6 Persiapan Melahirkan VBAC

6 Persiapan Melahirkan VBAC~ Flashback persiapan VBAC ketika melahirkan Ashika. Kira-kira apa ya? Hmm Kayaknya masih nggak percaya bisa melewati itu semua, miracle. Alhamdulillah, ucap syukur tiada henti. Sebenarnya pernah menulis persiapan VBAC tapi nggak terlalu panjang lebar. Beberapa waktu lalu ada email yang bertanya tentang apa saja sih persiapan VBAC? Gimana caranya supaya bisa VBAC? Btw, VBAC (Vaginal Birth After Caesarean-Section) adalah proses melahirkan secara normal setelah yang sebelumnya dengan proses caesar.  


Kalau dirunut lagi persiapannya memang harus disiapkan, jiwa dan raga. Niat yang kuat itu harus ya. Saya dan tentunya pak suami. Proses bukaan yang belum tentu semua orang mengalami hal yang sama. Saya termasuk yang lama ketika proses melahirkan, dibanding mamah, ibu dan kakak saya. Pembukaan jalan lahir untuk VBAC kan tidak boleh dipacu dengan induksi, harus secara alami menunggu pembukaan sampai lengkap. Dan ini lumayan lamaaa. Dari malam sampai dzuhur baru lahiran. Jadi yasudah pasrahlah kalau disindir #eh kok lama dan sulit ya dalam proses lahiran 😂.

Kalau ditanya enakan SC atau melahirkan normal? Tentu tergantung kondisi tiap orang ya. Nggak bisa dipukul rata. Saya pribadi prefer melahirkan normal. Proses pemulihannya cepat dan memang alamiah. Tapi bukan berarti ibu yang melahirkan secara SC adalah ibu yang gagal. Itu kembali lagi karena faktor-faktor tertentu kan. Terpenting ibu dan bayi selamat, sehat wal afiat.

Beberapa persiapan VBAC yang dilakukan, seperti poin-poin berikut ini ya. 

Persiapan melahirkan dengan VBAC.

1. Niat dan Doa Kuat
Bagi saya poin ini paling penting. Pertama niatkan melahirkan normal supaya apa? Kalau saya, supaya cepat pulih dan bisa mengatur anak-anak serta kembali mengurus rumah. Intinya bisa lebih cepat beraktivitas seperti sedia kala pasca melahirkan. Berdoa dan pasrahkan saja setelah ikhtiar. Allah tentu tahu mana yang paling baik untuk kita. Insya Allah indah pada waktuNya.

2. Mencari Nakes Yang Pro VBAC/normal
Ini memang agak susah-susah gampang ya. Mencari dokter dan tenaga kesehatan yang pro normal. Memang sih bilangnya mau bantu melahirkan normal, eh ternyata pasiennya banyak yang SC. Hmmm.. mudah-mudahan nggak dapat yang seperti itu ya. Coba tanya-tanya lingkungan sekitar, dokter yang pro normal. Kalau misalnya di RS, bisa tanya bidan atau para perawatnya. Dokter siapa yang punya rekam jejak, banyak menolong pasien melahirkan secara normal. Lalu konsultasikan keinginan untuk VBAC, dan ikutilah saran dari dokter.

3. Siapkan Fisik dan Asupan Yang Cukup
Menuju bulan perkiraan lahiran, saya nggak terlalu banyak diet. Duluuu, saya jaga makanan di trimester kedua. Saat masuk 9 bulan, tentu menyiapkan stamina. Seperti yang kita tahu, melahirkan normal perlu tenaga untuk mengejan, apalagi menahan rasa mulesnya itu lho. Hehe. Tidak lupa minum madu, makan buah. Saya juga minum olive oil atas saran teman. Memperbanyak jalan dan gerakan senam hamil, sujud. Bisa pilih ngepel jongkok atau menyikat kamar mandi. Kalau jalan kaki, saya lakukan beberapa kali menuju pasar.

