Pengalaman Mengantar Ruqyah

by - June 10, 2021

Pengalaman Mengantar Ruqyah ~ Sewaktu lihat berita tentang anak yang tidak bernyawa karena habis ruqyah, sedih rasanya. Kok bisa-bisanya sampai kayak gitu ya. Ruqyah karena anak nakal. Anak sekecil itu nakal kayak gimana sih? Kan nggak ada namanya anak nakal kalau usia segitu. Btw, bukan mau membahas tentang anak nakal, tapi mau sharing tentang ruqyah. Saya baru tau ruqyah itu yang bener ya seperti apa pas tahun lalu. Waktu itu saya mengantar kakak laki untuk ruqyah. Jadi sebenarnya ruqyah itu gimana sih?

Pengalaman Mengantar Ruqyah




Saya pribadi awam sekali tentang ruqyah. Dulu tau tentang ruqyah yang hanya sekedar lihat acara di televisi, yang sereeem, menakutkan, nggak wajar. Saya menganggap ruqyah ya menyeramkan. Dan nggak pernah mencari tau lebih lanjut lagi tentang apa itu ruqyah, sampai pada akhirnya seorang sahabat lama cerita tentang dirinya yang sedang proses ruqyah mama mertuanya. Pemgalaman beliau antara masuk akal tapi nyata, saya kenal sekali dengan beliau. Sahabat saya itu sendiri pun juga masih nggak percaya. Oh ternyata ada ruqyah syar'i dan tidak syar'i. 

Ruqyah sendiri kan pengobatan ya, nah ini ada yang syar'i dan tidak. Hmmm
Kalau yang syar'i murni meminta kepada Allah, tata caranya juga sesuai dengan apa yang ada di kitab suci Al-Qur'an dan hadis. Sedangkan yang tidak syar'i? Memohon juga meminta bantuan jin dan teman-temannya, aduh kok hororrrrr. Iyaaa ini nyata. Itu yang nggak boleh, karena termasuk perbuatan syirik. 

Jadi sebagai muslim harus berhati-hati dalam memilih tempat untuk ruqyah. Kadang memang ingin cepat berhasil, lalu informasinya nggak disaring lagi lalu? ternyata bukan ruqyah yang syar'i.

Pengalaman Mengantar Orang Ruqyah

Saya mengantar kakak, informasinya itu dari sahabat saya di Bogor tadi. Setelah dicarikan, ternyata ada cabangnya juga di Tangerang. Pertama kalinya saya ikut ruqyah dan memang saya yang buat janji dengan peruqyah tersebut. 

Setelah kami tiba, perkenalan lebih dahulu dan nggak langsung gimana-gimana sih. Saya rasakan lebih personal dan peruqyah itu mendengarkan keluh kesah pasien. Memang seperti konseling ya tapi ini islami.

Nggak ada yang aneh. Wajar aja. Ruqyah yang tidak syar'i kalau dengar dari cerita teman, bisa menerawang, itu sudah pasti ruqyah yang syirik. Ada ritual yang tidak sesuai syariat di Al-Qur'an. Naudzubillah yaa.

Lanjut ceritanya. . Kakak ditanya apa masalahnya, lalu panjang dan lebar kira-kira 2-3 jam. Dijelaskan adanya gangguan jin bisa dari mana pun, apa aja penyebabnya dan pertemuan kedua baru ada pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an selepas sholat dzuhur berjama'ah. Lalu sampai pada akhirnya titik temu, saran peruqyah adalah lebih baik ruqyah bersama bapak. 

Saat ruqyah, kakak nggak bereaksi apa-apa, nggak kayak orang kerasukan kok. Memang nggak sama reaksinya di tiap orang, katanya begitu.

Kakak saya baru hanya merasa lebih plong dan ringan setelah ruqyah tapi belum sampai ke akar masalahnya. Terapi jiwa mungkin yang beliau butuhkan, dan itu harus beberapa kali, bertahap. Ya memang harus ruqyah bersama bapak, tapi bapak belum mau. Semoga bapak mau ya, walau entah kapan.

