Tentang Waktu Yang Cepat Berlalu

by - June 24, 2021

Tentang Waktu Yang Cepat Berlalu  ~ Udah kayak drakor judulnya 😆.  Kok udah segini ya umurnya sayaaa? LOL. Kayaknya kita dulu masih merancang masa depan. Masih nonton doraemon bareng kakak dan adik dengan muka yang bedakannya cemang cemong. Dulu pernah bingung mau jadi apa. Masih nggak ngerti kenapa orang tua pernah melarang anaknya. Suka ngambek karena nggak diturutin. Rasanya banyak aturan yang harus diikutin. Sekarang? Waktu cepat banget berlalunya. Masa kini, kita adalah orang tua. Kita merasakan bagaimana rasanya menjadi orang tua. So?


Tentang Waktu Yang Cepat Berlalu


Semua Ada Masanya

Kalau ingat masa muda dulu, main dan main aja maunya. Seperti nggak pernah betah di dalam rumah. Haha. Pulang sekolah nongkrong. Alhamdulillah nggak bandel narkoba atau pergaulan bebas. Alhamdulillah nggak punya pacar 🤣. Bersyukur kini. Jadi kalau dedek-dedek gemesh sekarang nggak ada pacar, jan sedih. Itu tandanya Allah sayang. Jangan malah insecure. Semua ada masanya nanti juga datang jodohnya. Insya Allah.

Setelah menikah tantangannya juga jadi berbeda. Ada keluarga pasangan yang juga jadi keluarga kita. Semua menjadi satu kesatuan. Butuh beberapa waktu untuk adaptasi. Ibarat mahasiswa, masa orientasi kehidupan yang sebenarnya deh. Hihi.

Saat memiliki anak, semua ada masanya. Ternyata nggak selamanya anak itu makannya diemut, nggak selalu anak itu merangkak, dia bakal bisa jalan. Nggak selalu juga dia nangis. Predikat cengeng hanya dari orang dewasa. Lihat anak nangis, dibilang cengeng. Lama-lama jadi cengeng beneran. Nah kan.

Pernah tomboy, nggak suka make-up juga skin care. Semua ada masanya. Apa sebenarnya yang mendewasakan kita. Pengalaman? Waktu ? Jadi benar ya semua ada masanya.


Tentang Waktu Yang Cepat Berlalu



Harus Memilih

Berat. Nggak cuma rindu doang yang berat loh Dilan! 

Entah mengapa, hidup ini ya mau nggak mau harus memilih. Suka atau nggak sukaaa. Kayak sebelum kuliah, milih jurusan apa. Kelar kuliah cari kerjaan. Penuh lika-liku. Setelah dapat kerjaan ketemu bos yang nggak enak, atau teman kantor yang nyebelin lalu kita rasanya mau pindah 🤣. Pernah kah kamu di posisi ini? Tapiii gajinya lumayan, masa iya mau resign. Dan selalu nyari keadaan ternyaman. Oh rumitnya. Pilihan bijak adalah tetap sayangi diri sendiri tanpa menyakiti perasaan orang lain. Paling itu yang bisa dilakukan. Lagian juga ada yang harus diingat, kita nggak bisa menyenangkan hati semua orang. 

Nggak semua orang itu penting dan kita pun nggak selalu jadi yang terpenting. Yasudahlah ya santai. Semua memiliki porsi masing-masing. Ada prioritas juga kan. 


Tentang Waktu Yang Cepat Berlalu



Menerima Keadaan dan Berusaha Lebih Baik

Ketika kenyataan tak seperti angan, terimalah keadaan. Ingin marah? Lalu gimana. Sepertinya cara orang berdamai dengan keadaan tuh beda-beda ya. Kalau saya nggak mau pusing. Kesel, biasanya bahas satu kali, habis itu yasudah 😄. Dan meminta orang lain berubah adalah sesuatu yang...? Contoh kecilnya meminta pasangan untuk bersikap lebih romantis haha, dan itu kayak sesuatu deh. Oops. Terus nih ya kayak punya asisten rumah tangga yang jujur polos banget tapi dia juga kadang polosnya kebangetan, elus dada. Haha itu jugaa gimana ya. Memang semua itu nggak ada yang sempurna. 


Melanjutkan Kehidupan

Apa sih yang harus kita perbuat lagi kalau keadaannya ya belum bisa ada yang berubah. Saya pribadi melanjutkan hidup masing-masing, dan ini udah solusi paling sederhana. Pasrah pada ilahi udah jadi jawaban akhir, ya sambil nggak berhenti berusaha dan berdo'a. Kayak keadaan sekarang ini, corona. Rasanya kalau saya sendiri, hidup sehat adalah yang paling diinginkan. Semua keluarga sehat, anak, suami, orang tua sehat merupakan nikmat yang maha dahsyat. Amiin. . Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti bersyukur, selalu belajar memaafkan diri sendiri maupun orang lain. #ntms.

