Tentang Omongan Orang Lain dan Menghadapinya

by - June 14, 2021

Tentang Omongan Orang Lain ~ Jarang ketemu, sekalinya ketemu kok nyebelin? Ada yang pernah mengalami kayak gini nggak? Seingat saya memang ada yang suka kek gini nih. Haha. Jujur aja, udah nggak gimana-gimana tapi lucu deh kok ada sih yang kalau basa-basi tuh nggak ngenakin orang. LOL. Kurang pembahasan apa gimans atau memang pembahasan yang menariknya ya segitu-gitu aja, kurang wawasan?


Tentang Omongan Orang Lain


Omongan orang lain sebenarnya nggak perlu didengar kalau obrolan itu bukan sesuatu yang baik, bukan sesuatu masukan yang membangun untuk kamu. Bahkan hanya sekedar untuk menjatuhkan dan juga mengadu domba. Jreng jreeeeeng. Jangan sampai langsung emosi, lalu  jadinya malah salah kaprah.


Baca Juga: Jangan Ukur Standar Kebahagiaanmu

TENTANG OMONGAN ORANG LAIN DAN MENGHADAPINYA

Jangan Telan Mentah-Mentah

Omongan orang lain biasanya perlu dilihat dulu sih, nggak bisa langsung ditelan mentah-mentah. Karena kan kalau dari mulut ke mulut tuh, iyuuuh 😂 bisa jadi ceritanya agak berbeda. Sound like dibumbuin biar seru. Kalau yang ngomong tukang asal mangap aja nah nah, apalagi ini ya, jangan dimasukin atiii. Yasudah bhay aja. Komen netijen yang kayak gitu mah udah nggak usah dipikirin apalagi dibalas. Heheuu cukup lanjutkan karyamu.



Membandingkan Sesuatu

"Anak aku sih doyan apa aja. Pedas, manis, asin, pahit." Eeeeh kok pahit juga sukaa ya ternyata.😄

"Suami aku mah gini, mana mau dia bla bla blaaaa.." coba bahasannya yang lain atulah, masa suami sendiri dibahas ugaak 🙈.

Pokoknya coba dipikir dulu kalau mau ngomong, mau bandingin sesuatu. Apakah kamu mau dibandingin juga dengan orang lain? Enggak kan.

Waktu itu ada sesebapak bilang kalau anak saya susah dipegang, nggak kayak si x. Saya hanya ketawa. Dan setiap ketemu bahasannya nggak berubah, yaa itu itu lagiii. LOL. Alhamdulillah dari semua anak saya memang nggak mau dipegang orang lain. Mereka nyaman sama orang tertentu jadi nggak bisa dipaksakan.


Pertanyaan Nggak Sopan

"Udah usia belum nikah juga, kapan nikah?" Lantas pertanyaan "Berapa gajinya." Helloooo. Masalah kayak gini kan sensitif dan bersifat personal. Kalau pertanyaannya di balik, apa mau? Nanya gaji itu udah kayak HRD aja sikk haha. Mungkin untuk beberapa orang kalau ngomongin hal tersebut ya sah aja.


Komentar Nggak Enak

"Oh anaknya udah 3, beli mobil lah. Itu udah nggak muat." Pernah dikasih omongan kek gini. Saya hanya bisa aminin. Walau alih-alih bercanda, enggak enak dengernya. LOL. Bukan baper tapi kayaknya memang kita nggak sefrekuensi.. asheeek.

"Wah sekolahnya mahal ya, itu kalau dikali 3 yaampun. Dikali 3 lho nanti. ."

Ketika anak 2 cewek semua, dikomen "nambah 1 lagi lah belum ada cowok kan?" Hleeh.

"Kok kurusan, kok gemukan."

"Kok suami yang masak.." lhaa kan bukan suami kamooh yang akoh suruh. #Plaaaak

Menurut sahabat, semua yang diawali dengan kata "kok". haha. . "

"Kok anaknya kurus.." Nah itu lebih parah lagi sih.

Tentang omongan orang lain dan menghadapinya


Menghadapi Omongan Yang Nggak Enak

Setiap orang punya pendapat masing-masing. Enak menurut dia, belum tentu enak menurut saya. Begitu juga sebaliknya. Jadi ya kalau pernah dapat perlakuan nggak enak, sah aja kalau menjaga jarak.

Hidup lah saling menghargai pilihan orang lain. 

Tadi pagi saya baca, "losing toxic people, you win.." wheeeew. Bener apa beneeer?

Kadang orang terdekat pun itu bisa jadi toxic people. Saya pribadi nggak bisa memutus hubungan, yang saya usahakan adalah menjaga jarak supaya waras.