4. Menjaga Berat Badan
Ada beberapa syarat untuk bisa VBAC. Diantaranya jarak kehamilan, berat badan bayi, ketebalan rahim. Seingat saya, ketiga hal itu yang paling mendasar. Kalau dokter Hasta yang menolong saya saat VBAC bilang, jarak kehamilan minimal 2 tahun, okelah. Dokter lain ada yang memberi saran, atur jarak kehamilan minimal 4-5 tahun.

Jadi PR saya hanya jaga berat badan? Iya, supaya memudahkan proses lahiran. Khawatir bila lebih dari 3 kg akan sulit keluarnya. Tapi memang nggak menutup kemungkinan lain ya. Menjaga makanan yang terlalu manis dan karbohidrat tinggi.

5. Membaca Kisah VBAC
Kisah VBAC para ibu yang telah berhasil, menjadi inspirasi dan semangat baru dalam menuju proses melahirkan. Apa saja yang menjadi faktor keberhasilan VBAC, mungkin diceritakan dalam kisah tersebut. Pokoknya membaca kisah VBAC membawa energi positif pada diri ini.

6. Dukungan Suami dan Keluarga
Dukungan suami salah satu kekuatan ya. Ditambah lagi restu dari kedua orang tua. Suami yang mendampingi harus tegar dan kuat. Pasti yang pernah mendampingi proses melahirkan, ngerti ya rasanya. Melihat rintihan sang istri nampak lemah, jadi nggak tega juga. Nah, para suami perlu juga siapkan mental ya.

Gimana? Ikhtiar kuat yaa supaya berhasil.  Kalau pun ternyata nggak berhasil, ya nggak apa-apa. Ibu dan bayi kan harus sehat selamat. Apa pun yang menjadi faktor gagal, ikhlaskan ya.

Semoga berhasil melahirkan dengan selamat, ibu dan bayi sehat normal tanpa kurang satu pun. Amiin..

Semoga bermanfaat..

25 comments:

  1. sehat2 mba Ucig semoga lancar yah, aku juga pengennya dulu vbac lagi anak kedua sayangnya berkata lain hingga ada nyinyiran "kurang gerak sih" ya salam mereka tydack tahu usahaku dulu :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg penting sehat smua ya teh..
      Biarkeun saja nyinyiran itu..
      Amiin.. nuhun yaa :)

      Delete
  2. Aamiin moga lancar dan sehat selalu ya Mbak Ucig. BTW tadi saya sampe googling apa itu VBAC, ternyata proses melahirkan normal (melalui vagina) setelah sebelumnya caesar, yaa. Maafkeun, dulu istilah lahiran belum sebanyak sekarang.

    Semoga dimudahkan semua ya Mbak. In syaa Allah bisa. Jadi ingat ibu saya. Dulu kakak saya lahirnya melalui operasi, saya dilahirkan ibu dengan persalinan normal. In syaa Allah bisa. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin. Makasih ya mbaaa..
      Wah kayak anak kedua aku mbak Niar..
      Udah aku tambahin tentang vbacnya.. makasih yaa ^^

      Delete
  3. Saudaraku ada yang berhasil VBAC dan alhamdulillah lancar jaya. Kadang ada orang yang gak ngerti bahwa habis SC bisa juga normal tapi ya sesuai kondisi masing-masing Ibu dan anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, alhamdulillah...
      iya bener :D beberapa orang nggak ngerti. Memang harus dilihat dulu kondisinya yaa^^

      Delete
  4. Normal mau pun sesar menurut saya sama saja dan gak ngurangi rasa kita sebagai Ibu. Penting nih dukungab dari keluarga biar selalu strong

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sama mbaa, semuanya perjuangan ibu

      Delete
  5. Pas anak pertama indikasi sesarnya knp mbak? Kalau saya krn ketuban rembes, bukan krn pinggul sempit dll, jd yg kedua bisa vbac... Semangat mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena banyak faktor waktu anak pertama jadinya detak jantung bayi lemah.
      alhamdulillah yg kedua kita bisa vbac yaa :)
      makasih^^

      Delete
  6. Alhamdulillah lancar jaya VBAC nya. Semoga sehat semua dengan keluarga ya Mbak.
    Anakku pertama meninggal dunia usia 13 hari, anak kedua lahir spontan, anak ketiga lahir sesar karena plasenta previa..
    Alhamdulillah sekarang si Mas 14 tahun dan si Adik 9 tahun :)

    ReplyDelete
  7. maakk. thank you buat tips VBAC-nya, kupunya rencana buat anak kedua proses persalinannya caesar, meski masih proses buat dibuahi sih hehehe

    ReplyDelete
  8. Saya di Surabaya ini periksa di tiga tempat, semua sepakat, suruh secar lagi malah. Padahal niat banget mau VBAC.

    ReplyDelete
  9. rata-rata emang yang udah caesar anak pertama seterusnya caesar lagi ya...temen2ku rata-rata kaya gitu.
    perjuangan banget ya, mba...tapi syukurlah semuanya lancar. dan semua rasa sakit langsung hilang ya waktu lihat wajah dedek bayi :D

    ReplyDelete
  10. Saya baru tahu nih istilah ini setelah membaca tulisan ini.. Mksh atas pencerahannya ya..

    ReplyDelete
  11. Mental suami dan istri harus kuat ya, saling menguatkan juga. Aku tahu tentang melahirkan VBAC ini waktu ada artis yang melakukannya, tapi aku udah nggak hamil lagi, hiihi

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah lancar VBACnya ya mba. Syukurlah janin juga bisa diajak kerjasama melahirkan normal. Memilih nakes yang Pro VBAC memang susah gampang. Butuh banyak referensi ya.
    Selamat ya mba.

    ReplyDelete
  13. Setiap perempuan memiliki proses menjelang melahirkan yang berbeda-beda ya, Mbak. Kalau saya termasuk yang cepat. Hanya berlangsung dua jam saja.
    Dan saya setuju untuk mencari nakes yang pro dengan lahiran normal. Jangan sampai bertemu dengan dokter yang dikit-dikit nyuruh di caesar.

    ReplyDelete
  14. Wah, setelah SC ternyata bisa normal ya? Berarti bener tergantung dokternya ya. Karena sodaraku kemarin itu terpaksa harus SC lagi waktu anak ke dua, krn anak pertamanya SC. Padahal jarak kehamilannya jauh hampir 8 tahun. Tapi sama dokternya disaranin SC, padahal kondisi kandungan ga da masalah. Krn minim info akhirnya sodaraku SC lagi, padahal dia pengen banget lahiran normal.

    ReplyDelete
  15. insya Allah aku pulang setelah lebaran ... sekalian nengok dedekbayi aaahh.

    Semoga Allah berikan kemudahan dan kelancaran dalam proses melahirkan nanti yaaa

    ReplyDelete
  16. Indah Juli12:07 PM

    Daku malah kebalik, lahiran normal dulu, anak kedua dan ketiga dioperasi caesar. Itu pun terpaksa operasi caesar karena yang pertama kehabisan air ketuban dan jantung bayi nyaris berhenti. Kalau pas TIo, kembali dicaesar karena mataku minus 4 dan placenta sudah sobek.
    Semoga dilancarkan dan sehat-sehat selalu ibu dan jabang bayinya ya Ci.

    ReplyDelete
  17. Wah salut bisa VBAC mbak, meski gak mudah yaaa. ALhamdulillah ketemu nakes yg pro dan dari keluarga jg mendukung yaa :D Moga postingan ini jd inspirasi buat ibu2 lain yg mau VBAC.

    ReplyDelete
  18. Selalu kagum dengan pasien VBAC. Aku udah niatkan saat anak kedua, tapi ternyata lain ceritanya karena si bayi harus diambil sebelum waktunya akibat flek. Perlu disebarkan informasi ini. Karena banyak juga yang pengin VBAC tapi nggak tahu harus ngapain.

    ReplyDelete
  19. Aku pun kemarin vbac mba. Yang disiapin ya mental sih ya.. sama itu tuh cari dokter ya memang pro. Alhamdulillah kemarin dapat dokter yang pro vbac.

    ReplyDelete
  20. Wah ternyata bisa VBAC after SC ya mbak? makasih byk tipsnya, maklum penganten baru masih minim info soal kaya ginian hehee

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)

cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by