Tumbuh Kembang Baby Almas

Perkembangan anak-anak makin lama makin bikin ternganga sampai tegang. Sempat menyesal dengan kemarahan yang terlempar karena alasan sudah capek atau ngantuk ketika malam datang. Pernah berasa ini titik tersulit dalam hidup (lebai). Masih mending menahan lapar ketimbang menahan marah. Gitu kan ya? Seorang ibu itu benar-benar diuji, katanya kan kalau menjadi ibu itu mudah, mungkin hadiahnya cuma payung cantik. I feel this. 




Balik lagi ke perkembangan anak yang akan jadi topik colab blog bareng Diah. Kalau Diah kan anaknya juga dua, tapi punya Diah jagoan semua. Bisa lihat cerita duo FZ di sini ya.

Kayaknya sudah lama nggak cerita tentang perkembangan anak. Memiliki dua anak perempuan yang beda banget tingkahnya. Kalau Kaina lebih calm dan lembut gitu. Sedangkan Ashika, sedikit bicara tapi banyak aksinya. Ashika lebih berani melawan. Oke, ini akan jadi PR buat kami supaya mengarahkan untuk berani terhadap hal-hal yang positif. 

Ashika dan Kaina, meski berbeda tapi sama baiknya, insya Allah. So far, mereka sedikit berantemnya. Tetap ada sih ribut-ribut sayang gitu hehe. Tapi mencoba bikin mereka kompak dari kecil, bikin mereka bahu-membahu dari sekarang. Ada kisah, saya dan pak suami sering ngobrol dengan driver online. Waktu itu drivernya bilang, anak jangan selalu dibelikan mainan atau sesuatu secara masing-masing. Biarkan beli satu buah aja lalu buat ritual berbagi. Mereka akan terbiasa barengan. Alhasil, saya pun nyobain saran bapak driver tersebut. Meski telinga akan sakit karena beberapa tangisan, saya coba. Nggak apa-apalah nangis masih kecil, biar saat besar nggak akan nangis. Biar mereka kuat dan tegar hehe. Life skill perlu.

Selain itu yang saya yakini, contoh nyata dari orang tua adalah sesuatu yang mudah mereka tiru. Mereka akan lebih cepat belajarnya dari contoh nyata. Nah, Kaina yang usianya hampir 5 tahun makin ke sini kok kalau lagi kesel, seperti saya ya haha. Semua kata-katanya persis plek seperti ucapan saya. Oh no, ternyata dia merekamnya.

Di golden age mereka, apalagi Kaina sudah hampir habis ya? saya mau mencerdaskan emosinya dengan mencerdaskan emosi saya sendiri. 

Alhamdulillah Kaina sudah cukup mandiri, perubahan yang agak tak dinyana sih. Cuma kalau lagi angot, ampun deh. Minta perhatian sampai luber-luber. Okelah kalau begitu, beri dia perhatian FULL.

Ashika? Eksplor terus. Masih main terus dia. Oh ya Ashika berhasil lepas nenen cukup memukau. Sakau sehari aja. Tapi memang bertahap banget cara menyapihnya. Dan ini jadi kado ulang tahun untuk dia April nanti. Bisa mandiri, di 22 bulan lepas nenen. Good job nak!

Anak-anak tuh asyik banget diajak kerja samanya kalau hati dan perasaan kita juga asyik. Percayalah. (reminder untuk diri sendiri). Cuma kadang kita saya aja yang nggak sabaran.

Well, saya nggak ada apa-apanya dengan ujian para orang tua di luar sana yang anaknya kurang sehat. Kalau cuma dibikin kesel karena ulah anak-anak, yasudahlah. Jadi kembali merenung. Ya Allah. Mata ini masih suka melotot saat anak-anak berulah. Suara ini juga nggak selalu lembut menghadapi mereka. Moga Allah ampuni. Semoga cerita ini bisa diambil manfaatnya ya.

11 comments:

  1. Jadi kebayang jangan2 ka ucig sama mb di bisa besanan wakakakka secara sama sama jagoan en sama sama princess ahahah

    Yess, ternyata praktek langsung jadi ibu itu luar biasa, luar biasa lautan sabarnya dan stress management yg tepat ya kaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah, bisaa aja nih pemikirannya.
      Tapi Ci, boleh gak nih?? Hihihih

      Delete
    2. hahaa, si mbul ada2 ajaaaa...iyah harus stress management yag tepat.
      Aku aja males klo dijodohin :p

      Delete
  2. Ini aku banget :D. Kdg suara udh ga bisa dikontrol lah kalo liat anak2 berantem, berantakin rumah ato ceriwis tiada henti :p. Papinya yg jauuh lbh sabar. Tapi ttp kok, aku berusaha utk bisa lbh sabar lg menghadapi mereka . Kdg caranya, lgs mikirin para ibu yg kuat trutama yg dikarunikan anak2 spesial. Mereka aja bisa strong dan sabar gitu, masa aku ga bisa :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaa bersyukur ya mbaa, harus bisa setrong dan sabar kitaaaaa

      Delete
  3. Huuaaa Ci, saya masih belum sabar hadapi Si Kakak, apalagi resenya makin jadi, hiyaaa. Maafkan ya Allah. Uci maah pasti lebih tinggi sabarnya.

    Ashikaaa, cepet banget lepas nenennya, jadi sekarang udh full gak nenen? Uhuuiii, Ashika hebat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah udah lepas full Diii..
      aku pun masih susah menahan esmosiii Di huhuuu

      Delete
  4. salute untuk ibu-ibu kuat dan hebat di muka bumi ini

    ReplyDelete
  5. Lucu dehhh hihi semoga sehat 💪 bugar selalu ya aamiin

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)

cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena