalu curhat ke Allah dan bisa banget bikin tenang. Memang balik lagi ke diri sendiri bagaimana melihat sesuatu. Yang terlihat buruk, kadang itu lah yang terbaik

    BalasHapus
  12. bener juga mbak namanya hidup pasti ada aja masalah tapi tinggal kita menyikapi & mangatasinya ya. Diperlukan ketengan untuk mengatasi semua. Menurut kita belum sempurna jadi kecewa padahal itu sudah jalan yang Allah berikan ya

    BalasHapus
  13. Begitulah... Jaman dulu, diangkat jadi pemimpin itu pada gak mau karena tahu tanggung jawab nya sangat berat

    Beda dengan jaman sekarang, justru pada berlomba mencalonkan dan suka banget saat dicalonkan jadi pemimpin. Seolah jadi pemimpin itu tak memiliki pertanggungjawaban

    Wallahualam

    BalasHapus
  14. Terima kasih reminder nya mbak
    Memiliki jiwa yang tenang itu butuh usaha ya mbak
    Salah satu caranya dengan selalu bersyukur

    BalasHapus
  15. Jiwa yang tenang itu adalah jiwa yang tahu bahwa ia begitu dekat dengan Sang Khalik ya Mbak. Jika berpunya, bebas dari rasa wawas. Begitupun jika belum berpunya juga gak kuatir, karena sang jiwa tenang tahu banget bahwa Allah memberikan yang terbaik untuknya

    BalasHapus
  16. Senang sekali diingatkan seperti ini, hidup emang harus menerima ketentuan Allah, namun saat musibah datang, kadang jiwa ini suka berontak dan ingin segera ada solusi, padahal harusnya terima aja dulu, itu tandanya Allah menilai kita mampu.

    BalasHapus
  17. Makin banyak keinginan akan makin tidak tenang meskipun semuanya bisa didapatkan. Lebih baik membatasinya saja agar bisa menguatkan rasa syukur. bahkan rasa syukur pun bisa jadi ujian, ya.

    BalasHapus
  18. Intinya dlm menghadapi hidup ini tawaqal dan sabar...ya mba.. tidak semua yg bilang kita bagus belum tentu bagus menurut Allah... Harus bener dijalani. InsyaAllah pasti ada hail yg baik

    BalasHapus
  19. Terima kasih pengingat atau remindernya ya Mba. Memang pada akhirnya dalam hidup ini hanya butuh rasa tenang. Semua yang terjadi adalah yang terbaik. Kita hanya perlu menerima dan meluaskan syukur.

    BalasHapus
  20. Beberapa waktu lalu juga aku dengerin kajian Aa Gym yang menyampaikan isi yang sama, membuat jiwa tenang. Intinya memang menyerahkan semua kepada Allah ya mbak, apapun yang terjadi pasti Allah paling tau apa yang terbaik buat kita.

    BalasHapus
  21. banyak keinginan itu memang sering bikin hati jadi ga lapang juga ya mak. khawatir juga akan masa depan dan mudah berburuk sangka pada taqdir Allah, astaghfirullah

    BalasHapus
  22. Aduh Mak Uci, tulisannya banyak reminder buat aku. Huhu pas banget dengan aku yang saat ini galau gak jelas. Kadang aku suka heran, kok bisa ya begitu. Sering deh saat aku galau, lagi punya masalah, pas BW, pas buka sosmed, pas denger orang ngomong, isinya jadi reminder buat aku. Huhu makasih buat tulisannya :')))

    BalasHapus
  23. Terima kasih sharingnya ya bermanfaat banget, aku dulu suka overthinking dan cemas, Alhamdulillah setelah memperbaiki ibadah dan memperbanyak syukur, berpikiran positif keadaan membaik, jadi lebih tenang dan happy

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terima kasih sudah mampir di cigrey.com. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)