Selalu Butuh Memaafkan

Kemarin baru aja nulis yang berhubungan dengan memaafkan. Tapi bukan di blog ini, saya nulis untuk Rocking Mama tentang bagaimana menyikapi sakit hati. Eleuh gaya. Hehe. Agak dekat kan antara sakit hati dan memaafkan. Ng, nggak hanya dekat sih tapi memang penawarnya sakit hati itu adalah memaafkan.

Kali ini tentang memaafkan untuk satu minggu satu cerita ya. Hmm, sebagai ibu harus selalu belajar untuk memaafkan setiap waktu. Bukan karena ingin memaafkan. Tapi semakin hari saya merasa semakin butuh akan memaafkan. Entah apa jadinya hidup di dunia ini tanpa memiliki rasa memaafkan. 

Seperti lagunya Sherina "Persahabatan" dalam Petualangan Sherina. 
Setiap manusia di dunia
Pasti pernah sakit hati
Hanya yang berjiwa ksatria
Yang mau memaafkan.

Akhirnya dengan berbesar hati ikhlas memaafkan malah semakin berkah dan bahagia.
Memaafkan keadaan. Pernah banget. Alhamdulillah dulu sih sering pupus ya. Jadi nggak punya mantan :)) Sampai pada akhirnya diserok sama pak suami. Haha. 

Ini cerita awalnya udah bijak lho cig, kenapa di tengah-tengah malah dijatuhkan yaaaa.

Memaafkan dalam keseharian. .
Memaafkan diri sendiri, anak-anak, juga suami.
Nggak mau ambil pusing terhadap penilaian orang lain atau hal-hal yang membuat hati terluka. Karena masih banyak tugas yang lebih penting ketimbang mikirin itu semua. Right then. . Manusiawi kalau pernah tersinggung. Cukup sejenaklah, nggak usah sampai berlarut-larut. Rugi deh. .

Saya juga merasa lebih kuat ketika sampai di titik memaafkan. Mungkin nggak akan pernah sebahagia saat ini kalau nggak pernah memaafkan. Percayalah, ada hikmah di setiap jengkal proses kehidupan yang kita lalui. 


                    
  

33 comments:

  1. benar banget Mbak.. dan memaafkan yang paling bikin tenang justru memaafkan diri sendiri ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyayah masih belajar juga nih aku mbakiii :D

      Delete
  2. Betul betul betul....

    ReplyDelete
  3. "Tapi semakin hari saya merasa semakin butuh akan memaafkan."

    --> kebutuhan demi ketenangan batin kita ya 😊

    -tatat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah teh... Bener...dankeee hehe

      Delete
  4. Yang paling susah sepertinya justru memaafkan diri sendiri, karena sering menyangkal kalo diri sendiri pun perlu dimaafkan. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dlm menghadapi anak2 non, aku nih hehe

      Delete
  5. Banyak hal2 di dunia yang harus dimaafkan. Walaupun berat buat kita tapi memaafkan sebuah keharusan.

    Salam kenal mba, aku Wanda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salqm kenal jg yaaa. Sby sudah dimaafkan yaaa :D

      Delete
  6. Huaaa, salut deh Ci klo bisa dengan mudah memaafkan hal yg bikin bener2 nyakitin. Uhuuuy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sbnernya nggak mudah banget sih :p cuma butuh gimana dong diiii, biar hati tenang 😍

      Delete
  7. Benar, Mbak. Sebenarnya memaafkan itu manfaatnya lebih terasa ke diri sendiri. Bebannya jadi lebih ringan :)


    Salam kenal, Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah... Salam kenal jg yaaa,.,
      Hidup jd lbih sehat dan ceriaa

      Delete
  8. sulit banget ci jd orang yg pemaaf :D terlalu sensi kali ya akunya :D

    ReplyDelete
  9. kadang kita justru menang karena mengalah dan memaafkan mbak
    kita menang dalam tingkatan yang lebih luas, pengendalian diri ahemmm
    kenapa aku ngomongnya jadi begini hmm haha duh kayaknya ketinggalan update lg, besok lanjut bacabaca deh insyaAllah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huaa aku pun ngejar postinganmu nind, supaya bikin mail nya mnghayati 💛💙 ahiy..
      Makasih ya nind :)

      Delete
  10. That's the key to happier life! Dan memaafkan memang tidak mudaaah ya

    ReplyDelete
  11. Ikhlas dan memaafkan, dua hal yang membuat hati plong

    ReplyDelete
  12. Setelah memaafkan, hati yang sebelumnya terasa ada beban, berubah jadi plong. Nah, rasa plong itu begitu menyehatkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang katanya ada hubungan pak, antara kesehatan dan memaafkan :)

      Delete
  13. bahasanya.. *diserok* huahaha

    Bener mba.. gatau apa jadinya kalau gaada sifat memaafkan ini. Akan ada aja yang ganjel di hati karna rasanya ada yang belum selesai. Kalau udah maaf, bisa lah perlahan lahan ikhlas gitu kan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu yaa luk :))
      Iyah ganjel klo mnurutku jg misalnya masih mengkel gitu :)

      Delete
  14. Kadang butuh waktu yg ga sebentar untuk bisa jadi biasa2 aja kayak ga terjadi apa2 ke orang yg dah pernah bikin kitah tersungging eee tersinggung hahai #tsuurhat mbul
    Thx for reminder me ka ucig

    ReplyDelete
  15. Baca ini aku inget kisah salah satu sahabat Nabi yang dijamin masuk surga padahal tidak ada ibadahnya yang spesial, biasa-biasa saja. Ternyata ketika ditanya, Ia setiap akan tidur selalu membersihkan hatinya dari dendam dan prasangka, dan selalu memaafkan.
    Masya Allah, belajar dan berlatih teruuusss. Makasih remindernya ya Mba Uci :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Allah.. Amin
      Sama2 nyaak :*

      Delete
  16. Maaf emng terdengar sederhana tapi maknanya itu daleeem.

    ReplyDelete
  17. Saya masih cukup sulit memaafkan orang2 yang dengan sengaja mengusik privacy saya. Lagipula maunya mereka berantem kan. Orang yang maunya berdamai, akan dia jaga mulut dan jarinya untuk nggak mengusik hidup orang lain.

    ReplyDelete
  18. Walaupun simple tapi kata maaf memang penting :)

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)

cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena