Berbagi Peran Dengan Pasangan Untuk Kesehatan Mental

Berbagi Peran Dengan Pasangan Untuk Kesehatan Mental
Semakin banyak anak, semakin semakin kerepotan? Kalau saya yes. Waktu mbak ART belum ada, pak suami cuma ngingetin untuk panggil mbak lagi pas Ugo lahir supaya saya tetap waras dan tidak terlalu kelelahan. Qadr Allah, pandemik. Ya Allah repotnya luar biasa sih karena harus belajar dari rumah sementara kedua anak lainnya harus tetap diawasi dan ajak bermain. Pernah posting agak mirip ini. Peran untuk jadi ibu yang baik tidak terlepas dari dukungan suami. Beribu terima kasih buat para suami yang rela mengutamakan keluarganya dibanding hal lain.


Berbagi Peran Dengan Pasangan Untuk Kesehatan Mental

Butuh Bantuan
Sangat butuh bantuan. Bukannya manja tapi kalau jaman dulu kan rumah saudara tuh dekatan jadi bisa minta tolong. Namanya juga saudara yaa. Sekarang kalau bukan para suami yang bantu istri, siapa dong? Lagian kan itu anak bersama, pengasuhan juga bersama. Saya sering dibantu papi, anak-anak disuapin dan dimandikan. Anak-anak diajak bermain. Pokoknya dua cewek itu dipegang papi. Sehingga nggak merasa kehilangan saya yang sedang mengasuh Ugo. 



Bonding Time
Selain terbantu, mereka punya ikatan kuat sehingga manfaatnya lebih dari yang semestinya. Anak-anak dekat dengan saya namun mereka juga dekat dengan papinya. Pak suami yang sangat dapat diandalkan dalam mengurus anak tentu jadi kebahagiaan seorang istri. Asiiiik. Anak-anak yang dekat dengan ayahnya itu mempengaruhi psikologisnya, mereka bakal tumbuh berkembang dengan baik. Insya Allah, amiin.


Nggak Stereotip Gender
Laki harusnya giniii, perempuan nggak boleh itu. Saya kurang setuju. Kalau sudah menikah ya itu jadi urusan antara keduanya. Suaminya yang megang domestik dan istrinya kerja, ya silakan aja. Yang nggak boleh tuh istri kerja, suami malah nggak kerja, nggak bantuin apa-apa. Cuma kalau istrinya happy dan nggak jadi singa, mangga aja. Masalah ke pasar? Laki-laki juga nggak apa-apa sih ke pasar. Tujuannya membantu istri. Sungguh mulia bukan? Yang nggak mulia tuh yang cuma komen, jeeeen netijeeeen ngurusin orang banget. Haha. Suami istri memang harus kompak, mau udah punya momongan atau pun belum. Saling backup.



Beban Jadi Lebih Ringan
Meski kalau ada kecoa mati saya yang maju beresin, tapi kalau ada masalah tikus waktu itu. . Oh No! Saya ogah. Hehe. Impas kan kita hihi. Masalah pendidikan anak, saya minta bantuan suami untuk ngajarin si anak kedua dalam mengenal huruf hijaiyyah. Berbagi apa pun sama pasangan itu bikin beban jadi lebih ringan. Cerita apa aja aman. Pokoknya secret rapi jali. Alhamdulillah paping nggak pernah kompor. Selalu ngadem-ngademin (kipas pake duit?) πŸ˜‚ lol. Saya pribadi cerita paling enak ke pak suami, pokoknya love.

Jadi berbagi peran dengan pasangan tuh memang menyehatkan. Kalau ada suaminya yang nggak support istrinya, ke laut aja ya πŸ˜„ #eh. Kalau istrinya oke aja, gapapaaa kali deh. Kamuu gimana? Sehat?
Read More

Pengalaman Menyusui Bayi Lelaki

Pengalaman Menyusui Bayi Lelaki~ Katanya anak laki itu nyusunya lebih kuat? Dari pengalaman 2 anak perempuan sebelumnya, memang Ugo nyusunya lama banget. Paping aja sampai geleng-geleng melihat kenyataan iniiih haha. Ashika dulu nyusunya juga lebih kuat dari Kakak Kaina tapi mas Ugo lebih gahar lagi. Apakah saya menyerah?


Pengalaman Menyusui Bayi Lelaki itu. .

Alhamdulillah atas ijin Allah proses menyusui 1 tahun pertama penuh cinta berlangsung dengan lancar. Seperti kakaknya, Ugo full ASI. Ya Allah terharu, mau nangis karena memang perjuangannya. Kalau malam tuh ya lamaa banget deh nyusunya. Ugo nyusu kok nggak kelar-kelar sih. Punggung mamak udah meronta-ronta minta posisi terlentang. Haha. Asli mau kraiiiiii. Belum lagi drama akak-akaknya. Tapi saya tetap bawa happy, happy banget *sambilmakanmie

Walau ada punggung yang pegal kalau malam. Ugooo nyusu mulu deh. Diaper aja cepat full kalau dia mah. Haha. Tapi nggak pernah terpikir mau ngasih formula buat Ugo. Setelah 1 tahun Ugo dicoba minum UHT aja. Ugo makannya juga nggak ada kendala. Saya terus coba makan minum yang bergizi. Dan sekarang ngopi karena ngantuk πŸ˜†.

Perlu Menikmati Proses Mengasihi




Buat saya proses menyusui itu luar biasa jungkir balik. Tanpa support suami akan terasa lebih berat. Soalnya kan kakak ke-2 belum bisa bobo sendiri. Nggak nyangka deh bisa nyusuin sambil puk-puk kakaknya dan baca artikel dari hp kalau siang. Lol. Belum lagi kalau yang pertama lagi angot minta puk-puk ugaaak. Kaki turun tangan. Mau ketawa kalau diinget. Kok bisa sih kayak gitu. Proses yang nggak mudah, menyusui juga moment penting dalam hidup saya. Rasanya supeeeer beneer. Haha.

Jangan Pernah Berpikir Asi Kurang



Seperti dokter bilang, pantau berat badan. Nggak usah prasangka asi kurang. Bukannya nggak pernah mikir kurang sih tapi nyoba gimana caranya mengcover kebutuhan asupan makan si anak, usaha ini lebih baik. Yang terpenting pantau perkembangannya kan. Pikiran positif sangat perlu. 

Suka Duka Menyusui



Ada perut yang selalu terasa kosong. Benar adanya. Saya bisa makan banyak banget tapi ya kontrol diri haha. Kalau nggak lagi nyusuin juga kan memang saya makannya banyak. Hihi. Sukanya melebihi dukanya. Bisa makan banyak tanpa merasa bersalah. Kan ibu menyusui #alesan. Menyenangkan bukhaaan? Kita juga tau ya, manfaat menyusui itu untuk bonding time. Udah bergizi dan hemat susu formula. Uang sufor bisa buat jajan somay deh. Ahiy.

Anak Yang Sehat Adalah Utama



Kini anaknya sudah bisa berjalan. Lagi sukanya jalan kemana-mana. Sebelum satu tahun Ugo memang bisa 2-3 langkah tapi nggak ada kemauan jalan haha. Dia balik lagi merangkak. Usia 13 bulan kini, mungkin Ugo mulai ingat kalau dia sebenarnya bisa jalan dan harus berlatih supaya lancar mengejar cinta matahari.

Menyusui bayi lelaki memang menguras tenaga dan perut sayaaa. Bersyukur bisa menyusui sampai sekarang, dikuatin dikebalin karena pada ujungnya semua akan berakhir. Insya Allah dengan indah. Amiin. Nah, gimana. . Ada yang mau curhat? Apa aja boleh asal sopan. Yuk ah. 
Read More

4 Cara Membuang Energi Negatif Supaya Hidup Tetap Bahagia

4 Cara Membuang Energi Negatif Supaya Hidup Tetap Bahagia ~Nggak nyangka bulan Juli aja. Anak ke-3 saya udah genap setahun. Dan kesibukan ngurus suami plus anak yang lucu-lucu yang kadang bikin ketawa juga bikin nangis haha. Alhamdulillah dikasi kesibukan positif, punya kegiatan yang bermanfaat supaya mulut bisa lebih terkontrol, juga kontrol pikiran. Karena pikiran itu pusatnya, apa yang kita pikirkan, pengaruhnya sangat besar. Jadi lupakan hal yang nggak penting. Marah, kesal bisa disalurkan pada tempatnya. Energi negatif nggak baik kalau dipelihara, bagusnya kamu hempaskan dia hehe. Memangnya semudah itu? Ya kalau kita mau, nggak ada yang nggak mungkin yakan, saya coba tuliskan cara membuang energi negatif supaya hidup berlanjut bahagia. Yuk. .



Siapa yang nggak kesel kalau anaknya lagi main sepedah terus tiba-tiba motor kenceng lewat. Si anak sampai ngomong, "lihat dong pakai mata" saking kagetnya, haha, yang satu itu memang frontal. Alhamdulillah anak saya nggak kelindes, cuma shock. Sebagai seorang ibu, sedih udah pasti ya. Nggak bisa berkata-kata kalau masalah ini. Sahabat mengingatkan, "ujian lo mungkin dari area sini ci, sabar, insya Allah pahalanya besar". Saya coba renungkan berjuta kali. Btw, mending saya bagi tips membuang energi negatif supaya hidup bahagia ya. 

Sharing Pada Tempatnya
Ini tuh kunci sih!. Kalau tempat curat kamu orangnya malah bikin panas kayak kompor meledug yhaaaa, kelar deh. Komentar dia aja bisa bikin air mentah jadi mateng, panas bingit. Yang ada sih bukannya masalah jadi hilang tapi malah menjadi-jadi. Sebaiknya cerita pada tempat yang tepat. Kalau saya sendiri tempat curhat paling-paling suami hehe, sama 1 atau 2 orang, nggak banyak karena sulit memang menemukan orang yang tepat, hiaa.

Menyibukkan Diri




Carilah aktifitas yang sangat teramat menyenangkan, ya mungkin bahagiamu sekedar scroll e-commerce buat window shopping, lakukanlah. Banyak banget kegiatan yang fun, kamu bisa coba olah raga, gambar, nyemprot-nyemprot tanaman. Yes, mungkin karena pas kecil suka lihat si mama megang tanaman, nyiram-nyiram kembangnya, sekarang saya juga menyibukkan diri merawat beberapa teman ijo alias tanaman. Awalnya mager sih karena ngurus anak tuh udah melelahkan ya, tapi saya harus nyoba. Semacam lepas penat saat spray si ijo-ijo itu. Serupa deh ketika kamu motong orang daging pas masak.

Salurkan Emosi 
Jujur deh kalau marah tertahan tuh nggak enak banget kan, dongkol, di tenggorokan tuh menohok rasanya. Coba deh aktivitas fisik buat menyalurkan marah kamu. Waktu itu saya pernah dengar saran psikolog, disuruh nyikat celana jeans. Haha. Saya pribadi sih nyikat kamar mandi. Beneran terbukti ampuh. Tiap kali lagi kesal gitu, saya nyikat. Pernah suatu hari, disangka paping lagi esmosi karena ngosrek kamar mandi haha, padahal mah memang kotor itu toilet. Lol. Bisa juga pukul samsak. Pokoknya harus salurkan. Jeans mana jeans. Tapi bisa juga salurkan emosi ke workout. Tinggal pilih aja sebisa kamu.

Mindset
Coba deh mulai kecilin masalah besar dan masalah kecil anggap nggak ada. Teori sih gampang, tapi kan nggak semudah itu bambaaaaang! Banyak latihan set pikiran kamu. Saya juga masih suka gondhook, kalau mau diceritain yang lain di sini jadi panjaaaaang, malas ah. Haha. Buang waktu. Dan benar adanya, kita adalah apa yang kita pikirin. Belum tentu juga orang yang kamu keselin itu ngerti perasaan kamu. Stop buang waktu. Awal banget itu dari pikiran kita, yuk move on.




Kunciii hidup bahagia ya utamanya bergantung sama Allah karena selain itu ya mengecewakan, right. Baik sama orang lain itu ya buat diri kita sendiri. Biarin aja orang lain seperti apa dan gimana. Kita ya baik aja. Wallahu a'lam bishawab.
Read More

Alasan Kenapa Dia Nggak Follback, Followback Kaka?

