Cara menanamkan perilaku baru pada anak

Mengembangkan kecerdasan dan empati anak adalah dua hal yang penting dan perlu bergandengan. Tidak cukup sekedar cerdas IQ saja, tapi juga cerdas secara emosional pun juga. Betul banget ya, kalau anak-anak hanya cerdas misalnya di sisi akademik tapi ngga didukung dengan sifat yang baik, akan sia-sia. Misalnya suatu hari nanti, si anak membuat temuan ilmiah, dan bisa menjadi hal yang bermanfaat atau membahayakan. Ada materi yang saya dapat saat datang ke event Bebelac beberapa minggu lalu. Materi ini berupa print lembaran kertas yang isinya dari Rumah Dandelion, sangat bermanfaat, terima kasih ya ^^. 


                


Mengulas tentang bagaimana menanamkan perilaku baru pada anak, menanamkan nilai-nilai baik agar anak memiliki aksi hebat, hal positif yang diperoleh anak hebat, dan penerapan aksi hebat keluarga sehari-hari. Saya mau sharing satu-persatu yah mah. Untuk postingan kali ini adalah bagaimana cara menanamkan perilaku baru pada anak. 


                               
   
Cara menanamkan perilaku baru atau kebiasaan baru pada anak, gimana sih?
Semakin hari pasti anak butuh sesuatu pengajaran yang baru misalnya sesederhana untuk bisa makan sendiri, mandi sendiri, merapihkan mainan dan masih banyak lagi yang bisa kita biasakan agar dia bisa mandiri. Kita bisa coba dengan beberapa langkah seperti ini mah.

Komunikasikan
beri tau pada anak bahwa kenapa sih perlu berubah. Contohnya, kakak sudah besar, harus belajar merapihkan mainan sendiri. 

Sepakati
sepakati harapan dan jenis apresiasi yang diinginkan. Contohnya, kalau kakak melipat selimut sendiri selama seminggu tanpa disuruh, nanti kita pergi berenang yaa.. Saya juga selalu gunain cara ini mah, dan selalu ampuh. Bukan menyogok yaa tapi lebih ke arah menyepakati sesuatu dan belajar berkomitmen.

Kenali Modalitas
Wah apa ini? Tentang Modalitas
Modalitas belajar adalah kemampuan dasar anak dalam menyerap, mengatur, dan mengolah informasi. Tiga modalitas belajar: Visual, Auditori, Kinestetik

Yuk kita lihat:
Visual - Anak visual akan terbantu jika diberikan contoh yang dapat ia lihat dan tiru.
Auditori - Anak auditori memerlukan panduan dalam bentuk ucapan langsung dari orang tua.
Kinestetik - Anak kinestetik perlu beberapa kali percobaan dan keleluasaan dalam mencoba sendiri dengan caranya.

Jadi sebagai ortu, kita harus kenal nih mah terhadap modal belajar yang anak-anak kita punya.

Masukan
Berikan masukan yang sesuai dengan perilaku
Misalnya, kakak pintar, sudah mau merapihkan mainan sendiri.

Dari setiap langkah-langkah menanamkan perilaku baru pada anak ini, kita harus peka nih mah terhadap modal atau kekuatan yang anak kita miliki, apakah dia anak visual, auditori, atau kinestetik karena terjadi perbedaan dari masing-masing modal. Cara berkomunikasinya, melakukan kesepakatan dan memberi masukan yang seperti apa. Tentunya para mamah sendiri yang bisa mengenal modalitas belajar si anak ^^

Semoga bermanfaat yaa mah, nanti insya Allah saya akan sharing lembaran berikutnya, stay tune #lho




20 comments:

  1. perlu contoh/teladan juga kali ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya saa, di poin yg kenali modal bocil dlm belajar...ttp perlu contoh sih meskipun dia anak visual,audio atau kinestetik ya. Tapi dikategorikan lagi setelah itu

      Delete
  2. iyas termasuk anak visual donk ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus hati2 nih hihiii, visual cpt bgt niru kan yaa mba :)

      Delete
  3. Poin-poin di atas itu harus di coba mbak, terima kasih ya mbak ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 kang, makasih yah udah mampir

      Delete
  4. Masih bingung nih Mbak, anakku auditori apa visual. Kalau diajarin nyanyi pakai suara emaknya, agak lama hafalnya. Tapi begitu disetelin youtube, cepet apal. Trus, nggak bisa diem juga anaknya, hahaha. Campuran ini mah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti mix yah mba haha, kmaren lupa nanya jg sih aku, apa ada yang campuran yaa :) tapi Diana pasti pinter plus kreatif yaaa, mainannya banyak DIY :D

      Delete
  5. satu lagi adalah ... orang tua musti konsisten. Ayah-bunda sepakat dg cara mendidik yg mau diterapkan & konsisten menjalankannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mba noted, makasih mba eha tambahannya :) susah klo ngga konsisten yaa, it's a must
      Makasih uda mampir mba eha

      Delete
  6. Nah itu yg kadang sy kurang peka dalam membedakan modalitas masing2 dr trio krucils nih.
    Kadang disamain aja perlakuannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo udah ada 3 ginii nih, huaaa mantep yah mba. Jadi harus tetep concern satu2 nya ituu, aku masi 1 niih hihii..smangat mba ophiii

      Delete
  7. terima kasih mbak untuk sharingnya.

    yang paling susah menurut saya adalah bagaimana berkomunikasi dengan anak secara terus terang dan konsisten dalam menerapkan contoh. karena ada balita 2 di rumah hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama mba ipah, makasih udah mampir yaa.
      Konsisten yaa mba, itu susah2 gampang, tapi mau gmn lg hihii tetep smangat :)

      Delete
  8. ditunggu tips berikutnya ah mbak ciy :D

    ReplyDelete
  9. Sepakat, mengkomunikasikan segala sesuatunya kepadaanak meruapakan langkah efektif menjalin keterbukaan dan penyatuan gagasan antara orang tua dan anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komunikasi emang penting banget yaa ^^

      Delete
  10. harus tahu cara berkomunikasi dengan anak ya, tiap anak berbeda caranya. HArus bealjar trus nih jadi orang tua ternyata ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mba, belajar jadi ortu sampe tuaa yah kita, amin aminnn

      Delete

Hai, Semoga bermanfaat ^^ terima kasih sudi mampir.
Twitter / IG : @uciggg (sila follow yaa ^^)

cigrey.blogspot.co.id. Powered by Blogger.

© cigreydotcom, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena