4 Hal Yang Tidak Boleh Dilupakan Dalam Pernikahan

by - November 15, 2021

4 Hal Yang Tidak Boleh Dilupakan Dalam Pernikahan ~ Mungkin kalau waktu itu Allah nggak bukakan hati ini, nggak akan ada Kaina, Ashika dan Ugo. Jujurly, saya bukan wanita yang gampang suka (belagu ye πŸ˜†) kecuali sama makanan enak ya. Haha. Ah saya jadi kangen menulis tentang sebuah perasaan. Tadi pagi, tiba-tiba nge-play lagu "Jangan berhenti mencintaiku" lhoh jadi mau nulis ini. Memupuk rasa cinta dalam pernikahan. Berat euy! Meski berat, tapi kusuka dan akan aku upayakan untuk itu. 






Usia pernikahan baru menuju 10 tahun (salim dulu sama yang pernikahannya lebih lama), tepat tanggal 11 November lalu, mengulang tahun yang ke-9 usia kami bersama. Memupuk rasa cinta ternyata nggak semudah yang daku kira. Banyak yang perlu dilakukan juga dan ada yang nggak boleh dilakukan, do's and don'ts. Tidak lupa juga berdoa supaya selalu dijaga oleh Allah, karena Dia satu-satunya yang maha menggenggam hati manusia. . Kayaknya kalau hidup tanpa cinta, hambar. Apalagi kehidupan pernikahan tanpa cinta? Duh, entah apa rasanya, saya nggak mau bayanginnya.


Pengalaman berat juga kami rasakan, oh gini ya rasanya. Sebisa mungkin saling menguatkan. Saya ingat sewaktu beliau menemani saat di rumah sakit ketika akan melahirkan ke-3 anak kami. Buat saya hal itu sangat berarti. Apalagi cerita bell palsy, cerita bedrest saat hamil Ashika. Waktu di rumah sakit beliau jadi suster, saya belum boleh pup di toilet, nah papinglah yang turun tangan kala itu. Masa-masa berat di hidup saya. Mau nangiiiis kalau ingeeeet lagi. 

Kerja dengan perut hamil besar sampai tengah malam, pernah dirasakan juga. Seru. Pengalaman yang nggak bakal dilupain. Naik transportasi umum ke Jakarta, berdesakan dengan pekerja ibu kota lainnya, ngerasain tidak diberi tempat duduk walau sedang hamil, diteriakin kernet kopaja, eh sekarang masih ada kopaja nggak sih?? Haha. Ah kayaknya penuh haru biru.

Alhamdulillah udah terlewati dengan baik. Memiliki rumah yang dulu masih belum rapi, ya sekarang juga nggak terlalu rapi sih karena masih berantakan krucil haha. Ingat waktu dapur masih asli dari developer, ada tikus. Kami berdua tinggal di lingkungan yang baru, penuh adaptasi sampai sekarang, maunya pindah rumah kalau ada rezekinya, mau yang jalan masuknya agak gedean dikit, ya namanya juga keinginan ada aja ye. Dan nggak ketar ketir banjir kalau pompa nggak nyala. Sementara di sini dulu, enak jalan buntu, anak-anak aman keluar masuknya. Yang nggak enak-enak, dikuat-kuatin aja haha.

Bahagia silih berganti, ya begitulah hidup. Semakin berwarna dan diberi anugrah 3 orang anak. Dari dulunya cuma berdua, sekarang ada 5 penghuni rumahnya. Tantangannya semakin berbeda. Kalau dulu masalah cuma berdua, tinggal di Bekasi atau Tangerang? Sekarang nambah kepala untuk berdialog. Ada Kaina, Ashika, lalu menyusul Ugo.


Dengan kesetiaan, keikhlasan juga keterbukaan pokoknya semua hal yang baik-baik . Selalu mensupport satu sama lain. Saling membahagiakan begitulah kira-kira 9 tahun ini. Sebagai seorang istri yang masih banyak kekurangannya saya mau nulis tentang 4 hal yang tidak boleh dilupakan dalam pernikahan.

4 Hal Yang Tidak Boleh Dilupakan Dalam Pernikahan


Perhatian
Ada nggak yang suka banget dengan yang satu ini? perhatian. Yap, seringkali karena luar biasanya kesibukan antara suami dan istri menjadi lupa memberi perhatian satu sama lain. Apalagi semenjak punya anak-anak, kadang juga suka lupa. Ada yang bisa berubah drastis loh karena memang biduk rumah tangga tuh, wow wow. Heleh apa sih cig?! Iya pernikahan itu kan ibadah seumur hidup, sepanjang usia kita.





Waktu Berdua
Memang deh saya akui kalau ngomongin waktu berdua tuh rasanya sulit kaliiii kakak. Anak-anak ditaruh mana? Tapi sebenarnya waktu berdua nggak melulu harus keluar dan meninggalkan anak-anak sih. Waktu berdua bisa dilakukan dengan tipis-tipis di rumah aja seperti makan mie instan berdua, haduuuh nikmatnya kan? Terus apalagi, nonton berdua. Ya kalau memungkinkan keluar rumah berdua aja bisa dilakukan, ya lakukanlah.




Mengingat Momen
Momen penting seperti hari ulang tahun,  pernikahan, bahkan tanggal pertama kali ketemu? Aih kalau itu mah saya udah tydac ingat πŸ˜†mungkin ada yang beranggapan, nggak perlu deh ingat-ingat momen, yang penting saya masih bertanggung jawab. Hmm mengingat momen apalagi kalau dikasih kejutan. Walau usia udah nggak muda lagi tetap seru dan pasti bahagia. Apalagi anak-anak lihat kedua orang tuanya so sweet gitu, pasti turut senang.





Maaf, Tolong dan Terima Kasih
Berapa pun usianya, 3 kata tersebut nggak boleh dilupakan. Tidak perlu malu untuk meminta maaf. Tidak usah sungkan meminta tolong dan biasakanlah dengan berterima kasih. Usia pernikahan yang panjang perlu 3 kata yang sakti ini. 




Saya banyak belajar dari keluarga paping yang hangat, komunikasi antara ibu bapak yang baik, bagaimana kerjasama antara ibu dan bapak. Alhamdulillah sekali dipertemukan oleh ibu dan bapak mertua. Mereka orang tua kedua buat saya.

Mungkin di awal pernikahan masih adaptasi. Saya pun mengalami hal ini. Beradaptasi dengan keluarga pak suami, alhamdulillah semua baik-baik aja. Keluarga saya juga keluarga paping, begitu pula sebaliknya. Seimbang.


Pernikahan harmonis dan sehat udah pasti berpengaruh ke masing-masing pribadi itu sendiri kan. Pernikahan harmonis bukan berarti tanpa ada masalah. Yang terpenting bagaimana kedua orang dewasa itu berkomunikasi secara baik supaya masalah demi masalah bisa diatasi berdua dengan baik pula. Dampak pernikahan harmonis pasti banyak sekali seperti jauh dari stres, sehat jasmani karena memiliki support system dan yang pasti anak-anak juga akan bertumbuh kembang bahagia.

Akhirnya bisa posting lagi untuk 1m1c karena udah lama terdepak πŸ˜„.  

Kalau ada yang mau nambahin, hayuuk di komen ya. Do'ain ya semoga selalu bahagia di dunia dan akhirat. ^^  terima kasih telah membaca artikel 4 Hal Yang Tidak Boleh Dilupakan Dalam Pernikahan

You May Also Like

31 comments

  1. Bener banget ini penting agar pernikahan tetap berjalan baik dan bertahan lama, jangan sampai berubah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa jangan berubah kalau yg bagus2 ya mbaa

      Delete
  2. halo kak, salam kenal juga yaaa. makasih udah ninggalin jejak di blog aku. so happy. makasih ya.
    btw aku kesulitan banget nih cari me time, pillow talk aja kadang susah. jadi ngobrolnya pas anak-anak udah bener tidur baru bisa enak ngobrol. gak kebayang deh kakak punya 3 anak itu ngatur waktunya gimana? aku aja yang baru dua ( eh udah deng dua aja, hehehe ) kadang rempong Ya Allah! hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. haloo kak, sama2
      dijalanin aja jangan dipikirin yaak heheuu. Pas agak gedean udah mulai bisa, masih kecil iya pas pillow talk ajaa ya. Moga dimudahkan me timenya kak

      Delete
  3. setujuuuu mba dan of course ada banyak lagi yang perlu kita jaga terus yaaa. Pillow talk sering menjadi highlights of the day karena banyak yang bisa kita obrolin

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa betul mba Insav, pillow talk jadi waktu berdua, quality time banget untuk suami istri..

      Delete
  4. Tambahin satu lagi,
    selalu ready air minum di meja kalau saya, soalnya tahu persis, kalau si abang suka minum air mineral hangat

    ReplyDelete
  5. Setuju bangetttt, kayaknya paling parah itu perhatian sih. karna tiap hari kiat dia, kadang kita lupa perhatian sama orangnya. Huhu kak, banyakin tulisan yg gini, biar aku belajar soal rumah tangga jugaaaaa

    ReplyDelete
  6. wah iya, empat hal ini emang nggak boleh dilupakan dalam perkawinan
    agar perkawinan selalu langgeng ya mbak
    makanya aq juga selalu menyediakan waktu untuk quality time berdua sama suami

    ReplyDelete
  7. Ke 4 hal di atas memang slalu dirawat dalam sebuah pernikahan yaa. Semoga langgeng selalu Ciii. Memasuki tahun 10 pernikahan konon makin gede badainya dan aku pun telah melewatinya , sungguh luar biasa. Sekarang memasuki 20 tahun rasanya udah ga ingin apa2 lagi, sama2 mencari bekal buat diri sendiri, saling membahagiakan dan mengantarkan anak meraih apa yang diinginkan.
    Semoga selalu diberkahi pernikahan kitaaa.

    ReplyDelete
  8. Happy Anniversary Mba Ucig dan suami....semoga sakinah mawaddah warahmah, sebumi sesurga-Nya.
    Separuh dari usia pernikahan saya nih, saya memasuki 20 tahun.
    Memang mesti tetap di jaga keempat hal di artikel ini ya..biar langgeng pernikahan hingga maut memisahkan.

    ReplyDelete
  9. hehe Pillow Talk, jd inget filmnya bintang kawakan Doris Day dlm film Pillow Talk. Betul sekali jngn biarkan kl ada kesalahfahaman dibiarkan sampai pagi. Sekesaikan mlm itu juga. Pillow Talk.

    ReplyDelete
  10. Sepakat mba... Plus memahami bahasa cinta diri sendiri dan pasangan, agar tangki cintanya bisa sama-sama penuh sehingga hubungan dalam keluarga makin berkualitas.

    ReplyDelete
  11. Baarakallahu ya Mbak Ucig ... saya pun susaaah ada waktu berdua apalagi sewaktu anak2 masih sekamar. Sekarang ... waktu berduanya paling banyak ngama saja wkwkwk. Eitsm pillow talk maksudnya hihi .. jadi lebih lama pillow talk-nya. :D

    ReplyDelete
  12. Tiga kata itu ampuh banget ya. Kelihatan sederhana tapi kalau di ucapin. Tenang mengerjakan secara iklas dengan pasangan kita tanpa ngedumel

    ReplyDelete
  13. Aah, indahnya..
    Pernikahan harmonis memang yang ujiannya bukan hanya satu dua hari yaa..tapi sepanjang perjalanan hidup bersama pasangan yang kita pilih.

    Mantap melangkah bersama bukan berarti tanpa riak, tapi justru bagaimana bisa bertahan dan akhirnya bersama melihat pelangi.

    Aaiiii~
    Aku terima kasih banget sama artikel kak Ucig yang selalu penuh renungan, sebagai pribadi, istri dan Ibu.

    ReplyDelete
  14. Sudah punya anakntuh waktu berdua jadi terasa mevvah yak, akupun merasakannya. Kalau di rumah, curi2 waktu pas anak sudah tidur, ya ngobrol, ya nonton film berdua, eh kadang makan berdua sementara anak mainan. Hehehe... Gitu aja udah bahagia sih kalau aku.

