Berteman Dengan Lelaki

Berteman Dengan Lelaki~ Wah judulnya ini zaman sekolah banget. Apakah friendzone? Waktu sekolah saya memang memiliki teman dekat tidak hanya perempuan ada juga teman dekat lelaki. Iya ada beberapa lelaki. Berteman dengan lelaki memang tidak terlalu ribet :P tetapi kadang jadi complicated kalau ada perasaan yang bertepuk sebelah tangan, OH NO!. Cep cep kacian. Berteman dengan lelaki biasanya mereka curhat tentang cewek yang ditaksir di manaa cewek itu adalah teman dekat saya. Saya juga jadi mak comblang beberapa kali deh dulu, ya Allah ampuni dosakuuuh. Ya pada masa itu, ketika di sekolah dasar aja teman-teman saya udah jadi-jadian. Saya sih cuma jadi nyamuk perantara aja.


Berteman dengan lelaki


Berteman dengan lelaki biasanya menimbulkan pertanyaan, beneran nggak ada rasa? Iya beneeeer. 

Berteman dengan lelaki, ada yang percaya itu bisa terjadi ada juga yang enggak. Tergantung yaaa.

Tapi biasanya nggak berduaan aja tapi ada teman lain. Kalau katanya temenan sama laki-laki itu nggak ribet, hmm nggak juga karena ada yang ribet kalau lagi curhat Huahaha. Saya biasa dengerin orang curhat. Ternyata orang laki-laki juga butuh curhat, mereka pun manusia. Masa enggak boleh nangis? Kacian juga kalau anak laki nggak boleh nangis mah.

Sekarang sih nggak punya teman dekat laki-laki karena setelah menikah yaudah aja gitu. 

Sempat nonton konser bertiga sama pak suami waktu belum nikah. Berhubung sekolah juga banyakan murid laki, jadi udah terbiasa dengan bercandaan yang agak-agak hadeh. Berteman dengan lelaki asal ada batasannya, ya lebih ke nggak pake perasaan sih. LOL. Kadang ngeselin karena udah dikasih saran nggak dijalanin. Udah dikasih saran masih ajaaaaa.


Waktu Sekolah

Mungkin banyak yang meragukan pertemanan kita tapi ya memang hanya teman sih. Ada kan yang kalau ngomong nyambung, bercandaannya klop tapi bukan tipe kamu. Yakan?  Sungguh tidak melibatkan perasaan. Hanya sekedar teman.

Banyak juga sih yang malah TTM alias Teman Tapi Mesra. #Eh cuma ya kalau udah jodohnya gimana. .

Berteman dengan lelaki kadang jadi tau sesuatu dari sudut pandang laki meskipun nggak selalu sama. Dulu sih bisa ngorekin info tentang gebetan ya. #hadehhh.


Setelah Menikah

Udah nggak pernah sih kalau chat sama teman lelaki yang dekat waktu sekolah karena kan nggak enak sama istrinya kalau memang nggak ada kepentingannya. Tapi pak suami nggak cemburuan yakan? Iya nggak sih 😂 kalau ibu istri ya kadang senewen kalau ada yang berlebihan.

Berteman dengan laki tuh suka dianggap cowok juga 😆.  Apalagi pas zaman sekolah di SMK Telkom, yang kebanyakan lelakinya. Udahlah bercandaannya nggak pandang bulu. Kacau 😂 cuma kok kadang rindu masa sekolah ya.

Jadi teman dekat lelakiku saat ini adalah anak dan suami 😄 .

Sebenarnya tulisan tema 1minggu1 cerita nih tapii saya terlambat setornya. Huhu. Waktunya sungguh mengejar dakuuu.

Komentar

  1. Jujur sih sebagai perempuan, lebih nyaman kalau curhat sama laki-laki karena beberapa hal kadang mereka bisa lebih nasehatin atau menghibur, lebih ngerti pula. Kalau sesama perempuan kadang ada hal yang menjengkelkan malahan. Tapi, harus tetap tahu batasan memang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)