Oh ya, ruqyah mandiri juga bagus kalau mau dilakukan dan diniatkan ruqyah untuk anak-anak plus keluarga. Bisa dibacakan pada air putih untuk diminum ya. Bacaan suratnya Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Al-Kafirun. Nanti airnya diminumkan sehari-hari.


Pengalaman Mengantar Ruqyah



Saya jadi teringat kajian ustad YM, katanya ibuibuu dzikiran sambil nyuci beras, baca asmaul husna, bagus itu. Masya Allah ya jadi ibu memang luar biasa. Balik lagi masalah ruqyah ini, sering nih ada yang nawarin ke pak haji x aja misalnya tapi bawa foto pasien tok, mamah suka ditawarin gini. Ini nerawang-nerawang gitu, ruqyah tidak syar'i. Alhamdulillah mama nggak melanjutkan lagi tawaran untuk membeli batu dan bersedekah potong hewan.

Ruqyah yang benar, yang syar'i metodenya tidak  aneh, logis, sesuai Al-Qur'an dan hadis. Kalau masalah jin dan jun itu benar adanya, ada yang mengganggu manusia.

Sesulit dan sementok apa pun masalah hidup, usaha berdo'a, serahkan hasilnya sama Allah. . Jangan kemana-mana. Semoga kita nggak kemana-mana, dan hanya kepadaNya ya panjatkan do'a-do'a.

Semoga kita semuanya dijauhkan dari perbuatan syirik amiin. Mudah-mudahan tulisan pengalaman saya mengantar ruqyah bisa bermanfaat ya. 

You May Also Like

23 comments

  1. Aamiin...
    Bener benget loh, sebenrnya Ruqiyah pengobatan alternatif bagi mereka yang memang percaya, dan banyak manfaatnya kalau sesuai dengan petunjukNya.
    Cuma ya biasa selalu disalah artikan jadinya banyak stigma negatifnya. Apalagi kasus anak kecil yang miris ituu. Haduuh..pengen cubit ortunyaa!!

    Moga kita selalu diberkan kesadaran dan hanya berdoa, bersandar , mengeluh padaNya meminta kesehatan sepanjang hidup

    ReplyDelete
  2. Innalillaaahi wa inna ilaihi rajiuun...
    aku liat di youtube sampe ga tega ... :(

    senakal apa sih anaknya? Jangan jangan dia itu aktif dan kreatif ya mbak uci :(

    ReplyDelete
  3. Halo mba. Aku pas nerima berita soal anak itu duh kenapa juga sampai terpikir kayak gitu. Kasus sudah diusut polisi moga kaish hukum jera. Aku belum ruqyah mba tapi sepakat kita harus memilih yang tepat

    ReplyDelete
  4. Mendengar kata ruqyah yang terpikir kemasukan makhluk, tapi ternyata engga gitu juga ya Mba. Ini pengobatan alternatif aja sih menurutku, jangan sampai melakukan ruqyah yang engga syar'i.

    Setuju banget soal sesulit apapun masalah yang mendera, baiknya terus berdoa dan berserah diri.

    ReplyDelete
  5. Semoga kita selalu rajin beribadah dan dijauhkan dari tipu daya sirik karena ini dosa besar ya mb

    ReplyDelete
  6. aku setuju banget sama statement kamu di kalimat-kalimat terakhir seberat apapun serahkan semua pada Allah swt, banyak berdoa, mohon ampun padaNya

    ReplyDelete
  7. aku malah blom tahu soal kausus anak yg "korban" ruqyah itu Uciii...
    emang banayk yg blom clear nih soal ruqyah syar'i dan enggak ini.
    perlu diperjelas mungkin secara lebih gamblang terutama utk tdk syari' itu letaknya di mana...
    apakah dr bacaannya atau ada ritual tertentu yg berpotensi syirik atau gimana ci?

    ReplyDelete
  8. Ternyata bisa ruqyah sendiri ya. Bisa tiap hari.
    Oh iya, tentang menyuci beras sambil zikir, pernah dapat ilmunya dulu, tapi terlupakan karena selama proses mengajarkan kemandirian anak, masak beras salah satunya, Jadi selama 6 tahun ini anak-anak yang menanak nasi. Hihi

    ReplyDelete
  9. Aminnn alhamdulillah kalau akhirnya ga meneruskan pengobatan yang aneh-aneh ya.. Karena memberatkan juga sebenarnya yang pake syarat macem2 gitu..

    ReplyDelete
  10. Soal anak nakal yang diruqyah dengan (salah satunya) dibenamkan di bak mandi itu terjadi di daerah asalku :( --- eh nggak tahu juga ya, apakah itu yang dimaksud mb ucig.
    meang miris sekali mendengar kabar itu. Meski beda keyakinan, tapi aku juga yakin kalau itu lebih ke perdukunan walau dibungkus dengan kata ruqyah. Buat orang awam, praktik2 yang seperti itu yg akhirnya membuat stigma negatif ya mbak..

    ReplyDelete
  11. Ada om ku yg ustadz mbak dan dia spesialis riqyah gitu. Aku pernah liat beliau me ruqyah orang. Ada yg samle triak2 gitu. Kalo inget ngeri sendiri deh makanya selalu membiasakan baca surat 3kul sama ayat kursi. Semoga Allah lindungi kitq semua dari gangguan jin ya

    ReplyDelete
  12. Masya Allah... Semoga kita semua senantiasa dalam lindungan Allah SWT ya mam. Selalu dekatkan diri pada-Nya dan berpikiran positif. Seringkali, penyakit datang karena pikiran, merembet kemana-mana.

    ReplyDelete
  13. Semoga kondisi kakaknya makin membaik ya, Mbak
    Ikhtiar bisa dari berbagai jalan termasuk kesembuhan lewat ruqyah meski memang harus hati-hati agar ga salah pilih yang non-syari
    Aku belum pernah tahu soal ruqyah..
    Hanya pernah dpat cerita kalau sepupu belum punya momongan dan menjalani terapi ruqyah...entah terus gimana kelanjutannya karena memang ga banyak diungkapkan ke keluarga besar

    ReplyDelete
  14. ruqiyah ternyata nggak cuma untuk orang yang kerasukan atau diganggu oleh mahluk halus aja ya maaaak.. tapi bisa juga untuk terapi yaaaa

    ReplyDelete
  15. Nah aku jadi ingat dengan pengalaman adikku yang Anter anak sulung diruqyah. Ustadz nya waktu itu ngajak adikku untuk ikut belajar. Jadi sebenarnya memang lebih baik orang tua sendiri yang ruqyah anaknya tentu harus tahu juga gimana caranya.

    ReplyDelete
  16. Berarti sebelum ruqyah harus tahu dulu caranya kaya gimana ya, kalau enggak syari jangan dipilih deh...

    ReplyDelete
  17. Masya Allah ternyata ruqyah nggak semengerikan yang pernah aku lihat di tivi dulu (waktu masih punya tivi haha). Ternyata itu ruqyah tidak syar'i. Semoga ruqyahnya kakak berjalan lancar ya Mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di tv bisa syar'i bisa juga tidak mak, kalau caranya dia sesuai ajaran islam itu masih syar'
      makasih ya mak, amiin doanyaaaa

      Delete
  18. Masya Allah masih kagum sama nyuci beras sambil asmaul husna. Simple ya tapi nggak terpikirkan. Insha Allah abis ini mulai dipraktekkin deh

    ReplyDelete
  19. Ngeri saya mbak , pernah mengikuti rukyah masssal, duh beneran ada yang bereaksi dan itu macem macem reaksi. ya ALlah untung aja bis sadar lagi

    ReplyDelete
  20. Ruqyah yang bener ya ke ustad yang ilmu agamanya tinggi, dan pelaksanaannya sesuai dengan syariat Islam. Masih banyak orang yang salah datang, berobatnya ke dukun, disemburlah, disuruh siapin sajen lah. Ini bukannya minggat, malah tambah lengket si jin yang gangguin :D

    Dekat rumahku di BSD ada rumah ruqyah syar'i. Insha Allah bisa jadi tujuan ruqyah yang benar bila ada yang memerlukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul mbaaa, iyah mba alhamdulillah BSD udah ada yaah ruqyah syar'i..

      Delete
  21. Aku sempet ngikutin tuh berita anak yang meninggal setelah di ruqyah. Hiks kesel banget sama orang tuanya.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)