Mengingat Mati

by - December 23, 2021

Mengingat Mati ~ Kok sereeeem judulnya ih. Atulah hidup udah berat, kenapa bahas yang berat lagi? Justru biar nantinya nggak berat. Yukk kita belajar bareng. Lagi-lagi tulisan ini memang untuk reminder diri sendiri, syukur-syukur kalau bermanfaat dan bisa menggerakan hati seseorang supaya bisa berubah jadi lebih baik lagi, yakan. Jadi seberapa sering kita mengingat mati? Banyak manfaat yang bisa diambil dari mengingat kematian supaya kita beruntung.





Setiap yang bernyawa ya udah pasti akan mengalami kematian. Ini udah sunnatullah atau ketetapanNya, dan memang nggak ada yang abadi di dunia ini. Saya menyimak kajian Buya Yahya tentang mengingat kematian. 

Rasul pernah ditawarkan oleh Allah, mau hidup kekal atau wafat? Saat itu jawabannya, Rasul ingin kembali ke rabbnya, bertemu Allah karena tugasnya udah selesai. Rasul juga mengalami sakaratul maut, kenapa begitu? untuk memberikan peringatan kepada umatnya. Sakaratul maut itu sakitnya berlapis-lapis. Dan perlu dipersiapkan dari sekarang. Caranya gimana?

Sebaik-baik orang adalah yang panjang usianya dan banyak amalnya. Kalau orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat mati. Maksud mengingat mati adalah mempersiapkan diri kita, membawa bekal apa aja untuk pindah ke sebuah tempat setelah mati. Nah. Kita semua kan akan mengalami alam barzah.

Membimbing orang saat sakaratul maut juga harus pelan-pelan, lembut, di telinga kanan. Jangan ditangisi. Harus dalam keadaan tenang. Tidak usah diajak bicara, fokus tuntun saja kalimat "laa ilaaha illallaah"


Maksimalkan Nikmat Dunia
Memikirkan kematian diri sendiri bukan kematian orang lain. Semua orang yakin akan mati, tapi tidak semua mempersiapkan kematian.

Di alam barzah kita didatangi malaikat Munkar dan Nakir.  Malaikat berbentuk yang menyenangkan bila kita baik dan sholeh. Sedangkan malaikat datang dengan menyeramkan jika kita jahat. Suaranya lebih lantang dari halilintar. Hiks, sereeem.

Maksimalkan nikmat yang kita dapat di dunia untuk bekal akhirat. Ilmu dunia tidak dilarang tapi jangan sampai melupakan akhirat. Suami baik terhadap istri, membimbingnya, istri pun taat pada suami. Berbakti pada orang tua, mendidik anak ilmu agama, dan berhubungan baik dengan tetangga, menjauhi riba, sholat fardhu tepat waktu, membaca Al-Qur'an dan masih banyak lagi. Itulah contoh-contoh bekal akhirat kita. Semoga kita bisa ya didatangi malaikat yang bentuknya menyenangkan. 







Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita agar memperbanyak mengingat mati. Beliau, Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ‏ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian” (HR. Tirmidzi).


Meminta panjang umur dalam ketaatan serta sehat wal afiat. Disunahkan berwudhu dan dzikir sebelum tidur, tidak lupa menghadap kiblat.

Kebaikan di dunia akan menjadi teman yang indah di alam barzah. Pokoknya niatkan semua kebaikan.

Do'a yang paling sering dibaca nabi Muhammad: Rabbana atina fiddunya hasanah, Wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar. Amiin ya rabbi.


Mengerti Urusan Barzah

Tidak perlu takut akan kematian karena sejatinya kematian adalah kembali pada Allah. Allah senang bertemu hambanya. Jadi mulai melatih diri supaya senang bertemu Allah. 

Kematian itu tiba-tiba. Selalu tidak siap, tidak ada yang siap. Seperti anak ditinggal oleh ibunya, tidak akan pernah siap. Kadang yang sakit belum tentu lebih cepat matinya, bahkan yang sehat bisa lebih dahulu. Tua muda tidak jadi patokan.

Setelah mati, amal sholeh kita berdatangan. Sholat kita, puasa kita, sedekah, haji kita (insya Allah haji ya Allah), semua ketaatan kita nampak di alam barzah.






Dunia Adalah Penjara Orang Sholeh
Manusia harus paham dunia, supaya tidak menyesal. Lalu gimana, di dunia harus tersiksa gitu? Enggak. Di dunia ada batasan-batasan untuk orang sholeh. Iman dan amal sholeh, kedua itu penting.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dunia adalah penjara bagi orang beriman dan surga bagi orang kafir.” (HR. Muslim no. 2392).


Nasihat yang baik adalah kematian. Genggamlah dunia di tanganmu, jangan di hati. 





Orang yang terancam masuk neraka pertama kali adalah orang yang mencari/menyampaikan ilmu bukan niat karena Allah, mujahid bukan karena Allah, sedekah bukan karena Allah. Yuk luruskan niat. Jadi jangan tertipu pesona dunia. Jangan salah mencari kebahagiaan. Kebahagiaan akhirat kekal dan abadi. Semoga kita bisa husnul khotimah. amiin. 

Semoga artikel  Mengingat Mati ini bermanfaat ya, amin. 

You May Also Like

1 comments

  1. Bener banget, kita harus senantiasa mengingat mati. Ya, hiduplah dan beribadah seakan besok kamu mati. Kita juga ga tahu kapan kematian akan datang.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)