Semoga dengan berlalunya waktu, banyak manfaat yang bisa kita beri satu sama lain. Termasuk menulis di blog, juga berharap tulisan-tulisan ini menjadi bermanfaat untuk yang membacanya.

Hadaw, curhat ini mah yaaa. Aseliii.

Enak banget rasanya setelah menulis ☺ . Hmm waktu sungguh berlalu sangat cepat.

Baca Juga : Ketika Diet Membawa Berkah

Tentang Waktu Yang Cepat Berlalu

You May Also Like

23 comments

  1. banyak masa yang udah aku lalui, sama kayak kamu, dulu aku bisa dibilang tomboi banget, bahkan sama kuliah pun gak bisa dandan padahal jurusannya sekretaris hahahha

    ReplyDelete
  2. Iya begitulah hidup ya ... menariknya hidup kalau dari masa saat ini melihat ke belakang.

    ReplyDelete
  3. iya ya... berasa banget ini waktu cepat berlalu terus teringat deh apa saja yang sudah kita lakukan selama ini, jadi instropeksi diri juga. Kayak kehebohan BTS kemarin itu ya, semua akan ada masanya. Sama kayak jaman aku menggila dengan band KEANE, U2, RHCP, Maroon5 semua akan ada waktu dan masanya.

    ReplyDelete
  4. Aku juga mikir, kok waktu kaya cepat banget berlalu. Masih ingat ini, eh sekarang sudah begini. Kaya belum apa-apa. Namun kita harus berdamai, tetap lakukan yang terbaik

    ReplyDelete
  5. Pasti pernah dengar "Kok kayaknya baru kemaren kita shock karena pandemi, tau tau sekarang udah hampir DUA TAHUN kita rebahan di rumah!"



    Itu sering banget kudengar dan kutau maknanya. Dulu aja, kita dengar ada orang tua yang berkata bahwa rasanya baru kemarin saja dia hidup, ternyata sekarang umurnya sudah memasuki 60 tahun. Time flies!

    Dunia ternyata rasanya .. yes, RASANYA saja yang singkat dan pendek, dan .. kita udah pernah berbuat apa untuk Allah? Untuk otu? Untuk saudara yang susah?

    ReplyDelete
  6. Minggu lalu si bungsu lulus SD, hari ini si sulung naik kelas XI...waktu begitu cepat berlalu, sepertinya belum lama aku depresi berat karena bayi pertama meninggal dunia. Duniaku seperti berhenti saat itu...Alhamdulillah Allah kasih amanah gantinya dua.
    Serius, kalau diingat begitu waktu berjalan dengan cepat

    ReplyDelete
  7. Mba Uci makasih ya reminder buat aku juga nih, masyAllah begitu cepatnya waktu berlalu masih harus banyak belajar menjadi baik. Mba aku salut blogmu dari 2005, jaman sekolah itu aku belum kernal blog.

    ReplyDelete
  8. Bener banget nih, malah rasanya semakin hari waktu semakin cepat berlalu. Kayal baru kemarin saya lulus kuliah eh sekarang anak-anak dah mau kelas 5SD, sampai-sampai aku bingung apa yang telah aku berikan untuk anakku? Apakah mereka memiliki kenangan manis bersamaku? Duh, saking sibuknya dengan pekerjaan aku sampai lupa waktu dan tiba-tiba aja si kecil dah lulus TK. Bisa juga saking senangnya membersamai mereka hingga lupa waktu, wkwkwk, curhat

    ReplyDelete
  9. Saya pun mulai meresapi bahwa semua akan ada masanya, jadi ya slow aja menjalani kehidupan. Nggak usah terlalu ngoyo, daripada malah memetik kekecewaan karena kenyataan ternyata melenceng dari target/harapan

    ReplyDelete
  10. Aiih senyum-senyum baca ini.
    Bener bangeeet semua ada waktunya. Dan ini penting supaya kita tidak mudah "terprovokasi" ketika melihat pencapaian orang lain/keluarga orang lain/anak orang lain :)
    Pas banget kemarin aku dengerin interview Daniel Mananta dengan SkinnyIndonesia24 dan andovi bilang, setiap orang punya timeline masing-masing.

    Hanya memang, dunia medsos saat ini membuat kita begitu mudah melihat "timeline" orang lain dan berpotensi membuat kita insecure :)

    ReplyDelete
  11. waktu klo dijalani emang brasnaya cepat berlalu ya mbak
    beda lagi klo saat kita menunggu waktu, duh lama banget rasanya
    makanya sangat penting untuk kita bisa memanfaatkan waktu sbeaik mungkin

    ReplyDelete
  12. Kadang suka kepikiran melihat anak-anak bertambah besar apalagi yang sulung mulai kuliah tahun ini betapa cepatnya waktu berlalu. Masa-masa indah bermain dengan teman, menikah, dan memiliki anak lalu anak bertambah besar membuat saya tersadar waktu terus bertambah dan usia makin berkurang. Semoga aku masih bisa menemani anak-anak hingga mereka memiliki anak nanti dengan bahagia dan penuh rasa syukur.