    ReplyDelete
  15. Terima kasih mak sudah diingatkan kembali, penganten lama juga buth diingatkan juga yah. makin ke sini, emang saya dan suamikadang lebih banyak waktu berdua dan melakukan banyak hal berdua, hehehe. Yah, kali karena anak udah mau gede-gede yah

    ReplyDelete
  16. Postingan ini juag bisa jadi pengungat nih supaya aku bisa selalu menjaga perbikahan. Waktu berdua mah udah sering banget sekarang hihihi

    ReplyDelete
  17. Ini mah pas banget semacam pengingat biar makin harmonis sama suamj

    ReplyDelete
  18. Aku dah mau 14th ini...dah Lupa kali gimana perhatian2 sekarang dah kayak temen Aja,, anak2 mondok justru lbih melow krn kangen anak,, jd mau pergi k tempat dulu awal2 jadian seru Kali y

    ReplyDelete
  19. semua memang penting banget ya mak, biar hubungan selalu langgeng memang komunikasi(krn mencakup semua) dan perhatian itu nomer 1 deh ga bisa dipisah.

    ReplyDelete
  20. Sungkem dulu sama senior, dari junior yang usia pernikahannya baru masuk 6 th. MasyaAllah ya mba Ucig perjalanan cintanya, semoga makin sakinah mawaddah warohmah & tercapai semua cita dalam berumah tangga ya. Aamiin

    ReplyDelete
  21. quality time berdua suami tuh emang penting banget ya maaaak.. apalagi kalo udah punya anak, ga boleh lupa juga buat curi curi waktu quality time sama suami yaaaa

    ReplyDelete
  22. Setuju mba 4 hal di atas tuh tidak boleh dilupakan. Apalago soal tolong, minta maaf, terima kasih penting nih biarpun sama pasangan ya.

    ReplyDelete
  23. Setuju deh buat poin-poin itu, waktu berdua itu perlu banget, sesederhana jalan pagi atau cari sarapan pagi berdua ya. Mengingat momen pertama, saling jatuh cinta juga oke 😍

    ReplyDelete
  24. Makasih remindernya mak... Jadi pengingat nih buat saya, karena meski pandemi dan suami wfh, tetap aja susah nyari waktu berduaan dengan suami...

    ReplyDelete
  25. Selalu aku terapin dalam pernikahanku juga mba :D.

    Trutama yg waktu berdua tuh. Bahkan sebelum nikah aku sempet ngomong Ama suami, walo udah nikah aku ga mau traveling berdua malah jadi berhenti. Harus selalu disempetin, minimal 10 hari. Ke tempat2 yg kami belum pernah datangin. Untungnya pak suami setuju 😁. Makanya kami selalu spare waktu cuti hanya berduaan. Beruntung anak2 ada babysitter juga yg ngasuh mereka dari lahir dan udah aku percaya banget.

    Tapi saat pandemi gini, yg mana aku ga bisa traveling, mau ga mau berduaan nya lebih milih stay di hotel :D. Pokoknya suasana baru tanpa anak2 πŸ˜„

    ReplyDelete
  26. so very true mbaaa... repect dan those magic words will definitely change everything! semoga pernikahan kita selalu dalam cinta yaa

    ReplyDelete
  27. Bukan berarti setelah menjadi pasangan suami istri dan punya anak jadi lupa hari penting ya mba.
    Minimal ingat hari ulang tahun supaya momen penting ngga terlewat begitu aja.

    Dan kalau salah ngga sungkan minta maaf, terima kasih dan tolong. Kata-katanya simpel tapi mengena banget.

    ReplyDelete
  28. Kalau sudah mencapai 10 tahun pernikahan pastinya sudah melewati berbagai ujian dan yang namanya nikah itu belajar mengenali pasangan seumur hidup ya. Kalau saya selain empat hal di atas masih ada lagi yaitu kejujuran.

    ReplyDelete

Hai, terima kasih sudah mampir di maming story. Yuk leave comment. Semoga bermanfaat ^^

Mohon maaf komentarnya dimoderasi dulu ya πŸ™‚
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)