Konsisten Jalani Hidup Apa Adanya, Jujur Tanpa Syarat

Konsisten Jalani Hidup Apa Adanya, Jujur Tanpa SyaratHujan pagi tadi, entah kenapa hujan bisa memaksa otak kita untuk memutar memori. Seakan kita terlempar jauh ke belakang. Ada kenangan yang nggak manis-manis banget, ah tapi yang itu lupakan saja. Ada juga kenangan tentang orang-orang yang berarti dalam hidup. Sosoknya jadi tergambar jelas dalam ingatan seiring hujan yang semakin deras. Lalu kita diselimuti oleh rindu. Iya saya rindu bertemu, rindu mendengar petuahnya. Pantas saja dulu bapak ngomong kalau kita tuh harus bersyukur, kita masih dinasehati sama orang tua. Petuah bapak simple, sampai sekarang saya masih ingat. Saya juga pernah menuliskannya di blog. Well, kata bapak saya, jadi orang itu harus jujur, baik, dan benar. Awal mula adalah JUJUR. Jalani hidup apa adanya, tanpa syarat ketentuan. Yes, kunci semuanya itu jujur. Kita harus punya kejujuran untuk hal apa pun.




Kunci Kebahagiaan
Saat dinasehati sama bapak, saya cuma angguk-angguk. Cemas ingat semua hal ketidakjujuran yang saya pernah lakukan. Merasa bersalah, tidak tenang, tidak bahagia. Takut ketahuan bapak kalau pernah bohong. Pokoknya cukup terjadi di masa-masa pencarian jati diri. #Tsaaah. Sekarang? Alhamdulillah sudah lama banget nggak bohong, nggak palsu. Saya memilih jalani hidup dengan apa adanya. Kemungkinan sifat tanpa basa basi bapak mengalir di tubuh ini. Hehe. Jujur saya nggak suka melakukan perbuatan yang hanya baik di depan tapi di belakang malah beda. Saya sukanya apa adanya, tanpa syarat ketentuan. Benar-benar deh jujur adalah kunci kebahagiaan buat saya. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yaitu "Sesungguhnya kejujuran itu mengantarkan pada kebaikan dan kebaikan itu mengantarkan ke surga". 




Memilih Hidup Apa Adanya
Hidup apa adanya itu nikmat sih. Nggak nambahin, nggak mau ngurangin juga. Namanya hidup kan ada masanya masing-masing. Kadang di atas, kadang di bawah. Tinggal bagaimana sikap kita. Setelah bersusah payah, berusaha melakukan yang terbaik. Lepaskan kekhawatiran, jalani aja hidup apa adanya. Nyinyiran orang sudah pasti ada. Meski kita sudah berusaha baik, tapi orang lain belum tentu merespon baik. Saya juga nggak ambil pusing, kalau sama hal yang menyakitkan hati. Biar berlalu aja.





Berani Jujur
Berani jujur kalau nggak terlalu sreg dengan seseorang atau sesuatu. Saya nggak bisa melakukan pertemanan macam ini nih, jalan bareng juga tapi lah kok ngomongin juga. Dan berani jujur dengan sikap, lebih baik saya memilih berjarak dengan begitu nggak perlu pura-pura. Haha hihi bareng tapiiii ngomongin juga #ehgimana. Walau berjarak, saya tetap menjalin silaturahim dengan baik. Ya, berani jujur menyuarakan isi hati membuat saya lebih lega menjalani hidup sehari-hari. Termasuk jujur terhadap diri sendiri. Menerima setiap kekurangan, otomatis kita punya lebih banyak waktu buat fokus meminimalisir kesalahan dan kekurangan yang kita punya. 






Jujur Itu Menyehatkan

Pernah dengar kalimat, sekali berbohong pasti akan berbohong lagi untuk menutupinya. Padahal bicara jujur sesuai faktanya itu menyehatkan loh. Sedangkan berbohong bisa menimbulkan ketakutan, tekanan batin, dan stres. Saat sekolah dulu saya punya teman yang ternyata suka berbohong. Yap, hidupnya bakal penuh dengan kekhawatiran. Renungkan deh perbedaan hidup jujur dan hidup penuh kebohongan. Saya meyakini hidup  ini terlalu berharga jika untuk memikirkan kebohongan. So, be honest. 




Tetap Bahagia Main Socmed, Tanpa Pura-Pura
Saya memiliki pengalaman enak dan nggak enak main socmed. Kalau enaknya ya nggak usah ditanya, enak banget karena bisa berekspresi jadi diri sendiri. Nggak memaksa diri untuk ikut-ikutan orang lain. Tanpa followers palsu. Sayang uang sih buat beli followers, mending uangnya kasih ke si mbak ART saya. Main socmed ya sebutuhnya aja, nggak pakai pencitraan juga. Kalau lihat orang liburan, ya turut bahagia. Nggak ngerasa harus saingan. Nggak perlu ikutan yang kita tuh sebenarnya nggak butuh. Btw, sampai sekarang saya belum punya akun tiktok juga belum bikin dalgona coffee haha. Tapi tetap bahagia ah!





Tanpa Modus, Tanpa Udang Di Balik Batu
Berbuat baik ya berbuat baik aja. Tulus tanpa modus. Konsisten bersikap jujur menjadikan pribadi yang kuat penuh tanggung jawab. Berbuat baik bukan karena ingin timbal balik sih. Karena hanya Allah yang maha adil membalas perbuatan-perbuatan kita. Pesan dari pak suami, "jangan pernah berharap dari manusia".





Teruslah Jujur Sampai Kapan Pun
Dalam mendidik anak-anak, saya berusaha sekali untuk tidak berbohong pada mereka. Contohnya kalau mau pergi ya berkata sejujurnya, saya pamitan, nggak ngumpet-ngumpet dulu terus pergi. Memang sih mereka pasti cry, minta ikut. Tapi lama kelamaan anak-anak bakal ngerti. Selalu mencoba terus terang, memberi pengertian dan alasan yang sebenarnya. Walau berat, belajar qaulan sadiida yang artinya berkata-kata yang lurus benar, bentuk ucapan-ucapan yang lemah lembut, jelas, jujur, tepat, baik, dan adil. Insya Allah, anak-anak juga belajar jujur sedari kecil.




Sempat lihat video @IM3Ooredoo yang mengingatkan saya untuk terus berani jujur menjalani hidup. Berani menjadi diri sendiri yang sebenarnya tanpa tipu-tipu.
Bahagia #TanpaSyaratKetentuan. Dengan dukungan @IM3Ooredoo bisa berkarya, saya mengisi blog dan social media lainnya untuk hal yang bermanfaat. Terima kasih ya. .


Oh ya temans, sekarang IM3 Ooredoo menghadirkan lini produk telekomunikasi yang simple, bebas syarat ketentuan seperti Freedom Internet. Ini bisa mendukung kamu untuk selalu konsisten jalani hidup apa adanya, jujur tanpa syarat. Gimana nih sekarang, kamu sudah nggak khawatir kan untuk hidup apa adanya? Semoga bermanfaat ya tulisannya.

34 comments:

  1. Waah mantap mba uci. Aku juga lebih baik main sosmed apa adanya, tanpa follower palsu. Yang penting happy dan kasih positive vibes buat follower kita

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah mba.. pilihan kita sama. Always sharing yg positif ya. Smangat

      Delete
  2. Kapanpun di mana pun tetap jadi diri sendiri karena itu adalah kunci menemukan kekuatan dan jati diri.
    Setuju Mba, tanpa topeng dan tanpa tedeng aling-aling :)

    ReplyDelete
  3. Bener juga sih Mbak, dengan hidup jujur, nggak cuma jujur pada orang lain, tapi pada diri kita sendiri pun jujur, hidup bisa lebih bahagia.

    ReplyDelete
  4. Bener ci lebih asik hidup apa adanya ya, tanpa pura-pura lebih bebassss

    ReplyDelete
  5. Nyess bacanya Ci, semoga aku bisa mengikuti prinsip ini dengan baik, memang hidup dengan jujur itu ringan dan bebas ya, tak usah memaksakan diri menjadi apa yang bukan diri kita, nggak usah mengada-ada..jalani hidup dengan gembira..

    ReplyDelete
  6. yuhuuu aku mampirr hihihi
    iyah setuju pisan. kalo dalam kepura2an itu ga ngenakin banget. lebih bahagia hidup apa adanya aja tanpa kepura-puraan :)

    ReplyDelete
  7. Zaman socmed emang gtu ya, banyak pencitraan, walau ya gak semua gtu, kdng buat kerjaan hehe.
    Yg penting punya prinsip bahwa gak melebih2kan. Lagian apa enaknya kelihatan mampu pdhl gak, yg ada malah dicall org buat dimintain utangan haha

    ReplyDelete
  8. Ahh, baca awal paragraf berasa saat ini, sedang hujan deres dan ikutan melayang nih memori sama alm bapak yang pesennya sama.
    Memang benar adanya jujur apa adanya tercipta dari kecil akan terus terngiang sampe gede, ya begini adanya ya.

    ReplyDelete
  9. jujur apa adanya penting ya, ini salah satu value buat diri seseorang, lalu bersikap apa adanya sambil menambahkan value yang penting buat diri sendiri

    ReplyDelete
  10. Enak apa adanya ya mbaa. Apalagi kuota dari IM3 juga notiputipu yaa

    ReplyDelete
  11. Betul mbak, hidup apa adanya ga bikin capek ya mbak, malah sebaliknya hidup jadi sehat lahir dan batin. Alhamdulillah, kalau bisa menyenangkan orang lain, kalau tidak pun bukan salah kita juga kan hihihi

    ReplyDelete
  12. Hidup sederhana, apa adanya nggak pura-pura pastinya bikin hidup lebih tenang, nyaman dan tentunya bahagia ya mbk

    ReplyDelete
  13. Lagian apa ya gak capek yaaa mbak kalo hidup penuh kepura-puraan, termasuk saat di sosial media. Enakan mah jadi apa-adanya aja.

    ReplyDelete
  14. Susah susah gampang ya hidup apa adanya, jujur tanpa syarat di zaman penuh pencitraan seperti sekarang ini.
    Daku dari zaman dulu ngeblog dan mainan sosmed, berusaha apa adanya, makanya followersnya ya segitu segitu saja :)

    ReplyDelete
  15. Jadi diri sendiri dan jujur tanpa syarat, hasekkk suka banget sama judul tulisannya mbak dan memang menjadi diri sendiri itu kadang sulit, tapi jika bisa kok berkarya dengan menjadi diri sendiri dan kalo tanpa syarat justru bikin capek hati ya mbak

    ReplyDelete
  16. Alhamdulillah bersosial media masih tetep ku menjadi diriku sendiri apa adanya hehehe...
    Terinspirasi dr orang lain bagus asal jgn terobsesi lg kita kehilangan jati diri

    ReplyDelete
  17. Ternyata hidup jujur itu bahagia ya mba. Lebih nyaman gak mikirin apa pendapat orglain.

    ReplyDelete
  18. Suka enggak habis pikir sama orang yang suka bohong dan pura-pura, apa enggak capek ya, heuheu...

    ReplyDelete
  19. Kayaknya capek banget ya, kalau hidup penuh dengan kepura-puraan. Lebih baik jadi diri sendiri aja, deh!

    ReplyDelete
  20. Jalani hidup apa adanya dengan jujur tanpa citra palsu lebih menenangkan karena tidak harus berpura-pura

    ReplyDelete
  21. Bener bnget mba Jalani hidup apa adanya, tanpa syarat ketentuan. Benar-benar deh jujur adalah kunci kebahagiaan sejati

    ReplyDelete
  22. Mungkin ga berpura-pura sih yah, aku juga sosmed-an ya untuk tebarkan hal positif makanya kalau dibilang pencitraan lah setiap orang juga pengen dapat image baik tergantung juga sosmednya buat apa hehee

    ReplyDelete
  23. Tampil apa adanya diri sendiri jauh lebih mudah dan bikin lebih rileks. Menjalani hidup apa adanya dan semoga adanya apa selalu bisa mensyukurinya.

    ReplyDelete
  24. Pernah banget...bohong, yang katanya sah-sah aja kalau White Lies.
    Huhuu...nyatanya, konsekuensinya sama aja. Gak nyaman.
    Mendingan hidup apa adanya dan jujur, simple juga jadi diri sendiri.
    Lebih nikmaatt....tanpa beban.

    ReplyDelete
  25. Setuju banget mbak, jujur adalah kunci kebahagiaan karena kebohongan satu akan menambah kebohongan yang lain, mana bisa bahagia kalau bohong terus. Sebagai manusia normal saya pun pernah nggak jujur tapi selalu introspeksi dan yakin bahwa dengan hidup apa adanya adalah salah satu cara untu jujur terhadap diri sendiri.

    ReplyDelete
  26. Kebohongan itu meski seolah menolong akan menjadi rantai yang terus mengikat kita pada kebohongan lainnya. Karena itu sebaiknya hindari kebohongan dan jadi apa adanya

    ReplyDelete
  27. main sosmed harus jujur, tqak perlu folower palsu

    ReplyDelete
  28. Jujur itu amat berharga, tapi banyak sekali orang yang sulit untuk jujur. Jadi mereka bukan golongan orang yang berharga :v

    ReplyDelete
  29. Jalani hidup apa adanya gak perlu banyak muluk-muluk ya kak, tp di era lifestyle yang semakin menuntut kt ntuk tidak menjadi diri sendiri itu tantangan banget

    ReplyDelete
  30. Asli sih kak hidup apa adanya lebih nyaman, saya juga buat Coldeja mau belajar nulis dari pemikiran sendiri

    ReplyDelete
  31. wahh saya lebih sering pura pura bahagia ketika main sosmed

    ReplyDelete
  32. Bener banget kak, emang harusnya kita harus menerima diri apa adanya, apalagi kalo punya temen yang fake dan jadi kacang lupa kulit, suka ngebatin aja gitu

    ReplyDelete
  33. UCiiii, suka senyum lepasnya gitu.. bebas gitu ya Ci.
    jujur tanpa syarat emang paling bisa bikin plong.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya 🙂
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)

cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by