Kadang juga, kalau udah dekat jadi ngelunjak. Jadi nggak bisa saling menghargai. Nggak mikir!

Itu toxic people banget. Kalau orang terdekat yang benar, harusnya ya baik, nggak pernah ngomong atau berulah yang bikin kesel. Ya nggak sih?  Ya pada dasarnya mau dekat atau enggak dengan orang lain tersebut, ya jangan asal jeplaak kalau ngomong. Bisa kan ngobrol topik yang seru lainnya. Mikir berulang kali dongs ah...

Buat kamu yang pernah dienggak enakin, nggak salah apa-apa. . Sabar ya, tetap bergerak, berkarya, berprestasi. Jangan habiskan waktu untuk memikirkan orang lain yang suka ngasal kalau ngomong. 

Jadi sudahkah kamu berkata baik atau diam? #ntms. 

Btw, kamu paling nggak suka dikomenin apah? dan gimana menghadapinya sih? Ceritain di komen yaa ^^.

Baca Juga : Mengatasi Rasa Kecewa

You May Also Like

25 comments

  1. Kalo aku sih bodo amaaatt mba :D
    Apapun omongan orang lain, dah lah EGP emangnya gue pikirin :D
    Yg pentng kita tau gimana menjalani hidup sesuai koridor agama.
    Dah

    ReplyDelete
  2. Orang lain ngga akan kehabisan alasan untuk membicarakan aneka kekurangan kita mbaaa.. yang penting kita go on ajaa dan tidak jahat, unlike them

    ReplyDelete
  3. Netijen jaman sekarang emang kalau ngomong jempolnya gak diatur sama mulutnya, entah ya aku bingung banget sama orang yang selalu punya waktu ngurusin hidup orang.

    ReplyDelete
  4. kalau saya seringnya enggak terganggu sama omongan orang.
    Soalnya omongan orang bisa ditanggapidengan woles
    Yang sering menganggu justru omongan (pikiran) yang datang dari diri sendiri :)
    Terasa betul kalau musuh terbesaradalah diri sendiri

    ReplyDelete
  5. Iya nih, dulu anakkua kan gtm ya alias gerakan tutup mulut. Makannya yg dia mau aja. Jadi kurus deh. Kadang harus sabar kalo ada yang nanya kenapa anaknya kurus. Jadi kalo kumpul dg ibu² yang anaknya juga gtm so baru deh enak ngomongnya krn biasanya yg diomongin tentang vitamin dan menu alternatif buat anak

    ReplyDelete
  6. Aku dulu kalau ada yang ngomongin gak enak, kaya pertanyaan kapan nikah, pasti langsung kubalas dengan kata yang pedas banget. Sekarang diem aja sih, lebih bisa nahan diri. Kita gak pernah bisa muasin keinginan orang lain

    ReplyDelete
  7. honestly, saya tahu banget gimana rasanya menerima pertanyaan (komentar) ini mbak : kok belum nikah juga, kapan nikah?...awal-awalnya nyesek, tapi kemudian cukup saya jawabi " doakan saja bisa segera ketemu jodoh dan menikah ya...". Udah terus saya permisi pindah tempat atau masuk rumah saja.

    ReplyDelete
  8. Kita memang gak bisa ngatur orang lain untuk ngomong apapun ya, Mbak. Kadang memang gak sesuai dengan keinginan kita.
    Kayaknya lebih baik hempaskan saja omongan yang gak penting, mending fokus dengan hal yang positif aja ya...

    ReplyDelete
  9. Nah, barusan tadi pagi dengarin ceramah almarhum ustad zainudin MZ soal omongan ini, jangan harap kalo omongan itu akan sama apalagi kalo sduah disampaikan ke orang lain, bisa kurang bahkan nmabha banyak, hehehe

    ReplyDelete
  10. klo dengerin omongan orang, nggak ada habisnya ya mbak
    klo aku sih ya aku cuekin
    tapi klo uda keterlaluan ya orangnya aku samperin, hehe

    ReplyDelete
  11. susah sih mbak, jadi manusia kadang keselip lidah. memang lebih baik diam aja ya, daripada berkomentar. Tapi kadang kita juga perlu kasih saran bila punya ilmunya

    ReplyDelete
  12. yaaa,kadang orang nggak sadar ya telah menyakiti hati orang lain dengan ucapannya..dulu aku pikirin omongan orang, sekarang cenderung cueklah masa bodo, mereka nggak bayarin tagihanku inii..hehe...

    ReplyDelete
  13. Inginnya ga peduli sama omongan orang lain, tapi? hiks kadang hati suka lemah dan rapuh mendengarnya.

    ReplyDelete
  14. Aku...aku yang masih sering banget baperan kalau denger omongan orang. Kalau uda gitu, banyak-banyak istighfar. Kadang keseringan apa, kok bisa jadi omongan.
    Aku pernah gak bisa nulis blog karena ada komen "Kok sukanya nulis drama Korea? Waktunya abis doonk buat nonton."

    Aaaakkk!!
    Tus aku stop nulis. Berasa di pojokan. Sendirian. Gelap.

    ReplyDelete
  15. aku setuju sama postingan ini, aku juga suka di bilang "Ngapain sih kamu beli ini? mending juga beli itu..." itu juga salah satu omongan yang kurang suka aku dengar apalagi nyuruh2 kita "mending" sedekah, tau apa kan soal sedekah kita kan ya rahasia.

    ReplyDelete
  16. HUhu, iya ya, udah gak ke mana2, tetep aja suka denger omongan orang yang gak enak. Dulu aku segala dimasukin hati. Sampe parno sendiri. Sekarang aku cuek bebek ajalah. Pusing. Ngurusin anak-anak sama kerjaan aja lieur. Gak dikasih makan mereka kok. Wkwkkwkw...

    ReplyDelete
  17. Pas banget ini postingan ini relate dengan postingan aku di IG kemarin. :)
    Aku paling sebel sama orang yang suka melontarkan pertanyaan gak enak. jadi think before share intinya, sekiranya menyakitkan jadi lebih baik diam saja daripada menyakitkan :)

    ReplyDelete
  18. kadang aku memperhatikan soal ngomong gak enak ini ya, banyak teman yang bahas jangan ngomong gak enak, bisa jadi toxic, seperti loh kok baju kamu mahal, murahan yang aku beli. Atau jangan sounding ke anak orang kalau dia gak disayang ketika kamu nengok adik bayi. TApiiiiiii....ternyata ya yang bilang seperti itu melakukannya. ENtah itu sadar atau tidak, memang sudah jadi kebiasaan keceplosan ngomong tidak enak, makanya aku kalau ada yang keceplosan ngomong toxic gitu aku ketawa aja, dan mencoba hati-hati kalau komen. Meski kuakui kadang..aku [un keceplosan tanya, kok kamu kurusan ya

    ReplyDelete
  19. Pernah kenyang dengan omongan begini .. sempat sebel tapi sekarang sudah lewat :D

    ReplyDelete
  20. Pernah banget di posisi ditanya yang aneh aneh, terutama pertanyaan seputar anak. Apalagi waktu anakku balum bisa jalan usia 2 tahun, duh rasanya hampir tiap hari dengerin omongan yang bikin sakit hati. Tapi untungnya aku cuek banget, jadi bodo amat banget mbk hehe

    ReplyDelete
  21. Betul-betul omongan orang kalau gak baik gak usah didengar. Komen yang gak suka apa ya, mungkin lebih ke kaya body shaming kali ya. Malah jadi emosi soalnya.

    ReplyDelete
  22. pasang kacammata kuda emang paling bener ya mak
    karena kalau dipikir2 ya kita hiudp emang pasti diomongin sama orang manusiawi walau pengen tak HIH rasanya

    ReplyDelete
  23. Aku dulu kalau ngomong suka asal njeplak mba.
    Sampai pernah bikin orang tersungging, dan aku baru menyadarinya setelah lihat tingkah lakunya ke aku berbeda.

    Sekarang sedang belajar ngerem omongan dan basa basi busuk. Tanya yang penting-penting aja dan ngga menyinggung.

    ReplyDelete
  24. Pertanyaan atau komen yg bikin baper dan kesel ya hahaha. Walaupun mungkin yg nanya ga maksud apa2 hanya kepo atau saran.
    Tapi sy ga baper kalau di tanya ga nambah anak, cuma 2? Sy jawab pengen tapi usia udah tua 40 +++ hahaha.

    Jaman gadis suka di tanya kapan nikah/punya pacar? Sy suka jawab kenalin atuh sm temennya yg jomblo (sy nikah usia 29 dan ga pernah baper ditanya begitu krn pasti jawaban sy nodong minta dikenalin hahahah.

    Tapi soal.tanaman sy suka baper, iya nanam tanaman ga bisa makan mahal lagi padahal kan cari cuan. Ini malah numpang curcol hahah

    ReplyDelete
  25. Secuek-cueknya kadang apa yang dicerna dikita tergantung mood, kalau mood lagi baik mah cuek, tapi kalau lagi gak bagus, bakal baper

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)