Alasan Kenapa Dia Nggak Follback, Followback Kaka?~ Loh loh, judulnya kok gini? Beberapa orang bilang,  "Ih mau marah ah saya mah kalau nggak followback." Maming sarankan jangan marah. Baca dulu deh, siapa tau kamu nemu alasannya. Mungkin salah satunya karena itu, bukan karena benci. Lanjut baca kenapa dia nggak followback kamuuu.



Social media itu kan luas kebangetan ya, jangan geer kalau orang nulis caption atau ngetwit buat nyindir kamu. Heuw. Kalau cara berpikir kamu kayak gitu dalam main socmed, bakalan keki. Saran saya untuk menyehatkan jiwa raga, bisa hide story dan mute. Biar kita baik-baik sajalah dalam dunia nyata. Supaya saling nggak tau apa-apa. Atau juga biar kita nggak sok tau. Adil bukan? Karena saya pribadi hanya ingin saling menjaga bukan berarti membenci.

Well, balik lagi nih kenapa nggak follback kaka? Pasti banyak alasan untuk nggak followback. Banyak juga yang jadi ribut hanya karena nggak difolbeeeek.

Alasan Kenapa Dia Nggak Follback, Mungkin kaka itu nggak follow back kamu karena beberapa hal berikut:


Notifikasi Bertumpuk
Jadi nih jangan marah dulu ya kalau kamu nggak difollback kakaaak! Bukannya nggak cinta tapii notifikasinya ketutupan. Nah yang alasan ini sih sering kejadian di saya. Kadang nggak ngeh kalau di follow sama orang yang kita kenal di dunia nyata. Bukannya suombong, cuma notifikasinya aja yang ketumpuk. Daaan setelah sekian lama baru tau kalau difollow hihi. Maafkeunlaaah.




Tidak Saling Kenal
Biasanya kalau nggak kenal ya nggak follback atau akun jualan apa gitu yang kurang saya minati. Cuma ya kalau blogger biasanya memang saya follback atau dari satu komunitas yang sama seringkali auto follback. Kalau dia nggak follback ya sudaaah, tabah aja haha. Mungkin dia memang selebgram. Huhuy. Pernah banget kan ngalami unfollow padahal dia minta follback tapi yasudahlah saya mah selow.

Nggak Suka Kontennya
Kenal tapi nggak suka kontennya? Ada. Nggak kenal dan nggak suka kontennya juga ada. Intinya dia nggak suka konten kamu lah pokoknya. Hiks sedih. Ibaratnya mah kamu bukan tipe dia. Jleb. Btw, jangan sedih dong. Jalan keluarnya, kamu bisa upgrade skill isi konten instagram kamu, itu kalau kamu mau. Kalau nggak? Ya bebas aja.


Biar Followingnya Lebih Dikit
Keren katanya mah kalau following dikit. Bagi beberapa orang sih gitu. Ah tapi saya nggak sepaham. Balik lagi ke kontennya seperti apa, itu indikator cakep buat saya ikuti. Walau nggak difollback kang Armand, saya tetap follow. #hiaaa

Nggak Diminta Follback, Yawis
Ada banget, nunggu diminta dulu meskipun dia tau kamu follow duluan. Heheeuu. Saya pernah deh minta sekalinya itu, dilalah orangnya nyeleb banget. Kapok deh, haha. Eh terus besokannya ketemu di event. Kejadian ini sudah lamaaaa syekali.



Nggak Mau Aja
Ya nggak boleh maksa dong. Hehe. Kalau yang ini sih salah satu alasan saya nih. Kenal sih tapi nggak mau aja dan bukan mahrom. Kalau kang Armand memangnya mahrom? Ya tapi itu mah beda. LOL.


Saya pribadi kalau ada beberapa orang yang saling kenal dan dia nggak follback saya, ya okay aja. Kok bisa sih? Karena hidup ini terlalu singkat buat ngurusin follback, unfollow, block dkk. Jadi gimana gimana? Clear kan? Kalau kamu kenapa nggak follback?
Read More

Cobain 5 Tips Usaha Di Rumah, Setelah Resign Dari Kantor

Cobain 5 Tips Usaha Di Rumah, Setelah Resign Dari Kantor~ Rasanya udah lama nggak nulis tentang motivasi ya. Btw, kalau menulis motivasi sebenarnya untuk memotivasi diri sendiri lho. Hihi. Cerita motivasi kali ini saya datangkan dari pengalaman sahabat saya. Ahzeg. Ada yang ragu setelah resign dari kantor mau ngapain aja di rumah? Usaha atau gimana sih cara mulai usaha kecil-kecilan. Nah bisa lanjut bacanya ya, jangan lupa kedip hehe.



Resign dari kantor itu mungkin keinginan terbesar seorang ibu, tapi mungkin juga tidak. Ya ya nggak usah war, saya nggak suka war. Semua punya pilihan masing-masing. Kali ini cerita dari sahabat saya yang mengalami perubahan dalam karir dan cita-citanya. Kayaknya dulu tuh nggak pernah muncul tanda-tanda dia bisa baking. Berkali-kali orang sekelilingnya meragukan. Haha. Tapi ini nyata. 

Sebut aja Thia, lah memang namanya itu kan. Heheu. Thia nama sahabat saya yang sekarang menjadi kang brownis. Tepatnya jualan fudgy brownis. Wow, dari yang dulu kerja di bank sebagai orang IT. Saya ingat dikasih beberapa tester hasil racikannya. Dia memang orangnya kalau udah maunya, udah deh, gaspol. Dia nyoba resep 20x an lah katanya, nyoba resep dengan bahan beda merek, nguji lidah rasa mana yang terenak dan pas. 

Nggak ngerti saya mah sama dia, kok bisa baking, punya oven mixer aja nggak. Nah nah keren. NIAT!
Sekarang? Butuh orang banget buat bantu dia karena orderan via shopee dan ojek online selalu penuh. Kuenya dia udah banyak yang beli via shopee, udah 1000an. Terharu banget. Saya ikut bahagia banget, proud.

Saya harus cerita di blog biar kita baca lagi nanti. Syukur kalau bermanfaat untuk yang baca. Ini ada beberapa tips dari pengalaman dia yang memutuskan untuk resign dari kantor dan usaha di rumah:

Niat Karena Allah
Bismillah niat resign karena Allah. Karena wanita, apalagi yang sudah berkeluarga. Beliau menganut wanita seharusnya bekerja di rumah, ngurusin suami, anaknya, rumahnya. "Jangan mikirin mau usaha apa dulu, nanti nggak jadi-jadi resignnya", katanya.

Mulai Usaha Dari Sesuatu Hal Yang Disukai
Cari usaha yang bikin enjoy diri sendiri. Jangan bikin stress. Lagi-lagi utamakan keluarga, usaha mah nomor terakhir. Usaha bikin brownis ini ditemukan karena awalnya bikinin anak-anak cemilan.

Jangan Cari Pinjaman Untuk Modal Usaha
Menurut Thia, nggak perlu cari pinjaman. Jadi pelan-pelan ya nabung buat modal usaha?  Iyaaa. Kalau ada uang baru jalan.

T.E.G.A.R
Kalau belum laku jualannya, jangan langsung drop. Kayak rossa ya, tegar aja. Awal daftar di ojek online dan shopee tuh nggak langsung ramai pembeli. Bisa minta beberapa kerabat order via shopee lalu beri testimoni. Coba deh!

Strategi
Selalu update, sering cek kompetitor. Produknya, harganya, cara jualannya. Kan namanya bisnis makanan juga ada hal yang dinamis, namun rasa tetap dipertahankan. 

Ada pesan nih dari Thia, katanya nggak usah terlalu diforsir. Karena cari uang tugas suami. Ditulis di Alquran juga. Kalau suami kaya raya, nggak usah punya bisnis. Waktu luangnya lebih baik buat hal-hal yang bermanfaat, ikut kajian, ikut forum-forum yang bermanfaat. Saving money dari hasil kerja suami, jangan dipakai foya-foya.

Pesannya tajeeeem banget. Masya Allah πŸ˜ƒ

Gimana nih? Btw, dari tadi belum kasih tau ya akun nya. Bisa intip instagram jualannya di Khara Rasa.


Boleh sharing pengalaman jualannya juga yuk di komen yaa.  
Read More

Karena Corona Oh Corona

 Karena Corona Oh Corona~ Semua Karena Corona jadinya aku beginii. Hei. . Semua kena imbasnya. Saya tertarik bahas ini loh. Tadi pagi mbak di rumah cerita kalau teman ART ngedumel karena THRnya nggak full. Hmm, dia ngedumel. Ya Allah, bukan kah seharusnya bersyukur? Saya ingat betul bahwa sang majikan cerita kalau usaha beliau juga mengalami dampak corona. Beliau tetap mengusahakan karyawannya supaya tetap bekerja walau sulit.




Karena corona kali ini sih mau curhat aja. Haha. Lagi, curhat lagiii. Memang ya dampak dari virus yang tak terlihat ini luar biasa. Banyak berita tentang corona yang bikin parno. Tapi yang pasti setiap peristiwa ada hikmahnya. Nggak mungkin nggak ada tujuannya. Sebagai ibu ya dampak corona ini masya Allah, buibu gimana esmosi jiwanya bisa terkontrol saat anak di rumah non stop 24 jam? Huhu. I feel you. Hug. . 

Orang dewasa banyak yang stres, bosen banget di rumah lama kelamaan. Sebenernya anak kecil juga merasakan hal yang sama kan. Tinggal gimana kita sebagai orang tua merangkulnya. Jujuuuur ini memang sulit banget huhu. Saya dengan 3 anak yang masih kecil gini tuh rasanya mau membelah diri. Padahal ada ART pulang pergi yang backup. Apalagi Ugo butuh penjagaan kalau meleng dikit dia bisa naik genteng πŸ˜… sementara itu kakak-kakak minta main bareng.  Disitulah kesabaran diuji. Mau kraiiii.

Btw, dari sekian lama di rumah aja udah tentu banyak perubahan yang terjadi ya. Corona oh corona, karena kamuuuu saya jadi:

Masak Resep Baru



Sebelum Ugo pabalatak kayak sekarang, saya bisa nyobain menu baru. Camilan buat anak dan suami. Tapi sejatinya udah suka masak sih buat stres release di rumah. Ternyata dari yang saya baca, proses memasak, kayak motong daging dan sayuran dipercaya dapat memberikan efek relaksasi. 

Merapihkan Kenangan #eh bukan



Merapihkan rumah karena ruwet lihatnya kok berantakan. Kan penginnya di rumah tuh nyaman ya, rapih bersih terkendali. Mulai beresin pakaian yang udah jarang dipakai, nyoba ganti suasana juga bisa dicoba deh sekalian redecorate rumah. Kecil-kecilan aja, misalnya geser letak sofa. Kalau rumah rapih kan bikin betah.


Dibantu Pasangan



Karena corona bisa WFH dan pas jam makan siang bisa terbantu karena paping yang nyuapin. Alhamdulillah. Ada juga yang segala segala diambil alih suaminya karena WFH. Ya ke pasar, ya nyuci semua deh hihi. Istri fokus megang anak doang. Masya Allah corona bikin suami istri nambah kompak yes


Bercocok Tanam




Ini bisa banget jadi kegiatan positif di rumah. Kayaknya moment pandemik bikin pas. Saya juga mulai menghijaukan beberapa petak teras depan. Walau cuma seuprit, lumayan hijauin mata huhu. Beberapa tanaman hias yang tidak sulit merawatnya dan tanaman herbal. Wah saya sengaja tanam kunyit karena butuh daun kunyit buat ngerendang hahaa. Oh ya bisa cobain nanem yang mudah dulu deh, asyik lho.


Berdagang




Saya pernah baca tulisan teman, mulailah berdagang sebelum masa sulit karena bisnis butuh waktu untuk berkembang. Buat temans yang ada keinginan dagang, cus disegerakan. Kalau saya pribadi belum nih, masih bertapa dagang apa yaaa. Hihi.


Nah kalau kata kamu, corona gimana? Ulah apa yang dia perbuat selama pandemik ini. Sharing yuk. .
Karena corona kamu jadiii?

