Anak Butuh Waktu

Anak Butuh Waktu ~ Mau disclaimer dulu ya (ceilee), saya menulis ini berdasarkan pengalaman sebagai seorang anak. Saya nggak bermaksud menyinggung atau menyudutkan seseorang, sama sekali nggak. Kalau ada baiknya bisa diambil dan kalau buruk silahkan dibuang ya. Sebagai seorang anak, pasti anak ingin juga bahagia. Anak kecil itu baik, polos. Proses hidup butuh waktu, seorang anak kecil akan bertumbuh sesuai dengan adab keluarga dan lingkungannya. Apakah anak bisa langsung pintar berjalan? Tentu tidak, anak juga butuh waktu.




Masa iya sih seorang anak bayi bisa langsung berjalan. Mereka kan butuh waktu kurang lebih 1 tahun untuk bisa berjalan ya? Keegoisan orang tua memaksakan anak untuk cepat bisa. Keegoisan di sini adalah orang tua ingin anak cepat bisa jadi dewasa, tanpa didampingi, tanpa diajak bermain, hanya kasih uang, lengkapi kebutuhan, turuti kemauannya, lalu selesai. Banyak yang merasa telah menunaikan kewajibannya dengan berbuat demikian. Padahal anak tidak sekedar butuh hal itu, anak juga butuh waktu kita membersamainya. Berjalan bersama, mengajarkan kebaikan, berkomunikasi.

Waktu nggak akan kembali. Jadi jangan sampai menyesal kalau si anak udah lewat masa emasnya. Dan kita nggak ngasih bekal yang baik buat dia, tinggal nangis deh 😭.

Kita memang nggak bisa selamanya menjaga mereka. Tapi dari sekarang kita bisa tanamkan mental yang sehat. Luangkan waktu. Banyak sekali buku atau kalau malas baca, youtube tuh segambreng tentang parenting. Saya juga masih ikhtiar. Susah yaa, sama, saya juga mengalami kesulitan. Namanya orang tua, nggak pernah ada kata berhenti belajar. Kita hidup mau cari apa dan ke mana sikkk.  .


Memahami Perasaan



Bertanya tentang perasaan anak. Mendengarkan dan memahami perasaannya. Ketika dia jatuh, pasti sakit. Ajarkan cara menanggapi sesuatu dengan bijak dan tenang. Walau sebenarnya kzl ugak sih haha. Tapi tahan tahan. Sabar lagi, sabar lagi, terus sabar. Perasaan itu berpengaruh banget. Saya suka kasih tau, wajar ada kesedihan, karena memang itu kan silih berganti. Yang perlu diingat sedih boleh tapi jangan berlarut-larut. Insya Allah generasi cepeeet move on!

Menjadi Teman Bermain



Anak-anak itu suka main. Dunianya main. Temani mereka bermain walau sebentar. Sesibuk apa pun, sisihkan waktu untuk bermain sama mereka. Nggak ada waktulah, memberi semangat, nggak ada yang bantuin. Kalau masalah ini bisa komunikasi dan kerja sama dengan pasangan yaaa. Banyak kok yang diurus sendiri tapi tetap punya waktu buat anak. Coba komen. Pasti banyaaak nihhhh.

Meluruskan Pemahaman



Dari waktu bersama, main bareng, kita bisa tau lebih jauh tentang anak. Bagaimana sifat dan karakternya. Kalau ada yang kurang pas, bisa langsung diluruskan. Asyik kaaan. Jadi sebenernya kita lah yang paling tau bagaimana anak kita. 

Memberi Semangat



Kalau bukan orang tuanya, ya siapa lagi dong. Jaga aibnya anak-anak. Bukan berarti ngebagusin, ngebelain. Bukaaan.  Anak juga sama dengan kita, nggak suka dibahas di depan orang tentang kekurangannya. 


Membangun mental anak nggak mudah. Mulai dari orang tuanya dulu. Kalau dari kecil ortunya udah kasih contoh nggak baik, bersiap aja itu akan jadi bumerang suatu hari nanti. Children see, children do.

2 comments:

  1. akk, sedih banget kalo inget anak sudah melewati waktu golden age nya tapi kita merasa kurang maksimal memanfaatkan waktu dalam mendampingi dan menstimulusnya :((

    ReplyDelete
  2. Ya Allah semoga nanti kalo udah jadi orang tua aku bisa jadi orang tua yang baik, ga cuma kasi uang tp juga kasi sayang. Tapi membela bukan berarti membenarkan yang salah.

    Semoga bisa sabaaaaar juga jadi orang tua, sementara kadang kalo liat ponakan nyebelin aku juga ikut sebel *gimana orang tuanya ya ? hahaha

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)

cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by