    ReplyDelete
  13. Yes, kunci pertama adalah berdamai dulu dengan keadaan diri yang nyata adanya baru kemudian berusaha melanjutkan kehidupan. :)

    ReplyDelete
  14. Benerrr banget, semua ada waktunya, kadang bahkan kebiasaan kita berubah.
    Kyk sekarang ini zaman copid, mau gak mau kita adaptasi juga, mau marah jg marah ke siapa, insyaAllah ada hikmah yang bisa dipetik ya mbak dari kondisi sekarang ini.
    Masih punya pekerjaan dan sehat saat ini juga sebuah kemewahan. Yes usaha/ ikhtiar prokes dan berdoa adalah yang paling utama.

    ReplyDelete
  15. Setuju banget mba, emang semua ada masanya jadi ga bisa masa ini kok pinginnya melakukan kegiatan yang dari masa sebelumnya. Kayak udah nikah tapi masih pingin bebas jalan sama temen. Jadi, lebih baik gunakan masa yanga da sebaik baiknya ya mba, InsyaAllah tiap masa itu akan menyimpan cerita dan kebahagiaannya sendiri sendiri

    ReplyDelete
  16. Ahh jadi inget jaman dulu hehe..emang bener ya jaman dulu tuh mau pergi yaudah pegi aja gak mikir apa2.. sekarang..hmmm mikirnya banyaaak banget.

    ReplyDelete
  17. Kak Ucig terasa gak sih...kalau zaman sekarang waktu lebih lebih lebih cepat berlalu dari zaman dulu, ketika kita masa kanank-kanak?
    Huhuu...aku kok merasa begini yaa..?

    Anakku sekarang tetiba udah kelas 5 dan 3 SD.
    Rasanyaaa...mashaAllah, tabarakallahu.

    ReplyDelete
  18. Baca tulisan ini membuatku jadi ingin refleksi mba, sudah berapa banyak waktu yang berlalu dengan tanpa disadari. Kadang kayak enggak ngapa-ngapain kok ya udah cepat aja waktu udah melewati masa kehidupan.

    Jadi bertanya-tanya kan udah ngapain aja selama ini, sudah memberikan manfaat apa usia kita selama ini. Pernah nggak mba kepikiran tentang hal ini?

    ReplyDelete
  19. Huhu iya, tulisan ini bikin aku ngaca sama diri sendiri juga. Apalagi pas banget, sekarang ini aku sedang di masa terlalu melihat masa yang sudah lewat. Semua bikin aku sangat sedih. Dan jadi kepengen rasanya balik ke masa itu untuk benerin semua kesalahan. Tapi ya iya, semua sudah lewat. Harus bisa ikhlas dengan semuanya. mencintai keadaan saat ini, banyak istigfar, dan berusaha berbuat yang lebih baik, sedikit bisa mengobatinya.

    ReplyDelete
  20. Semua ada masanya, kayak aku nih abis nulis curhat tu enak banget, kayak buang stres hhaa.. karenanyinggungin masalah tomboy, jadi keinget dulu gak pernah mau skinkeran, bodo amat. Sekarang kalo lupa skinkeran nyesel pagi pagi hahaha. Memang.. semua tentang pilihan dan waktu ya mbak.. yang penting kita tetep bisa bahagia.. dan sehat tentunya ihihih

    ReplyDelete
  21. Aku nih mbak liat kalau liat anakku yg udah pada abege lalu ngerasa waktu cepet banget berlalu. Perasaan dulu anak-anak ini ngintil aja kemana emaknya pergi. Sekarang emaknya pergi pada cuek ga ada yang mau ikutan

    ReplyDelete
  22. Aiiih mengalir banget tulisannya mbak. Sukaaa.... Waktu dunia ini memang sebentar, apalagi klo sdh dileawati. Rasanya baru kemaren make seragam merah putih, tau-tau sekarang dah jadi emak-emak. Ah di waktu yang pendek ini semoga kita bisa terus berbagi manfaat dan mengikat semua makna dalam tulisan. agar banyak yang bisa menemukan pelajaran kehidupan dalam kisah yang kita torehkan untuk generasi masa depan.

    ReplyDelete
  23. Makanya aku bikin ceklis mak jadi tahu prioritas gitu sehari itu rasanya loh kok udah malam lagi

    Anak2 cepet besar huhu padahal rasanya saat itu ditimang 😅😅😅

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)