Read More

Karena Kita Nggak Tau Setan Dari Arah Mana Aja

Karena Kita Nggak Tau Setan Dari Arah Mana Aja~
Istri adalah garda terdepan dalam menghadapi kemungkinan orang ke-3. Ya Allah paragraf depannya gini amat. Haha. Duh mau ngakak. Tapi sedih sih sebenernya kalau ingat kejadian yang dialami teman. Masalah kepercayaan dalam rumah tangga itu jadi hal penting. Membatasi bukan berarti nggak percaya. Pertemanan laki dan perempuan? Maaf, saya nggak terlalu bisa percaya. Terserah mau berkata apa tapi itu prinsipnya. Lol. Maksa ya. Saya punya sih dulu teman dekat laki, pure teman. Cuma setelah menikah, ya bye aja demi menghargai perasaan pasangan masing-masing. Mau ngeluarin unek-unek aja di postingan kali ini.



Postingan ini bukan karena habis nongton dramah Korea yang itu tuh? Bukan. Ini kisah nyata beberapa teman dekat yang mengalami badai sampai bercerai rumah tangganya karena orang ke-3. Kejadian yang bikin saya shock, campur aduk bahkan nggak percaya. Cemas. Btw, kan itu tergantung orangnya aja? Iyah tapi kalau bisa nggak ada celah ya nggak perlu celah dong. Pokoknya harga mati, nggak bisa ditawar πŸ˜†. 
Bisa Seperlunya Aja Kak. .
Secukupnya aja. Dunia tuh luas kalau ingin berbuat baik. Aduh masih ngegas kayaknya ya cig? Kalau masalah yang dialami teman saya, suaminya suka bareng dengan cewek itu karena lanjutin studi S2 dari kantor. Awalnya ya pasti biasa aja, toh sang cewek punya suami juga. But hey, syaiton tuh dari segala arah loh. Mungkin saking seringnya si cewek minta tolong, nggak ngerti juga sih ya. Dan niat suaminya bantuin aja eh jadi runyam. Ceweknya juga luar biasa nggak ngerti batasan. Ya Allah tega. Kok bisa ya sesama perempuan kayak gitu. Hmm. . Sekarang sang suami memilih hidup dengan perempuan itu meninggalkan istri dan 4 anaknya yang lucu-lucu. Devil is dancing. .

Ah Cuma Temen, Lebay. .
Kira-kira kalau minta temenin sama orang yang udah nikah tuh etis nggak sih? Menurut saya sih nggak. Ini prinsip. Posesif amat sih istrinya ituuu. Biarin ah, kayaknya bukan posesif, ini ada kok rulenya di agama saya. Diajarin batasan-batasan. Kadang pertamanya bareng-bareng, ramean. Lama-lama minta temenin, nggak nyadar juga awalnya pasti mereka sampai tahap itu . Kita nggak tau?!  Jadi balik lagi ke poin yang di atas ya, seperlunya aja kakak.

Mungkin Akan Ngerti Kalau Kamu Kerja Kantoran
Dulu saya pun pernah bekerja di kantor, beberapa teman kantor, senior laki-laki udah nikah. Kita bareng cewek-cewek aja sih dan yang lelaki juga sama laki. Kecuali kalau lagi ada suatu project suka bareng tapi jarang banget terjadi. Kita milih sama cewek-cewek aja. Dan nggak pernah gimana-gimana. Hmm tapi sih memang ada cewek yang suka makannya sama cowok-cowok. Buat apa? saya kurang tahu ya tujuannya bambaaaaang. Mungkin merasa klik aja #lah.

Bagi saya logic banget kalau ada ketemu intens setiap hari, ngobrol, chat nyambung, bercanda, bisa ada perasaan. Kita nggak pernah tau. Lagi-lagi devil datang dari arah mana pun. Tapi pertanyaan saya cuma satu. Memangnya nggak ada orang lain lagi apa ya?

Baca Juga : selain cinta kita perlu 5 hal ini di awal pernikahan

Well, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ya seperlunya aja kalau temenan lawan jenis. Masalah kerjaan oke, selain itu mending nemenin anak-anak deh. Prinsip hidup deh iniπŸ˜ƒ karena kita nggak tau setan datang dari arah mana aja. . Lebih baik menjaga.

Yuk ada yang mau sharing juga kah, mangga. .
Read More
cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© Maming Story, AllRightsReserved.

Designed by